Beranda » Bakti sosial » Halaman 5

Bakti sosial

Cilacap, Detik Nasional – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, resmi ditutup, Kamis (13/8/2026).

Upacara penutupan berlangsung di lapangan Desa Bingkeng dan dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti selaku Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap III.

Dalam amanatnya, Letkol Inf. Aryudha Sakti menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III yang dimulai sejak 15 Juli 2026 telah diselesaikan secara keseluruhan dengan capaian 100 persen. Program tersebut mencakup sasaran pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program TMMD.

“Dengan semangat kebersamaan, seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan sehingga hasilnya bisa langsung dimanfaatkan masyarakat Desa Bingkeng,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

TMMD Sengkuyung merupakan wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain pembangunan infrastruktur, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk sasaran fisik pokok, TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng meliputi pembangunan perkerasan jalan dengan volume panjang 800 meter, lebar 4 meter, dan tebal 0,30 meter. Selanjutnya, pembangunan talud sepanjang 120 meter dengan lebar 30 sentimeter dan tinggi 1,5 meter, serta pembangunan satu unit jembatan dengan panjang 7,2 meter dan lebar 4 meter.

Selain sasaran fisik pokok, terdapat sasaran fisik tambahan berupa rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui dukungan CSR Baznas serta kegiatan penanaman sebanyak 1.000 pohon.

Sementara itu, sasaran nonfisik meliputi pelayanan KB gratis dan pemberian suvenir, pengobatan gratis, pembuatan akta kelahiran dan akta kematian dengan NIK, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), perpustakaan keliling, serta pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kegiatan lainnya berupa pelatihan ketahanan dan keamanan lingkungan (Linmas), kewirausahaan bagi wirausaha baru, tata boga, inovasi pengolahan pakan ternak alternatif untuk kambing, serta pelatihan budidaya ikan yang baik dan benar.

Dandim menjelaskan, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng didukung anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp246 juta dan APBD Kabupaten Cilacap sebesar Rp500 juta. Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp746 juta.

Ia berharap berbagai hasil pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi pada jalan usaha tani dan mendukung peningkatan taraf hidup warga Desa Bingkeng.

“Diharapkan pembangunan melalui kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III ini dapat melancarkan arus transportasi jalan usaha tani serta meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata Dandim.

Upacara penutupan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Cilacap Bintang Dwi Cahyono, jajaran Forkopimda Cilacap, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forkopimcam Dayeuhluhur, perwakilan BUMD, BUMN, pihak swasta, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat setempat.

Usai upacara penutupan, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah lokasi hasil pelaksanaan TMMD, di antaranya pembangunan perkerasan jalan usaha tani, talud, jembatan, dan rehabilitasi RTLH.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan selesainya seluruh sasaran program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bingkeng diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan desa. (Dani)

Brebes, DN-II Semangat kemerdekaan semakin terasa dalam kegiatan pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Selasa (11/08/2026).

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat bersatu dan berjuang bersama menjadi energi bagi TNI dan masyarakat untuk terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Kedungoleng, Sertu Maryono, hadir langsung di lokasi untuk mendampingi dan membantu masyarakat. Kehadiran Babinsa menjadi wujud nyata pengabdian TNI AD kepada rakyat sekaligus implementasi tugas pembinaan teritorial dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan.

Bersama masyarakat, Sertu Maryono ikut bergotong royong dalam berbagai tahapan pekerjaan pembangunan jembatan. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, warga saling membantu menyiapkan material serta melaksanakan pekerjaan sesuai tahapan pembangunan yang sedang berjalan.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi gambaran nyata nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan perayaan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membangun lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sertu Maryono menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan hendaknya menjadi penyemangat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bekerja sama dalam membangun desa.

“Dengan semangat kemerdekaan, mari kita bersatu dan berjuang bersama. Pembangunan ini merupakan kepentingan masyarakat, sehingga semakin banyak yang terlibat dan bergotong royong, pekerjaan akan semakin ringan dan manfaatnya dapat segera dirasakan bersama,” ujar Sertu Maryono.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Beton Garuda bukan hanya menyangkut pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan hubungan antara TNI dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga juga diharapkan dapat memberikan motivasi agar masyarakat tetap bersemangat dalam menyelesaikan setiap tahapan pembangunan.

