Kefamenanu, DN-II Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian mendorong para perajin tenun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk terus berinovasi melalui penggunaan pewarna alami.
Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk tenun sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (28/6/2026).
Hal tersebut disampaikan Tri saat membuka Pelatihan Pewarnaan Alam dan Pencelupan Benang untuk Kain Tenun di Gedung Dekranasda Kabupaten TTU, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dekranas bersama Pokja II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat dalam memperkuat kapasitas perajin dan mengembangkan kerajinan khas daerah.
Tri mengatakan, tenun merupakan salah satu identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, para perajin perlu terus mengembangkan kreativitas agar produk yang dihasilkan mampu mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan ciri khas daerah.
“Kita harapkan pasar yang lebih luas, nasional, bahkan internasional. Kita bisa jangkau melalui peningkatan-peningkatan kreasi dan juga daya saing yang antara lain adalah membuat pewarna alami ini,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas produk, penggunaan pewarna alami juga dinilai sejalan dengan tren global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
“Dengan pewarnaan alami ini kita salah satu mendukung pelestarian lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik, bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.

Tri menambahkan, sejumlah daerah di NTT telah berhasil mengembangkan tenun berbasis pewarna alami hingga dikenal di pasar internasional. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para perajin TTU untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas tenun daerah.
Ia berharap hasil pelatihan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam produksi sehari-hari dan dipromosikan pada berbagai ajang pameran, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas yang akan digelar di Makassar.
“Mudah-mudahan ada nanti hasilnya dipasarkan di sana dan akan mendapat sambutan yang baik,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan peralatan pendukung pelatihan dan benang sebagai bahan baku bagi para penenun. Bantuan tersebut merupakan hasil dukungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dekranas, serta kerja sama dengan Bank Indonesia.
Turut hadir Ketua Dekranasda Provinsi NTT yang juga Ketua TP PKK Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua Dekranasda Kabupaten TTU yang juga Ketua TP PKK Kabupaten TTU Andina Winantuningtyas, Wakil Bupati TTU Kamillus Elu, jajaran TP PKK Pusat, pengurus Dekranas, pengurus Dekranasda Kabupaten TTU, serta para perajin dan penenun di Kabupaten TTU. Red
INDRAMAYU, DN-II Praktik ilegal penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kabupaten Indramayu diduga semakin masif dan terang-terangan. Ironisnya, lokasi penimbunan yang disinyalir dikelola oleh oknum pemain besar justru berada sangat dekat dengan markas kepolisian. (28/6/2026).
Berdasarkan laporan investigasi yang dihimpun, gudang penimbunan BBM di wilayah Semaya, Kecamatan Krangkeng, diduga dikelola oleh seseorang bernama Nanang. Lokasi tersebut terhitung sangat strategis namun mencurigakan, karena hanya berjarak sekitar 400 meter dari Kantor Polsek Krangkeng.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Bulak, Kecamatan Jatibarang. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya oleh LORONGNEWS.id pada 23 Juni 2026, ditemukan aktivitas mencurigakan di gudang yang dikelola oleh seseorang bernama Guntur. Saat tim investigasi mencoba melakukan pengecekan bersama aparat kepolisian ke lokasi tersebut, pintu gudang telah terkunci rapat dan aparat terkesan tidak mengambil langkah tegas, sehingga hasil pengecekan dinyatakan nihil.
Kepercayaan Publik Tergerus
Kedekatan lokasi operasi mafia BBM dengan kantor penegak hukum memicu pertanyaan besar di masyarakat. Publik mulai berspekulasi mengenai lemahnya pengawasan atau dugaan adanya “main mata” antara pihak pengelola gudang dengan oknum aparat. Ketiadaan respon dari pihak Polres Indramayu saat dihubungi awak media terkait temuan di wilayah Semaya semakin memperkuat keraguan masyarakat akan keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Keheningan aparat terhadap praktik yang terang-terangan di depan mata ini tentu menggerus kepercayaan publik. Apakah mereka benar-benar tidak tahu, atau memang ada pembiaran?” ujar salah satu narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Ancaman Pidana dan Desakan Evaluasi
Pembiaran terhadap penimbunan BBM bersubsidi jelas merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Merujuk pada Pasal 55, para pelaku terancam hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp6 miliar.
