Boyolali, DN-II Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan, Babinsa Desa Ketaon Koramil 05/Banyudono Kodim 0724/Boyolali, Sertu Anwar, melaksanakan pendampingan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus Serentak dan Terpadu Tahun Anggaran 2026 di area persawahan Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan petugas pendamping hama dari Kecamatan Banyudono, perangkat desa, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ketaon. Sinergi seluruh pihak dilakukan sebagai langkah nyata untuk menekan serangan hama tikus yang berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan merugikan para petani.
Babinsa Sertu Anwar mengatakan, kehadiran Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI AD terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pengendalian hama secara serentak dan terpadu akan lebih efektif memutus rantai perkembangbiakan tikus sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan optimal.

Selain mendampingi pelaksanaan Gerdal, Babinsa juga mengajak para petani untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan meningkatkan koordinasi dalam mengantisipasi serangan hama di lahan pertanian. Upaya bersama ini diharapkan mampu menjaga hasil panen sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, TNI bersama pemerintah daerah dan para petani terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pertanian yang produktif, menjaga ketahanan pangan, serta mendukung tercapainya swasembada pangan di Kabupaten Boyolali. Red/Ak
Mulia, DN-II Telah terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan 3 unit bangunan kios dan 1 unit Aula Kantor Distrik Mulia di Kota Lama, Jalan Trikora, Kampung Trikora, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Kamis (2/7/2026).
Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik yang bersumber dari kamar milik Bapak Dovan, salah satu pemilik kios, yang mengakibatkan seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar.
Adapun pemilik kios yang terkena dampak adalah Bapak Dovan, Bapak Gunawan, dan Bapak Mastalip. Ketiganya beragama Islam, beralamat di Jalan Trikora, Kampung Trikora, Kabupaten Puncak Jaya, dan berprofesi sebagai wiraswasta. Peristiwa ini disaksikan oleh Bapak Nur yang juga beragama Islam, beralamat di lokasi yang sama, dan bekerja di sektor swasta, serta memberikan keterangan terkait awal mula terjadinya kebakaran.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari Rumah milik Bapak Dovan, kemudian menyebar ke seluruh bagian atap hingga semakin membesar dan membakar keseluruhan bangunan kios. Warga sekitar segera berdatangan membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, bersama unsur TNI dan Polri dari Kodim 1714/Puncak Jaya, Polres Puncak Jaya, Koramil 1714-01/Mulia, dan Polsek Mulia. Hadir pula Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han., yang mengarahkan personel Koramil, Polsek, serta jajaran Kodim dan Polres untuk saling bahu-membahu memadamkan api hingga akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 3 Miliar akibat hangusnya 3 unit kios dan 1 unit Aula Kantor Distrik Mulia beserta isinya. Api merambat dengan cepat karena sebagian besar bangunan menggunakan bahan kayu dan material yang mudah terbakar.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Kodim 1714/Puncak Jaya dan Polres Puncak Jaya atas respons cepat dan bantuan yang diberikan. Masyarakat juga didorong untuk senantiasa waspada dan bertindak sigap apabila menemukan potensi kebakaran sejak dini, agar api tidak sempat membesar maupun merambat yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar.
Sementara itu, Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han. menegaskan bahwa membantu masyarakat di wilayah merupakan tugas dan tanggung jawab bersama antara TNI dan Polri. Sinergi kedua pihak akan terus ditingkatkan guna menjaga keamanan, ketertiban, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kejadian darurat di tengah masyarakat. Red
Tangerang, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti para Pejabat Utama TNI secara hybrid di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2026).
Dalam arahannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Dankodiklat TNI beserta tim penyusun atas penyelesaian rumusan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara. Menurutnya, perubahan lingkungan strategis global dan karakter peperangan modern menuntut TNI memiliki doktrin yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan operasi militer masa kini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Dankodiklat dan tim penyusun yang sudah memaparkan hasil dan rumusan Doktrin Perisai Trisula Nusantara. Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Panglima TNI.