Jembatan Beton Garuda memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Kedungoleng. Setelah selesai dibangun, jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mempermudah akses dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Akses transportasi yang lebih baik juga akan mendukung kegiatan ekonomi, khususnya mobilitas dan distribusi hasil pertanian masyarakat.

Selain itu, keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai fasilitas pelayanan umum, seperti pendidikan dan kesehatan. Dengan konektivitas wilayah yang semakin baik, peluang pengembangan potensi desa juga akan semakin terbuka.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan yang mengakar di tengah kehidupan warga. Masyarakat secara sukarela menyumbangkan tenaga dan waktu demi mewujudkan jembatan yang menjadi kebutuhan bersama.

Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pembangunan. Komunikasi serta koordinasi yang baik terus dilakukan agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.

Bagi TNI, keterlibatan dalam pembangunan desa merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Babinsa sebagai aparat kewilayahan dituntut untuk selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi berbagai kesulitan di wilayah binaannya.

Kodim 0713/Brebes melalui para Babinsa terus mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Semangat pengabdian tersebut selaras dengan nilai-nilai perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, yaitu bekerja bersama, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan semangat kemerdekaan, persatuan, dan perjuangan bersama, pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng diharapkan dapat terus berjalan hingga selesai dan segera dimanfaatkan masyarakat. Jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi simbol kuatnya gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun negeri.

Semangat perjuangan yang ditunjukkan Babinsa dan masyarakat Desa Kedungoleng menjadi bukti bahwa kemerdekaan dapat diisi dengan karya nyata. Dari desa, melalui kebersamaan, pembangunan terus bergerak untuk menghadirkan kehidupan masyarakat yang lebih mudah, maju, dan sejahtera. Red

BREBES, DN-II Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Dedi Risyanto, S.H. (Peduli – Kemukten Berdedikasi). Melalui aksi sosial pembagian air bersih, beliau turun langsung membantu warga yang tengah kesulitan mendapatkan pasokan air bersih di tengah musim kemeringan, Selasa (11/8/2026).

​Dalam kegiatan kali ini, aksi sosial menyasar 4 lokasi strategis di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes. Menggunakan mobil tangki penampung, warga tampak antusias menyambut kedatangan bantuan dengan membawa berbagai wadah penampung air seperti ember dan jerigen.

​”Alhamdulillah, hari ini kami menggelar kegiatan penyaluran bantuan air bersih yang menyasar 4 lokasi strategis di Desa Kemukten. Melihat antusiasme warga yang membawa berbagai wadah seperti ember dan jerigen, kami bersyukur bisa hadir dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih di tengah musim kering ini,” ujar Dedi Risyanto di lokasi kegiatan.

​Titik Lokasi Penyaluran Bantuan Air Bersih:

​Gang Panuwun (RW 05), Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Gang Masjid Al-Mubarok (RW 02), Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

​Gang Paradis (RW 02), Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

​Gang Mushala Al-Firdaus, Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

​Antusiasme dan Doa Warga untuk Dedi Risyanto

​Kehadiran bantuan ini disambut dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan oleh masyarakat setempat. Warga berkumpul secara kompak untuk memanfaatkan bantuan air bersih sekaligus memberikan dukungan penuh serta doa terbaik bagi kesuksesan Bapak Dedi Risyanto.

​Berbagai ucapan semangat dan harapan terus mengalir dari warga agar Dedi Risyanto, S.H. beserta seluruh tim pendukung senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, dan kesuksesan dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat.

​Perwakilan warga setempat, Rahmat, menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang telah diberikan kepada warga Desa Kemukten.

​”Melalui aksi ini, saya mewakili seluruh warga masyarakat Desa Kemukten menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam. Warga telah berkumpul dan siap memberikan dukungan penuh karena bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Pak Dedi senantiasa amanah, sehat, dan sukses selalu dalam mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Rahmat selaku perwakilan warga di lokasi.