Melihat kondisi yang dinilai sudah darurat dan merugikan negara secara fantastis, redaksi mendesak pihak otoritas tertinggi untuk segera turun tangan. Pemerintah pusat, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, Kementerian ESDM, dan BPH Migas di Jakarta, didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta intervensi langsung terhadap pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Indramayu.
Tindakan tegas dan nyata diperlukan untuk memberantas praktik mafia migas hingga ke akar-akarnya demi melindungi hak masyarakat kecil yang kerap menjadi korban kelangkaan solar akibat ulah para penimbun.
Hak Jawab dan Koreksi
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang bagi pihak-pihak terkait, termasuk pihak kepolisian dan nama-nama yang disebut di atas, untuk memberikan klarifikasi resmi. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, redaksi memberikan hak jawab serta hak koreksi seluas-luasnya bagi pihak yang merasa keberatan atau ingin memberikan penjelasan atas pemberitaan ini.
Publisher: Redaksi
Tanggal: 28 Juni 2026
TANGERANG, DN-II Publik Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, kini tengah menyorot tajam pengelolaan Dana Desa (DD) periode 2023–2026. Meski status desa tercatat sebagai “Desa Maju” dengan akumulasi pencairan dana mencapai Rp5,55 miliar, kondisi infrastruktur serta kesejahteraan warga dinilai masih jauh dari harapan. (27/6/2026).
Ketua Umum Lentera Masyarakat Banten (LMB), Lis Sugianto, S.H., menduga adanya praktik penyalahgunaan anggaran dalam pengelolaan Dana Desa di wilayah tersebut. Pihaknya mencium indikasi ketimpangan antara besarnya anggaran yang terserap dengan realisasi pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di lapangan.
Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Desa Kementerian Desa (Kemendesa) RI, berikut adalah rincian pagu dan realisasi penyaluran Dana Desa Lebak Wangi selama 3,5 tahun terakhir:
TahunPagu DDPenyaluranStatus Desa
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
2023Rp1.687.832.000Rp1.687.832.000MAJU
2024Rp1.853.238.000Rp1.853.238.000MAJU
2025Rp2.205.867.000Rp1.859.544.240MAJU
2026 (T1)Rp373.456.000Rp149.382.400MAJU
TOTALRp6,1 MiliarRp5,55 Miliar
Sumber: Data Sistem Informasi Desa Kemendesa RI (Update per Juni 2026).
Lis Sugianto menilai, besarnya anggaran tersebut seharusnya berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi warga. Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan indikasi sebaliknya.
“Anggaran miliaran rupiah cair setiap tahun, namun warga Lebak Wangi masih mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak dan bantuan yang tidak merata. Ada indikasi kuat anggaran tersebut tidak terserap untuk kepentingan masyarakat luas, melainkan rawan terhadap praktik mark-up atau kegiatan fiktif,” ujar Lis Sugianto kepada awak media, Sabtu (27/6/2026).
Tiga Poin Sorotan LMB

Dalam analisisnya, LMB membeberkan tiga celah yang diduga menjadi titik lemah dalam pengelolaan Dana Desa di Lebak Wangi:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Minimnya Transparansi: Warga mengaku tidak pernah mendapatkan akses terbuka terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Hal ini dinilai bertentangan dengan semangat Permendesa Nomor 8 Tahun 2022 yang mewajibkan keterbukaan informasi publik.
Kegiatan yang Dinilai Fiktif: Adanya dugaan bahwa program pemberdayaan masyarakat dan operasional BUMDes tidak berjalan optimal atau hanya bersifat administratif di atas kertas.
Kualitas Infrastruktur Rendah: Pembangunan fisik yang dilakukan dinilai tidak sebanding dengan pagu anggaran yang telah dikeluarkan.
Desakan Audit Forensik
Menyikapi temuan ini, LMB secara resmi mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk melakukan tindakan konkret:
Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang: Diminta segera melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan audit investigasi terhadap LPJ Dana Desa tahun 2023–2026.
Inspektorat Kabupaten Tangerang: Didesak melakukan audit khusus (bukan sekadar audit rutin) untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan realitas fisik di lapangan.
