Beranda » Budaya » Halaman 63

Budaya

SEMARANG, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono bersama Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Rakor yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Senin (13/7/2026) dihadiri oleh Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Bupati dan Wali Kota beserta Wakil Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Tengah serta OPD terkait.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa rakor ini membahas tentang revitalisasi lahan yang ada di Provinsi Jawa Tengah menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Gubernur Jawa Tengah menyebut hampir 26 kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang sudah memenuhi LP2B yaitu sebesar 87%.

“Sisanya ada sembilan Kabupaten / Kota masih berproses tetapi dalam bulan ini Insya Allah kita sanggup,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lanjut Gubernur Jawa Tengah, terkait pengelolaan sampah, pihaknya menggunakan Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar turunan sampah untuk empat kabupaten kota dan disiapkan oleh empat pabrik semen.

Selain itu pihaknya juga menggunakan rayonisasi melalui Danantara dalam hal mengubah sampah menjadi tenaga listrik seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kabupaten / kota di Jawa Tengah diantaranya Kota Semarang dan Kendal, Eks Karesidenan Pekalongan, Eks Karesidenan Magelang, dan Tegal Raya yang meliputi Kab Tegal, Kota Tegal dan Kab Brebes.

“Jadi ini semua kita gunakan, mereka yang diatas 1.000 ton menggunakan rayonisasi yang Danantara menjadi listrik dan yang lainnya menggunakan RDF,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan dari KPK dalam hal ini Stranas PK menyampaikan pihaknya dalam rakor ini lebih banyak mendengar masalah-masalah yang disampaikan oleh bupati / wali kota yang selanjutnya akan dijadikan bahan untuk koordinasi lebih lanjut di tingkat pusat.(* S. Bimantoro )

Brebes, DN-II Terik matahari yang menyengat tidak mampu memadamkan semangat masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Senin, (13/7/2026).

Di balik kerasnya pekerjaan mengangkat batu, pasir, dan material bangunan, terdengar tawa canda para ibu yang ikut bekerja bakti. Suasana penuh keakraban itu membuat pekerjaan yang berat terasa lebih ringan dan menjadi penyemangat bagi seluruh warga.

Sejak pagi hari, masyarakat dari kedua desa telah berkumpul di lokasi pembangunan. Kaum laki-laki melaksanakan pekerjaan konstruksi, sementara para ibu turut membantu sesuai kemampuan, mulai dari mengangkut material ringan, menyiapkan kebutuhan para pekerja, membersihkan area kerja, hingga memberikan dukungan moral kepada seluruh warga yang terlibat.

Di sela-sela kesibukan tersebut, canda tawa para ibu kerap memecah suasana. Senyum yang terpancar dari wajah mereka menjadi penghapus rasa lelah setelah berjam-jam bekerja di bawah terik matahari. Kebersamaan yang terjalin menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat dan memperlihatkan bahwa gotong royong bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang mempererat tali persaudaraan.

Seluruh kegiatan mendapat pendampingan langsung dari Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, yang sejak awal pembangunan terus hadir di tengah masyarakat. Selain memberikan arahan dan memastikan pekerjaan berjalan dengan aman, Babinsa juga membangun komunikasi yang akrab dengan warga sehingga suasana kerja tetap penuh semangat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menurut Serda Usman M, kekompakan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan Jembatan Perintis Garuda.

“Melihat masyarakat tetap bersemangat meskipun cuaca sangat panas merupakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran para ibu yang ikut bekerja sambil menghadirkan suasana penuh keakraban menjadi energi positif bagi semua. Semangat seperti inilah yang mencerminkan budaya gotong royong masyarakat Indonesia,” ungkap Serda Usman M.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan harapan besar masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Selama bertahun-tahun, warga menginginkan akses yang lebih baik untuk memperlancar aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, hingga memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itulah, setiap perkembangan pembangunan selalu disambut dengan penuh optimisme.

Partisipasi para ibu dalam kegiatan kerja bakti menjadi salah satu pemandangan yang menarik perhatian. Mereka membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab kaum laki-laki. Dengan penuh keikhlasan, mereka turut menyumbangkan tenaga, waktu, dan semangat agar pekerjaan dapat selesai lebih cepat. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa keberhasilan pembangunan lahir dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Semangat gotong royong yang tumbuh selama proses pembangunan semakin mempererat hubungan antarwarga. Tidak ada perbedaan usia maupun profesi. Semua saling membantu, saling menyemangati, dan saling menguatkan. Kebersamaan tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan desa.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menunjukkan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Mereka juga berharap semangat gotong royong, kebersamaan, dan suasana kekeluargaan yang terbangun selama proses pembangunan dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda membuktikan bahwa kerja keras akan terasa lebih ringan ketika dilakukan bersama. Di bawah terik matahari, tawa canda para ibu menjadi penyemangat, sementara kehadiran Babinsa dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan yang menggerakkan setiap langkah pembangunan. Dari kebersamaan itulah lahir sebuah jembatan yang tidak hanya menghubungkan dua desa, tetapi juga menghubungkan hati, harapan, dan masa depan masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera. Red