Panglima TNI menjelaskan bahwa peperangan modern kini ditandai dengan penggunaan rudal jarak jauh, drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dilaksanakan secara terpadu. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya transformasi doktrin TNI agar mampu menghadapi ancaman multidimensi secara efektif dan profesional. “Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini,” tegas Panglima TNI.

Selain memimpin rapat pengesahan doktrin, Panglima TNI juga meresmikan dan menandatangani Prasasti Workshop Drone dan Artificial Intelligence (AI), Stadion Tri Matra, Lahan Aplikasi Ketahanan Pangan serta peresmian ruang makan siswa Perwira Prajurit Karir (Pa PK). Peresmian sejumlah fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan kualitas pembinaan personel, penguasaan teknologi pertahanan, serta mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai implementasi pembangunan kekuatan TNI yang modern dan profesional. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Tegal, DN-II Semangat pengabdian Polri untuk masyarakat diwujudkan secara nyata oleh Polsek Jatinegara, Polres Tegal. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polsek Jatinegara meresmikan Pangkalan Ojek Presisi yang dirangkai dengan kegiatan tasyakuran di Mapolsek Jatinegara, Rabu (1/7/2026).
Peresmian fasilitas ini menjadi simbol kedekatan institusi kepolisian dengan warga sekaligus upaya memperkuat kemitraan strategis di wilayah Kecamatan Jatinegara.
Kegiatan khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, di antaranya Camat Jatinegara M. Sugeng, S.Pd., Danramil 12/Jatinegara Letda Sartimin Eko P., Kepala Puskesmas Jatinegara dr. Eko Cahyadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, purnawirawan Polri, Bhayangkari, serta insan pers.
Simbol Kedekatan Polri dan Masyarakat
Kapolsek Jatinegara, IPTU Marsono, menyampaikan bahwa Pangkalan Ojek Presisi hadir sebagai wujud kepedulian Polri guna memberikan fasilitas yang bermanfaat bagi para pengemudi ojek. Lebih dari sekadar bangunan fisik, pangkalan ini diharapkan menjadi ruang interaksi yang mempererat hubungan antara aparat dan warga.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pangkalan Ojek Presisi ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Harapan kami, fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan menjadi simbol soliditas Polri dengan warga. Hal ini sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” ujar IPTU Marsono.
Selain peresmian, acara tersebut diisi dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Momen ini juga menjadi ajang apresiasi bagi tiga personel Polsek Jatinegara AIPDA Supriyono, AIPDA A. Syarifudin, dan AIPDA Bima Apri yang baru saja mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.
Sinergi Jelang Agenda Daerah
Camat Jatinegara, M. Sugeng, S.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Polsek Jatinegara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Terima kasih atas dedikasi Polsek Jatinegara yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah. Sinergi ini harus terus kita perkuat, terlebih kita akan menghadapi agenda besar, yakni Pilkades Serentak Tahun 2027,” tegasnya.
Senada dengan Camat, tokoh masyarakat setempat, Bambang Romdhon Irawanto, mengungkapkan kepuasannya terhadap pelayanan Polri yang semakin humanis. “Kami merasakan kehadiran Polri yang semakin dekat. Semoga Polri terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang mampu menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.
Peresmian Pangkalan Ojek Presisi ini menjadi bukti nyata komitmen Polsek Jatinegara dalam mendukung pembangunan wilayah melalui kolaborasi lintas sektoral. Dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80, jajaran Polsek Jatinegara bertekad untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Tegal.
Reporter: S. Bimantoro
KENDARI, DN-II Tata kelola pemasyarakatan di Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menjadi sorotan publik. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (FKIP UHO) melayangkan kritik keras terhadap Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sultra menyusul terbongkarnya skandal penyelundupan barang terlarang di Lapas Kelas IIA Kendari.
