Brebes, DN-II Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, dalam pelaksanaan pembangunan Jembatan Beton Garuda. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (18/07/2026).
Tersebut melibatkan Babinsa Desa Karangbandung, Sertu Hendra, bersama warga yang bahu-membahu mengerjakan pembangunan jembatan sebagai sarana penghubung yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias bergabung dalam kegiatan gotong royong. Bersama Babinsa, mereka melaksanakan berbagai pekerjaan mulai dari pengangkutan material, persiapan pengecoran, hingga merapikan area pembangunan agar proses pekerjaan berjalan aman dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi penyemangat sekaligus wujud nyata pendampingan TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah binaannya.
Pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Karangbandung diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan ini nantinya akan mempermudah aktivitas perekonomian, pendidikan, pertanian, serta mobilitas warga sehari-hari. Infrastruktur yang memadai diyakini akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Babinsa Desa Karangbandung, Sertu Hendra, mengatakan bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun desa. Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting agar setiap program pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui semangat gotong royong, pekerjaan yang berat akan terasa ringan. Kehadiran Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI untuk selalu berada di tengah masyarakat, membantu setiap upaya pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Warga Desa Karangbandung pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selalu hadir mendampingi berbagai kegiatan masyarakat. Mereka berharap pembangunan Jembatan Beton Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga.
Kegiatan gotong royong tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga dengan baik. Melalui kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat persatuan serta rasa memiliki terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan bersama.
Dengan semangat gotong royong yang terus dipelihara, pembangunan Jembatan Beton Garuda di Desa Karangbandung diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu mendukung kemajuan wilayah Kecamatan Ketanggungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Brebes. Red
BREBES, DN-II Penantian panjang masyarakat Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, akhirnya berakhir dengan kebahagiaan. Setelah melalui proses pembangunan yang berlangsung selama beberapa bulan dan dikerjakan secara bertahap dengan semangat gotong royong, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di lintasan Sungai Ciraja resmi mencapai tahap finis pada Sabtu (18/07/2026).
Rampungnya pembangunan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat yang selama ini menantikan hadirnya akses penyeberangan yang aman, kokoh, dan layak digunakan.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi pembangunan dipenuhi wajah-wajah bahagia. Jembatan yang dahulu hanya menjadi impian masyarakat kini berdiri kokoh membentang di atas Sungai Ciraja. Infrastruktur tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kebersamaan, dan semangat gotong royong mampu melahirkan sebuah karya besar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang sejak awal mendampingi seluruh tahapan pembangunan, turut menyaksikan selesainya pekerjaan tersebut. Selama proses pembangunan, Pelda Aris selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan motivasi, membantu koordinasi di lapangan, serta memastikan seluruh pekerjaan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan rencana.
Menurut Pelda Aris, keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil dari sinergi seluruh pihak yang memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan Jembatan Gantung Garuda akhirnya selesai. Ini merupakan hasil kerja keras bersama antara TNI, pemerintah, tim teknis, dan masyarakat yang selama ini tanpa lelah bergotong royong. Semoga jembatan ini membawa manfaat yang besar bagi seluruh warga,” ungkap Pelda Aris.
Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan jembatan tersebut.
Beliau menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar menghadirkan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat merupakan kekuatan besar dalam membangun bangsa.
“Keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian semua pihak. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Bangbayang, pemerintah desa, tim teknis, serta seluruh personel Koramil 12/Bantarkawung yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jembatan ini menjadi sarana yang membawa manfaat besar bagi masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int.
Beliau juga berharap agar masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang oleh generasi yang akan datang.
Jembatan Gantung Garuda dibangun untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang selama ini harus menghadapi berbagai kendala saat melintasi Sungai Ciraja, khususnya pada musim penghujan. Dengan selesainya pembangunan, mobilitas warga akan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Hasil pertanian dapat diangkut dengan lebih mudah, akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan semakin terbuka, serta aktivitas ekonomi masyarakat diperkirakan akan meningkat. 
Selama proses pembangunan berlangsung, nilai-nilai gotong royong menjadi fondasi utama keberhasilan pekerjaan. Masyarakat dari berbagai kalangan tanpa mengenal lelah terus memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Kehadiran anggota Koramil 12/Bantarkawung yang dipimpin Babinsa Pelda Aris semakin memperkuat semangat kebersamaan sehingga setiap tahapan pembangunan dapat diselesaikan dengan baik.
