Beranda » brebes » Halaman 61

brebes

BREBES, DN-II Kodim 0713/Brebes bersama Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) melaksanakan Karya Bhakti melalui Program Gerakan Nasional Indonesia Asri sebagai wujud sinergi dan kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Brebes dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.Senin(9/2/2026)

Gerakan Nasional Indonesia Asri ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, perapihan fasilitas umum, saluran air, serta penanaman pohon di sejumlah titik strategis. Kegiatan berjalan dengan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kuatnya kolaborasi antara TNI, Polri, Pemda, dan masyarakat.

Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0713/Brebes Mayor Arm Aris Khoerudin, S.Ag. menyampaikan bahwa Gerakan Program Asri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.


“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan asri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Brebes Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si, mewakili Bupati Brebes mengapresiasi keterlibatan aktif TNI, Polri dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Dengan dilaksanakannya Gerakan Program Asri, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman, sekaligus mempererat hubungan antara TNI-Polri, Pemerintah daerah, dan warga dalam membangun wilayah secara bersama-sama.(Pen0713)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Kondisi kebersihan dan tata ruang Kabupaten Brebes kini berada di bawah sorotan tajam. Berdasarkan penilaian kebersihan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Brebes dilaporkan menempati posisi paling bawah dari 35 kabupaten/kota, yang memicu kritik pedas dari berbagai elemen masyarakat.

Kritik Pedas Penasehat LMP

Penasehat Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Brebes, H.M. Silaban, menyatakan keprihatinan mendalam atas predikat “paling bontot” tersebut. Menurutnya, kondisi sanitasi dan tata lingkungan di Brebes saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Saking buruknya kondisi lapangan, LMP bahkan memberikan julukan sarkastik bagi Kota Brebes, yakni Kota diduga Kumuh dan Banyak Nyamuk.

“Kota Brebes ini sudah layak disebut kota Kumuh dan Banyak Nyamuk. Ini adalah cerminan dari pengelolaan kebersihan yang gagal,” tegas H.M. Silaban saat ditemui di sela kegiatan di Alun-alun Brebes, Senin (9/2/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa permasalahan ini merata, mulai dari jalanan yang kotor, drainase yang buruk, hingga populasi nyamuk yang meledak dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.

Respons Pemerintah dan Aksi Bersih-Bersih

Menanggapi kritik dan kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes menggelar operasi pembersihan massal. Aksi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri (Polres Brebes), Satpol PP, perwakilan pedagang pasar, hingga organisasi kepemudaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Brebes, Ahmad Sodiq, mengakui tantangan besar yang dihadapi instansinya. Ia menyebutkan bahwa langkah konkret sedang diupayakan untuk melepas predikat kota terjorok tersebut.

“Hari ini kami bersama TNI dan Polri menerjunkan personel untuk pembersihan sampah. Dari dinas sendiri, setidaknya 15 orang dikerahkan khusus untuk menyisir area publik,” ujar Ahmad Sodiq di Alun-alun Brebes.

Kendala Armada dan Logistik

Dalam operasi tersebut, DLH menyiagakan dua unit truk pengangkut sampah untuk menyisir limbah di sekitar Alun-alun Brebes hingga ke area pemukiman warga di wilayah Kecamatan Brebes.

Persoalan “Kota Kunyuk” ini kini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Brebes. Masyarakat mendesak agar langkah-langkah yang diambil tidak hanya bersifat seremonial atau insidentil, melainkan sebuah sistem pengelolaan sampah jangka panjang agar kebersihan daerah dapat meningkat secara signifikan.

Reporter: Teguh

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM –  Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada hari ini, Senin (9/2/2026), Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes, Khamdani, menyampaikan refleksi mendalam mengenai peran krusial media massa. Ia menegaskan bahwa pers merupakan pilar demokrasi sekaligus mitra strategis organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.

Pers Sebagai Jangkar Kebenaran

Dalam pernyataannya, Khamdani memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para jurnalis, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Brebes. Menurutnya, di era disrupsi informasi, keberadaan pers yang kredibel sangat dibutuhkan.

“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar DPC Lindu Aji Kabupaten Brebes mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Dedikasi rekan-rekan jurnalis dalam menyajikan informasi akurat dan edukatif adalah mesin penggerak kemajuan bangsa,” ujar Khamdani.

