BREBES, DN-II Pelarian R (45), pelaku pembunuhan keji terhadap Sapri (67), berakhir di tangan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Brebes.
Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan dalam koper di sebuah rumah kosong di Desa Sukareja, polisi berhasil membekuk pelaku di persembunyiannya di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/2/2026) dini hari.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Pelaku mengaku emosi saat ditagih utang oleh korban hingga terjadi cekcok.
“Pelaku memukul korban dengan batu di bagian kepala dan dada hingga tewas,” ujar AKBP Lilik, Selas (17/2) siang.
Tragisnya, karena jasad korban tidak muat masuk ke dalam koper, pelaku tega memutilasi kaki dan tangan korban.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain menghilangkan nyawa, pelaku juga menggasak uang tunai milik korban sebesar Rp15,6 juta dan sebuah ponsel. Kini, R dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Terkait dengan pengenaan pasal pembunuhan berencana, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman kasus dengan meminta keterangan lebih lanjut terhadap pelaku. Pelaku dikenakan Pasal 479 Nomor 1 Tahun 2023 KUHP terbaru dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, dan Pasal 458 Nomor 1 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
“Dikenakan pasal berlapis. Karena pada saat pelaku menghabisi korban, pelaku mengambil handphone dan uang milik korban sebesar Rp15.622.000,” pungkasnya. (Red/Hms)
KOTA TEGAL, DN-II Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Jawa Tengah 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) digelar di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kompleks Balai Kota Tegal, Sabtu (14/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Bupati Pemalang Anom Widyantoro, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital (Kadiskomdigi) Provinsi Jawa Tengah Agung Hariyadi yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, unsur Forkopimda Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, Ketua TP PKK Kota Tegal Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana, Ketua PWI Kota Tegal Meiwan Dani A, Kepala OPD terkait, serta Perwakilan Pengurus PWi Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Kota Tegal sebagai tuan rumah puncak HPN tingkat provinsi. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan insan pers dalam mendorong pembangunan serta promosi potensi daerah, termasuk sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan UMKM.
HPN tahun ini mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut menegaskan pentingnya pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi bangsa.
Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Kadiskomdigi Agung Hariyadi menekankan bahwa pers yang sehat adalah pers yang merdeka namun tetap
menjunjung etika dan tanggung jawab. Di tengah arus disinformasi dan perkembangan teknologi digital, pers diharapkan mampu menjadi penjernih informasi, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan berimbang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengajak insan pers untuk turut mengawal program pembangunan, mulai dari percepatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga digitalisasi birokrasi, melalui pemberitaan yang akurat dan konstruktif.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tegal dan PWI Kota Tegal atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI), insan pers harus tetap menjaga profesionalisme dan integritas.
Menurutnya, pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, hiburan, serta kontrol sosial yang berperan dalam menjaga keberlangsungan demokrasi dan ekonomi bangsa.
Peringatan HPN 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen insan pers Jawa Tengah untuk terus profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.(* Bim )
BREBES, DN-II Di tengah kesibukan pengerjaan infrastruktur program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127, Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menunjukkan sisi humanisnya. Beliau menyempatkan diri bercengkerama dan mengobrol santai bersama anak-anak di lokasi pembangunan bak penampungan air, Senin (16/02/2026).
Momen hangat ini terjadi saat Dandim tengah meninjau progres fisik penyediaan sarana air bersih yang menjadi salah satu sasaran pokok TMMD tahun ini. Anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi tampak antusias dan tidak canggung menyapa orang nomor satu di Kodim 0713/Brebes tersebut.
Sambil duduk santai di dekat material bangunan, Letkol Inf Ambariyantomo terlihat tertawa bersama anak-anak tersebut. Beliau melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan seputar sekolah hingga cita-cita mereka.