​Aksi sosial ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat antara tokoh masyarakat dan warga dalam menghadirkan solusi cepat atas kebutuhan dasar di tengah lingkungan warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​(Red/Casroni)

BREBES, DN-II Upaya TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui program TNI AD Manunggal Air untuk Pertanian. (8/8/2026).

Salah satunya dilaksanakan di Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, dengan pembangunan Instalasi Pompa Air (IRPOM) Listrik yang diperuntukkan bagi kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.

Kegiatan pembangunan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan melibatkan personel Babinsa bersama masyarakat setempat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebatas membantu pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong ketersediaan sumber air pertanian sehingga produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dua personel TNI turut terjun langsung membantu pembangunan, yakni Babinsa Serka Teguh Sulaksono dan Serda Ferly. Keduanya bersama enam orang warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan sarana pengairan yang nantinya akan dimanfaatkan oleh para petani di wilayah Desa Sindangwangi.

Pembangunan IRPOM Listrik ini memiliki arti penting bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini membutuhkan dukungan sarana pengairan untuk menunjang aktivitas pertanian. Adapun lahan yang menjadi sasaran pemanfaatan program tersebut memiliki luas sekitar 25 hektare, dengan penerima manfaat sebanyak 50 petani yang tergabung dalam Poktan Sinar Jaya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan pengerjaan sarana utama yang menjadi bagian dari sistem pengairan. Salah satu pekerjaan yang dilaksanakan adalah pembangunan bak sumber air di sungai, yang nantinya menjadi titik pengambilan air untuk kebutuhan pertanian.

Selain itu, personel TNI bersama warga juga melaksanakan pembangunan bak penampung air. Keberadaan bak penampung tersebut diharapkan dapat mendukung sistem distribusi air menuju lahan pertanian secara lebih efektif, sehingga kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Semangat gotong royong terlihat dalam pelaksanaan pembangunan. Personel Babinsa bersama warga saling membantu dalam setiap tahapan pekerjaan. Keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun fasilitas yang manfaatnya akan dirasakan bersama.

Program TNI AD Manunggal Air untuk Pertanian merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD terhadap persoalan ketersediaan air, khususnya untuk mendukung sektor pertanian. Air merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan usaha tani. Dengan tersedianya sarana pengairan yang memadai, para petani diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Pembangunan IRPOM Listrik di Desa Sindangwangi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan kegiatan pertanian masyarakat. Dengan dukungan sarana pengairan, lahan seluas 25 hektare yang dikelola oleh para petani Poktan Sinar Jaya diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan produktivitas pertanian yang lebih baik.

Bagi para petani, ketersediaan air bukan hanya berkaitan dengan proses bercocok tanam, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sumber penghasilan keluarga. Oleh karena itu, pembangunan sarana pengairan melalui program TNI AD Manunggal Air menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.

Kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan juga menjadi wujud nyata pelaksanaan tugas pembinaan teritorial. Babinsa tidak hanya menjalankan tugas dalam bidang keamanan dan kewilayahan, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Melalui semangat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan IRPOM Listrik tersebut diharapkan dapat diselesaikan dengan baik sehingga segera memberikan manfaat bagi para petani. Sarana yang dibangun nantinya diharapkan mampu memperlancar pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian serta mendukung peningkatan hasil produksi.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa ketika TNI dan masyarakat bersatu, berbagai persoalan di lingkungan dapat dihadapi dan dicarikan solusi secara bersama-sama. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi penggerak dalam membangun kepedulian dan kebersamaan untuk kepentingan bersama.

Program TNI AD Manunggal Air untuk Pertanian di Desa Sindangwangi menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. Dengan tersedianya infrastruktur pengairan yang lebih baik, diharapkan para petani semakin produktif, lahan pertanian dapat dikelola secara optimal, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sindangwangi, khususnya bagi 50 petani anggota Poktan Sinar Jaya yang mengelola lahan pertanian seluas 25 hektare.

Semangat pengabdian melalui kerja nyata di tengah masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa TNI hadir dan bekerja bersama rakyat, membantu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan di wilayah pedesaan.