BREBES, DN-II Semangat gotong royong yang ditunjukkan anggota TNI bersama masyarakat Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tidak pernah surut hingga menjelang selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda. Pada Senin (13/07/2026)

Proses pembangunan terus berlangsung dengan penuh optimisme. Memasuki tahap akhir, seluruh pihak yang terlibat semakin bersemangat karena impian masyarakat untuk memiliki jembatan penghubung yang aman dan kokoh kini tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.

Di lokasi pembangunan yang membentang di atas Sungai Ciraja, suasana kerja terlihat begitu hidup. Anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat terus menyelesaikan berbagai pekerjaan akhir dengan penuh ketelitian. Tidak terlihat raut lelah di wajah para pekerja. Sebaliknya, semangat dan optimisme justru semakin besar karena hasil dari kerja keras selama berbulan-bulan kini mulai tampak nyata.

Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, kembali hadir mendampingi jalannya pekerjaan. Sejak awal pembangunan dimulai, ia selalu berada di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi, mengoordinasikan kegiatan gotong royong, serta memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.

Menurut Pelda Aris, semakin dekatnya penyelesaian pembangunan menjadi penyemangat bagi seluruh warga. Kerja keras yang telah dilakukan bersama selama ini akan segera membuahkan hasil yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Semangat kami tidak pernah kendor. Justru ketika pembangunan sudah mendekati selesai, seluruh anggota dan masyarakat semakin termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik. Sebentar lagi jembatan ini akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dan itu menjadi kebahagiaan bagi kami semua,” ungkap Pelda Aris.

Jembatan Gantung Garuda merupakan infrastruktur yang sangat dinantikan masyarakat Desa Bangbayang dan wilayah sekitarnya. Selama bertahun-tahun, Sungai Ciraja menjadi hambatan bagi mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat. Kehadiran jembatan ini akan menghadirkan akses yang lebih aman, lebih cepat, dan lebih nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Selama proses pembangunan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. Warga tanpa diminta terus datang membantu pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mengangkat material, menyiapkan peralatan, membersihkan lokasi kerja, hingga membantu proses penyelesaian konstruksi. Kekompakan tersebut menjadi bukti bahwa budaya kebersamaan masih terpelihara dengan baik di tengah masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran aparat kewilayahan di lokasi pembangunan memberikan rasa aman, membangun komunikasi yang baik, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus bekerja hingga pembangunan selesai.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda tidak hanya menghasilkan sebuah bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Keberadaan jembatan nantinya akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, serta membuka peluang berkembangnya perekonomian masyarakat di Kecamatan Bantarkawung.

Masyarakat Desa Bangbayang menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pembangunan yang hampir selesai. Mereka meyakini bahwa jembatan tersebut akan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat kemajuan wilayah.

Semangat yang terus terjaga hingga menjelang akhir pembangunan menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebersamaan. Setiap tetes keringat yang tercurah selama proses pembangunan merupakan wujud nyata kepedulian TNI dan masyarakat dalam membangun desa.

Dengan progres pembangunan yang semakin mendekati penyelesaian, harapan masyarakat pun semakin besar. Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang tidak hanya akan menjadi penghubung dua wilayah yang dipisahkan Sungai Ciraja, tetapi juga menjadi simbol kokohnya persatuan, semangat gotong royong, dan pengabdian tanpa pamrih dari Babinsa Pelda Aris bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Brebes yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Red

BREBES, DN-II Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan semangat personel TNI bersama masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Senin (13/07/2026), proses pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Kadumanis dengan Desa Citimbang tetap berlangsung dengan penuh semangat meskipun cuaca di lokasi pembangunan cukup panas.

Pembangunan Jembatan Garuda yang menjadi salah satu akses vital bagi masyarakat terus menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong antara aparat TNI, pemerintah desa, tim teknis, dan masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, aktivitas di lokasi pembangunan sudah terlihat ramai. Di bawah terik matahari, para pekerja bersama warga dan anggota TNI tetap melaksanakan pekerjaan sesuai pembagian tugas masing-masing. Keringat yang membasahi tubuh tidak menjadi penghalang untuk terus bekerja demi menyelesaikan pembangunan jembatan yang telah lama menjadi harapan masyarakat.