“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun beton dan jalan, tapi juga untuk membangun kedekatan emosional dengan generasi penerus. Kita ingin mereka merasa bahwa TNI adalah sahabat dan pelindung mereka,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Pemilihan lokasi obrolan di area bak penampungan air ini juga memiliki makna simbolis. Dandim menjelaskan kepada anak-anak bahwa fasilitas yang sedang dibangun tersebut nantinya akan menjamin ketersediaan air bersih bagi mereka, sehingga mereka bisa tumbuh lebih sehat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dandim menyisipkan pesan agar anak-anak rajin belajar dan menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui interaksi sederhana ini, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes membuktikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari persentase fisik bangunan, tetapi juga dari senyum dan kedekatan yang terjalin dengan warga, bahkan sejak usia dini.(Rio/Pradista)
TEGAL, DN-II Menjaga konsistensi selama lebih dari 36 tahun di industri travel umroh dan haji bukanlah perkara mudah. Sejak berdiri pada 9 Februari 1990, PT Arminareka Perdana telah mengukuhkan posisinya sebagai pelopor yang tidak hanya mengutamakan kuantitas, tetapi juga kematangan spiritual dan kenyamanan jamaah.
Bekali Mental Jamaah Lewat “The Miracle of Baitullah”
Menjelang keberangkatan besar pada 28 Maret 2026 mendatang, Arminareka Perdana menggelar Manasik Umroh eksklusif bertajuk “The Miracle of Baitullah”. Bertempat di Gedung Adhiyasta Grand Dian Hotel, Kabupaten Tegal, puluhan jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian pembekalan.
Berbeda dengan manasik konvensional, acara ini menghadirkan Master NLP (Neuro-Linguistic Programming) terkemuka, DR. Subhan Djubaedi Asyirbonie, M.M., PD., MP. Pendekatan NLP digunakan untuk membedah hambatan mental dan memperkuat keyakinan spiritual jamaah.
“Kami ingin jamaah tidak hanya siap secara fisik dan tata cara ibadah (teknis), tetapi juga memiliki ketangguhan mental untuk meraih kekhusyukan total selama di Tanah Suci,” ujar salah satu tim leader di sela acara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Fasilitas Eksekutif: Standar Bintang Lima
Arminareka memahami bahwa kenyamanan fisik adalah penunjang utama ibadah. Oleh karena itu, biro ini secara konsisten menghadirkan fasilitas kelas atas bagi para tamunya:
Transportasi Udara: Menggunakan maskapai flag carrier Garuda Indonesia untuk menjamin kenyamanan selama perjalanan lintas benua.
Akomodasi: Penempatan jamaah di hotel-hotel bintang lima yang berlokasi strategis di Makkah dan Madinah, memastikan akses cepat menuju Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Pendampingan Profesional: Setiap rombongan dikawal oleh Tour Leader berpengalaman yang bertindak sebagai pemandu teknis sekaligus mentor spiritual.
Integritas dan Pengakuan Nasional
Reputasi Arminareka juga diperkuat dengan kepatuhan administrasi dan kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan prestisius, di antaranya:
Penghargaan Direktorat Jenderal Pajak: Sebagai bentuk apresiasi atas ketertiban dan transparansi perusahaan.
Penghargaan BAZNAS: Atas kontribusi aktif dalam penyaluran zakat dan kegiatan sosial keagamaan di Indonesia.
Adaptasi Digital di Era Baru
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menghadapi dinamika global, Arminareka terus bertransformasi dengan mengadopsi teknologi informasi. Mulai dari sistem pendaftaran online hingga platform pembelajaran digital untuk manasik mandiri, memastikan calon jamaah tetap mendapatkan informasi real-time dan edukasi berkualitas tanpa sekat jarak.
Dengan rekam jejak panjang sejak 1990, Arminareka Perdana membuktikan bahwa sinergi antara fasilitas premium, bimbingan spiritual yang mendalam, dan integritas perusahaan adalah kunci dalam mengantarkan umat menuju ibadah umroh yang mabrur dan berkesan.
Red
OPINI, DN-II Kabar mengenai pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) setiap bulan awalnya disambut sebagai angin segar. Kebijakan ini disebut-sebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dan reformasi sistem birokrasi demi kesejahteraan tenaga pendidik. Namun, di balik narasi “cair bulanan” tersebut, terselip satu syarat sakral yang menguras energi: Validasi data setiap bulan.
Logika Sistem vs. Realitas Lapangan
Secara logika sederhana, profil seorang guru cenderung tetap: orang yang sama, sekolah yang sama, beban mengajar yang sama, dengan sertifikat pendidik yang juga sama. Namun, sistem saat ini menuntut pembuktian ulang secara berkala. Hal ini memicu pertanyaan kritis: mengapa konsistensi data tidak dianggap cukup oleh sistem?
