BREBES, DN-II Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Brebes melaksanakan kegiatan Police Go To School dengan menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Brebes, Senin (9/2/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq, didampingi Kanit Kamsel beserta anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Brebes, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi serta tenaga pendidik SMA N 1 Brebes.
Dalam amanatnya, Kasatlantas Polres Brebes menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang tugas-tugas kepolisian, pentingnya tertib dan patuh terhadap peraturan lalu lintas, serta bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif Polri untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.
Disampaikan pula bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan tujuan menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif khususnya dikalangan pelajar.
Adapun sasaran prioritas Ops Keselamatan Candi 2026 meliputi pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pelanggaran melawan arus, serta aksi balap liar di jalan raya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam keterangan yang disampaikan usai kegiatan, Kepolisian berharap melalui kegiatan ini, para pelajar SMA N 1 Brebes dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, patuh terhadap aturan, serta ikut menyebarluaskan pesan tertib berlalu lintas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
“Dengan demikian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Brebes,” terang Kasatlantas AKP Ahmad Zainurrozaq. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mempertegas komitmennya dalam mengawal program unggulan Bupati guna memajukan sektor agraris. Fokus utama kini diarahkan pada stabilitas harga komoditas, kemudahan akses sarana produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., menyatakan bahwa dinasnya berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan visi pembangunan daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
“Poin utamanya adalah bagaimana program Bupati ini menonjol dan terlaksana dengan baik di lapangan. Kami ingin memastikan setiap kebijakan tepat sasaran,” ungkap Hendri dalam koordinasi internal, Senin (9/2/2026).
Tiga Pilar Utama Sektor Pertanian
Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sektor pertanian di Brebes kini bertumpu pada tiga mandat krusial:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Stabilitas Harga Bawang Merah: Menjaga harga tetap kompetitif dan mencegah anjloknya nilai tukar petani saat memasuki musim panen raya.
Pembenahan Distribusi Pupuk: Menjamin ketersediaan stok serta keterjangkauan harga pupuk bagi seluruh petani.
Kesejahteraan Sektor Primer: Penguatan program bantuan dan pendampingan berkelanjutan bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup.
Menerjemahkan Visi “Brebes Beres”
Hendri menjelaskan, DPKP menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi “Brebes Beres” (Beradab, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera).
Pertanian tidak hanya dilihat dari sisi produksi untuk Ekonomi Tangguh, tetapi juga aspek Responsif dalam pelayanan publik dan Edukatif melalui penyuluhan intensif. “Muara dari semua ini adalah terciptanya masyarakat tani yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.
Edukasi Pupuk Bersubsidi: KTP Saja Tidak Cukup
Menanggapi dinamika di lapangan terkait pupuk bersubsidi, pihak dinas mengonfirmasi bahwa harga saat ini masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni di kisaran Rp90.000 hingga Rp92.000 per sak.
Namun, Hendri memberikan catatan penting bagi para petani. Akses terhadap pupuk subsidi tidak bisa didapatkan hanya dengan menunjukkan KTP. Petani wajib terverifikasi dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).
“Banyak keluhan mengenai sulitnya mendapat pupuk. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata petani yang bersangkutan belum terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kuota mereka tidak muncul di sistem. Pemerintah hanya menyalurkan subsidi bagi mereka yang datanya sudah tervalidasi,” tegas Hendri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui pendataan yang lebih akurat dan edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis sektor pertanian akan semakin solid dalam menopang perekonomian daerah di masa depan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, menunjukkan progres yang luar biasa. Memasuki hari ke-9, Minggu (8/2/2026), sejumlah sasaran fisik dilaporkan telah melampaui target perencanaan awal.
Kecepatan pembangunan ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang tinggi membuat pengerjaan infrastruktur berjalan lebih efektif dari estimasi waktu yang ditentukan.
Progres Fisik di Luar Ekspektasi
Di lokasi pembangunan, tampak personel TNI dan warga bahu-membahu menuntaskan berbagai proyek strategis. Fokus utama saat ini meliputi:
Pengerasan Jalan: Akses transportasi warga yang kini mulai terlihat bentuknya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sejumlah unit rumah mulai memasuki tahap penyelesaian akhir.