Babinsa Desa Kadumanis Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Hasanudin, tampak terus mendampingi sekaligus ikut membantu pekerjaan di lapangan. Selain memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib, Babinsa juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap menjaga semangat serta mengutamakan keselamatan kerja.

Menurut Serda Hasanudin, kondisi cuaca yang panas merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Namun semangat pengabdian dan gotong royong yang dimiliki masyarakat menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan tetap dapat berjalan sesuai rencana.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Cuaca yang panas bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja. Selama kondisi memungkinkan dan tetap memperhatikan faktor keselamatan, kami bersama masyarakat akan terus melanjutkan pembangunan ini. Semangat warga menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendampingi hingga jembatan selesai dibangun,” ujar Serda Hasanudin.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int menyampaikan apresiasi atas dedikasi Babinsa serta antusiasme masyarakat yang tetap bersemangat melanjutkan pembangunan meskipun harus bekerja di bawah terik matahari.

“Saya mengapresiasi semangat Babinsa dan seluruh masyarakat yang tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab. Semangat pantang menyerah seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan di wilayah. Namun demikian, saya juga mengingatkan agar seluruh personel tetap menjaga kondisi kesehatan, mengatur waktu istirahat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dan selalu mengutamakan keselamatan selama bekerja,” tegas Dandim.

Beliau menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Jembatan Garuda nantinya akan menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Kadumanis dan Desa Citimbang. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Salem.

Semangat gotong royong yang terus terpelihara selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa kebersamaan merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berhasil. Kehadiran Babinsa yang selalu berada di tengah masyarakat juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai salah satu pilar penting dalam pembinaan teritorial.

Dengan tekad yang kuat dan semangat yang tidak pernah padam meski diterpa cuaca panas, pembangunan Jembatan Garuda terus bergerak menuju tahap penyelesaian. Diharapkan, jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjadi simbol keberhasilan gotong royong antara TNI dan rakyat dalam membangun Kabupaten Brebes yang semakin maju. Red

Adiwerna, DN-II Kepolisian Resor Tegal melalui Polsek Adiwerna melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung yang berlangsung di Kompleks Makam Amangkurat, Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Minggu (12/7/2026).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi adat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.15 WIB tersebut dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Dra. Kusmurtiah Pandansari, M.Pd., Gusti Pangeran Haryo dr. Edi Wirabumi, S.H., M.M., Gusti Kanjeng Ratu Ayu Kusindriyah, serta anggota Paguyuban Kawula Surakarta (PAKASO) Wilayah Tegal dengan jumlah peserta sekitar 100 orang. Prosesi diawali dengan pembacaan tahlil yang dilanjutkan dengan tradisi pergantian langse atau kelambu makam sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. dengan melibatkan 12 personel gabungan dari Polres Tegal dan Polsek Adiwerna. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengamanan area kegiatan, pengaturan arus lalu lintas, serta memberikan pelayanan kepada para tamu dan masyarakat yang hadir sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar.

Kapolsek Adiwerna AKP Slamet Ibnu Akbar, S.H., M.H. mengatakan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan adat maupun keagamaan merupakan bentuk komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian upacara adat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian nilai-nilai budaya serta tradisi yang menjadi warisan leluhur, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar AKP Slamet Ibnu Akbar.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mengawal berbagai kegiatan masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

“Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik pada setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya. Kehadiran personel kepolisian diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di Kabupaten Tegal,” ungkap AKBP Bayu Prasetyo.

Berkat sinergi seluruh pihak dan kesiapsiagaan personel pengamanan, Upacara Adat Wilujengan Ganti Langse Sri Susuhunan Amangkurat Agung berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pelayanan yang humanis sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa. ( S. Bimantoro )

SANGGAU, DN-II Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani menerima kunjungan kehormatan dari LT KOLONEL AFIZAL BIN LAJIS (3008753) Pegawai Memerintah Batalion Ketiga Rejimen Renjer Diraja (3 RRD) Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan koordinasi pengamanan di wilayah perbatasan RI-Malaysia. (12/7/2026).

 

Kunjungan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan. Kedua belah pihak melaksanakan silaturahmi, bertukar informasi, serta membahas penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan dan stabilitas di sepanjang garis perbatasan kedua negara.

Dankima Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani Lettu Arm Rizal Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata hubungan profesional yang telah terjalin dengan baik antara TNI dan Tentera Darat Malaysia.

