CIAMIS, DN-II Proyek penanggulangan banjir di aliran Sungai Citalahab, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Pasalnya, bangunan penahan tebing berbasis kawat gabion (bronjong) yang baru tuntas dikerjakan sekitar empat hingga lima bulan lalu kini sudah mengalami kerusakan signifikan.
Kondisi tersebut ditemukan langsung oleh jurnalis Cahaya Nusantara saat melakukan peninjauan lapangan pada Selasa (18/8/2026).
Berdasarkan pemantauan teknis di lokasi, mutu fisik pekerjaan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi standar teknis (Standard Operating Procedure):
Kualitas Kawat dan Penguncian Lemah: Ditemukan banyak ikatan kawat jaring bronjong yang putus, lepas dari simpul, serta tidak dikunci dengan sempurna. Akibatnya, ketahanan jaring melemah dan material batu pengisi melimpah keluar dari kompartemen.
Gradasi Material Batu Tidak Sesuai Spesifikasi: Ukuran batu pengisi dalam kantong bronjong cenderung tidak seragam (un-graded) sehingga meninggalkan rongga kosong yang besar. Kondisi ini menurunkan berat isi struktur (bulk density) serta mereduksi daya tahan terhadap gerusan arus sungai (scouring).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Upaya Konfirmasi Buntu, Hak Jawab Diabaikan
Guna menjaga keberimbangan informasi (cover both sides) sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tim redaksi telah berupaya mengonfirmasi pihak pengawas dan penanggung jawab kegiatan. Langkah konfirmasi ditujukan kepada Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy serta Pelaksana Teknis (Peltek) lapangan melalui saluran komunikasi resmi.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, pihak Satker maupun Peltek sama sekali tidak memberikan tanggapan atau klarifikasi. Sikap tertutup ini dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi publik yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Ancaman Keselamatan Warga dan Indikasi Pelanggaran Aturan
Proyek infrastruktur keairan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini semestinya tunduk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang menjamin kelaikan fungsi dan umur teknis bangunan.
”Daya tahan struktur yang tidak mencapai setengah tahun ini sangat membahayakan. Jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, tanggul ini berisiko runtuh total saat debit air sungai meningkat di musim hujan, yang langsung mengancam pemukiman warga Desa Sukahurip,” ungkap salah satu warga setempat di lokasi.
Desakan Evaluasi Total dan Perbaikan
Menyikapi temuan tersebut, media Cahaya Nusantara mendesak Kepala BBWS Citanduy untuk segera menurunkan tim teknis guna melakukan audit independen. Pihak penyedia jasa (kontraktor) juga didesak agar segera melaksanakan perbaikan menyeluruh mumpung proyek masih berada dalam masa pemeliharaan (retention period).
Redaksi tetap membuka ruang proporsional bagi pihak BBWS Citanduy maupun pelaksana teknis untuk memberikan hak jawab, tanggapan, dan klarifikasi resmi atas temuan di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tim Red
JAKARTA, DN-II Berbagai rangkaian kegiatan pertandingan dan perlombaan yang digelar di lapangan parkir kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans) serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes-PDT) disambut meriah dan disebut sebagai bentuk pesta rakyat.
”Bersama kita bersyukur dan bahagia dalam merayakan Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam acara Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan di Kalibata, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dirinya berharap, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia semakin kuat, penuh keberkahan, dan pemerintahannya dapat terus melayani rakyat secara optimal.
”Sebagai anggota kabinet pemerintahan, kita akan terus berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas masing-masing di kementerian dalam rangka berbakti kepada negeri, masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dua kementerian yang pernah berada di bawah satu atap tersebut senantiasa menunjukkan semangat tinggi, rasa kekeluargaan, kekompakan, serta berjalan seiring sejalan. Meskipun memiliki fokus dan aksentuasi yang berbeda, kedua instansi ini tetap saling berkorelasi dan bersinergi dalam menjalankan tugas negara.
Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara kemerdekaan tersebut.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kita kompak, bersatu, solid, dan ini menjadi kebahagiaan buat semuanya,” ucapnya seraya berharap perayaan HUT Kemerdekaan di masa mendatang dapat diselenggarakan lebih meriah lagi. “Semoga momen ini juga menambah semangat baru dalam bekerja di kementerian masing-masing.”