Sarana Pendukung: Pembangunan infrastruktur tambahan lainnya yang terus dikebut secara paralel.
Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi tim di lapangan. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan.
“Hasil yang dicapai hingga hari ke-9 ini benar-benar di luar perkiraan awal. Akselerasi ini terjadi karena peran aktif masyarakat Desa Cikuya yang sangat luar biasa. Mereka bekerja bersama anggota Satgas tanpa kenal lelah,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Menghidupkan Budaya Gotong Royong
Selain manfaat fisik berupa infrastruktur, kehadiran program TMMD ini secara tidak langsung telah membangkitkan kembali semangat guyub rukun di tengah masyarakat. Suasana keakraban antara prajurit dan warga terlihat kental, baik saat bekerja maupun saat beristirahat.
Dengan progres yang melampaui target pada fase Pra TMMD ini, Kodim 0713/Brebes optimis seluruh sasaran pokok akan rampung tepat waktu—bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Harapannya, aksesibilitas dan peningkatan kesejahteraan yang menjadi tujuan utama program ini dapat segera dinikmati oleh seluruh warga Desa Cikuya.
(Red/Pen0713)
JAKARTA, DETIK-NASIONAL.COM – Menyongsong peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026, redaksi Detik-Nasional.Com menyatakan komitmennya untuk tetap tegak lurus sebagai pilar keempat demokrasi. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, momentum HPN tahun ini dimaknai sebagai penguatan kembali marwah profesi jurnalis yang berbasis pada supremasi hukum dan etika.
Pers Sebagai Instrumen Kontrol Sosial
Merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 ayat (1) menegaskan bahwa pers nasional memiliki fungsi krusial sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.
Pimpinan Redaksi Detik-Nasional.Com, Firdaus Andika, menekankan bahwa transparansi dan akurasi adalah napas utama redaksi dalam melayani publik.
“Kami tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi memastikan setiap informasi melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini sejalan dengan Pasal 6 UU Pers, di mana pers nasional berperan mengembangkan opini publik berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar,” tegas Firdaus dalam keterangan resminya di Jakarta.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Implementasi Regulasi dalam Kerja Jurnalistik
Dalam menjalankan tugas profesinya, Detik-Nasional.Com memastikan seluruh awak media tunduk pada regulasi guna melindungi hak-hak publik melalui penerapan prinsip-prinsip krusial:
Kemerdekaan Pers & Perlindungan Hukum (Pasal 4): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara. Wartawan dalam melaksanakan profesinya mendapatkan perlindungan hukum secara penuh.
Kode Etik Jurnalistik (Pasal 7 ayat 2): Mewajibkan wartawan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ), yang mencakup prinsip independensi, keberimbangan (cover both sides), dan menjunjung tinggi kejujuran tanpa iktikad buruk.
Akuntabilitas Publik: Melalui mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi (Pasal 1 angka 11 dan 12), redaksi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi informasi, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.
Misi Strategis 2026: Literasi dan Profesionalisme
Menghadapi tantangan tahun 2026, Detik-Nasional.Com mengusung tiga misi utama untuk memperkuat ekosistem media nasional:
Garda Literasi Digital: Menjadi barisan terdepan dalam melawan hoaks sesuai koridor hukum yang selaras dengan nilai jurnalisme universal.
Kedaulatan Informasi: Mendorong masyarakat untuk kembali merujuk pada sumber berita terverifikasi demi menjaga stabilitas sosial dan rasionalitas publik.
Penguatan Kompetensi: Mewajibkan sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi seluruh jajaran redaksi agar standar kualitas pemberitaan tetap berada di level tertinggi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Komitmen untuk Negeri
Sebagai penutup, Firdaus Andika mengingatkan bahwa esensi jurnalisme adalah pengabdian. “Kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab kepada publik dan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Casroni yang mewakili jajaran redaksi media siber Detik-Nasional.Com menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di tanah air.
“Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026. Jayalah Pers Indonesia, Pengawal Kebenaran, Membangun Negeri dengan Etika dan Integritas.” (*)
BREBES, www.Detik-nasional.com – Seorang gadis bernama Cahaya (21), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, dilaporkan meninggalkan rumah tanpa kabar sejak empat hari lalu. Pihak keluarga yang kini didera kecemasan mendalam telah melaporkan kehilangan ini ke aparat penegak hukum (APH).
Ayah kandung Cahaya, Saripudin bin Sungkar, menuturkan bahwa putrinya kehilangan kontak setelah pergi meninggalkan rumah. Upaya pencarian mandiri telah dilakukan, namun hingga kini keberadaan Cahaya belum juga ditemukan.
“Kami sangat khawatir. Kami memohon bantuan kepada seluruh masyarakat, jika melihat atau mengetahui keberadaan putri kami, tolong segera informasikan kepada kami atau polisi terdekat,” ujar Saripudin dengan nada penuh harap.
Kronologi dan Ciri-Ciri Terakhir
Berdasarkan keterangan keluarga, Cahaya terakhir kali terlihat menggunakan sepeda motor Honda PCX tahun 2022 berwarna hitam dengan nomor polisi G 6359 BNG. Saat pergi, ia mengenakan helm putih, kaos lengan panjang abu-abu muda, celana jeans biru, dan kerudung abu-abu tua, serta membawa tas selempang hitam.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Berikut adalah data fisik lengkap Cahaya:
Nama Lengkap: Cahaya Binti Saripudin
Usia: 21 Tahun (Lahir: Brebes, 20 Juli 2004)
Ciri Fisik: Tinggi 155 cm, berat badan 65 kg (perawakan berisi).
Rambut: Lurus, panjang sebahu, berwarna coklat.
Warna Kulit: Kuning langsat.
Laporan Kepolisian
Pihak keluarga secara resmi telah melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah Resor Brebes Sektor Kersana. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami laporan tersebut dan melakukan upaya pencarian di lapangan.
Mohon Bantuan Informasi:
Bagi masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan Cahaya, diharapkan segera menghubungi:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saripudin bin Sungkar (Ayah): 0819-1160-1723
Polsek Kersana atau kantor polisi terdekat.
Bantuan Anda sangat berarti bagi keselamatan Cahaya dan ketenangan pihak keluarga.
Tim Prima
BREBES, DN-II Menjelang pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, geliat ekonomi mulai dirasakan oleh para pedagang kecil. Salah satunya adalah Mashudi (35), pedagang bakso bakar asal Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, yang rela “jemput bola” mengadu nasib di lokasi sasaran TMMD, Desa Cikuya, Sabtu (7/2/2026).
Mendengar kabar bahwa upacara pembukaan TMMD akan digelar pada 10 Februari 2026 mendatang, Mashudi sengaja bergeser ke Desa Cikuya. Saat ini, ia membuka lapaknya tepat di Poskamling depan Balai Desa Cikuya, titik strategis yang menjadi pusat aktivitas warga dan persiapan Satgas TNI.
Meski berjualan jauh dari kampung halaman, Mashudi tetap mempertahankan harga yang sangat terjangkau. Hal ini membuatnya langsung menjadi primadona bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar.
“Sengaja saya ke sini karena infonya ada pembukaan TMMD tanggal 10 besok. Alhamdulillah, warga dan anak-anak sekolah di Cikuya sangat antusias. Jualan di depan Balai Desa ini strategis karena ramai orang lewat,” ujar Mashudi di sela kesibukannya membakar bakso.
Kehadiran Mashudi menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi UMKM sekitar. Keramaian di lokasi proyek dan persiapan upacara pembukaan menarik minat para pedagang untuk meningkatkan omzet mereka.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hingga hari ini, stok dagangan Mashudi selalu habis terjual sebelum hari gelap. Kehadiran TNI di Desa Cikuya diharapkan tidak hanya membawa perubahan pada wajah desa, tetapi juga kesejahteraan bagi pedagang kecil seperti Mashudi.(Red/pen0713)
BREBES, DN-II Alun-Alun Brebes tampak berwarna cokelat tua dan muda. Ratusan anggota Pramuka Siaga berkumpul dengan semangat tinggi dalam gelaran Pesta Siaga Tingkat Bina Wilayah (Binwil) Pekalongan. Acara ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kedisiplinan bagi para tunas muda dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Pekalongan. (7/2/2026).