Kondisi ini memaksa guru untuk terus membuktikan eksistensi mereka setiap bulan. Seolah-olah, tanpa validasi digital yang rumit, hak atas profesionalisme mereka bisa menguap begitu saja. Guru harus memastikan status mereka tetap “hijau” di sistem demi memastikan mereka:
Masih aktif menjalankan tugas di satuan pendidikan.
Memenuhi beban jam mengajar sesuai regulasi.
Tervalidasi secara administratif sebagai penerima hak yang sah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Operator Sekolah: Penjaga Gerbang Rezeki
Dalam kerumitan birokrasi ini, peran Operator Sekolah (Ops) bertransformasi secara drastis. Mereka bukan lagi sekadar staf administrasi, melainkan “Penjaga Gerbang Rezeki Guru”. Beban mental dan teknis ada di pundak mereka.
Setiap siklus pencairan, para operator harus berjibaku dengan rutinitas yang melelahkan:
Sinkronisasi Dapodik yang harus presisi.
Pemantauan intensif Info GTK guna memastikan status validitas.
Mitigasi eror server yang kerap terjadi di saat-saat kritis.
Satu kesalahan data atau keterlambatan sinkronisasi dapat menyebabkan TPG satu sekolah tertunda. Di tengah tuntutan agar guru fokus mencerdaskan bangsa, ironisnya mereka tetap dihantui kecemasan administratif: “Pak, Bu, apakah Info GTK saya sudah valid?”
Menanti Simplifikasi Birokrasi
Fenomena validasi bulanan ini seolah menjadi cara negara “Menyapa” guru untuk memastikan keberadaan mereka. Namun, frekuensi yang terlalu sering tanpa adanya penyederhanaan sistem justru berisiko menjadi beban tambahan yang kontraproduktif.
Besar harapan para pendidik agar mekanisme pencairan TPG di masa depan dapat berjalan seefisien institusi negara lainnya. Digitalisasi seharusnya mempermudah, bukan memperumit. Guru membutuhkan kepastian sistem yang otomatis dan lancar, sehingga energi mereka bisa sepenuhnya dicurahkan untuk mendidik, bukan untuk terus-menerus mengkhawatirkan status validasi.
Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas!
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
INDRAMAYU, DN-II Aksi meresahkan kelompok geng motor kembali terjadi di wilayah hukum Polres Indramayu. Sebuah sepeda motor dan sebilah senjata tajam jenis celurit ditemukan tergeletak di sebuah gang di Desa Mundu, Kecamatan Karangampel, Senin (16/2/2026) dini hari. Barang-barang tersebut diduga kuat milik anggota geng motor yang lari kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas kepolisian.
Kronologi Penemuan
Kapolsek Karangampel, AKP Maryudi, mengungkapkan bahwa penemuan ini bermula dari laporan cepat masyarakat melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 02.00 WIB. Warga melaporkan adanya kerumunan pemuda bermotor yang terlibat keributan dan mulai meresahkan pengguna jalan di kawasan Desa Mundu.
“Merespons laporan tersebut, unit patroli langsung meluncur ke lokasi. Namun, setibanya petugas di tempat kejadian perkara (TKP), massa yang terlibat keributan langsung membubarkan diri ke berbagai arah,” ujar AKP Maryudi saat dikonfirmasi.
Petugas kemudian melakukan penyisiran intensif hingga ke area pemukiman warga. Di salah satu gang sempit, polisi menemukan satu unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja beserta sebilah celurit berukuran besar.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Langkah Hukum dan Penyelidikan
Saat ini, seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Karangampel. Pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman, termasuk memeriksa nomor rangka dan mesin motor tersebut untuk melacak identitas pemiliknya.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aksi premanisme maupun geng motor yang mengganggu kondusivitas wilayah. Identitas pemilik motor sedang kami selidiki,” tegas AKP Maryudi.
Peningkatan Keamanan
Menyikapi insiden ini, Polsek Karangampel berkomitmen untuk mengintensifkan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan di titik-titik yang dianggap rentan terjadi aksi kriminalitas jalanan.
Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari. Warga diminta tetap tenang namun selalu waspada, serta jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 jika melihat potensi gangguan kamtibmas di lingkungannya.
Reporter: Rio
MAJALENGKA, DN-II Pelarian pelaku pembunuhan sadis yang korbannya ditemukan di dalam koper berakhir sudah. Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Brebes berhasil membekuk tersangka berinisial R di tempat persembunyiannya di wilayah Majalengka, Selasa (17/2/2026).