Kepedulian untuk Korban Bencana di NTT
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Viva Yoga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan turut membantu meringankan beban saudara-saudara yang tertimpa musibah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
”Kepedulian harus ditunjukkan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan para wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah pemilihan tersebut guna menggerakkan aksi nyata dalam membantu para korban bencana alam di wilayah NTT. Red
KEBUMEN, CN 19 Agustus 2026 – Aksi penggalangan dana mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga perlindungan konsumen dan pengawasan pendidikan kini berujung pada proses hukum. Seorang warga didampingi kuasa hukum Kartiko dan Istianto dari LBH Bulan Bintang resmi melaporkan pemilik akun media sosial Semar Mbangun Kayangan berinisial S ke Polres Kebumen pada Rabu (19/8/2026), atas dugaan tindak pidana penipuan dan penyebaran informasi menyesatkan.
Laporan ini tertuang dalam surat tanda terima bernomor: Rekom / 391 / VIII / 2026 / SPKT. Pelapor menduga S telah menyalahgunakan nama lembaga untuk meraup keuntungan pribadi sejak Oktober 2023.
Dalam laporannya, S diduga menggunakan kedok aktivisme melalui organisasi yang menamakan diri Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat – Masyarakat Peduli Pengawasan Pendidikan. Praktik ini dinilai meresahkan karena S secara aktif melakukan Open Donasi melalui media sosial Facebook, namun mencantumkan nomor rekening pribadi (BRI 672501053689536) untuk menampung dana masyarakat.
Ini bukan sekadar penggalangan dana biasa. Ada indikasi kuat pencatutan nama lembaga yang terkesan resmi untuk melegitimasi aksi pengumpulan uang secara pribadi tanpa adanya transparansi tata kelola keuangan, ungkap sumber yang memahami pelaporan tersebut.
Pelapor dalam membuat laporan ini didampingi oleh Kartiko selaku kuasa hukum, serta Istianto dari LBH Bulan Bintang. Tampak hadir pula Sujud Sugiarto bersama sejumlah masyarakat lainnya yang ikut memberikan dukungan moral.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Istianto selaku Ketua LBH Bulan Bintang menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dan turut mengawal proses hukum ini agar ke depannya tidak ada lagi oknum LSM yang menyalahgunakan lembaga demi keuntungan pribadi, kelompok, maupun golongan. Ia juga berharap pihak kepolisian dapat bertindak tegas dalam penegakan hukum.
Sementara itu, pelapor usai dilakukan pemeriksaan di ruang Tipidter Polres Kebumen menyampaikan, langkah ini diambil demi memberikan efek jera serta menghentikan segala bentuk praktik pengumpulan dana ilegal yang merugikan masyarakat luas di Kebumen.
Langkah hukum ini diambil untuk mendesak aparat kepolisian mengaudit aliran dana pada rekening milik S dan membongkar legalitas organisasi yang ia diklaim. Tindakan tersebut disinyalir melanggar sejumlah aturan hukum, yakni Pasal 378 KUHP terkait tindak pidana penipuan, UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE atas penyebaran informasi elektronik yang berpotensi menyesatkan publik, serta UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terkait penggunaan nama instansi pendidikan tanpa kewenangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman atas laporan tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penggalangan dana di media sosial yang mencantumkan nomor rekening atas nama individu, bukan atas nama resmi lembaga yang terdaftar.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi publik agar tidak mudah terbujuk oleh narasi kepedulian yang tidak didukung oleh akuntabilitas yang jelas. Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan Polres Kebumen untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Publisher -Red
BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo dalam Podcast Teras Teritorial di Studio TVRI Jawa Tengah.
Rabu (19/08/2026), Dandim menjelaskan bahwa sejumlah program teritorial yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes meliputi pembangunan Jembatan Perintis Garuda, jembatan beton, program TNI AD Manunggal Air untuk kebutuhan air bersih dan pertanian, rehabilitasi sekolah, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pendampingan ketahanan pangan, penyaluran bantuan pangan, pendampingan pencegahan stunting, serta penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar masyarakat adalah pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, dan Desa Kadumanis, Kecamatan Salem.
Menurut Letkol Inf Ambariyantomo, pembangunan kedua jembatan tersebut dilatarbelakangi kondisi masyarakat yang selama puluhan tahun mengalami keterisolasian akibat bentangan sungai. Sebelum jembatan dibangun, warga, termasuk anak-anak sekolah dan petani, harus menyeberangi sungai secara langsung yang sangat berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat musim hujan.
