Kabar Duka: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
JAKARTA, DN-II Dunia kebudayaan Indonesia kembali berduka. Seniman, pencipta lagu, koreografer, dan budayawan terkemuka, Guruh Soekarnoputra, tutup usia pada Sabtu, 26 September 2026. Almarhum berpulang dengan meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan artistik yang melampaui bayang-bayang statusnya sebagai putra seorang Proklamator, Ir. Soekarno.
”Yang ditinggalkannya bukan sekadar gelar dinasti, melainkan deretan lagu, tarian, gagasan, serta keberanian besar untuk mempertemukan tradisi nusantara dengan sesuatu yang baru.”
Jejak Estetika yang Berakar dan Berkembang
Guruh dikenal memiliki pilihan kata, bunyi, gerak, dan rasa yang tiada banding dalam lanskap seni Indonesia. Di setiap karya ciptanya, selalu terselip napas pembaruan yang segar, namun tidak pernah tercerabut dari akar kebudayaan bangsa. Ia berhasil membuktikan bahwa karya seni modern dapat tampil megah tanpa harus kehilangan keluhuran warisan leluhur.

Melalui berbagai mahakaryanya terutama lewat wadah legendaris Swara Mahardhika ia tidak sekadar menghadirkan hiburan panggung yang memukau, melainkan membangun sebuah gerakan kebudayaan yang membangkitkan kebanggaan terhadap identitas nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kehilangan Seorang Maestro Sejati
Negeri ini mungkin tidak pernah kekurangan sosok politisi. Namun, setiap kali seorang maestro besar menutup usianya, publik diingatkan kembali pada sebuah realitas yang sunyi:
Indonesia jauh lebih sering kekurangan maestro daripada kekurangan politisi.
Selamat jalan, Mas Guruh. Raga boleh beristirahat, namun karya dan gagasanmu akan terus hidup melintasi zaman, jauh setelah sang pencipta terbaring diam. Jejak langkahmu lewat Swara Mahardhika akan abadi sebagai bagian paling cemerlang dari sejarah kebudayaan Indonesia. (*)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