Kronologi Penangkapan
Pengejaran terhadap R dilakukan setelah polisi berhasil mengidentifikasi identitas korban berinisial S dan melacak jejak terakhir tersangka. Pelaku diketahui melarikan diri ke kediaman istrinya sesaat setelah membuang jasad korban.
Tanpa perlawanan berarti, petugas langsung mengepung lokasi dan mengamankan tersangka. Saat ini, R telah dibawa ke Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Motif: Terlilit Utang Piutang
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi keji tersebut diduga kuat dipicu oleh sengketa finansial. Masalah utang piutang yang tak kunjung usai membuat tersangka gelap mata hingga tega menghabisi nyawa korban.
“Dugaan sementara motifnya adalah perselisihan terkait utang piutang antara pelaku dan korban. Namun, kami masih mendalami keterangan pelaku untuk memastikan apakah ada unsur perencanaan atau motif tambahan lainnya,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan resminya.
Ancaman Hukuman Berat
Selain mengamankan pelaku, polisi kini tengah mengumpulkan barang bukti tambahan, termasuk alat yang digunakan untuk menghabisi korban dan koper yang digunakan untuk menyembunyikan jasad.
Atas perbuatannya, tersangka R terancam dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, atau bahkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.
Hingga saat ini, jenazah korban S telah menjalani proses autopsi. Pihak keluarga yang terpukul atas kejadian ini meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada pelaku.
Reporter: Rio
Inspirasi: Kisah Ibu Nur Hayati, Pencari Rongsok yang Berhasil Antarkan Tiga Anaknya ke Kursi Kuliah
TEGAL, DN-II Bagi sebagian orang, sepatu sekolah adalah hal lumrah. Namun bagi Nur Hayati (56), sepasang sepatu adalah simbol kemewahan yang tak pernah ia rasakan. Warga Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ini tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun, kegelapan buta aksara tak menghalanginya menjadi pelita bagi masa depan ketiga anaknya.
“Saya tidak tahu rasanya pakai sepatu sekolah, tapi anak-anak saya harus punya gelar sarjana,” ungkapnya tegar saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Merajut Asa dari Tumpukan Rongsok
Keseharian perempuan yang akrab disapa Ibu Nur ini jauh dari kata mudah. Ia menyambung hidup dengan mengais barang rongsok di jalanan sekaligus bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Setiap hari, ia menyisir sudut kota untuk mengumpulkan kardus dan kertas bekas demi rupiah yang tak menentu.
“Terkadang hanya dapat Rp7.000, kalau lagi ramai bisa Rp10.000 sehari,” katanya lirih. Dari recehan inilah, satu demi satu mimpi anaknya dirajut hingga menembus gerbang universitas ternama.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Buah Manis Ketulusan: Tiga Anak, Tiga Sarjana
Perjuangan berat Ibu Nur membuahkan hasil yang melampaui ekspektasi. Ketiga anaknya berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk berprestasi:
Anak Sulung: Berhasil menyelesaikan studi di jurusan Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan kini telah mandiri bekerja di Bekasi.
Anak Kedua (Munir): Menempuh studi Tafsir Al-Qur’an di IAIN Salatiga. Munir sempat menunjukkan baktinya dengan menunda kuliah selama dua tahun demi membiayai adiknya setelah sang ayah wafat.
Anak Bungsu: Kini sedang menempuh semester 4 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, mengambil jurusan Ekonomi Islam melalui beasiswa bergengsi dari BSI.
Solidaritas di Tengah Keterbatasan
Ibu Nur mengakui, jalannya menuju titik ini tidak dilalui sendirian. Keajaiban demi keajaiban hadir melalui tangan-tangan dermawan. Ia menyebut nama H. Imam dan Hj. Linda (pemilik Chicken Meccah dan Cafe Alif) sebagai sosok yang konsisten membantu biaya sekolah anak-anaknya.
Ia juga mengenang kebaikan Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal periode 2019-2024). “Beliau sering membantu langsung kalau bertemu saya sedang mencari rongsok di jalanan,” kenangnya.