Dengan terbangunnya sarana sumber air, bak penampung dan sistem pompa listrik yang mendukung pengairan, diharapkan sektor pertanian Desa Sindangwangi semakin berkembang. Pada akhirnya, program TNI AD Manunggal Air untuk Pertanian diharapkan tidak hanya menghadirkan akses air, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Brebes. Red

​Brebes, DN-II Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh tokoh masyarakat sekaligus praktisi hukum, Dedi Risyanto, S.H. Bersama timnya, ia menggelar kegiatan sosial penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan di Gang Paradis, RW 02, Desa Kemukten, pada Sabtu, (8/8/2026.

​Kegiatan sosial ini mendapat sambutan yang sangat hangat dan antusias dari masyarakat setempat. Sejak pagi hari, warga tampak berbondong-bondong membawa berbagai wadah penampungan air seperti ember, jerigen, dan galon untuk mendapatkan pasokan air bersih yang didatangkan langsung ke lokasi.

Solusi Nyata di Tengah Kebutuhan Warga

​Bantuan air bersih ini disalurkan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut. Ketersediaan air bersih yang memadai merupakan hal krusial bagi warga Gang Paradis RW 02, terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, dan sanitas keluarga.

​”Kegiatan ini murni bentuk kepedulian sosial untuk membantu meringankan beban warga. Air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda, dan kami berupaya hadir untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat di Desa Kemukten,” ujar Dedi Risyanto, S.H., di sela-sela kegiatan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kehadiran truk tangki air bersih yang difasilitasi oleh Dedi Risyanto, S.H. ini membawa angin segar bagi warga RW 02. Warga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan perhatian yang diberikan secara langsung kepada lingkungan mereka.

​Dengan terselenggaranya aksi sosial ini, diharapkan sinergi antara tokoh masyarakat dan warga Desa Kemukten dapat terus terjalin dengan baik, serta mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Red/Casroni

BREBES, DN-II Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan warga yang mengalami krisis air bersih akibat dampak musim kemarau, Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Hadi Susanto, S.M., bersama tokoh masyarakat setempat, Dedi Risyanto, S.H., menggelar kegiatan bakti sosial pembagian air bersih.

​Aksi kemanusiaan ini dipusatkan di lingkungan Mushala Nurul Yakin, meliputi seluruh RT di RW 05, Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan sosial ini turut dihadiri oleh Bapak Wahyu selaku tokoh masyarakat yang bersama Mas Dewan turut mendengarkan langsung keluhan para ibu rumah tangga di lokasi.

​Antusiasme Warga Sambut Pasokan Air Bersih

​Bantuan air bersih ini disambut dengan antusias oleh warga sekitar. Sejak pagi, warga tampak berbondong-bondong membawa berbagai wadah seperti jerigen, ember, dan derigen penampung air untuk mengantre mendapatkan pasokan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan ibadah di mushala serta konsumsi rumah tangga.

​”Kami hadir untuk meringankan beban masyarakat. Kebutuhan air bersih adalah hal yang sangat krusial, terlebih di sekitar fasilitas ibadah seperti Mushala Nurul Yakin ini yang aktivitasnya membutuhkan pasokan air memadai,” ujar H. Hadi Susanto, S.M. di sela-sela kegiatan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Sinergi Tokoh Masyarakat dan Legislatif

​Senada dengan hal tersebut, Dedi Risyanto, S.H. selaku tokoh masyarakat mengapresiasi sinergi yang terjalin erat dengan pihak legislatif dalam merespons cepat persoalan warga. Ia berharap bantuan air bersih ini dapat dimanfaatkan secara langsung serta meringankan beban harian warga Desa Kemukten di tengah cuaca kering.

​Warga Desa Kemukten pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada H. Hadi Susanto dan Dedi Risyanto atas kepedulian dan bantuan nyata yang diberikan. Warga berharap kegiatan sosial serupa dapat terus berlanjut selama musim kemarau masih berlangsung di wilayah Kecamatan Kersana. Red/Casroni

SRAGEN, DN-II Bukan sekedar mengawasi, Babinsa Desa Slendro Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen Sertu Ikhsan Sucianto, turun langsung mengangkat batu, mengaduk material, dan bekerja bahu-membahu bersama warga dalam karya bakti pembangunan talud di Dukuh Kedawung RT 17, Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Jumat (7/8/2026).