Temuan adanya handphone dan power bank di dalam blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dinilai sebagai bukti nyata kegagalan program “Zero HALINAR” (Handphone, Pungli, dan Narkoba) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Indikasi Pembiaran dan Pelanggaran Prosedur
Ketua BEM FKIP UHO menegaskan bahwa masuknya barang terlarang ke dalam lapas bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan indikasi kuat adanya “pembiaran struktural” dan lemahnya sistem pengawasan.
“Ini adalah bukti nyata disfungsi pengawasan. Sesuai Pasal 47 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, setiap petugas wajib menjaga keamanan dan ketertiban. Keberadaan gawai ilegal di dalam blok hunian jelas melanggar Pasal 4 huruf j Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No. 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara,” ujar perwakilan BEM FKIP UHO, Kamis (2/7/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan alat komunikasi ilegal merupakan ancaman keamanan tingkat tinggi. Gawai tersebut berpotensi disalahgunakan untuk mengendalikan jaringan peredaran narkotika, penipuan siber (cyber fraud), hingga koordinasi aktivitas kriminal, yang secara jelas bertentangan dengan tujuan sistem pemasyarakatan dalam rangka rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
Mendesak Evaluasi dan Sanksi Tegas
BEM FKIP UHO menyoroti sikap Kanwil Kemenkumham Sultra yang dinilai lamban dalam merespons insiden ini. Mereka menduga adanya praktik proteksionisme institusional terhadap pimpinan Lapas Kendari.
“Kami mendesak agar Kanwil Kemenkumham Sultra segera melakukan pemeriksaan investigatif. Jika terbukti ada pembiaran, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Kalapas dan KPLP wajib dijatuhi sanksi disiplin berat, termasuk pencopotan jabatan,” tegasnya.

Mahasiswa menilai, sikap menunda-nunda sanksi tidak hanya mencederai rasa keadilan publik, tetapi juga merusak marwah penegakan hukum di Indonesia. BEM FKIP UHO berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata berupa evaluasi total terhadap jajaran pimpinan Lapas Kelas IIA Kendari.
Komitmen Zero HALINAR yang Terabaikan
Program “Zero HALINAR” merupakan instrumen wajib yang harus dipatuhi oleh seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Indonesia. Kegagalan di Lapas Kendari dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.Red
Surakarta, DN-II Babinsa Serengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Djoko Riyadi membantu kesulitan rakyat sudah menjadi tanggung jawab seorang aparat teritorial, apalagi menjadi seorang Babinsa yang selalu berada tengah-tengah warga binaannya, sudah tentu jika di wilayahnya ada kegiatan sekecil apapun babinsa harus terjun secara langsung untuk membantu.
Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Serengan dan Linmas membantu melaksanakan pengaturan penyebrangan jalan agar berjalan lancar masyarakat yang sedang melakukan pengecoran dalam pembuatan rumah di daerah Makam bergolo kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Kamis pukul 08.00 Wib (02/07/2026)
Sebagai makluk sosial dalam hidup bermasyarakat sangatlah penting untuk saling bergotong royong, membantu sesama dalam kehidupan sehari – hari sehingga kesulitan, beban seberat apapun yang terjadi dalam masyarakat akan terasa ringan apabila dipikul bersama-sama.

Sersan Djoko, selaku Babinsa ia merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti halnya ikut bergotong royong membantu warga binaan yang sedang melaksanakan pembangunan pengecoran rumah di pinggir jalan raya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Semoga semangat kebersamaan dan kegotong royongan dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat tetap terbina guna mendukung perkembangan pembangunan, khususnya di Kelurahan Serengan Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Red/Ak
KOTA TEGAL, DN-II Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tegal Kota menegaskan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan solutif. Peringatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, saat memimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolres Tegal Kota, Rabu (1/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Kapolda Jawa Tengah yang menekankan bahwa delapan dekade pengabdian Polri harus dimaknai dengan pelayanan yang berorientasi pada rasa aman, keadilan, dan kemanfaatan nyata.
