Beranda » brebes » Halaman 58

brebes

BREBES, DN-II Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/02/2026). Program ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektoral dalam mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal.

Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat pada pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes, Forkopimcam Banjarharjo, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang antusias menyambut kehadiran para prajurit.

Fokus Sasaran: Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia

Danramil/Perwakilan Kodim 0713/Brebes menjelaskan bahwa TMMD kali ini dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup dua sasaran strategis:

Sasaran Fisik: Memprioritaskan pembangunan jalan penghubung antar-dusun guna memperlancar akses ekonomi, perbaikan sistem drainase untuk mencegah banjir, serta rehabilitasi sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar lebih layak huni dan sehat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sasaran Non-Fisik: Menggelar serangkaian sosialisasi wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan primer, hingga pelatihan kemandirian ekonomi kreatif untuk membekali warga dengan keterampilan baru.

Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Dalam amanatnya, pihak Kodim 0713/Brebes menegaskan bahwa esensi dari TMMD adalah merawat semangat gotong royong yang mulai pudar di tengah modernisasi.

“TMMD bukan sekadar membangun jalan atau jembatan, melainkan membangun ikatan batin antara TNI dan rakyat. Kami hadir untuk membantu pemerintah daerah mempercepat kesejahteraan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan,” ujar perwakilan Kodim 0713/Brebes.

Dukungan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pemilihan Desa Cikuya sebagai lokasi sasaran. Dengan topografi yang cukup menantang, kehadiran program TMMD diyakini bakal memutus isolasi geografis dan mendongkrak potensi pertanian desa tersebut.

Diharapkan, setelah program ini selesai, masyarakat dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Red/Rio

BREBES, DN-II Semangat gotong royong membuncah di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes resmi dibuka pada Selasa (10/02/2026). Ratusan warga tumpah ruah menyambut kehadiran para prajurit, menandai dimulainya kolaborasi besar untuk memoles wajah desa.

Sejak fajar menyingsing, warga dari berbagai elemen—mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu rumah tangga—telah berkumpul di lokasi pembukaan. Bagi mereka, kehadiran TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan harapan baru bagi kemajuan ekonomi dan aksesibilitas desa.

Bukan Sekadar Pembangunan Fisik

Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa esensi dari TMMD adalah mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami hadir bukan hanya untuk membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi untuk menghidupkan kembali roh gotong royong. Antusiasme masyarakat Desa Cikuya hari ini adalah energi utama bagi kami untuk memastikan seluruh sasaran, baik fisik maupun non-fisik, selesai tepat waktu dan bermanfaat nyata,” tegas Dandim.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kegembiraan terpancar dari wajah para penduduk setempat. Wartinah (54), salah satu warga, mengungkapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Desa Cikuya sebagai sasaran TMMD tahun ini.

“Kami sangat senang. Selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala utama kami membawa hasil bumi. Dengan adanya perbaikan jalan dari Bapak-bapak TNI, kami yakin aktivitas warga akan jauh lebih lancar,” ungkapnya penuh harap.

Program Terpadu

Selain fokus pada infrastruktur, TMMD Reguler ke-127 ini juga mengusung agenda non-fisik yang komprehensif, meliputi:

Penyuluhan Kesehatan dan edukasi stunting.

Wawasan Kebangsaan untuk memupuk jiwa patriotisme.

Edukasi Ketahanan Pangan guna memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Pelaksanaan TMMD ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam membangun negeri dari pelosok desa.

Red/Rio

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Genderang pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 Kodim 0713/Brebes resmi ditabuh di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/02/2026). Di balik derap langkah prajurit dan seremoni militer, terselip rona bahagia para pelaku UMKM yang meraup untung dari kerumunan massa.

Antusiasme warga yang memadati lapangan desa sejak fajar menyingsing menciptakan “pasar kaget” dadakan. Bagi pedagang kecil, momen ini bukan sekadar upacara, melainkan peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga.

