SURABAYA, DN-II Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa program transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan strategi nyata dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia.
โHal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam Kuliah Tamu Program Doktor Agribisnis di Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, pada Rabu (30/9/2026).
โKuliah tamu ini mengusung tema โTransformasi Kawasan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Lumbung Pangan Nasionalโ. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UPN Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.M.T., IPU; Wakil Rektor I Prof. Euis Nurul Hidayah, M.T., Ph.D; Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. Sukendah, M.Sc; Wakil Rektor III Prof. Dr. Drs. Lukman Arif, M.Si; para dekan; serta mahasiswa program doktor.
โPerjuangan dan Peran Negara dalam Transmigrasi
โDalam pemaparannya, Viva Yoga menuturkan bahwa menjadi seorang transmigran memerlukan perjuangan hidup dan keberanian yang luar biasa. Mereka harus rela meninggalkan kampung halaman dan sanak saudara demi merintis kehidupan di wilayah yang belum dikenal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
โโOleh negara, mereka diberi lahan seluas 2 hektare untuk pemukiman dan pekarangan, serta sisanya untuk lahan usaha. Setelah ditempatkan, transmigran tidak dilepas begitu saja, melainkan diberikan jaminan hidup selama 1 hingga 1,5 tahun tergantung dari lokasi penempatan,โ ungkap Viva Yoga. Menurutnya, hal ini menunjukkan kehadiran negara yang luar biasa dalam menyediakan sumber ekonomi bagi kepala keluarga.
โMeski demikian, diakuinya bahwa tantangan di lapangan cukup dinamis. Keberhasilan sangat ditentukan oleh ketahanan mental dan kerja keras para transmigran. Ia mencontohkan kisah sukses seorang transmigran di Bungo, Jambi, yang berhasil sukses dari pengelolaan perkebunan kelapa sawit setelah 10 tahun merantau, hingga mampu menyekolahkan anaknya ke luar negeri.
โโMereka yang memiliki daya tahan kuat akan berhasil. Dari sinilah transmigrasi berperan nyata untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,โ tegasnya.
โKawasan Transmigrasi sebagai Lumbung Pangan Nasional
โSelain mengangkat taraf hidup individu, kawasan transmigrasi kini menjelma menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional. Viva Yoga mencontohkan Kawasan Transmigrasi Telang di Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dinobatkan sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia.
โBerdasarkan catatan tahun 2025, Kabupaten Banyuasin mampu memproduksi gabah kering hingga 1,2 juta ton dari lahan seluas 189.000 hektare, di mana 70 persen di antaranya berada di kawasan transmigrasi. Di kawasan Muara Telang, misalnya, terdapat ribuan hektare sawah produktif yang mampu panen sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun dengan hasil mencapai 7 hingga 8 ton per hektare.
โDampak Jangka Panjang dan Sinergi Perguruan Tinggi
โSejak resmi dicanangkan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1950, program transmigrasi terbukti sukses menciptakan pusat-pusat interaksi ekonomi, sosial, dan budaya yang melahirkan wilayah administratif baru.
โโTercatat telah terbentuk 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 provinsi dari adanya program transmigrasi. Di wilayah-wilayah inilah muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,โ sebut Viva Yoga.
โUntuk menjaga keberlanjutan pembangunan tersebut, Kementerian Transmigrasi berkomitmen untuk terus menggandeng dunia pendidikan tinggi. Mengingat pengelolaan alam dan lahan transmigrasi membutuhkan riset serta teknologi tepat guna, Viva Yoga berharap sinergi antara Kementerian Transmigrasi dan UPN Veteran Jatim dapat terjalin kembali dengan erat di masa mendatang. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