“Kehadiran Polri harus dirasakan manfaatnya melalui pelayanan yang cepat, responsif, dan humanis. Kita memakai seragam ini bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,” ujar Kapolres saat membacakan amanat.
Transformasi dan Kepercayaan Publik
Kapolda Jawa Tengah dalam amanatnya juga menyoroti tantangan zaman di era disrupsi teknologi. Mengingat pola ancaman keamanan yang kian kompleks, anggota Polri dituntut untuk semakin adaptif dan cakap dalam memanfaatkan teknologi demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, kepercayaan masyarakat disebut sebagai indikator keberhasilan utama Polri. “Semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat, semakin kuat pula kepercayaan publik kepada kita. Jangan pernah lelah berbuat baik dan jangan pernah mengkhianati kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi untuk Personel Berdedikasi
Sebagai perwujudan nyata dari semangat pengabdian tersebut, Kapolres Tegal Kota memberikan penghargaan kepada tiga personel Bhabinkamtibmas yang dinilai berhasil memberikan dampak positif di wilayah binaannya:
Aiptu Casmudin (Polsek Tegal Selatan): Berhasil menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Kelurahan Debong Tengah melalui pendekatan humanis di bidang kemasyarakatan, keagamaan, dan pendidikan.
Aipda Yuda Firmansyah (Polsek Tegal Barat): Diapresiasi atas empati dan kepeduliannya dalam memberikan pertolongan kepada warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kelurahan Tegalsari, mulai dari pemberian bantuan makanan hingga pendampingan perawatan di rumah sakit.
Aiptu Agus Bekti (Polsek Tegal Timur): Diberikan penghargaan atas dedikasinya dalam membina Kelompok Wanita Tani di Kelurahan Kejambon guna mendukung program ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat.
Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas inisiatif personel dalam mengimplementasikan nilai-nilai Polri di lapangan.
“Makna Hari Bhayangkara ke-80 ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bagi kami semua bahwa kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman, rasa peduli, dan solusi nyata bagi setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat,” pungkasnya.
(S. Bimantoro)
Bolakme, DN-II Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di wilayah penugasan, personel Pos Bolakme Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha melaksanakan pelayanan kesehatan keliling kepada masyarakat Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya. (2/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan dengan mendatangi langsung warga untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan ringan, konsultasi medis, serta pembagian obat-obatan sesuai dengan keluhan yang dialami masyarakat. Program pelayanan kesehatan keliling merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI dalam membantu meningkatkan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas medis.
Masyarakat Bolakme menyambut baik kehadiran tim kesehatan Pos Bolakme. Warga merasa terbantu karena dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju fasilitas kesehatan.

Danpos Bolakme menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas Yonif 645/Gardatama Yudha untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui pelayanan kemanusiaan.
“Dengan pelayanan kesehatan keliling ini, kami berharap dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 645/Gardatama Yudha terus menunjukkan dedikasi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Bolakme serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. ‘Kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.’
‎
Red
​LOMBOK TIMUR, DN-II Semangat optimisme menyelimuti keberangkatan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Satria Muda Lombok Timur. Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., secara resmi melepas kontingen yang akan berlaga di ajang bergengsi Piala Dunia Anak Indonesia 2026 yang akan berlangsung di Progresif Arena, Bandung, Jawa Barat. (1/7/2026).
​Turnamen sepak bola usia dini tingkat nasional ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah krusial bagi pembinaan dan pencarian talenta muda berbakat. Mempertandingkan kelompok usia dari U-8 hingga U-16, ajang ini mempertemukan puluhan SSB terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
​Dalam arahannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, dan orang tua. Baginya, keberhasilan SSB Satria Muda melangkah ke pentas nasional adalah bukti nyata potensi besar yang dimiliki putra daerah Lombok Timur.
​”Anak-anakku, teruslah mengelola mimpi kalian. Mimpi yang besar harus dijaga dengan kerja keras, disiplin, doa, dan mental yang kuat. Jadilah pribadi berprestasi yang membawa kebanggaan bagi keluarga, daerah, hingga bangsa,” ungkap Bupati Haerul Warisin dengan penuh motivasi.
​Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen penuh dalam mendukung pembinaan generasi muda di bidang olahraga. Sektor ini dipandang sebagai investasi strategis untuk melahirkan atlet masa depan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
​”Kalian adalah harapan Lombok Timur dan calon pemimpin masa depan. Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri. Pemerintah daerah akan selalu berada di belakang perjuangan kalian,” lanjutnya.
​Tidak hanya fokus pada hasil akhir, Bupati juga menekankan pentingnya pembentukan karakter. Ia berpesan agar seluruh anggota kontingen menjunjung tinggi etika dan menjaga nama baik daerah selama berada di Bandung.
​”Jaga etika dan adab di tanah rantau. Hormati siapa pun yang kalian temui, jaga kekompakan, disiplin, serta kesehatan agar dapat memberikan penampilan terbaik. Ingat, karakter yang baik adalah kemenangan yang paling berharga,” pesannya tegas.
​Mengakhiri arahannya, Bupati Haerul Warisin berharap seluruh tim dapat mengambil pelajaran berharga dari turnamen ini. “Pulanglah dengan hati yang gembira, membawa pengalaman, prestasi, dan kabar membahagiakan bagi masyarakat Lombok Timur. Kami semua mendoakan dan akan selalu mendukung perjuangan kalian,” tutupnya.
​Suntikan Motivasi bagi Kontingen
​Senada dengan Bupati, Head Coach SSB Satria Muda Lombok Timur, Coach Gempar, mengaku sangat terharu atas perhatian dan dukungan moril yang diberikan. Kehadiran langsung orang nomor satu di Lombok Timur tersebut dinilai menjadi suntikan energi yang luar biasa bagi seluruh tim.
​”Pesan Bapak Bupati menjadi api semangat bagi kami, baik pelatih, ofisial, maupun pemain. Dukungan beliau adalah kehormatan sekaligus kebanggaan yang akan kami bawa di lapangan nanti,” ujar Coach Gempar.
​Ia menambahkan bahwa momen pelepasan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para pemain muda. “Anak-anak merasa sangat bangga mendapatkan perhatian dan doa langsung dari pemimpin daerahnya. Hal ini membuat mereka semakin percaya diri untuk tampil maksimal. Insyaallah, kami akan berjuang secara sportif dan berusaha membawa kabar baik saat kembali nanti,” pungkasnya.
​Keberangkatan SSB Satria Muda ini menjadi sinyal positif komitmen Pemkab Lombok Timur dalam mencetak generasi pesepak bola yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki karakter tangguh dan berintegritas. Red
BOGOR, DN-II Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Suherlan mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara. Upacara tersebut digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
​Peringatan hari jadi kepolisian tahun ini mengusung tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat”. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto memimpin langsung jalannya prosesi yang berlangsung khidmat.
​Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan TNI-Polri, perwakilan kementerian/lembaga, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan kehormatan lainnya.
​Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia harus dijaga agar tidak terdistorsi oleh kepentingan pihak asing yang tidak menghendaki kemajuan bangsa. Presiden menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik.
​”Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia. Demokrasi kita harus berciri nilai-nilai bangsa Indonesia,” tegas Presiden di hadapan seluruh peserta upacara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
​Lebih jauh, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kerukunan dan mengedepankan semangat kebangsaan dalam menghadapi tantangan zaman. Ia juga menyoroti peran strategis kritik dalam sistem demokrasi. Menurutnya, kritik adalah instrumen penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan diri.
​”Kita hormati kritik. Kritik adalah penting, kita butuh kritik untuk mengingatkan dan memperbaiki diri kita,” ujar Presiden.
​Kehadiran Kas Kormar dalam upacara ini menjadi simbol sinergitas yang erat antara TNI, khususnya Korps Marinir, dengan Polri dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas keamanan nasional. Red
