BREBES, DN-II Di tengah teriknya matahari yang menyengat kawasan Alun-Alun Brebes, sosok wanita paruh baya dengan ramah melayani antrean pembeli. Ia adalah Mama Eka, seorang perantau asal Baturaja, Palembang, yang telah mendedikasikan 15 tahun hidupnya sebagai penjual es buah di pusat keramaian kota bawang tersebut.
Bagi Mama Eka, Alun-Alun Brebes bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan saksi bisu perjuangannya menghidupi keluarga sejak belasan tahun silam.
Bergantung pada Restu Alam
Menjalani profesi sebagai penjual minuman segar membuat bisnis Mama Eka sangat bergantung pada kondisi langit. Cuaca adalah penentu utama dapur tetap mengepul.
Saat Musim Panas: Menjadi berkah luar biasa. Mama Eka mengaku omzetnya bisa melonjak drastis. “Kalau panas, Alhamdulillah. Paling banyak pernah tembus Rp1 juta sehari,” ungkapnya dengan wajah berseri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saat Musim Hujan: Menjadi tantangan tersendiri. Namun, dalam kondisi sepi pun, ia mengaku masih bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
“Namanya kita bersyukur saja apa yang didapat. Yang penting tidak hujan, insyaAllah ada saja yang beli,” tuturnya bijak.
Adaptasi Budaya: Dari Ogan ke Tanah Jawa
Meski kini fasih melayani pembeli di Jawa Tengah, Mama Eka sebenarnya berasal dari Baturaja, Sumatera Selatan daerah yang dikenal dengan industri semennya. Ia menetap di Brebes mengikuti sang suami yang merupakan warga lokal.
Perbedaan bahasa menjadi tantangan awal yang ia rasakan. Dari keseharian menggunakan Bahasa Ogan, kini ia terbiasa dengan dialek Ngapak khas Brebesan. Meski ada perbedaan budaya yang kontras, ia mengaku merasa kerasan dan nyaman tinggal di sana.
Sederhana dan Bersahaja
Rutinitas Mama Eka dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga waktu Magrib. Kesederhanaannya terlihat dari cara ia berdagang; ia tidak menggunakan fasilitas listrik karena selalu mengakhiri lapaknya sebelum hari gelap. Tidak ada biaya sewa tempat yang memberatkan, hanya komitmen untuk terus konsisten hadir menyegarkan dahaga warga Brebes.
Kisah Mama Eka adalah potret nyata kegigihan seorang ibu dalam menjaga asa di perantauan, setetes demi setetes, melalui segelas es buah yang ia sajikan setiap hari.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Suasana Sekretariat Komunitas Otomotif di Kecamatan Wanasari tampak berbeda pada Sabtu pagi (7/2/2026). Tidak ada deru mesin yang bising, yang terdengar justru gelak tawa dan diskusi hangat antara para pecinta otomotif dengan jajaran Satlantas Polres Brebes.
Dalam balutan suasana kekeluargaan, Kanit Kamsel Satlantas Polres Brebes yang dipimpin Aiptu Destian beserta anggota menyambangi para pegiat otomotif ini untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Pertemuan ini bukan sekadar urusan kedinasan, melainkan ajang “ngopi bareng” untuk membangun kesadaran kolektif tentang keselamatan di jalan raya.
Personel dilapangan menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Candi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 ini memiliki misi kemanusiaan yang mendalam.
“Kami hadir di sini karena sayang. Kami ingin setiap anggota komunitas bisa pulang ke rumah menemui keluarga dengan selamat,” ujar Kanit Kamsel di sela-sela obrolan.
Dalam dialog tersebut, petugas mengajak para anggota komunitas untuk menjadi role model bagi masyarakat Brebes. Poin-poin pelanggaran seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, hingga knalpot yang tidak sesuai standar didiskusikan dengan cara yang persuasif.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus edukasi meliputi: Pentingnya helm SNI dan safety belt sebagai pelindung nyawa. Bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol dan aksi balap liar. Serta komitmen bersama untuk tidak melawan arus demi keselamatan bersama.
Lebih dari sekadar mematuhi aturan, Satlantas Polres Brebes mengajak para pecinta otomotif untuk menjadi “duta keselamatan”.
Harapannya, semangat tertib lalu lintas ini bisa ditularkan mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, teman, hingga saudara.