Bersemi di Tengah Kerumunan

Salah satu pedagang yang merasakan dampak instan adalah Tarmudi (52). Penjual balon keliling asal Dukuhlo, Bulakamba ini rela menempuh perjalanan jauh menuju Cikuya demi menjemput rezeki. Prediksinya tepat; ribuan orang yang hadir menjadi target pasar yang potensial.

“Alhamdulillah, belum juga siang, dagangan sudah banyak yang laku. Acara seperti ini sangat membantu kami rakyat kecil. Ramainya luar biasa, berkah buat kami,” ujar Tarmudi sembari sibuk melayani pembeli anak-anak.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tak hanya pedagang kawakan, geliat ekonomi juga dirasakan pemudi lokal. Sifa (18) dan Ana (21), warga asli Desa Cikuya, jeli memanfaatkan cuaca terik dengan membuka gerai es teh manis sederhana. Stand mereka tak henti-hentinya diserbu pengunjung yang kehausan.

“Awalnya hanya mencoba memanfaatkan keramaian desa sendiri, ternyata peminatnya luar biasa. Senang sekali, selain desa jadi ramai, jualan juga laku keras,” ungkap Sifa dengan wajah sumringah.

Efek Berganda bagi Masyarakat

Dandim 0713/Brebes dalam keterangannya menegaskan bahwa esensi TMMD tidak terbatas pada pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan atau rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Lebih dari itu, kehadiran TNI diharapkan mampu memicu multiplier effect bagi kesejahteraan warga lokal.

“TMMD adalah wujud kemanunggalan. Kita ingin dampak kehadirannya dirasakan langsung, termasuk dalam aspek ekonomi kerakyatan selama program ini berjalan,” tegasnya.

Geliat ekonomi di Desa Cikuya hari ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan momentum kebangkitan ekonomi di tingkat akar rumput. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Momentum Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, diwarnai aksi sosial yang menyentuh masyarakat. Ribuan anak-anak di lokasi upacara tampak ceria saat menerima pembagian susu dan telur gratis, Selasa (10/2/2026).

Aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan gizi anak sejak dini. Pembagian dilakukan secara langsung oleh personel Satgas TMMD bersama unsur terkait, yang segera diserbu dengan antusiasme tinggi oleh anak-anak maupun para orang tua yang hadir.

Kegiatan ini menjadi salah satu pilar dalam sasaran non-fisik TMMD ke-127, yang difokuskan pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta penguatan sumber daya manusia di wilayah pelosok.

Fokus pada Pengentasan Stunting

Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menegaskan bahwa intervensi gizi melalui pembagian susu dan telur ini adalah langkah konkret TNI dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“TMMD tidak hanya bicara soal pembangunan infrastruktur jalan atau jembatan. Lebih dari itu, kami berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia. Salah satu upaya vitalnya adalah pengentasan stunting agar generasi muda kita tumbuh sehat dan kuat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Melalui gerakan kecil yang berdampak besar ini, diharapkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat semakin erat. Manfaat nyata dari program TMMD diharapkan tidak hanya dirasakan melalui akses jalan yang lebih baik, tetapi juga melalui peningkatan taraf kesehatan warga Desa Cikuya secara jangka panjang.

Hadirnya program ini menjadi bukti bahwa TNI senantiasa hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi bagi kesejahteraan masyarakat desa. (Red/Pen0713)

BREBES, DN-II Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali bergelora di wilayah perbatasan Jawa Tengah. Sebanyak 25 prajurit pilihan dari Batalyon Infanteri (Yonif) 406/Candra Kusuma (CK) resmi diterjunkan untuk memperkuat pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Selasa (10/02/2026).

Kehadiran personel dari satuan tempur ini menjadi “darah segar” bagi Satuan Tugas (Satgas) TMMD di bawah komando Kodim 0713/Brebes. Dipimpin langsung oleh Kapten Inf Suwarno, para prajurit ini diproyeksikan untuk mengakselerasi berbagai sasaran program, baik infrastruktur fisik maupun penyuluhan non-fisik.