Ia menambahkan bahwa di tengah gempuran hoax di media sosial, pers harus tetap menjadi jangkar kebenaran bagi publik. Ia juga mengingatkan jajarannya untuk tetap tegak lurus pada aturan organisasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Untuk jajaran Lindu Aji Brebes, saya tegaskan untuk memegang teguh AD/ART yang telah ditentukan oleh DPP Lindu Aji Pusat dalam menjalankan roda organisasi,” tandasnya.

Instruksi Khusus untuk Pengurus dan PAC

Tak sekadar ucapan selamat, Khamdani juga mengeluarkan instruksi khusus bagi seluruh jajaran pengurus DPC hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan agar membangun hubungan harmonis dengan awak media:

Harmonisasi Wilayah: Seluruh anggota PAC diinstruksikan untuk menjaga hubungan baik dan bersikap terbuka terhadap insan pers di wilayah masing-masing.

Keterbukaan Informasi: Organisasi harus menjadi mitra yang kooperatif. Setiap kegiatan sosial dan kemasyarakatan diharapkan dapat dipublikasikan agar dampak positifnya terasa lebih luas.

Etika dan Satu Komando: Anggota diminta menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika berkomunikasi, baik kepada publik maupun media massa.

“Lindu Aji harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Untuk menyampaikan pesan kebaikan itu, kita butuh sinergi yang sehat dengan pers. Saya minta seluruh PAC satu visi dalam hal ini,” tegas Khamdani dengan nada instruktif.

Komitmen Kolaborasi ke Depan

Menutup refleksinya, Khamdani berharap kolaborasi antara Lindu Aji Brebes dan insan pers semakin solid ke depannya. Ia berkomitmen mendukung kemerdekaan pers demi terciptanya transparansi dan kontrol sosial yang konstruktif di Kabupaten Brebes.

Penulis: Humas DPC Lindu Aji Brebes
Editor: Casroni

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

BREBES, DN-II Dalam rangka mendukung Operasi Keselamatan Candi 2026, Satlantas Polres Brebes melaksanakan kegiatan Police Go To School dengan menjadi pembina upacara di SMA Negeri 1 Brebes, Senin (9/2/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Brebes AKP Ahmad Zainurrozaq, didampingi Kanit Kamsel beserta anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Brebes, dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi serta tenaga pendidik SMA N 1 Brebes.

Dalam amanatnya, Kasatlantas Polres Brebes menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang tugas-tugas kepolisian, pentingnya tertib dan patuh terhadap peraturan lalu lintas, serta bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif Polri untuk menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Disampaikan pula bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 dilaksanakan mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, dengan tujuan menekan angka kecelakaan dan fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif khususnya dikalangan pelajar.

Adapun sasaran prioritas Ops Keselamatan Candi 2026 meliputi pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara, pengemudi di bawah umur, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengemudi dalam pengaruh alkohol, pelanggaran melawan arus, serta aksi balap liar di jalan raya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam keterangan yang disampaikan usai kegiatan, Kepolisian berharap melalui kegiatan ini, para pelajar SMA N 1 Brebes dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, patuh terhadap aturan, serta ikut menyebarluaskan pesan tertib berlalu lintas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.

“Dengan demikian, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Brebes,” terang Kasatlantas AKP Ahmad Zainurrozaq. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes mempertegas komitmennya dalam mengawal program unggulan Bupati guna memajukan sektor agraris. Fokus utama kini diarahkan pada stabilitas harga komoditas, kemudahan akses sarana produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.

Kepala DPKP Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt., M.Pt., menyatakan bahwa dinasnya berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan visi pembangunan daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

“Poin utamanya adalah bagaimana program Bupati ini menonjol dan terlaksana dengan baik di lapangan. Kami ingin memastikan setiap kebijakan tepat sasaran,” ungkap Hendri dalam koordinasi internal, Senin (9/2/2026).

Tiga Pilar Utama Sektor Pertanian

Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sektor pertanian di Brebes kini bertumpu pada tiga mandat krusial:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Harga Bawang Merah: Menjaga harga tetap kompetitif dan mencegah anjloknya nilai tukar petani saat memasuki musim panen raya.

Pembenahan Distribusi Pupuk: Menjamin ketersediaan stok serta keterjangkauan harga pupuk bagi seluruh petani.

Kesejahteraan Sektor Primer: Penguatan program bantuan dan pendampingan berkelanjutan bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan taraf hidup.

Menerjemahkan Visi “Brebes Beres”

Hendri menjelaskan, DPKP menjadi motor penggerak dalam mewujudkan visi “Brebes Beres” (Beradab, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat, dan Sejahtera).