Melalui komunikasi yang intensif dan kerja sama yang erat, diharapkan situasi keamanan perbatasan tetap kondusif serta mampu mendukung terciptanya hubungan yang harmonis antara kedua negara.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan, komitmen, dan sinergi yang terus terjalin antara Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani dengan Batalion Ketiga Rejimen Renjer Diraja Malaysia dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Red

Jakarta, DN-II Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi gembira banyak program kerja prioritas nasional 2025-2029 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bisa disinergikan dengan Kementerian Transmigrasi (Kementrans).

Ungkapan demikian disampaikan saat dirinya mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, di Kantor KKP, Gambir, Jakarta, (9/7/2026) .

Program prioritas nasional KKP itu seperti Kampung Nelayan Merah Putih, Budidaya Ikan Darat Tematik, Modeling dan Replikasi Tambak Udang Terintegrasi, Swasembada Garam, Kapal Ikan Modern, dan Revitalisasi Tambak. “Kawasan-kawasan transmigrasi memiliki potensi pengembangan dalam program prioritas nasional itu”, ujarnya.

Dikatakan Kementrans memiliki satuan pemukiman yang dapat dikembangkan untuk kampung nelayan. “Ada 17 lokasi satuan permukiman transmigrasi di berbagai kabupaten yang bisa dikembangkan menjadi kampung nelayan”, ungkapnya.

Di antara satuan pemukiman itu ada di Kabupaten Bengkulu Utara, Parigi Moutong, Muna Barat, Pasang Kayu, Merauke, dan Buton Tengah. “Di sana potensi perikanan melimpah sehingga bila disinergikan dengan kementerian terkait, hasilnya akan lebih maksimal”, ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Viva Yoga mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi selama ini dikembangkan sesuai dengan potensi unggulan daerah masing-masing. “Selain mengembangkan potensi di bidang pertanian, perkebunan, dan tanaman pangan lainnya, Kita juga kita kembangkan budidaya di sektor perikanan”, tuturnya.

Dalam sektor perikanan, hasil budidaya rajungan dari transmigran yang berasal dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Maluku Utara, telah diekspor ke Amerika Serikat. “Beberapa hari lalu dengan bekerja sama dengan salah satu industri perikanan, Kita lepas ekspor rajungan ke Amerika”, ujarnya.

Di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kementrans juga telah melakukan pembinaan kepada transmigran dan warga di sana dalam hal perikanan tangkap. “Kita bantu mereka dengan kapal yang modern”, tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, telah terjadi kesepakatan antara Kementrans dan KKP. “Kita sepakati pembentukan tim kecil untuk merealisasikan kampung nelayan di satuan pemukiman transmigrasi yang telah Kita tetapkan”, paparnya.

Dengan terbentuknya kampung nelayan, Viva Yoga optimis program itu akan mampu meningkatankan produktifitas transmigran nelayan, meningkatkan kesejahteraan, dan menciptakan lapangan kerja.

Dirinya yakin 17 lokasi satuan pemukiman transmigrasi akan segera menjadi kampung nelayan sebab di tahun ini, KKP menargetkan pembangunan 1.269 kampung nelayan. “Sinergi Kementrans dan KKP membuat efisien dalam pembangunan”, ujar pria asal Lamongan, Jawa Timur, itu. Red

BOYOLALI, DN-II Semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Kebangsaan yang digelar Kodim 0724/Boyolali bersama masyarakat pada Minggu (12/07/2026).

Ratusan warga antusias menyaksikan laga seru Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss yang berlangsung dramatis hingga babak perpanjangan waktu.

Pertandingan menyajikan duel sengit sejak menit awal. Argentina membuka keunggulan melalui sundulan Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Swiss mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol D. Dobye pada menit ke-67 sehingga skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.

Memasuki babak tambahan waktu 2×15 menit, Argentina tampil lebih efektif. Julián Álvarez menjadi pahlawan dengan mencetak gol pada menit ke-112, sebelum Lautaro Martínez memastikan kemenangan Tim Tango melalui gol pada menit ke-120. Argentina pun menutup laga dengan kemenangan 3-1 atas Swiss.

Di balik kemeriahan pertandingan, kegiatan Nobar Kebangsaan menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Suasana penuh keakraban, semangat sportivitas, dan kebersamaan tampak begitu terasa sepanjang acara.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pasiter Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Nasoha, mengatakan bahwa Nobar Kebangsaan merupakan salah satu bentuk Komunikasi Sosial (Komsos) TNI AD dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta memperkuat kebersamaan antara prajurit TNI AD dan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga internasional seperti Piala Dunia mampu menjadi media pemersatu yang menghadirkan semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. Karena itu, Kodim 0724/Boyolali berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang kebersamaan yang menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air.