“Jika komunitas otomotif sudah tertib, masyarakat luas akan sungkan untuk melanggar. Mari kita ubah mindset bersama demi mewujudkan Zero Accident di wilayah Brebes,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di Kota Bawang. 
Menanggapi kegiatan tersebut, Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq memberikan penegasan mengenai target besar yang ingin dicapai dalam operasi tahun ini.
“Tujuan utama kami dalam operasi keselamatan candi 2026 yaitu dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas”, ujar Kasat Lantas.
Ditambahkan bahwa pelibatan komunitas otomotif merupakan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Brebes.
“Dengan merangkul komunitas di Wanasari, kami berharap muncul pionir-pionir keselamatan yang mampu memengaruhi masyarakat luas. Jika angka pelanggaran menurun, secara otomatis angka fatalitas kecelakaan juga akan berkurang. Itulah esensi dari Zero Accident yang kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Red/Hms
Brebes, DN-II Dalam rangka mempersiapkan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0713/Brebes, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Brebes. Rabu(4/2/2026)
Rapat Koordinasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Beoto, S.E., M.Si., Perwakilan Forkopimda Kabupaten Brebes, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Tim Upacara, Tim Kesehatan, Tim Fisik, Tim Non Fisik, Forkopimca Banjarharjo, serta Pemerintah Desa Cikuya. 
Dalam kesempatan tersebut Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, menyampaikan Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis dalam mendukung kelancaran upacara pembukaan maupun seluruh rangkaian kegiatan fisik dan nonfisik TMMD Reguler Ke 127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
“Sinergi dan komitmen seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program TMMD, sebagai upaya mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.” Ucap Dandim.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek penting mulai dari kesiapan infrastruktur, pelibatan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan fisik.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan TMMD Reguler Ke 127 Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cikuya. (Red/Pen0713)
Brebes, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes Polda Jawa Tengah kembali menggelar upacara serah terima jabatan (Sertijab) untuk sejumlah pejabat utama, mulai dari Kasat Reskrim, Kasat Binmas, hingga jajaran Kapolsek.
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah di Lapangan Apel Tribrata Mapolres Brebes, Jumat (6/2/2026)
Mutasi jabatan ini dilakukan berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Tengah mengenai pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.
Adapun jabatan yang diserahterimakan adalah Kasat Reskrim, Kasat Binmas dan Kapolsek Bantarkawung.
Jabatan Kasat Reskrim yang sebelumnya diemban oleh AKP Resandro Handriajati kini dijabat oleh AKP Farid Nur Aziz. Kemudian, Kasat Binmas dari AKP Puji Haryati beralih tugas kepada AKP Rachmat Wibowo. AKP Puji Haryati sendiri, kini menduduki jabatan sebagai Kapolsek Bantarkawung menggantikan Kompol Lukas Subekti yang selanjutnya mengemban tugas sebagai analis kebijakan pertama bidang SDM Polres Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri demi penyegaran dan peningkatan kinerja kesatuan.
“Sertijab ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Kepada pejabat lama, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitasnya. Kepada pejabat baru, segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolres dalam amanatnya.
Kapolres juga menekankan agar para pejabat baru segera menyesuaikan diri dan menciptakan terobosan kreatif .
“Jadikanlah serah terima jabatan ini sebagai moment guna meningkatkan semangat dalam melaksanakan tugas kepada masyarakat, bangsa dan negara melalui institusi Polri terutama dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” pesan Kapolres.
Dalam rangkaian sertijab ini juga dilaksanakan prosesi pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat yang baru dilantik, dan ditutup dengan sesi ramah tamah serta pemberian ucapan selamat dari seluruh personel Polres Brebes. (Red/Hms)
BREBES, DN-II Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin Sarjum, S.H., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tanjung pada Kamis (5/2/2026). Kehadiran legislator ini menegaskan komitmen fungsi pengawasan dalam memastikan usulan masyarakat masuk ke dalam skala prioritas APBD tahun anggaran mendatang.
Dalam forum tersebut, Tobidin menekankan bahwa efektivitas pembangunan sangat bergantung pada sinergi yang presisi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga tingkat kabupaten. Ia mendorong agar perencanaan tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik (infrastruktur), tetapi juga mulai menyentuh aspek fundamental seperti pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Tiga Pilar Strategis untuk Tanjung
Dalam diskusi interaktif bersama warga, Tobidin menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan ia kawal di tingkat legislatif:
Akselerasi Infrastruktur Vital: Memprioritaskan perbaikan akses jalan antar-desa dan optimalisasi sistem drainase guna memitigasi risiko banjir tahunan di wilayah Tanjung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Penguatan Kualitas SDM: Mendorong alokasi anggaran yang konkret untuk pelatihan keterampilan pemuda guna menciptakan tenaga kerja lokal yang kompetitif.