Pertanian tidak hanya dilihat dari sisi produksi untuk Ekonomi Tangguh, tetapi juga aspek Responsif dalam pelayanan publik dan Edukatif melalui penyuluhan intensif. “Muara dari semua ini adalah terciptanya masyarakat tani yang sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Edukasi Pupuk Bersubsidi: KTP Saja Tidak Cukup

Menanggapi dinamika di lapangan terkait pupuk bersubsidi, pihak dinas mengonfirmasi bahwa harga saat ini masih stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni di kisaran Rp90.000 hingga Rp92.000 per sak.

Namun, Hendri memberikan catatan penting bagi para petani. Akses terhadap pupuk subsidi tidak bisa didapatkan hanya dengan menunjukkan KTP. Petani wajib terverifikasi dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

“Banyak keluhan mengenai sulitnya mendapat pupuk. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata petani yang bersangkutan belum terdaftar di e-RDKK. Akibatnya, kuota mereka tidak muncul di sistem. Pemerintah hanya menyalurkan subsidi bagi mereka yang datanya sudah tervalidasi,” tegas Hendri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Melalui pendataan yang lebih akurat dan edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Brebes optimis sektor pertanian akan semakin solid dalam menopang perekonomian daerah di masa depan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Pelaksanaan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, menunjukkan progres yang luar biasa. Memasuki hari ke-9, Minggu (8/2/2026), sejumlah sasaran fisik dilaporkan telah melampaui target perencanaan awal.

Kecepatan pembangunan ini merupakan buah dari sinergi yang solid antara personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Semangat gotong royong yang tinggi membuat pengerjaan infrastruktur berjalan lebih efektif dari estimasi waktu yang ditentukan.

Progres Fisik di Luar Ekspektasi

Di lokasi pembangunan, tampak personel TNI dan warga bahu-membahu menuntaskan berbagai proyek strategis. Fokus utama saat ini meliputi:

Pengerasan Jalan: Akses transportasi warga yang kini mulai terlihat bentuknya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH): Sejumlah unit rumah mulai memasuki tahap penyelesaian akhir.

Sarana Pendukung: Pembangunan infrastruktur tambahan lainnya yang terus dikebut secara paralel.

Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi tim di lapangan. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan.

“Hasil yang dicapai hingga hari ke-9 ini benar-benar di luar perkiraan awal. Akselerasi ini terjadi karena peran aktif masyarakat Desa Cikuya yang sangat luar biasa. Mereka bekerja bersama anggota Satgas tanpa kenal lelah,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Menghidupkan Budaya Gotong Royong

Selain manfaat fisik berupa infrastruktur, kehadiran program TMMD ini secara tidak langsung telah membangkitkan kembali semangat guyub rukun di tengah masyarakat. Suasana keakraban antara prajurit dan warga terlihat kental, baik saat bekerja maupun saat beristirahat.

Dengan progres yang melampaui target pada fase Pra TMMD ini, Kodim 0713/Brebes optimis seluruh sasaran pokok akan rampung tepat waktu—bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan. Harapannya, aksesibilitas dan peningkatan kesejahteraan yang menjadi tujuan utama program ini dapat segera dinikmati oleh seluruh warga Desa Cikuya.

(Red/Pen0713)

JAKARTA, DETIK-NASIONAL.COM – Menyongsong peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari 2026, redaksi Detik-Nasional.Com menyatakan komitmennya untuk tetap tegak lurus sebagai pilar keempat demokrasi. Di tengah derasnya arus disrupsi informasi, momentum HPN tahun ini dimaknai sebagai penguatan kembali marwah profesi jurnalis yang berbasis pada supremasi hukum dan etika.

Pers Sebagai Instrumen Kontrol Sosial

Merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 ayat (1) menegaskan bahwa pers nasional memiliki fungsi krusial sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Pimpinan Redaksi Detik-Nasional.Com, Firdaus Andika, menekankan bahwa transparansi dan akurasi adalah napas utama redaksi dalam melayani publik.