“Guna memutus isolasi geografis, mengamankan keselamatan warga, dan mempercepat akses ekonomi petani, TNI bersama pemerintah membangun kedua jembatan ini,” jelasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Jembatan Garuda di Desa Bangbayang memiliki bentang sekitar 60 hingga 70 meter dengan lebar jalur 1,2 meter. Sementara jembatan di Desa Kadumanis juga menggunakan tipe jembatan gantung perintis dengan lebar sekitar 1,2 meter yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Pembangunan dilaksanakan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Peletakan batu pertama dimulai pada akhir Maret 2026, dilanjutkan pembangunan pondasi pada Mei, hingga akhirnya kedua jembatan selesai dan diresmikan secara serentak pada 23 Juli 2026 oleh Pangdam IV/Diponegoro.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata gotong royong lintas sektoral. Jajaran Kodim 0713/Brebes, Koramil 12/Bantarkawung, Babinsa, Zibang Kodam IV/Diponegoro, Polri, Pemerintah Kabupaten Brebes serta masyarakat setempat bersama-sama menyelesaikan pembangunan. 
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan. Warga turut membantu pekerjaan secara gotong royong, termasuk mengangkut adukan semen secara estafet untuk pengecoran pondasi jembatan.
Dampak pembangunan jembatan juga dirasakan langsung masyarakat. Di wilayah Bantarkawung, jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Sementara di Kecamatan Salem, jembatan menjadi penghubung bagi masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang.
Dengan adanya jembatan, akses pendidikan dan kesehatan menjadi lebih mudah dan aman. Begitu pula aktivitas ekonomi dan pertanian masyarakat. Jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar sekitar dua kilometer kini dapat dipangkas menjadi kurang dari 500 meter.
“Banyak tetua desa menyampaikan bahwa ini seperti impian puluhan tahun yang akhirnya menjadi kenyataan,” ungkap Dandim.
Selain Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0713/Brebes juga mencatat sejumlah pembangunan jembatan lainnya. Tahap V meliputi Jembatan Gantung di Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, serta Jembatan Beton di Desa Purwadadi, Kecamatan Tonjong. Sedangkan Tahap VI meliputi Jembatan Beton di Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, dan Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan.
Di bidang pemenuhan kebutuhan air, Kodim 0713/Brebes melaksanakan program TNI AD Manunggal Air Bersih di wilayah Desa Bantarkawung. Kodim juga melaksanakan pembangunan penampungan air melalui program TMMD Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan sektor pertanian. Ketersediaan air melalui pipanisasi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung produktivitas pertanian. Lahan yang sebelumnya sulit ditanami pada musim kemarau dapat kembali dimanfaatkan sehingga petani berpotensi melakukan panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara dalam program perbaikan RTLH, sasaran pekerjaan disesuaikan dengan kondisi masing-masing rumah. Perbaikan antara lain meliputi atap atau genteng, dinding, serta lantai rumah.
Di bidang ketahanan pangan, Babinsa Kodim 0713/Brebes aktif melakukan pendampingan kepada petani mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, pemeliharaan, panen hingga pascapanen. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama PPL, aparat desa dan pihak Bulog.
Kodim 0713/Brebes juga memiliki Kompi Produksi di Desa Songgom dengan luas lahan sekitar 11,6 hektare. Selain itu, para Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan aparat desa turut membantu proses penyaluran bantuan pangan program WARDOYO (Wareg Sedoyo) kepada masyarakat sesuai ketentuan pemerintah.
Dalam upaya mendukung penurunan angka stunting, Babinsa turut mendampingi kegiatan Puskesmas dan Posyandu. Babinsa membantu memantau perkembangan anak secara berkala serta mengimbau orang tua yang belum membawa anaknya ke Posyandu agar mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi juga diberikan kepada pasangan yang akan melaksanakan pernikahan.