Abdul Qodir, salah satu pendamping dari kontingen Brebes, Sabtu 7 Pebruari 2026 menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah silaturahmi antarwilayah. Peserta yang hadir merupakan perwakilan terbaik dari:
Kabupaten Brebes (Tuan Rumah)
Kabupaten Tegal & Kota Tegal
Kabupaten Pekalongan & Kota Pekalongan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kabupaten Batang
Perjalanan Menuju Binwil
Kabupaten Brebes sendiri mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kwartir cabang (Kwarcab). Ketiga sekolah tersebut adalah:
Juara 1: Utusan dari Kecamatan Salem.
Juara 2: MIN Wanasari.
Juara 3: SD Negeri Tengki 01 Brebes.
“Alhamdulillah, SD Negeri Tengki 01 sebagai Juara 3 di tingkat kabupaten diberikan kepercayaan untuk ikut memeriahkan Pesta Siaga tingkat Binwil ini. Kami sudah melalui proses panjang, mulai dari seleksi di Kwarran hingga kompetisi di SMP Negeri 4 Larangan sebelumnya,” ujar Abdul Qodir saat ditemui di lokasi acara.
Lebih dari Sekadar Ekstrakurikuler
Dalam kompetisi ini, para peserta wajib menuntaskan delapan komponen lomba yang dirancang untuk menguji ketangkasan, spiritualitas, hingga kerja sama tim. Abdul Qodir menekankan bahwa persiapan timnya telah dilakukan secara maksimal demi memberikan penampilan terbaik.
Menepis anggapan bahwa Pramuka hanya kegiatan “hura-hura”, ia menegaskan pentingnya nilai edukasi dalam kepanduan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Pramuka itu bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler wajib dalam Kurikulum Merdeka. Kami mengikutsertakan anak-anak bukan untuk foya-foya, melainkan melaksanakan ketentuan kepramukaan yang berlaku. Ini adalah pengalaman berharga bagi mental dan karakter anak-anak ke depan,” tegasnya.
Meski kompetisi berlangsung sengit, semangat sportivitas tetap menjadi yang utama. Pihak kontingen Brebes berharap hasil terbaik bagi para peserta, namun yang terpenting adalah proses pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa di lapangan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Di tengah teriknya matahari yang menyengat kawasan Alun-Alun Brebes, sosok wanita paruh baya dengan ramah melayani antrean pembeli. Ia adalah Mama Eka, seorang perantau asal Baturaja, Palembang, yang telah mendedikasikan 15 tahun hidupnya sebagai penjual es buah di pusat keramaian kota bawang tersebut.
Bagi Mama Eka, Alun-Alun Brebes bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangannya menghidupi keluarga sejak belasan tahun silam.
Bergantung pada Restu Alam
Menjalani profesi sebagai penjual minuman segar membuat bisnis Mama Eka sangat bergantung pada kondisi langit. Cuaca adalah penentu utama dapur tetap mengepul.
Saat Musim Panas: Menjadi berkah luar biasa. Mama Eka mengaku omzetnya bisa melonjak drastis. “Kalau panas, Alhamdulillah. Paling banyak pernah tembus Rp1 juta sehari,” ungkapnya dengan wajah berseri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saat Musim Hujan: Menjadi tantangan tersendiri. Namun, dalam kondisi sepi pun, ia mengaku masih bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
“Namanya kita bersyukur saja apa yang didapat. Yang penting tidak hujan, insyaAllah ada saja yang beli,” tuturnya bijak.
Adaptasi Budaya: Dari Ogan ke Tanah Jawa
Meski kini fasih melayani pembeli di Jawa Tengah, Mama Eka sebenarnya berasal dari Baturaja, Sumatera Selatan daerah yang dikenal dengan industri semennya. Ia menetap di Brebes mengikuti sang suami yang merupakan warga lokal.