Pembangunan talud tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat tebing penyangga jalan sekaligus mengantisipasi longsor yang dapat menghambat aktivitas masyarakat. Kehadiran Babinsa di lokasi bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga membakar semangat gotong royong warga.

Sertu Ikhsan Sucianto mengatakan, TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan desa.

Babinsa Gesi Pimpin Aksi Gotong Royong, Talud Dibangun Demi Selamatkan Akses Warga

“Karya bakti ini merupakan bukti bahwa TNI selalu bersama rakyat. Infrastruktur yang kuat akan mendukung aktivitas masyarakat, dan semangat gotong royong menjadi modal utama membangun desa yang lebih maju,” tegasnya.

Salah satu warga, Sutrisno, mengaku bangga dan berterima kasih atas kepedulian Babinsa.
“Babinsa tidak hanya memberi arahan, tetapi ikut bekerja bersama kami dari awal hingga selesai. Kehadiran TNI membuat warga semakin kompak dan pekerjaan menjadi lebih cepat,” ungkapnya. Red/Ak

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tegal, DN-II Kebakaran melanda lahan kosong di kawasan Pantai Tegalsari, Kampung Tirang, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.50 WIB. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi.

Kapolsek Tegal Barat, Kompol Sunyarni, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kebakaran lahan di kawasan Pantai Tegalsari sekitar pukul 12.50 WIB.

“Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama Damkar Kota Tegal, Lanal Tegal, Satpolairud Polres Tegal Kota, dan warga langsung melakukan pemadaman serta dilanjutkan dengan proses pendinginan di sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap hingga kobaran api berhasil dikendalikan,” ujar Kompol Sunyarni.

Berdasarkan keterangan dua saksi di lokasi, yakni Waluyo (50), nelayan asal Desa Bedug, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, dan Tendi (38), warga Kelurahan Tegalsari, asap telah terlihat berasal dari tumpukan sampah di lokasi sekitar satu pekan terakhir.

Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 12.00 WIB api diduga membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang sehingga merembet ke alang-alang dan pepohonan di sekitar lahan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski demikian, Sunyarni menegaskan penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan sumber awal munculnya api.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau.

“Apabila menemukan asap maupun titik api, segera laporkan kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” pungkas Kompol Sunyarni. ( S. Bimantoro )

Brebes, DN-II Semangat pengabdian ikhlas tanpa pamrih kembali ditunjukkan oleh Babinsa Desa Kedungoleng, Sertu Maryono, dalam mendampingi pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Jum’at, (7/8/2026).

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa di mana masyarakat mengalami kesulitan, di situ Babinsa hadir untuk membantu sebagai implementasi tugas pembinaan teritorial dan pengabdian TNI AD kepada rakyat.

Pembangunan Jembatan Beton Garuda yang telah memasuki tahapan lanjutan terus dikerjakan melalui semangat gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Sejak pagi hari, warga bersama Babinsa bahu-membahu melaksanakan berbagai pekerjaan konstruksi dengan penuh tanggung jawab demi mempercepat penyelesaian jembatan yang nantinya akan menjadi akses vital bagi masyarakat.

Sertu Maryono tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari membantu penataan material, memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, hingga memberikan motivasi kepada warga agar tetap menjaga semangat kebersamaan. Kehadirannya memberikan energi positif sekaligus memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

Menurut Sertu Maryono, seorang Babinsa memiliki tanggung jawab moral untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Pengabdian kepada rakyat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas seorang prajurit TNI, sehingga setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat harus direspons dengan tindakan nyata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Di mana masyarakat mengalami kesulitan, di situlah Babinsa harus hadir membantu dengan tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun desa,” ungkap Sertu Maryono.