Dinas PMD Kabupaten Tangerang: Diharapkan melakukan pengawasan ketat dan mengevaluasi penyaluran tahap berikutnya jika ditemukan indikasi penyimpangan.
Hak Jawab
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak Pemerintah Desa Lebak Wangi untuk mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan dana tersebut. Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan asas praduga tak bersalah, redaksi memberikan ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab dalam kurun waktu 1×24 jam.
“Dana Desa adalah uang rakyat yang tujuannya untuk kesejahteraan warga. Kami meminta agar hal ini diusut tuntas demi menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan desa,” pungkas Lis Sugianto.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan data publik dari sistem Kemendesa RI dan laporan pengaduan masyarakat. Segala bentuk dugaan masih memerlukan pembuktian hukum lebih lanjut.
LABUHANBATU, DN-II Jefrey Agutono Ariska secara resmi memberikan klarifikasi terkait video viral yang menuduh adanya oknum TNI terlibat dalam pencurian ternak milik seorang warga di Sei Siarti, Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu pada 25 Juni 2026. Jefrey menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut adalah fitnah dan hoaks terstruktur yang sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan publik.
Sebagai langkah tegas, Jefrey melalui kuasa hukumnya, Muhammad Rifqi Maulana, S.H., dari firma hukum RFM & Associates, telah melaporkan akun-akun media sosial penyebar video tersebut ke Polda Sumatera Utara pada Jumat, 26 Juni 2026. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor: STTLP/B/1030/VI/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
Pelaporan ini didasarkan pada dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong yang melanggar ketentuan UU ITE serta KUHP.
Kronologi dan Sanggahan Fakta
Dalam penjelasannya kepada awak media, Jefrey membeberkan fakta di balik sengketa ternak tersebut. Ia mengaku telah kehilangan 16 ekor lembu dari total 32 ekor ternak miliknya sejak April 2026.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jefrey menduga kuat bahwa aksi pencurian tersebut didalangi oleh oknum berinisial MA Sinaga dan anaknya, AR Hutabarat. Menurut Jefrey, pihaknya telah melaporkan kasus pencurian ternak ini ke Polres Labuhanbatu dengan nomor laporan STTLP/B/491/IV/2026/SPKT/POLRES LABUHAN BATU.
“AR Hutabarat saat ini berstatus buron (DPO) atas kasus penganiayaan terhadap adik kandungnya sendiri. Diduga karena tidak senang dilaporkan ke polisi atas kasus pencurian lembu saya, MA Sinaga dan komplotannya mencoba melakukan intimidasi dengan mengklaim lembu yang tersisa di lahan saya sebagai milik mereka,” ujar Jefrey.
Terkait kehadiran sosok berseragam dalam video yang beredar, Jefrey menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan jalan umum menuju Pasir Limau Kapas. Ia menyatakan tidak mengetahui latar belakang orang-orang yang melintas di jalan umum tersebut dan membantah keras tuduhan bahwa mereka adalah oknum TNI yang mencuri ternak.

Permohonan Maaf dan Harapan
Jefrey secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh narasi tidak bertanggung jawab tersebut. Ia menyayangkan adanya pihak yang mencoba menyeret institusi negara ke dalam konflik pribadi.
“Saya meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang tidak jelas sumber dan kebenarannya. Tuduhan bahwa ada oknum TNI mencuri lembu adalah fitnah keji,” tegasnya.
Pihaknya kini berharap Polda Sumatera Utara dapat bekerja maksimal dalam mengusut kasus ini secara transparan. Ia menginginkan agar aktor intelektual di balik penyebaran hoaks serta pelaku pencurian ternak segera diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap distorsi informasi seperti ini tidak terjadi lagi. Biarkan hukum berbicara dengan seadil-adilnya,” pungkas Jefrey. (Tim)
Bandar Lampung, DN-II Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letnan Jenderal (Letjen) TNI Bobby Rinal Makmun mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi menutup Latihan Gabungan Bersama Malaysia–Indonesia (Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026) yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 25 Juni 2026 di Pantai Puri Gading, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Kamis (25/6/2026).
Latihan bilateral yang merupakan agenda kerja sama pertahanan tiga tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) tersebut, dengan mengusung tema operasi penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusian.