Melalui Nobar Kebangsaan, Kodim 0724/Boyolali terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, menjaga kedekatan dengan warga, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bersama Rakyat, TNI AD Kuat. Red/Ak

BREBES, DN-II Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh aparat teritorial Kodim 0713/Brebes dalam mendukung pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Kadumanis dengan Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Pada Minggu (12/07/2026).

Babinsa Desa Kadumanis Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Hasanudin, tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi turut bekerja bersama masyarakat di lokasi pembangunan sebagai bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pembangunan, melainkan juga memberikan contoh melalui tindakan nyata. Dengan penuh semangat, Serda Hasanudin ikut bergotong royong bersama warga dalam berbagai pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan, membuktikan bahwa seorang Babinsa harus menjadi pelopor sekaligus penggerak dalam setiap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak pagi hari, suasana penuh semangat terlihat di lokasi pembangunan. Masyarakat dari Desa Kadumanis dan Desa Citimbang bekerja bahu-membahu bersama aparat TNI menyelesaikan berbagai tahapan pekerjaan pembangunan Jembatan Garuda. Semangat kebersamaan yang telah terjalin sejak awal pembangunan terus menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian proyek yang sangat dinantikan masyarakat tersebut.

Serda Hasanudin mengatakan bahwa sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga ikut merasakan dan membantu setiap kesulitan yang dihadapi warga.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Seorang Babinsa tidak cukup hanya melihat pekerjaan dari kejauhan. Kami harus ikut bekerja bersama masyarakat, merasakan apa yang mereka rasakan, sehingga kebersamaan dan kepercayaan antara TNI dengan rakyat semakin kuat. Inilah wujud nyata pengabdian kami kepada masyarakat,” ujar Serda Hasanudin.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat, pemerintah desa, tim teknis, dan TNI. Oleh karena itu, setiap keberhasilan yang dicapai merupakan keberhasilan bersama yang harus terus dijaga hingga pembangunan selesai.

Sementara itu, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int memberikan apresiasi kepada Babinsa dan masyarakat yang terus menunjukkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Jembatan Garuda.

“Babinsa harus menjadi teladan di tengah masyarakat. Kehadirannya bukan hanya sebagai pembina wilayah, tetapi juga sebagai pelopor yang mampu menggerakkan dan memberikan contoh melalui tindakan nyata. Apa yang dilakukan Serda Hasanudin merupakan implementasi tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mendukung pembangunan,” tegas Dandim.

Beliau menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk pemerataan pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Salem.

Selama proses pembangunan berlangsung, budaya gotong royong terus tumbuh dan menjadi pemandangan yang membanggakan. Warga secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu pembangunan. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang tetap terpelihara di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Partisipasi aktif Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan juga merupakan implementasi nyata salah satu tugas TNI AD, yaitu membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Kehadiran aparat teritorial di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun desa.

Dengan semangat gotong royong yang terus terpelihara, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis diharapkan dapat segera diselesaikan sesuai rencana. Jembatan ini nantinya tidak hanya menjadi penghubung antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang, tetapi juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Brebes yang semakin maju dan mandiri. Red

Makassar, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) lebih aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan khas di wilayah masing-masing. Upaya tersebut dilakukan untuk melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan perekonomian.

Hal tersebut disampaikan Mendagri pada acara Penutupan Rangkaian Acara 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertajuk “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (12/7/2026).

Mendagri menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kerajinan di tingkat dunia. Kekayaan budaya, keberagaman suku, serta melimpahnya sumber daya alam menjadi modal penting dalam meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.

Ia menambahkan, pasar kerajinan dunia masih terbuka sangat luas dengan nilai yang mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia hingga kini belum masuk dalam jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia. Padahal, dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, yakni beragamnya produk kerajinan.

Menurut Mendagri, setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan hasil kerajinan yang berbeda lantaran dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, serta ketersediaan bahan baku. “Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan, masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi. Sebagai contoh, Mendagri menceritakan pengalaman memanfaatkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang kemudian diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurutnya, potensi serupa masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain sumber daya alam, Indonesia juga memiliki kekayaan kerajinan tradisional seperti tenun yang memiliki nilai seni tinggi. Produk tersebut bahkan banyak diburu kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya. “Artinya, Indonesia kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali,” jelasnya.

Di lain sisi, Mendagri juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dekranas. Selain menjadi momentum silaturahmi jajaran Dekranas dan Dekranasda, kegiatan tersebut dinilai telah berdampak terhadap perekonomian daerah setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, serta pejabat terkait lainnya. Red

You cannot copy content of this page