Kapten Inf Suwarno menegaskan bahwa keterlibatan Yonif 406/CK bukan sekadar bantuan teknis, melainkan perwujudan nyata jati diri TNI sebagai tentara rakyat.

“Kami hadir untuk menyatu dengan urat nadi kehidupan masyarakat. Kehadiran 25 personel kami diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang kuat demi kesejahteraan warga Desa Cikuya,” ujar Kapten Inf Suwarno saat meninjau titik lokasi pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Cikuya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para prajurit. Ia menyebut kehadiran personel Yonif 406/CK menjadi suntikan motivasi bagi warga untuk terjun langsung ke lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Melihat bapak-bapak TNI begitu semangat, warga kami jadi lebih termotivasi. Budaya gotong royong yang mungkin sempat meredup kini kembali berkobar di desa kami,” ungkapnya.

TMMD Reguler ke-127 ini menjadi momentum krusial untuk membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci pembangunan daerah terisolir. Selain membangun infrastruktur, misi utama kegiatan ini tetap pada penguatan kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai pilar utama pertahanan negara. (Red/pen0713)

BREBES, DN-II Alunan gamelan yang ritmis berpadu dengan gemulainya gerak tari tradisional menyambut dimulainya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Sanggar Tari Puspa Arum dari SMAN 1 Brebes tampil memukau saat membawakan Tari Nyai Galuh di Lapangan Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Selasa (10/02/2026).

Penampilan para siswi bertalenta ini seketika menjadi magnet bagi para tamu undangan dan warga yang memadati lokasi upacara. Tari Nyai Galuh bukan sekadar tontonan; gerakannya menyimbolkan perpaduan antara keanggunan dan ketegasan karakter perempuan lokal—sebuah filosofi yang selaras dengan semangat gotong royong dalam program TMMD tahun ini.

Pelestarian Budaya di Mata Generasi Z

Pendamping Sanggar Puspa Arum, Kartika Nurmaulidya, S.Pd., menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada anak didiknya untuk tampil di ajang tingkat kabupaten ini.

“Kami melakukan persiapan intensif untuk memberikan performa maksimal. Melalui Tari Nyai Galuh, kami ingin membuktikan bahwa generasi muda, khususnya siswa SMAN 1 Brebes, tetap menjadi garda terdepan dalam mencintai dan melestarikan budaya lokal di tengah gempuran modernisasi,” ujar Kartika yang juga merupakan guru Sosiologi di sekolah tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sinergi Budaya dan Pembangunan

Kehadiran unsur seni dalam pembukaan TMMD ini merupakan bentuk pendekatan kultural untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Program TMMD Reguler ke-127 di Desa Cikuya ini nantinya akan menyasar dua fokus utama:

Pembangunan Fisik: Percepatan infrastruktur pedesaan.

Pembangunan Non-Fisik: Penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat.

Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus meriah, ditutup dengan apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan daerah serta jajaran Kodim 0713/Brebes kepada para penari yang telah memberikan warna estetis dalam seremonial tersebut.

(Red/pen0713)

BREBES, DN-II Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dulunya adalah impian banyak orang karena dianggap sebagai simbol kemapanan. Namun, potret kesejahteraan abdi negara belakangan ini mulai dipertanyakan seiring dengan melambungnya harga komoditas pokok dan logam mulia yang tidak sebanding dengan kenaikan gaji. (9/2/2026).

Dalam sebuah diskusi hangat Senin 9 Pebruari 2026 mengenai kondisi ekonomi terkini, terungkap fakta pahit mengenai penurunan daya beli PNS jika diukur dengan instrumen emas

Emas Melambung, Daya Beli Menurun

Jika menilik beberapa tahun ke belakang, dengan asumsi gaji PNS sebesar Rp 3 juta, seorang pegawai mampu membeli sekitar 3,5 gram emas (saat harga emas masih di kisaran Rp 800 ribu per gram).