Di bidang penghijauan dan pelestarian alam, Kodim 0713/Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes selama tahun 2026 telah melaksanakan penanaman sebanyak 10.000 batang pohon yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan agar masyarakat ikut memelihara tanaman sehingga dapat tumbuh dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Sementara dalam upaya memerangi sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, setiap hari Jumat jajaran Koramil bersama stakeholder di wilayah masing-masing melaksanakan pembersihan fasilitas umum, lingkungan publik maupun sekolah sekaligus memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Dandim menegaskan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Sebagaimana motto satuan Kodim 0713/Brebes adalah Setia, Disiplin, Disegani dan Dicintai Rakyat. Intinya, bersama rakyat, TNI kuat,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Melalui berbagai program tersebut, Kodim 0713/Brebes berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, sehingga keberadaan TNI benar-benar memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Brebes. Red/Casroni
Puncak Jaya, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak Jaya bersinergi menjaga kelancaran pelaksanaan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Alun-Alun Kota Baru, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (17/8/2026).
Semarak peringatan kemerdekaan semakin terasa dengan hadirnya jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, Aparatur Sipil Negara, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Detik-detik pengibaran Bendera Merah Putih menjadi momen yang penuh keharuan dan kebanggaan, di mana Pasukan Pengibar Bendera menjalankan tugasnya dengan penuh disiplin dan tanggung jawab di hadapan seluruh peserta upacara. Berkibarnya Sang Merah Putih menjadi simbol persatuan sekaligus penghormatan kepada jasa para pahlawan, dan menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah tercinta.
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, khususnya para petugas upacara, Paskibra, TNI-Polri, ASN, serta seluruh masyarakat yang hadir. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut menyukseskan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Puncak Jaya. Semoga semangat Merah Putih terus berkobar dan menjadi kekuatan kita untuk membangun Puncak Jaya yang lebih baik,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, semangat kemerdekaan juga terpancar dari Puncak Timoti, Distrik Ilu. Koramil 1714-02/Ilu bersama unsur TNI, Polri, dan pelajar menggelar pengibaran Bendera Merah Putih sepanjang 50 meter. Sinergitas TNI, Polri, Pemda, dan pelajar tampak terjalin erat, membuktikan bahwa semangat cinta tanah air menyala di setiap penjuru tanah Puncak Jaya.
Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Bagus Kurniawan, M.Han, menegaskan “Kami TNI dan Polri telah menyiapkan personel sepenuhnya agar jalannya upacara berjalan aman dan lancar. Kami aparat keamanan senantiasa mendukung penuh upaya Pemerintah Daerah, demi mewujudkan Kabupaten Puncak Jaya yang aman, nyaman, dan terus maju,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berkibarnya Sang Merah Putih di Alun-Alun Kota Baru dan di Puncak Timoti menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat Puncak Jaya terhadap tanah air, sekaligus tekad bersama untuk senantiasa menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Ny. Evi Agus Subiyanto menerima kunjungan Silaturahmi 76 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dalam jamuan makan malam yang digelar di Wisma Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan pesan kepada para Paskibraka agar terus memiliki semangat untuk meraih cita-cita dan menjadikan pengalaman sebagai Paskibraka sebagai awal dalam meraih kesuksesan. “Saya percaya dan yakin kepada adik-adik sekalian. Setelah pulang dari sini, pancangkan cita-cita setinggi langit dan raih cita-cita yang kalian harapkan. Kebanggaan yang kalian miliki jangan terlalu dipegang, karena ini baru awal menuju kesuksesan,” ujarnya.
Panglima TNI menegaskan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki kredibilitas, kemampuan, serta nasionalisme tinggi untuk turut membangun bangsa dan negara. “Kita masih membutuhkan pemuda-pemudi yang punya kredibilitas, kemampuan, dan nasionalisme yang tinggi untuk membangun negara ini menjadi lebih baik,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Paskibraka atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas kenegaraan. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan bangga yang sebesar-besarnya kepada kalian semua yang telah menaikkan dan menurunkan Bendera Pusaka dalam keadaan lancar dan aman,” pungkasnya. Red/Casroni
#tniprima #tnirakyat #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
NTT, DN-II TNI terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari keempat, Selasa (18/8/2026), sebanyak 1.265 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.
Dukungan TNI juga diperkuat dengan 29 unit alutsista, terdiri dari 7 pesawat TNI AD, 6 pesawat dan 5 KRI TNI AL, serta 11 pesawat TNI AU. Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, dan penanganan masyarakat terdampak.
Hingga hari keempat, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 188,244 ton. Pada hari ini, sebanyak 45,971 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dan penanganan bencana.
Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI akan terus berkoordinasi dan memperkuat penanganan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait. Red
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
NTT, DN-II Pemerintah mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta untuk mendistribusikan dukungan logistik bagi warga terdampak Gempa NTT Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai pada Selasa (18/8/2026).
Kapal berlayar dari Pelabuhan Labuhan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai.
Pada pelayaran ini, KRI Bung Hatta mengangkut dukungan logistik berupa paket bantuan Presiden RI, paket sembako, tenda keluarga dan tenda pengungsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta beberapa bantuan donasi dari masyarakat. Setelah KRI Bung Hatta bersandar di Pelabuhan Reok, dukungan logistik ini selanjutnya akan dikirimkan ke wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Transportasi laut dipilih untuk mempercepat dukungan logistik tiba di wilayah terdampak.
Berdasarkan pengkinian data penanganan pascabencana gempa bumi M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur per 18 Agustus 2026, tercatat Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi dua kabupaten terdampak dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi.
Di Kabupaten Manggarai, korban jiwa meninggal dunia sebanyak 27 jiwa dan pengungsi sebanyak 6.487 jiwa. Sementara itu di Kabupaten Manggarai Timur, korban meninggal dunia sebanyak 25 jiwa dan pengungsi mencapai 15.465 jiwa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain KRI Bung Hatta, dalam penanganan darurat pascagempa NTT ini, Pemerintah melalui TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS) yang merupakan kapal bantu rumah sakit milik TNI AL untuk melaksanakan bantuan kesehatan di NTT.
Dalam upaya pendistribusian logistik yang merata ke seluruh wilayah terdampak gempa M7,7 BNPB membuka Pos Dukungan Logistik Nasional (Posduklognas) di tiga titik yaitu di Jakarta, Labuhan Bajo, dan Maumere.
Posduklognas Jakarta berpusat di Base Ops Halim Perdanakusuma. Pos logistik ini menampung bantuan dari instansi, organisasi, maupun masyarakat. Dari posduklognas Halim, logistik akan dibagikan ke Posduklognas Labuhan Bajo dan Posduklognas Maumere.
Posduklognas Labuan Bajo berada di Kantor UBPU Komodo. Pos ini akan mendukung distribusi logistik ke wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Sementara itu, cakupan Pos Dukungan Logistik Nasional Maumere yang terletak di Bandara Maumere meliputi wilayah terdampak di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.
Posduklognas terbuka bagi masyarakat maupun organisasi yang hendak mengirimkan donasi bagi warga terdampak Gempa NTT. BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan untuk berkoordinasi dengan tim di Posduklognas setempat perihal jadwal dan kebutuhan distribusi.
Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu maupun moda transportasi, sehingga dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Red
#InfoBencanaBNPB #GempaNTT #SiapUntukSelamat
JOMBANG, DN-II Aksi premanisme jalanan yang brutal kembali mencoreng julukan Jombang sebagai Kota Santri. Tindakan kriminal murni berbau teror menimpa rombongan pemuda usai menghadiri kegiatan keagamaan. (18/8/2026).
Pers bersama tokoh masyarakat kini turun tangan menuntut keadilan serta mempertanyakan transparansi dan ketegasan aparat penegak hukum (APH).
Telah terjadi aksi pengeroyokan, penghadangan bersenjata, intimidasi, hingga pembakaran 1 unit sepeda motor (Honda Beat warna merah hitam, Nopol: S-2461-JCC) milik peserta kegiatan keagamaan oleh sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK).
Identitas Peristiwa
Korban: Muhammad Riffat Ayisy (18 tahun), pelajar/mahasiswa asal Brondong, Lamongan yang baru selesai menghadiri majelis keagamaan Ijazah Qubro Pagar Nusa.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pelaku: Sekelompok bandit jalanan / OTK (dalam proses penyelidikan).
Tokoh & Pendamping: Ir. Edi Supriadi (Edi Uban) selaku Pemimpin Redaksi Nasionaldetik.com, Gus Yusron selaku Pemimpin Redaksi Media Jombang, serta elemen aktivis Santri Edan.
Aparat Penerima Laporan: Polres Jombang (IPDA Briant Evan Zhendy, S.H. / NRP 93040282).
Lokasi Kejadian: Depan Pabrik Camino, Jl. Jati Drenges, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Waktu Kejadian: Minggu dini hari, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 00.08 WIB.
Nomor Laporan Polisi: STTLP/B/293/VIII/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR.