Rampungnya Jembatan Gantung Garuda menjadi tonggak penting bagi kemajuan Desa Bangbayang dan wilayah sekitarnya. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka peluang pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata desa. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan dan mitra masyarakat dalam mengatasi berbagai kesulitan di wilayah.
Kini, jembatan yang berdiri megah di atas Sungai Ciraja menjadi saksi atas perjalanan panjang perjuangan, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih. Setiap tiang, kabel baja, dan papan lantai yang terpasang menyimpan kisah kebersamaan antara TNI dan masyarakat yang bekerja bahu-membahu demi satu tujuan mulia.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda pada Sabtu (18/07/2026), masyarakat Desa Bangbayang akhirnya dapat menikmati hasil dari perjuangan bersama. Jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah yang dipisahkan sungai, tetapi juga menjadi simbol persatuan, semangat gotong royong, dan bukti nyata bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan untuk kemajuan bangsa dapat terwujud dengan baik. Red
TEGAL, DN-II Personel Polsek Margasari, Polres Tegal, bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang lanjut usia (lansia) dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan Desa Margasari, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2026).
​Sesaat setelah menerima laporan, tim kepolisian segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
​Proses penanganan awal dipimpin langsung oleh Plt. Kapolsek Margasari, IPTU Ida Bagus Nyoman Laksana, S.H. Dalam operasionalnya, Polsek Margasari berkoordinasi erat dengan Tim INAFIS Polres Tegal dan tenaga medis setempat. Setelah olah TKP selesai, jenazah dievakuasi ke RSUD Slawi untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut.
​Hasil Pemeriksaan Medis
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Keterangan dari pihak keluarga memperkuat temuan tersebut, di mana korban diketahui merupakan lansia dengan riwayat gangguan daya ingat (pikun). Korban sebelumnya dilaporkan sempat meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga, yang kemudian memicu upaya pencarian oleh pihak keluarga selama beberapa hari terakhir.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Komitmen Pelayanan Polri
IPTU Ida Bagus Nyoman Laksana, S.H., menegaskan bahwa respons cepat ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama saat terjadi musibah.
​”Begitu menerima informasi dari warga, personel kami langsung mendatangi lokasi, mengamankan TKP, serta berkoordinasi dengan Tim INAFIS dan tenaga medis untuk evakuasi. Kehadiran Polri di sini tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman dan pendampingan moril bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar IPTU Ida Bagus.
​Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang lanjut usia, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan daya ingat, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
​Penanganan peristiwa ini menunjukkan sinergi yang solid antara pihak kepolisian, tenaga medis, pemerintah desa, dan warga setempat. Melalui langkah profesional dan humanis, Polsek Margasari memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar hingga jenazah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
​(S. Bimantoro)
SRAGEN, DN-II Pembentukan karakter pelajar menjadi perhatian serius Kodim 0725/Sragen di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), ratusan siswa baru MTsN 4 Sragen dibekali wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara sebagai fondasi membangun generasi yang berkarakter.
Materi disampaikan Batituud Koramil 20/Plupuh Peltu Sukardi kepada 316 siswa baru di Masjid MTsN 4 Sragen Desa Karangwaru Kecamatan Plupuh, Jum’at (17/7/2026).
Kegiatan dihadiri Kepala MTsN 4 Sragen Sardi, Babinsa Serka Suramto, dewan guru, serta seluruh peserta didik baru.
Dalam pemaparannya, Peltu Sukardi menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan, melainkan menjadi tanggung jawab setiap warga negara, termasuk para pelajar.
“Pelajar adalah aset bangsa. Karena itu sejak dini harus memiliki karakter disiplin, cinta tanah air, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat belajar untuk meraih prestasi. Itulah bentuk nyata bela negara di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, menggunakan media sosial secara bijak, menjauhi perundungan, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Kepala MTsN 4 Sragen, Sardi, mengapresiasi keterlibatan Kodim 0725/Sragen dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, materi wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi siswa baru untuk membentuk karakter yang kuat sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, disiplin, tanggung jawab, dan rasa cinta kepada bangsa. Kehadiran TNI memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak kami,” katanya. Red/Ak
Wonogiri, DN-II Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat bekerja sama dengan pihak lain sesuai program dan materi kegiatan bagi siswa baru. Seperti yang dilakukan SMK Pancasila 5 Wonogiri, Jumat (17/7/2026).
Materi MPLS berkaitan dengan tata tertib siswa, program ekstrakurikuler dan cara belajar, wawasan kebangsaan, kepramukaan, pengenalan bahaya narkoba disampaikan oleh guru-guru di sekolah serta personil dari TNI AD.