Integritas dan Transparansi: Memastikan usulan yang masuk adalah kebutuhan mendesak (urgent needs), bukan sekadar usulan formalitas.
“Musrenbang jangan dipandang sebagai seremonial tahunan belaka. Ini adalah instrumen demokrasi di mana rakyat menentukan arah masa depan lingkungannya. Kami di legislatif berkomitmen mengawal hasil kesepakatan ini agar benar-benar terwujud dalam struktur APBD,” tegas Tobidin Sarjum di sela-sela kegiatan.
Menuju Pembangunan Inklusif
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Tanjung, serta tokoh masyarakat ini berakhir dengan penyepakatan sejumlah poin usulan yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten.
Sebagai wakil rakyat, Tobidin berharap melalui pengawalan yang ketat, pembangunan di Kecamatan Tanjung dapat berjalan lebih inklusif.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana anggaran negara ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat luas, bukan sekadar membangun tanpa asas manfaat yang jelas,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Brebe, DN-II Pemerintah Kabupaten Brebes kamis 5 pebruari 2026 malam di Pendopo Brebes resmi melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator. Agenda ini diproyeksikan sebagai langkah strategis Bupati dalam memacu kinerja organisasi di sektor-sektor krusial.
Penyegaran Sektor Strategis
Beberapa nama mengisi posisi kunci untuk mengakselerasi program kerja daerah. Berikut adalah daftar pejabat yang baru saja dikukuhkan:
Imam Baihaqi: Kepala Dinas Sosial (Dinsos).
Fajar Adi Wisnu: Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Nurnjanto: Kepala Kantor perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Brebes
Juwita Asmara: Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Cecep Aji Suganda: Kepala Kesbangpol Brebes .
Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh dr Heru Padmonobo, kepala Kantor DP3KB ( Dinas pemberdayaan , perlindungan , perempuan dan anak dan keluarga berencana ) dijabat oleh Eni Listiana.
Momen Menarik: Bukti Integritas Sang Senior
Suasana pelantikan yang semula formal menjadi lebih hangat saat Bupati Brebes, Paramita Widya Kusuma , memberikan apresiasi khusus yang dulu pernah jadi Kepala Bagian Umum , Cecep Suganda .
Bupati memuji semangat pantang menyerah Cecep. Meski secara usia merupakan ASN senior dan sempat tertinggal oleh adik tingkatnya di IPDN yang sudah lebih dulu menduduki eselon II, Cecep membuktikan kapasitasnya dengan meraih skor tertinggi dalam seleksi terbuka (assessment center).
“Pak Cecep ini sebenarnya ASN senior. Luar biasa, meskipun senior, hasil tesnya nomor satu. Ini bukti kalau beliau punya kualitas yang tidak mengecewakan,” ujar Bupati sembari berseloroh.
Bupati juga memberikan pesan jenaka namun sarat makna mengenai integritas. Beliau mengingatkan agar seluruh pejabat yang dilantik, termasuk Pak Cecep, tetap tegak lurus pada aturan dan amanah.
“Jangan nakal, lho ya! Pak Cecep ini meskipun ‘sedikit dinamis’, tapi alhamdulillah kinerjanya luar biasa. Setelah beberapa kali mendaftar, hari ini akhirnya momen yang tepat bagi beliau untuk terpilih,” tambah Bupati yang disambut tawa riuh para hadirin.
Akselerasi Program di Tahun Kepemimpinan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam pidatonya, Bupati Paramita Widya Kusuma juga melakukan refleksi singkat menjelang satu tahun masa kepemimpinannya di periode ini pada Februari mendatang. Ia berharap formasi baru ini mampu menjadi motor penggerak untuk menuntaskan berbagai program prioritas daerah.
“Tetap semangat. Saya berharap formasi ini mampu menjadi energi baru untuk mengakselerasi pembangunan demi Brebes yang lebih baik,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Daerah Krisis air bersih menghantui warga di kawasan Kebantenan, khususnya di Jalan Kyai Sakiadji, RT 04 , RW 03 , Desa Pabatan , Kecamatan Wanasari , Kabupaten Brebes , Pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dilaporkan mati total selama lebih dari 10 hari, memaksa warga mencari alternatif demi bertahan hidup.