Poin Utama Peristiwa
Kejahatan Terencana: Insiden ini dinilai bukan sekadar tawuran biasa, melainkan aksi teror jalanan yang merenggut rasa aman warga Jombang.
Lambannya Respons APH: Hingga saat ini, belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap oleh pihak berwajib.

Sikap Bungkam Pejabat Polisi: Kinerja Polres Jombang dipertanyakan setelah oknum kepolisian terkait (Iptu Eko) tidak merespons panggilan telepon maupun membalas pesan konfirmasi dari Pimpinan Redaksi Media.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kronologi Singkat
Rombongan korban yang hendak pulang mendadak dihadang dan diintimidasi secara brutal oleh sekelompok OTK. Demi menyelamatkan nyawa dari ancaman pengeroyokan, korban terpaksa lari menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya. Saat kembali ke tempat kejadian perkara (TKP), motor korban sudah hangus menjadi arang akibat dibakar para pelaku.
Pimpinan Redaksi Nasionaldetik.com dan Media Jombang mendampingi langsung korban membuat laporan resmi ke kepolisian serta mendesak Polres Jombang segera menyita rekaman CCTV Pabrik Camino untuk meringkus seluruh komplotan pelaku dalam waktu singkat.
Pernyataan Sikap & Desakan Pimpinan Redaksi
Ir. Edi Supriadi (Edi Uban) – Pimred Nasionaldetik.com:
“Ini bukan sekadar kenakalan remaja, ini aksi teror jalanan! Kami MENANTANG ketegasan Kapolres Jombang dan Satreskrim. Buru, tangkap, dan seret para pelaku ke penjara! Jangan biarkan mereka berkeliaran bebas dengan perasaan kebal hukum!”
Gus Yusron – Pimred Media Jombang / Tokoh Masyarakat:
“Sampai detik ini mana satu pelaku yang ditangkap? Saat pimpinan redaksi menelepon pun tidak diangkat, SMS tak dibalas. Sikap bungkam dan lamban ini patut dipertanyakan! Jika APH ragu-ragu dan lambat, publik akan menilai polisi gagal memberikan rasa aman di Jombang!”
Data Resmi Laporan Polisi
Parameter DokumenDetail Laporan Resmi
No. STTLPSTTLP/B/293/VIII/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR
KorbanMuhammad Riffat Ayisy (18 tahun, Pelajar/Mahasiswa)
Barang Bukti Utama1 Unit Honda Beat (Nopol: S-2461-JCC) dalam kondisi ludes terbakar
Pasal PersangkaanPasal 262 UU No. 1/2023 (KUHP Baru) dan/atau Pasal 308 KUHP (Pengeroyokan & Pengrusakan)
#TindakTegasPremanJombang #UsutTuntasAparatBungkam #JombangButuhRasaAman #PersKawalKeadilan
Tim Redaksi
Nagekeo, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menugaskan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk turut membantu warga yang dokumen kependudukannya hilang atau rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen seperti KTP-el, akta kelahiran, serta Kartu Keluarga (KK).
“Saya akan segera perintahkan kepada Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi,” kata Mendagri usai mengunjungi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Selasa (18/8/2026).
Bukan hanya itu, Mendagri menegaskan tim Dukcapil akan turun ke lokasi untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pencetakan ulang dokumen kependudukan bukan sesuatu yang sulit mengingat semua datanya sudah terekam di server Dukcapil pusat dan terdigitalisasi.
Terlebih, saat ini Ditjen Dukcapil juga telah menerapkan teknologi face recognition atau pengenalan wajah sehingga pencetakan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“[Pencetakan ulang] itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta [penduduk] Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri,” terangnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain dokumen kependudukan, Mendagri mengaku akan berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas penting lainnya. Ia juga akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi korban gempa di NTT.
“Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/BPN dan juga kepada Kepolisian. Karena apa, waktu seperti di Aceh, di Sumatera Utara, [Sumatera] Barat, kita semua tiga ini turun. Ini dokumen-dokumen penting,” jelasnya.
Mendagri memastikan pencetakan ulang dokumen-dokumen penting tersebut dilakukan secara gratis sebagai bukti hadirnya negara kepada para penyintas gempa. “Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi, kita bantu. Dan juga dari saya akan sampaikan juga kepada Bapak Kapolri,” tutupnya. Red
You cannot copy content of this page