Pesan Untuk Negeri
Kisah Nur Hayati adalah potret nyata bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, bukan hanya milik mereka yang berada. Dengan kerja keras, doa yang tak putus, dan dukungan sosial yang tepat, tembok kemiskinan terbukti bisa diruntuhkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ibu Nur telah membuktikan: meski kakinya tak pernah menginjak bangku sekolah, langkahnya telah membawa anak-anaknya melampaui batas yang pernah ia bayangkan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Guna memastikan kekhusyukan dan keamanan umat Tionghoa dalam menyambut pergantian tahun, Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, melakukan pengecekan langsung kesiapan pengamanan di Klenteng Hok Tek Bio, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi kondusivitas menjelang perayaan Malam Tahun Baru Imlek 2577/2026 di wilayah hukum Kabupaten Brebes.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Brebes didampingi oleh Wakapolres Kompol Purbo Andjar Waskito serta Kapolsek Brebes AKP Prapto.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Klenteng Hok Tek Bio yang berlokasi di Jalan Binaji, Kelurahan Brebes tersebut.
Dalam penyampaiannya, pengerus klenteng mengapresiasi langkah sigap Polres Brebes dalam menjaga keamanan rumah ibadah. Dijelaskan bahwa ritual sembahyang akan mencapai puncaknya pada pukul 24.00 Wib.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami akan melaksanakan sembahyang mulai tengah malam nanti dengan prosesi pembakaran dupa dan penyalaan lilin sebagai simbol penghormatan. Meskipun jumlah jamaat yang hadir sekitar 20 orang dan dilakukan secara bergantian, pengamanan dari pihak kepolisian sangat berarti bagi kenyamanan kami,” ujar pengurus Klenteng, A Coi
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan bukan hanya soal teknis keamanan, melainkan juga bentuk dukungan terhadap keberagaman dan toleransi beragama di Brebes.
“Kami dari Polres Brebes melaksanakan pengamanan dan pemantauan intensif di Klenteng Hok Tek Bio. Harapan kami, kegiatan doa bersama ini berlangsung aman dan lancar tanpa kendala apa pun,” kata AKBP Lilik. 
Kapolres juga menambahkan bahwa momen ini menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga berita ini diturunkan, secara umum situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Brebes terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan menonjol yang dilaporkan, dan aktivitas warga berjalan dengan normal di bawah pengawasan personel yang bersiaga.
“Kegiatan malam ini juga menjadi sarana silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara kepolisian, pengurus tempat ibadah, dan masyarakat. Semoga perayaan Imlek 2026 ini membawa keberkahan bagi seluruh warga yang merayakan,” pungkasnya. (Red/Hms)
JAKARTA, DN-II Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis regulasi terbaru mengenai pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Melalui Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, pemerintah mempertegas aturan main mengenai pembayaran honor bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
Langkah ini diambil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti,
untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran alokasi anggaran negara di sektor pendidikan dasar dan menengah. (16/2/2026).
Siapa Saja yang Berhak?
Dalam Pasal 43 aturan tersebut, pemerintah merinci syarat ketat bagi pendidik yang berhak menerima honor bulanan dari dana BOSP. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi tumpang tindih pemberian tunjangan di lapangan.
Syarat bagi Guru:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk bisa menerima honor dari dana BOSP, seorang guru wajib memenuhi empat kriteria utama:
Status Non-ASN: Bukan merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Terdata di Dapodik: Wajib terdaftar secara resmi dalam Aplikasi Data Pokok Pendidikan.
Memiliki NUPTK: Mempunyai Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai bukti validasi profesi.
Tanpa Tunjangan Dobel: Belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Nasib Tenaga Kependidikan
Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tidak hanya guru, tenaga kependidikan (seperti staf administrasi, pustakawan, atau operator sekolah) juga mendapat porsi perhatian. Syaratnya cenderung lebih sederhana namun tetap administratif:
Berstatus bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memiliki bukti penugasan resmi berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Penugasan dari Kepala Sekolah/Penyelenggara Satuan Pendidikan.
Mengapa Ini Penting?
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Peraturan ini menjadi payung hukum bagi kepala sekolah dalam mengalokasikan anggaran sekolah tanpa rasa takut akan pelanggaran administrasi. Pembayaran honor bulanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para pendidik ujung tombak yang belum beralih status menjadi ASN.
Catatan Penting: Pembayaran honor dilakukan secara bulanan, menyesuaikan dengan ketersediaan dana dan kebijakan satuan pendidikan masing-masing sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Reporter: Teguh