Materi peraturan baris berbaris (PBB), panitia bekerja sama dengan Koramil 01/Wonogiri Kodim 0728/Wonogiri. Babinsa Serma Jaka didampingi Serma Marso, memberikan materi teori tentang PBB, Karakter Kedisiplinan dan Wawasan Kebangsaan.
Kemudian dilanjutkan praktik lapangan untuk membekali siswa baru dengan keterampilan tentang baris-berbaris dan membentuk sikap mental disiplin. Peserta didik baru SMK Pancasila 5 Wonogiri tampak mengikuti materi dan latihan PBB tersebut dengan serius. Red/Ak
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wonogiri, DN-II Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan teknis dalam menghadapi bencana kebakaran hutan lahan (Karhutla) di musim kemarau, Kodim 0728/Winogiri bersama dinas instansi Kabupaten Wonogiri menggelar latihan gabungan penanganan Karhutla di alas kethu komplek Kamis (16/7/2026).
Diketahui, latihan ini merupakan bagian dari strategi TNI dalam menghadapi potensi bencana Karhutla dan kebakaran di pemukiman, menyusul tingginya cuaca panas dalam wilayah setempat sejak sebulan terakhir.
Latihan gabungan ini menitik beratkan pada aspek sinergi lintas sektor dengan melibatkan unsur TNI POLRI, BPBD, SAR, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, perangkat Desa, dan masyarakat setempat.

Materi latihan yang diterapkan dengan motede teori dan praktek simulasi ini mencakup penyuluhan pencegahan Karhutla kepada warga, simulasi penyiapan posko darurat, pemadaman Karhutla, evakuasi cepat korban, serta upaya pemulihan pasca bencana yakni kegiatan penghijauan kembali di lokasi yang terdampak Karhutla.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dari pantauan di lapangan, salah satu simulasi yang paling menarik bagi peserta latihan adalah praktek pemadaman api dan evakuasi penyelamatan korban Karhutla dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan.
Dalam simulasi ini, prajurit TNI bersama personel gabungan menunjukkan kekompakannya melakukan koordinasi dan reaksi cepat dalam penanganan bencana serta evakuasi korban. Simulasi ini di-skenariokan dengan dinamika situasi dan kondisi hutan lahan yang ada dalam lahan Perhutani.
Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan melalui Pasiops Kapten Inf Suraji, menyampaikan, kegiatan ini digelar pihaknya untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis prajurit serta personel gabungan dalam menghadapi potensi Karhutla di musim kemarau.
“Latihan gabungan ini kita gelar orientasinya tidak hanya meningkatkan kemampuan teori semata, namun lebih kepada penguasaan teknik penanggulangan bencana, serta memperkuat soliditas koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Pasiops menandaskan, kegiatan latihan gabungan ini juga sekaligus mempertegas peran aktif TNI dalam mendukung upaya mitigasi bencana untuk keselamatan masyarakat dalam teritorial Kabupaten Wonogiri. Red/Ak
Brebes, DN-II Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Brebes memastikan seluruh proses pengambilan barang bukti dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur yang berlaku.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Brebes, IPDA Arenas Bayu Setyadi, S.H., menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan setiap tahapan penanganan perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Menurut IPDA Arenas Bayu Setyadi, S.H., seluruh proses hukum yang berkaitan dengan penanganan kecelakaan lalu lintas dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta tidak dipungut biaya di luar ketentuan resmi.
“Kami memastikan tidak ada mekanisme di luar ketentuan yang diterapkan dalam proses penanganan maupun pengambilan barang bukti kecelakaan lalu lintas. Seluruh pelayanan yang kami berikan mengacu pada aturan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap barang bukti yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan ketentuan hukum dapat diambil oleh pihak yang berhak sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Satlantas Polres Brebes, lanjutnya, senantiasa mengedepankan prinsip pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, IPDA Arenas Bayu Setyadi, S.H., turut menanggapi kembali beredarnya unggahan di media sosial yang menyebut adanya permintaan sejumlah uang dalam proses pengambilan barang bukti kecelakaan lalu lintas di Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut merupakan informasi lama yang hingga saat ini tidak pernah dapat dibuktikan kebenarannya. Narasi tersebut juga tidak mencantumkan identitas narasumber yang jelas, waktu kejadian, maupun bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi yang beredar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Hingga saat ini, kami belum menerima laporan resmi yang disertai identitas pelapor maupun bukti pendukung sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut, IPDA Arenas Bayu Setyadi, S.H., menyoroti salah satu narasi yang menyebutkan bahwa pihak kepolisian meminta sejumlah uang dengan alasan kendaraan telah dijaga selama berada di gudang penyimpanan.