Namun, dengan harga emas yang kini menembus angka Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta per gram, daya beli gaji tersebut merosot tajam. Saat ini, gaji dengan nominal yang sama bahkan tidak cukup untuk membeli 1 gram emas jika dikurangi kebutuhan pokok lainnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Dulu gaji Rp3 juta bisa dapat 3,5 gram emas. Sekarang? Gaji PNS hampir setara dengan 1 gram emas saja. Bagaimana dengan inflasi dan kebutuhan lainnya?” ujar salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

Fenomena ‘Hanya Bertahan Hidup’

Kenaikan harga pangan juga menjadi pukulan telak. Harga cabai yang sempat menyentuh Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram memaksa para pegawai untuk memutar otak. Meski harga beras relatif stabil karena intervensi Bulog, tekanan ekonomi tetap terasa nyata.

Perubahan gaya hidup menjadi konsekuensi yang tidak terelakkan. Jika dulu profesi PNS bisa menunjang gaya hidup tertentu, kini realitanya bergeser pada upaya bertahan hidup (survival mode).

“Sekarang enggak bisa bergaya, hanya bertahan hidup saja. Harus berhemat dan pinter-pinter mengelola keuangan,” ungkap seorang pegawai menanggapi situasi ekonomi saat ini.

PNS Bukan Lagi Karier Favorit?

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa profesi PNS mulai kehilangan daya tariknya sebagai karier favorit di masa depan. Untuk menutupi celah kebutuhan, para pegawai kini didorong untuk mencari pendapatan sampingan, meski hal tersebut tidaklah mudah dilakukan di tengah beban kerja yang ada.

Di wilayah seperti Brebes, para pegawai hanya bisa pasrah dan mengandalkan pengelolaan keuangan keluarga yang ketat. Seloroh “yang penting gaji istri aman” menjadi tawa getir di tengah ketidakpastian harga emas yang diprediksi akan terus melambung.

Harapan para pegawai negeri tetap sederhana: setidaknya penghasilan mereka mampu mencukupi kebutuhan dasar secara layak di tengah badai inflasi yang kian kencang.

Harga emas menembus 3 juta dua ratus ribu per gramnya sedangkan UMR Brebes masih 2,45 juta , gaji PNS , Brebes , dulu bisa membeli 3,5 gram emas sedangkan sekarang hanya bisa membeli satu gram saja

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes bersama Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) melaksanakan Karya Bhakti melalui Program Gerakan Nasional Indonesia Asri sebagai wujud sinergi dan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Brebes dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.Senin(9/2/2026)

Gerakan Nasional Indonesia Asri ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, perapihan fasilitas umum, saluran air, serta penanaman pohon di sejumlah titik strategis. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kuatnya kolaborasi antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0713/Brebes Mayor Arm Aris Khoerudin, S.Ag. menyampaikan bahwa Gerakan Program Asri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan asri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si, mewakili Bupati Brebes mengapresiasi keterlibatan aktif TNI, Polri dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Gerakan Program Asri, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman, sekaligus mempererat hubungan antara TNI-Polri, Pemerintah daerah, dan warga dalam membangun wilayah secara bersama-sama.(Pen0713)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Kondisi kebersihan dan tata ruang Kabupaten Brebes kini berada di bawah sorotan tajam. Berdasarkan penilaian kebersihan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Brebes dilaporkan menempati posisi paling bawah dari 35 kabupaten/kota, yang memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat.

Kritik Pedas Penasehat LMP

Penasehat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Brebes, H.M. Silaban, menyatakan keprihatinan mendalam atas predikat “paling bontot” tersebut. Menurutnya, kondisi sanitasi dan tata lingkungan di Brebes saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Saking buruknya kondisi lapangan, LMP bahkan memberikan julukan sarkastik bagi Kota Brebes, yakni Kota diduga Kumuh dan Banyak Nyamuk.