Pembangunan Jembatan Beton Garuda memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Kedungoleng. Selama ini, akses yang terbatas menjadi kendala bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan beton yang kokoh, mobilitas masyarakat akan semakin mudah, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, serta akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perekonomian akan semakin cepat dan aman.

Partisipasi masyarakat yang tinggi selama proses pembangunan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi budaya yang kuat di Desa Kedungoleng. Warga dengan sukarela meluangkan tenaga dan waktu untuk bekerja bersama demi mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong kelancaran pembangunan. Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang solid, setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pembangunan.

Kodim 0713/Brebes melalui para Babinsa akan terus berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pendampingan terhadap pembangunan Jembatan Beton Garuda merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran TNI di tengah rakyat sebagai solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.

Melalui semangat “Ikhlas Tanpa Pamrih”, pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Kedungoleng diharapkan segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut nantinya tidak hanya menjadi sarana penghubung yang memperlancar mobilitas warga, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, pengabdian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama proses pembangunan diharapkan terus terpelihara sebagai modal utama dalam mewujudkan Desa Kedungoleng yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.Red

Brebes, DN-II Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau kembali ditunjukkan oleh jajaran Kodim 0713/Brebes. Melalui Koramil 11/Paguyangan, Kodim 0713/Brebes melaksanakan kegiatan dropping air bersih bagi warga Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Kamis (06/08/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan Tahun Anggaran 2026.

Sejak pagi hari, satu unit mobil tangki air milik BPBD Bumiayu tiba di lokasi untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. Kehadiran aparat TNI bersama pemerintah daerah dan BPBD disambut antusias oleh warga yang telah menunggu dengan membawa berbagai wadah penampungan air, mulai dari jeriken, ember hingga drum. Bagi masyarakat, bantuan tersebut menjadi harapan besar untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Danramil 11/Paguyangan Kapten Arm Sukirno beserta anggota Koramil. Turut hadir Kepala Desa Kedungoleng Tasir, S.Pd., Kepala Dusun II Desa Kedungoleng Ibu Karyawati, personel BPBD Bumiayu yang dipimpin Budi bersama tiga anggotanya, serta warga Desa Kedungoleng yang menjadi penerima manfaat.

Sasaran pendistribusian air bersih difokuskan kepada masyarakat Dusun Cipanas, Desa Kedungoleng. Sebanyak 250 kepala keluarga atau 319 jiwa menerima manfaat dari bantuan tersebut. Distribusi dilakukan secara tertib dengan pengawasan aparat TNI dan pemerintah desa sehingga seluruh warga dapat memperoleh air bersih secara merata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Danramil 11/Paguyangan Kapten Arm Sukirno mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat dampak musim kemarau. Menurutnya, keberadaan TNI tidak hanya menjalankan tugas di bidang pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi bencana maupun kekeringan.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang saat ini mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Koramil akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD apabila kebutuhan masyarakat masih terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungoleng Tasir, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0713/Brebes, Koramil 11/Paguyangan, serta BPBD Bumiayu atas perhatian dan kepeduliannya terhadap warga. Menurutnya, musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mengalami penurunan debit sehingga masyarakat membutuhkan suplai air bersih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Desa Kedungoleng. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, khususnya di Dusun Cipanas yang mengalami kesulitan air bersih,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa kegiatan dropping air bersih merupakan implementasi nyata dari peran TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

“Kehadiran TNI harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan dropping air bersih ini, kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah musim kemarau. Kodim 0713/Brebes akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh unsur terkait untuk membantu warga yang terdampak kekeringan. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah,” tegas Dandim.

Selain melaksanakan distribusi air bersih, personel Koramil juga melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah desa guna mengantisipasi apabila kekeringan masih berlanjut. Setiap perkembangan situasi di lapangan akan terus dilaporkan kepada komando atas sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat kembali menunjukkan peran penting dalam menghadapi dampak bencana kekeringan. Diharapkan kerja sama tersebut mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga kehadiran TNI senantiasa dirasakan manfaatnya dalam setiap situasi dan kondisi. Red

You cannot copy content of this page