Dalam sambutan Panglima TNI yang disampaikan Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, menyampaikan apresiasi untuk seluruh peserta dan unsur pendukung atas keberhasilan penyelenggaraan latihan. Menurutnya, Latgabma Malindo Darsasa 12 AB/2026 telah menjadi momentum strategis untuk memperkuat profesionalisme, mempererat persahabatan, meningkatkan diplomasi militer, serta memperkuat kesiapan TNI dan ATM dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Selanjutnya, pada kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Bersama ATM, Mayor Jenderal Dato’ Khairul Anuar bin Abd Aziz juga berharap bahwa Latgabma Malindo Darsasa memiliki arti strategis dalam memperkuat hubungan pertahanan Malaysia dan Indonesia sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan kedua negara dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan dalam menjaga kestabilan di kawasan ASEAN

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan latihan, berbagai tahapan latihan dilaksanakan dengan diawali _Engineer Civic Action Program_ (Encap) sejak 3–24 Juni 2026 yang diwujudkan renovasi rumah tidak layak huni dan pengecoran jalan. Selanjutnya, _Staff Exercise_ (Staffex) sebagai sarana penyamaan persepsi, _Force Integration Training (FIT), dan Cyber Exercise_ (Cyberex), serta _Field Training Exercise_ (FTX). Sebagai Puncak latihan dilaksanakan demonstrasi _Full Mission Profile_ (FMP) yaitu simulasi penanganan banjir dan tsunami melalui operasi terpadu darat, laut, serta udara.
Selain fokus pada peningkatan kemampuan operasional, latihan ini juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pelaksanaan _Medical Civic Action Program_ (Medcap) berupa pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pemeriksaan mata, penyuluhan kesehatan, pembagian bantuan sosial, serta peresmian hasil pekerjaan karya bakti Encap. Kegiatan tersebut mencerminkan komitmen bersama TNI dan ATM sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara kedua negara. Red
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiabebasaktif
Banjarbaru, DN-II Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gantolle Seri 1 Ketepatan Mendarat (KTM) Fly Kotabaru sekaligus Pembukaan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Seri 2 Tahun 2026 yang berlangsung di Sai’jaan Landing Area, Desa Sarang Tiung, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Rabu, (24/06/2026).
Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Kotabaru kepada dunia. Beliau menyambut baik semangat sportivitas, persahabatan dan keberagaman yang tercermin dalam keikutsertaan para peserta. Dengan harapan melalui event ini dapat menjadi magnet pariwisata dan memperkuat citra kotabaru sebagai destinasi unggulan di Kalsel yang telah dikenal memiliki lokasi paralayang dan gantolle bertaraf nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Teritorial TNI Angkatan Udara (Kapusterau) selaku Sekjen PB FASI, Marsma TNI Ignatius Wahyu Anggono, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga dirgantara yang bergensi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat persahabatan, memperkokoh semangat sportivitas, serta memperkenalkan potensi wisata dirgantara Kalsel ke dunia internasional, dengan harapan melalui kegiatan ini akan lahir atlet-atlet paralayang dan gantolle berprestasi yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Hal senada pun turut diungkapkan Danlanud Sam selaku Ketua Fasida Kalsel, dikatakannya bahwa kejuaraan ini merupakan proses pembinaan atlet paralayang dan gantolle di daerah yang mengandung maksud positif, selain untuk menguji kemampuan para atlet, juga untuk memasyarakatkan olahraga dirgantara kepada masyarakat, serta memotivasi para atlet paralayang maupun atlet gantolle untuk dapat memanfaatkan pertandingan ini sebagai modal berharga dalam berpartisipasi pada kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi lagi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan Brevet Kehormatan dari Federasi Aero Sport Indonesia serta sertifikasi venue paralayang dan gantolle oleh FASI sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan kelayakan venue yang dimiliki Kabupaten Kotabaru. Sebelumnya, juga telah dilaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Bukit Mamake.