Perbedaan bahasa menjadi tantangan awal yang ia rasakan. Dari keseharian menggunakan Bahasa Ogan, kini ia terbiasa dengan dialek Ngapak khas Brebesan. Meski ada perbedaan budaya yang kontras, ia mengaku merasa kerasan dan nyaman tinggal di sana.
Sederhana dan Bersahaja
Rutinitas Mama Eka dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga waktu Magrib. Kesederhanaannya terlihat dari cara ia berdagang; ia tidak menggunakan fasilitas listrik karena selalu mengakhiri lapaknya sebelum hari gelap. Tidak ada biaya sewa tempat yang memberatkan, hanya komitmen untuk terus konsisten hadir menyegarkan dahaga warga Brebes.
Kisah Mama Eka adalah potret nyata kegigihan seorang ibu dalam menjaga asa di perantauan, setetes demi setetes, melalui segelas es buah yang ia sajikan setiap hari.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Suasana Sekretariat Komunitas Otomotif di Kecamatan Wanasari tampak berbeda pada Sabtu pagi (7/2/2026). Tidak ada deru mesin yang bising, yang terdengar justru gelak tawa dan diskusi hangat antara para pecinta otomotif dengan jajaran Satlantas Polres Brebes.
Dalam balutan suasana kekeluargaan, Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes yang dipimpin Aiptu Destian beserta anggota menyambangi para pegiat otomotif ini untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Pertemuan ini bukan sekadar urusan kedinasan, melainkan ajang “ngopi bareng” untuk membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan di jalan raya.
Personel dilapangan menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 ini memiliki misi kemanusiaan yang mendalam.
“Kami hadir di sini karena sayang. Kami ingin setiap anggota komunitas bisa pulang ke rumah menemui keluarga dengan selamat,” ujar Kanit Kamsel di sela-sela obrolan.
Dalam dialog tersebut, petugas mengajak para anggota komunitas untuk menjadi role model bagi masyarakat Brebes. Poin-poin pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga knalpot yang tidak sesuai standar didiskusikan dengan cara yang persuasif.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus edukasi meliputi: Pentingnya helm SNI dan safety belt sebagai pelindung nyawa. Bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol dan aksi balap liar. Serta komitmen bersama untuk tidak melawan arus demi keselamatan bersama.
Lebih dari sekadar mematuhi aturan, Satlantas Polres Brebes mengajak para pecinta otomotif untuk menjadi “duta keselamatan”.
Harapannya, semangat tertib lalu lintas ini bisa ditularkan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, teman, hingga saudara.
“Jika komunitas otomotif sudah tertib, masyarakat luas akan sungkan untuk melanggar. Mari kita ubah mindset bersama demi mewujudkan Zero Accident di wilayah Brebes,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di Kota Bawang. 
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq memberikan penegasan mengenai target besar yang ingin dicapai dalam operasi tahun ini.
“Tujuan utama kami dalam operasi keselamatan candi 2026 yaitu dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas”, ujar Kasat Lantas.
Ditambahkan bahwa pelibatan komunitas otomotif merupakan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Brebes.
“Dengan merangkul komunitas di Wanasari, kami berharap muncul pionir-pionir keselamatan yang mampu memengaruhi masyarakat luas. Jika angka pelanggaran menurun, secara otomatis angka fatalitas kecelakaan juga akan berkurang. Itulah esensi dari Zero Accident yang kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Red/Hms
Brebes, DN-II Dalam rangka mempersiapkan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Rabu(4/2/2026)
Rapat Koordinasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Beoto, S.E., M.Si., Perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Upacara, Tim Kesehatan, Tim Fisik, Tim Non Fisik, Forkopimca Banjarharjo, serta Pemerintah Desa Cikuya. 
Dalam kesempatan tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam mendukung kelancaran upacara pembukaan maupun seluruh rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik TMMD Reguler Ke 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
“Sinergi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program TMMD, sebagai upaya mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.” Ucap Dandim.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek penting mulai dari kesiapan infrastruktur, pelibatan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan fisik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cikuya. (Red/Pen0713)