“Kami tidak hanya sekadar menyampaikan berita, tetapi memastikan setiap informasi melalui proses verifikasi yang ketat. Hal ini sejalan dengan Pasal 6 UU Pers, di mana pers nasional berperan mengembangkan opini publik berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar,” tegas Firdaus dalam keterangan resminya di Jakarta.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Implementasi Regulasi dalam Kerja Jurnalistik

Dalam menjalankan tugas profesinya, Detik-Nasional.Com memastikan seluruh awak media tunduk pada regulasi guna melindungi hak-hak publik melalui penerapan prinsip-prinsip krusial:

Kemerdekaan Pers & Perlindungan Hukum (Pasal 4): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara. Wartawan dalam melaksanakan profesinya mendapatkan perlindungan hukum secara penuh.

Kode Etik Jurnalistik (Pasal 7 ayat 2): Mewajibkan wartawan menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ), yang mencakup prinsip independensi, keberimbangan (cover both sides), dan menjunjung tinggi kejujuran tanpa iktikad buruk.

Akuntabilitas Publik: Melalui mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi (Pasal 1 angka 11 dan 12), redaksi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengoreksi informasi, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.

Misi Strategis 2026: Literasi dan Profesionalisme

Menghadapi tantangan tahun 2026, Detik-Nasional.Com mengusung tiga misi utama untuk memperkuat ekosistem media nasional:

Garda Literasi Digital: Menjadi barisan terdepan dalam melawan hoaks sesuai koridor hukum yang selaras dengan nilai jurnalisme universal.

Kedaulatan Informasi: Mendorong masyarakat untuk kembali merujuk pada sumber berita terverifikasi demi menjaga stabilitas sosial dan rasionalitas publik.

Penguatan Kompetensi: Mewajibkan sertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi seluruh jajaran redaksi agar standar kualitas pemberitaan tetap berada di level tertinggi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Komitmen untuk Negeri

Sebagai penutup, Firdaus Andika mengingatkan bahwa esensi jurnalisme adalah pengabdian. “Kebebasan pers bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan kebebasan yang bertanggung jawab kepada publik dan Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Casroni yang mewakili jajaran redaksi media siber Detik-Nasional.Com menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di tanah air.

“Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari 2026. Jayalah Pers Indonesia, Pengawal Kebenaran, Membangun Negeri dengan Etika dan Integritas.” (*)

BREBES, www.Detik-nasional.com – Seorang gadis bernama Cahaya (21), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, dilaporkan meninggalkan rumah tanpa kabar sejak empat hari lalu. Pihak keluarga yang kini didera kecemasan mendalam telah melaporkan kehilangan ini ke aparat penegak hukum (APH).

Ayah kandung Cahaya, Saripudin bin Sungkar, menuturkan bahwa putrinya kehilangan kontak setelah pergi meninggalkan rumah. Upaya pencarian mandiri telah dilakukan, namun hingga kini keberadaan Cahaya belum juga ditemukan.

“Kami sangat khawatir. Kami memohon bantuan kepada seluruh masyarakat, jika melihat atau mengetahui keberadaan putri kami, tolong segera informasikan kepada kami atau polisi terdekat,” ujar Saripudin dengan nada penuh harap.

Kronologi dan Ciri-Ciri Terakhir

Berdasarkan keterangan keluarga, Cahaya terakhir kali terlihat menggunakan sepeda motor Honda PCX tahun 2022 berwarna hitam dengan nomor polisi G 6359 BNG. Saat pergi, ia mengenakan helm putih, kaos lengan panjang abu-abu muda, celana jeans biru, dan kerudung abu-abu tua, serta membawa tas selempang hitam.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berikut adalah data fisik lengkap Cahaya:

Nama Lengkap: Cahaya Binti Saripudin

Usia: 21 Tahun (Lahir: Brebes, 20 Juli 2004)

Ciri Fisik: Tinggi 155 cm, berat badan 65 kg (perawakan berisi).

Rambut: Lurus, panjang sebahu, berwarna coklat.

Warna Kulit: Kuning langsat.

Laporan Kepolisian

Pihak keluarga secara resmi telah melapor ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah Resor Brebes Sektor Kersana. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami laporan tersebut dan melakukan upaya pencarian di lapangan.

Mohon Bantuan Informasi:

Bagi masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan Cahaya, diharapkan segera menghubungi:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Saripudin bin Sungkar (Ayah): 0819-1160-1723

Polsek Kersana atau kantor polisi terdekat.

Bantuan Anda sangat berarti bagi keselamatan Cahaya dan ketenangan pihak keluarga.