Warga Kecewa, Aktivitas Harian Terganggu
Salah satu pelanggan setia PDAM, Pak Husen (15 tahun menjadi pelanggan), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan yang dianggap memburuk. Menurutnya, air merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda.
“Ya jelas kecewa. Ini untuk kebutuhan sehari-hari, penting banget buat masak, mandi, dan minum,” ujar Husen saat ditemui di kediamannya. (5/2/2026).
Terpaksa Mengambil Air di Mushola
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kondisi ini memaksa warga melakukan upaya ekstra. Untuk mencukupi kebutuhan domestik, Husen dan warga lainnya harus rela bolak-balik mengambil air dari mushola terdekat.
Fenomena “ngangsu” atau mengangkut air ini melibatkan hampir seluruh anggota keluarga. “Terpaksa ambil air di mushola setiap hari. Ada yang pakai selang, ada juga anak-anak yang bantu angkut pakai ember,” tambahnya. 
Tuntutan Kompensasi dan Perbaikan
Masalah ini ternyata tidak hanya menimpa satu atau dua rumah. Di lingkungan RT 04 saja, tercatat lebih dari 10 kepala keluarga yang mengalami nasib serupa.
Warga merasa dirugikan secara finansial karena meskipun air tidak mengalir, mereka tetap dibebankan tagihan rutin yang mencapai lebih dari Rp100.000 per bulan. Warga berharap pihak PDAM Tirta Baribis segera melakukan perbaikan dan memberikan kompensasi berupa pengurangan tagihan.
Ringkasan Fakta Berita:
Detail Kejadian Informasi
Lokasi Jl. Kyai Sakiadji, RT 04/03, Desa Pebatan , Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.
Durasi Gangguan 10 Hari lebih
Dampak Utama Gangguan masak, mandi, dan konsumsi
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Solusi Sementara Mengambil air dari rumah ibadah (mushola)
Estimasi Kerugian Tagihan tetap jalan (>Rp100rb/bulan) meski air mati.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Ketua Karang Taruna Kabupaten Brebes, Aji Jumantoro, secara resmi mengklarifikasi isu miring terkait dugaan penyelewengan dana miliaran rupiah yang menerpa Karang Taruna (KT) Desa Kemurang Wetan. Klarifikasi ini disampaikan usai digelarnya audiensi terbuka di Balai Desa Kemurang Wetan guna meredam simpang siur informasi di tengah masyarakat. (5/2/2026).
Audiensi tersebut menjadi ajang pembuktian transparansi, dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa (Pemdes), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sekitar 500 warga yang ingin mendengar langsung pertanggungjawaban pengurus.
Fakta Angka: Rp142 Juta, Bukan Miliaran
Dalam keterangannya, Aji Jumantoro menegaskan bahwa tuduhan mengenai pengelolaan dana hingga miliaran rupiah adalah informasi yang tidak berdasar. Berdasarkan buku kas dan berita acara resmi yang telah diverifikasi Pemdes, total dana yang dikelola selama tiga tahun masa pelaksanaan hanya sebesar Rp142 juta.
“Data dalam buku kas organisasi tercatat rapi. Angka miliaran itu tidak benar. Faktanya, total dana masuk selama tiga tahun adalah Rp142 juta, dan saat ini masih tersisa saldo kas sebesar Rp9 juta,” tegas Aji.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bukan Uang Kompensasi, Melainkan Upah Kerja
Poin krusial lain yang diluruskan adalah asal-usul dana tersebut. Aji menjelaskan bahwa dana yang dikelola bukan berasal dari uang kompensasi perusahaan, melainkan murni upah kerja berkala.
Dana tersebut merupakan imbalan atas perjanjian kerja sama antara Karang Taruna dengan pihak sub-kontraktor—bukan langsung dengan perusahaan utama. Anggota Karang Taruna terlibat aktif dalam membantu proses pengadaan material pesanan, sehingga dana yang diterima adalah hak atas jasa profesional mereka.
Realisasi Nyata untuk Masyarakat
Untuk menepis keraguan warga, pengurus memaparkan rincian penggunaan dana yang selama ini telah dialokasikan untuk kepentingan sosial dan pemuda, di antaranya:
Kesehatan: Pelaksanaan fogging massal untuk mencegah DBD.