Turut hadir pada rangkaian kegiatan ini, Sespusterau, Kolonel Adm Nurul Ardiyanto, Dirbin Ordirga, Kolonel Tek Sunu Eko Prasetyo, Dirbin Sumda, Kolonel Pom Tomy, Ketua DPRD Kotabaru, Hj. Suanti, para unsur Forkopimda Kotabaru, Kadister Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Lek Dwi Aquaristanto B.S., S.Sos., Danposau Kotabaru, Letda Sus Tri Nurmansyah, serta para atlit dan official beserta para pecinta olahraga dirgantara dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan mancanegara.
Dengan dilaksanakannya kejuaraan ini, diharapkan menjadi kesempatan emas untuk menumbuhkan bibit-bibit baru dalam olahraga kedirgantaraan yang tidak hanya mampu mencetak prestasi tetapi juga menjadi daya tarik wisata, memperkenalkan Kotabaru sebagai destinasi sport tourism di Indonesia. Red
Sragen, DN-II KKRI adalah Kependekan dari Korps Kadet Republik Indonesia, adalah program pembinaan karakter dan bela negara bagi pelajar SMA/SMK yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Organisasi ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan, semangat nasionalisme, wawasan kebangsaan, dan jiwa kepemimpinan kepada generasi muda agar siap menjadi penerus bangsa.
Para peserta KKRI, yang sering disebut sebagai “kadet”, mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan terstruktur yang bekerja sama dengan instansi militer seperti TNI (AD, AL, AU) dan Kementerian Pertahanan. Kegiatan utamanya meliputi Pelatihan Kedisiplinan: Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kemah bela negara (Persami).
Wawasan Kebangsaan & Kemaritiman : Pengenalan lingkungan, pelestarian alam (seperti penanaman mangrove), dan pengenalan dunia kemaritiman. Pembinaan Karakter & Kepemimpinan : Pembekalan langsung dari pejabat negara dan perwira TNI untuk memupuk mental yang kuat dan berintegritas.
Dandim 0725/Sragen secara resmi membuka Persami KKRI di Buper Ki Ageng Srenggi Kedawung, Sragen. Sabtu, (27/06/2026).
Dalam amanatnya Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP mengatakan bahwa Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) hadir sebagai wadah pembinaan generasi muda tingkat SMA/SMK/MAN yang diselenggarakan oleh TNI sebagai bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan persami Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) diharapkan terbentuk generasi muda bangsa yang memiliki kepribadian unggul, berakhlak mulia, disiplin, mandiri, yang dilandasi semangat bela negara yang tinggi dan jiwa patriotisme sebagai fondasi dalam memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
“Kalau saya boleh mengutip dari satu semboyan dari Bapak Proklamator Negeri ini yaitu Beri Aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia, hal tersebut mencerminkan betapa besar peran pemuda, bagi suatu bangsa, untuk itu saya berharap dari Perkemahan KKRI ini akan lahir Pemimpin pemimpin Bangsa yang tangguh dan berdedikasi tinggi”
“Saya menggaris bawahi satu materi yang kalian terima yaitu kepemimpinan lapangan, itu adalah pondasi utama untuk kalian sebagai calon pemimpin di masa depan, untuk itu, saya mengharapkan, Implementasikan setiap ilmu yang kalian dapat dalam kehidupan sehari hari, Selain dibekali kepemimpinan lapangan, kalian juga dibekali Pembinaan jasmani, itu sangat penting agar kalian memiliki kesehatan fisik dan mental serta menjaga kualitas hidup secara menyeluruh”

“Akhirnya, dengan memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini Sabtu tanggal 27 Juni 2026, Pukul 07.30 Wib kegiatan Perkemahan Korps Kadet Republik Indonesia secara resmi saya buka”
Sementa Windi Wulandari salah satu dari 184 peserta dari SMK N1 Gesi mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Selain menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan dari pelatih saya banyak mendapatkan teman dari berbagai sekolah di Kabupaten Sragen, apa yang saya dapatkan dari kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kehidupan saya yang akan datang”
“Kegiatan ini melatih kemandirian, disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan hidup melalui pengalaman langsung di luar ruangan, Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kerja sama tim, kedisiplinan, serta mendekatkan diri dengan alam, saya suka sekali” ucap Windi. Red/Ak
JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (25/06/2026). Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk membahas kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terkini di tanah air.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri memaparkan berbagai perkembangan situasi keamanan nasional serta langkah-langkah strategis yang telah disiapkan Polri.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan resminya, menekankan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan agar Polri terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas nasional. Stabilitas ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam mendukung kelancaran seluruh agenda pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah.