Tim Prima

BREBES, DN-II Menjelang pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, geliat ekonomi mulai dirasakan oleh para pedagang kecil. Salah satunya adalah Mashudi (35), pedagang bakso bakar asal Desa Kubangjati, Kecamatan Ketanggungan, yang rela “jemput bola” mengadu nasib di lokasi sasaran TMMD, Desa Cikuya, Sabtu (7/2/2026).

​Mendengar kabar bahwa upacara pembukaan TMMD akan digelar pada 10 Februari 2026 mendatang, Mashudi sengaja bergeser ke Desa Cikuya. Saat ini, ia membuka lapaknya tepat di Poskamling depan Balai Desa Cikuya, titik strategis yang menjadi pusat aktivitas warga dan persiapan Satgas TNI.

​Meski berjualan jauh dari kampung halaman, Mashudi tetap mempertahankan harga yang sangat terjangkau. Hal ini membuatnya langsung menjadi primadona bagi anak-anak sekolah dan warga sekitar.

“Sengaja saya ke sini karena infonya ada pembukaan TMMD tanggal 10 besok. Alhamdulillah, warga dan anak-anak sekolah di Cikuya sangat antusias. Jualan di depan Balai Desa ini strategis karena ramai orang lewat,” ujar Mashudi di sela kesibukannya membakar bakso.

Kehadiran Mashudi menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi UMKM sekitar. Keramaian di lokasi proyek dan persiapan upacara pembukaan menarik minat para pedagang untuk meningkatkan omzet mereka.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga hari ini, stok dagangan Mashudi selalu habis terjual sebelum hari gelap. Kehadiran TNI di Desa Cikuya diharapkan tidak hanya membawa perubahan pada wajah desa, tetapi juga kesejahteraan bagi pedagang kecil seperti Mashudi.(Red/pen0713)

BREBES, DN-II Alun-Alun Brebes tampak berwarna cokelat tua dan muda. Ratusan anggota Pramuka Siaga berkumpul dengan semangat tinggi dalam gelaran Pesta Siaga Tingkat Bina Wilayah (Binwil) Pekalongan. Acara ini menjadi ajang pembuktian kreativitas dan kedisiplinan bagi para tunas muda dari berbagai daerah di eks-Karesidenan Pekalongan. (7/2/2026).

Abdul Qodir, salah satu pendamping dari kontingen Brebes, Sabtu 7 Pebruari 2026 menyatakan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah silaturahmi antarwilayah. Peserta yang hadir merupakan perwakilan terbaik dari:

Kabupaten Brebes (Tuan Rumah)

Kabupaten Tegal & Kota Tegal

Kabupaten Pekalongan & Kota Pekalongan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kabupaten Batang

Perjalanan Menuju Binwil

Kabupaten Brebes sendiri mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya yang telah lolos seleksi ketat di tingkat kwartir cabang (Kwarcab). Ketiga sekolah tersebut adalah:

Juara 1: Utusan dari Kecamatan Salem.

Juara 2: MIN Wanasari.

Juara 3: SD Negeri Tengki 01 Brebes.

“Alhamdulillah, SD Negeri Tengki 01 sebagai Juara 3 di tingkat kabupaten diberikan kepercayaan untuk ikut memeriahkan Pesta Siaga tingkat Binwil ini. Kami sudah melalui proses panjang, mulai dari seleksi di Kwarran hingga kompetisi di SMP Negeri 4 Larangan sebelumnya,” ujar Abdul Qodir saat ditemui di lokasi acara.

Lebih dari Sekadar Ekstrakurikuler

Dalam kompetisi ini, para peserta wajib menuntaskan delapan komponen lomba yang dirancang untuk menguji ketangkasan, spiritualitas, hingga kerja sama tim. Abdul Qodir menekankan bahwa persiapan timnya telah dilakukan secara maksimal demi memberikan penampilan terbaik.

Menepis anggapan bahwa Pramuka hanya kegiatan “hura-hura”, ia menegaskan pentingnya nilai edukasi dalam kepanduan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pramuka itu bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler wajib dalam Kurikulum Merdeka. Kami mengikutsertakan anak-anak bukan untuk foya-foya, melainkan melaksanakan ketentuan kepramukaan yang berlaku. Ini adalah pengalaman berharga bagi mental dan karakter anak-anak ke depan,” tegasnya.

Meski kompetisi berlangsung sengit, semangat sportivitas tetap menjadi yang utama. Pihak kontingen Brebes berharap hasil terbaik bagi para peserta, namun yang terpenting adalah proses pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa di lapangan.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page