Prestasi: Pendanaan tim bola voli desa hingga meraih Juara 1 tingkat kecamatan.
Infrastruktur: Pembangunan Sekretariat Karang Taruna dan pengadaan seragam anggota.
Operasional: Biaya rapat rutin organisasi selama masa bhakti.
Regenerasi Kepemimpinan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Seiring dengan tuntasnya klarifikasi ini, diumumkan pula bahwa masa bhakti Ketua Karang Taruna Desa Kemurang Wetan selama 5 tahun telah resmi berakhir. Dalam waktu dekat, akan segera dibentuk panitia pemilihan untuk mencari ketua baru guna melanjutkan tongkat estafet organisasi.
Aji menekankan bahwa selama ini Karang Taruna selalu berada di bawah pembinaan dan pengawasan Pemerintah Desa. Ia berharap masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan suasana. Karang Taruna adalah mitra desa yang bekerja untuk sosial, dan setiap rupiah yang keluar masuk telah dipertanggungjawabkan sesuai prosedur yang berlaku,” tutup Aji.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Persoalan pembiayaan gaji PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Brebes akhirnya menemukan titik terang. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengizinkan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) digunakan untuk membayar honor mereka. (5/2/2026).
Melalui surat jawaban yang ditujukan kepada Bupati Brebes, Kemendikdasmen mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap validasi APBD Kabupaten Brebes, alokasi dana BOSP sah digunakan untuk gaji PPPK Paruh Waktu tahun 2025.
Apa saja yang perlu disiapkan?
Meski sudah direstui, satuan pendidikan atau pemerintah daerah wajib melampirkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagai bukti dukungan data yang sah. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana negara.
Langkah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pendapatan para guru dan tenaga kependidikan yang telah diangkat berdasarkan Keputusan Menpan-RB Nomor 16 Tahun 2025. Pemerintah mengimbau agar pengelolaan dana tetap disiplin dan mengikuti aturan teknis yang tercantum dalam SE Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Agus Supriyadi MPd kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Wanasari mengatakan kalau uang dana BOS untuk bayar gaji PTT dan PTT , dan sisanya dari iuran komite sekolah sebesar Rp 25.000.
Reporter: Teguh
Brebes, DN-II Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memberikan lampu hijau terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk membiayai gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Keputusan ini tertuang dalam surat resmi nomor 29916/MDM.C/PR.04.01/2025 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Gogot Suharwoto, SPd MPd P.hd pada 24 Desember 2025. Langkah ini diambil sebagai respons atas permohonan Pemerintah Kabupaten Brebes mengenai pembiayaan tenaga pendidik non-ASN.
Syarat dan Ketentuan
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi anggaran APBD Kabupaten Brebes, pemerintah pusat menyatakan bahwa Dana BOSP tahun anggaran 2025 dapat digunakan untuk menutup kebutuhan gaji PPPK Paruh Waktu. Namun, terdapat syarat administrasi yang wajib dipenuhi.
“Dana BOSP dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan anggaran pembiayaan Gaji PPPK Paruh Waktu Tahun 2025… dengan syarat melampirkan data dukung berupa Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM),” tulis Dirjen dalam surat tersebut. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dasar Hukum
Kebijakan ini merujuk pada beberapa regulasi penting, di antaranya:
SE Mendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pembiayaan Komponen Honor Guru dan Tenaga Kependidikan Non-ASN.
Keputusan Menpan-RB Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu.
Pihak kementerian juga mengingatkan bahwa untuk tahun anggaran 2026, penggunaan dana BOSP harus tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang akan berlaku di tahun tersebut. Kabar ini menjadi angin segar bagi kelangsungan kesejahteraan tenaga kependidikan di wilayah Brebes.
Sayang surat itu hanya dibuat pada tahun 2025, dan Januari dan Februari 2026 ini dari sejumlah karyawan PPPK paruh waktu di sekolah-sekolah belum jelas Mereka menerima gaji dari dana BOS atau dana lainnya APBD Brebes .
Berita ini diturunkan Kepala Dinas pendidikan dan olahraga kabupaten Brebes Sutaryono, S.H., M.Si. Belum memberikan jawaban , mengenai kepastian P3K pada waktu dibayar oleh dana BOS atau APBD Brebes .
Reporter: Teguh