“Kota Brebes ini sudah layak disebut kota Kumuh dan Banyak Nyamuk. Ini adalah cerminan dari pengelolaan kebersihan yang gagal,” tegas H.M. Silaban saat ditemui di sela kegiatan di Alun-alun Brebes, Senin (9/2/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa permasalahan ini merata, mulai dari jalanan yang kotor, drainase yang buruk, hingga populasi nyamuk yang meledak dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.

Respons Pemerintah dan Aksi Bersih-Bersih

Menanggapi kritik dan kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menggelar operasi pembersihan massal. Aksi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri (Polres Brebes), Satpol PP, perwakilan pedagang pasar, hingga organisasi kepemudaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Brebes, Ahmad Sodiq, mengakui tantangan besar yang dihadapi instansinya. Ia menyebutkan bahwa langkah konkret sedang diupayakan untuk melepas predikat kota terjorok tersebut.

“Hari ini kami bersama TNI dan Polri menerjunkan personel untuk pembersihan sampah. Dari dinas sendiri, setidaknya 15 orang dikerahkan khusus untuk menyisir area publik,” ujar Ahmad Sodiq di Alun-alun Brebes.

Kendala Armada dan Logistik

Dalam operasi tersebut, DLH menyiagakan dua unit truk pengangkut sampah untuk menyisir limbah di sekitar Alun-alun Brebes hingga ke area pemukiman warga di wilayah Kecamatan Brebes.

Persoalan “Kota Kunyuk” ini kini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Masyarakat mendesak agar langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat seremonial atau insidentil, melainkan sebuah sistem pengelolaan sampah jangka panjang agar kebersihan daerah dapat meningkat secara signifikan.

Reporter: Teguh

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM –  Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini, Senin (9/2/2026), Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes, Khamdani, menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran krusial media massa. Ia menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi sekaligus mitra strategis organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.

Pers Sebagai Jangkar Kebenaran

Dalam pernyataannya, Khamdani memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Brebes. Menurutnya, di era disrupsi informasi, keberadaan pers yang kredibel sangat dibutuhkan.

“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Dedikasi rekan-rekan jurnalis dalam menyajikan informasi akurat dan edukatif adalah mesin penggerak kemajuan bangsa,” ujar Khamdani.

Ia menambahkan bahwa di tengah gempuran hoax di media sosial, pers harus tetap menjadi jangkar kebenaran bagi publik. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tetap tegak lurus pada aturan organisasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Untuk jajaran Lindu Aji Brebes, saya tegaskan untuk memegang teguh AD/ART yang telah ditentukan oleh DPP Lindu Aji Pusat dalam menjalankan roda organisasi,” tandasnya.

Instruksi Khusus untuk Pengurus dan PAC

Tak sekadar ucapan selamat, Khamdani juga mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh jajaran pengurus DPC hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan agar membangun hubungan harmonis dengan awak media:

Harmonisasi Wilayah: Seluruh anggota PAC diinstruksikan untuk menjaga hubungan baik dan bersikap terbuka terhadap insan pers di wilayah masing-masing.

Keterbukaan Informasi: Organisasi harus menjadi mitra yang kooperatif. Setiap kegiatan sosial dan kemasyarakatan diharapkan dapat dipublikasikan agar dampak positifnya terasa lebih luas.

Etika dan Satu Komando: Anggota diminta menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika berkomunikasi, baik kepada publik maupun media massa.

“Lindu Aji harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Untuk menyampaikan pesan kebaikan itu, kita butuh sinergi yang sehat dengan pers. Saya minta seluruh PAC satu visi dalam hal ini,” tegas Khamdani dengan nada instruktif.

Komitmen Kolaborasi ke Depan

Menutup refleksinya, Khamdani berharap kolaborasi antara Lindu Aji Brebes dan insan pers semakin solid ke depannya. Ia berkomitmen mendukung kemerdekaan pers demi terciptanya transparansi dan kontrol sosial yang konstruktif di Kabupaten Brebes.

Penulis: Humas DPC Lindu Aji Brebes
Editor: Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

You cannot copy content of this page