“Polri terus berkomitmen menjaga stabilitas nasional demi mendukung kelancaran agenda pembangunan nasional,” ungkap Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Selain membahas aspek keamanan, Kapolri juga melaporkan kesiapan jajaran kepolisian dalam menyambut peringatan Hari Bhayangkara Tahun 2026. Salah satu fokus utama peringatan tahun ini adalah memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui berbagai aksi nyata.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jenderal Listyo Sigit menjelaskan bahwa Polri telah merancang rangkaian kegiatan bakti sosial dan layanan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan secara menyeluruh di berbagai wilayah di Indonesia. Rangkaian agenda tersebut diharapkan tidak hanya sekadar perayaan formal, namun menjadi momentum strategis untuk mempererat ikatan harmonis serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Pertemuan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara lembaga kepresidenan dan institusi Polri dalam menjamin keamanan serta kesejahteraan masyarakat guna mencapai target pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Red/BPMI Setpres
Tag: #KemensetnegRI #RilisPresiden #PrabowoSubianto #Polri #HariBhayangkara2026
Belu, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, hal paling mendasar yang membedakan manusia biasa dengan manusia luar biasa adalah visi. Menurutnya, visi merupakan pembeda utama antara pemimpin dan pengikut, sementara disiplin menjadi kunci untuk mewujudkan visi tersebut.
Pesan tersebut disampaikan Bima saat memberikan pengarahan kepada mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengajak para mahasiswa membayangkan diri mereka 20 tahun mendatang sebagai bekal untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
“Kalau kalian sudah tahu di depan kalian mau ke mana, di depan kalian mengerjakan apa, di depan kalian mengembangkan tanggung jawab apa, kalian sudah selesai dengan diri kalian, kalian memiliki visi. Itu yang paling utama,” katanya.
Selain visi, Bima menekankan pentingnya menjaga jiwa dan raga. Ia mengaku, dalam perjalanan hidupnya, baru menyadari pentingnya menjaga stamina dan kebugaran secara konsisten. Menurutnya, mereka yang disiplin merawat jiwa dan raga akan tetap prima ketika yang lain mulai kehilangan daya juang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menilai, mahasiswa Unhan telah memperoleh keunggulan karena dibina agar memiliki kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi tantangan masa depan, sebagaimana sekolah-sekolah kedinasan lainnya.

“Karena pada saatnya nanti yang akan menentukan siapa menang, siapa kalah, bukan saja visi, tapi jiwa dan raga tadi. Saya katakan jiwa dan raga, bukan hanya raga, tapi juga jiwa. Pikiran Anda menentukan lisan Anda. Lisan Anda menentukan perbuatan Anda. Perbuatan Anda menentukan karakter Anda,” terangnya.
Lebih lanjut, Bima mengajak mahasiswa belajar dari orang-orang yang konsisten menjaga disiplin. Menurutnya, mustahil seseorang mampu memimpin, bekerja keras, dan berjuang apabila jiwa dan raganya tidak berada dalam kondisi prima. Karena itu, ia meminta para mahasiswa menjaga stamina dan kesehatan secara disiplin.
Terakhir, Bima berpesan agar para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan di Unhan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin hingga akhir pendidikan, membangun lingkungan pergaulan yang positif, serta mempertahankan lingkaran pertemanan yang saling mendukung dalam kebaikan.
“Tetap dalam orbit para pemimpin. Rawatlah, ini kalian semua saling merawat. Lihat kanan kalian, lihat kiri kalian, dan selalu ingat, sahabat-sahabatnya. Ini harus di lingkaran yang saling menolong-menolong dalam kebaikan,” pungkasnya. Red
Magelang, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengunjungi Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Sudirman di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026), usai memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) TNI Integratif Tahun Anggaran 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Panglima TNI didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar, serta Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
Panglima TNI meninjau koleksi dan dokumentasi sejarah yang menggambarkan perjuangan Pangeran Diponegoro dan Jenderal Besar Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.
#tniprima
#tnirakyat
#indonesiaemas2045