Menurutnya, pernyataan tersebut merupakan informasi yang tidak berdasar dan tidak pernah disampaikan oleh pejabat maupun personel Satlantas Polres Brebes.
“Kami tegaskan, tidak ada pejabat ataupun anggota Satlantas Polres Brebes yang pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang beredar di media sosial, termasuk narasi yang menyebut kendaraan tidak dapat diambil sebelum memberikan sejumlah uang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, informasi yang disampaikan tanpa dasar yang jelas dan tanpa bukti yang sah dapat dikategorikan sebagai informasi yang menyesatkan serta berpotensi menimbulkan keresahan dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian apabila memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelayanan Satlantas Polres Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami terbuka terhadap kritik, masukan, maupun laporan masyarakat. Apabila benar terdapat dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum anggota, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tambahnya.
IPDA Arenas Bayu Setyadi, S.H., menegaskan bahwa Polres Brebes selalu membuka ruang komunikasi dan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan terkait prosedur penanganan perkara maupun pengambilan barang bukti.
Apabila masyarakat menemukan atau mengalami dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum anggota, Polres Brebes meminta agar segera melaporkan secara resmi dengan menyertakan identitas, kronologi, serta bukti pendukung agar dapat segera ditindaklanjuti secara profesional dan transparan.
Layanan pengaduan yang dapat dihubungi antara lain:
1. Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes (WhatsApp): 0857-1253-4777
2. Seksi Propam Polres Brebes (WhatsApp): 078-8349-0267
3. Humas Polres Brebes (WhatsApp): 0856-2777-714
Satlantas Polres Brebes juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan integritas sebagai wujud pelayanan Polri yang Presisi.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang benar, tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong yang beredar di media sosial, serta tetap mengedepankan prinsip verifikasi sebelum membagikan suatu informasi kepada publik. Casroni/Hms
BREBES, DN-II Harapan panjang masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, untuk memiliki akses penghubung yang aman kini semakin mendekati kenyataan. Pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan kedua desa tersebut terus menunjukkan progres yang signifikan. Memasuki Kamis (16/07/2026).
Konstruksi jembatan telah memasuki tahap akhir sehingga impian yang selama bertahun-tahun hanya menjadi angan kini hampir benar-benar terwujud.
Bagi masyarakat di kedua desa, keberadaan Jembatan Garuda bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Jembatan ini merupakan simbol harapan yang lahir dari semangat kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian berbagai pihak yang sejak awal bahu-membahu mewujudkan akses penghubung yang lebih aman dan layak.
Selama bertahun-tahun, warga Desa Kadumanis dan Desa Citimbang harus menghadapi berbagai kendala saat melintasi sungai yang memisahkan kedua desa. Pada musim penghujan, tingginya debit air sering kali menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga warga yang hendak mengakses pelayanan kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari.
Kini, berkat kerja keras masyarakat bersama TNI, pemerintah desa, dan tim teknis, impian tersebut sedikit demi sedikit berubah menjadi kenyataan. Struktur Jembatan Garuda telah berdiri kokoh dan terus disempurnakan agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di lokasi pembangunan, Babinsa Desa Kadumanis Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Hasanudin, terus mendampingi setiap tahapan pekerjaan. Tidak hanya memberikan arahan, ia juga turun langsung membantu masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat.
Melihat perkembangan pembangunan yang semakin mendekati tahap penyelesaian, Serda Hasanudin menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya kepada seluruh masyarakat yang sejak awal tidak pernah berhenti memberikan dukungan.
“Yang dulu hanya mimpi, sekarang hampir terwujud. Semua ini berkat doa, kerja keras, dan semangat gotong royong masyarakat bersama TNI. Semoga dalam waktu dekat Jembatan Garuda dapat selesai dan segera dimanfaatkan oleh seluruh warga,” ujar Serda Hasanudin.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda menjadi bukti bahwa cita-cita besar dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat bersatu dalam satu tujuan. Kekompakan, kepedulian, dan semangat pantang menyerah menjadi modal utama yang membawa pembangunan hingga mencapai tahap saat ini.
Sementara itu, Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Desa Kadumanis dan Desa Citimbang atas dedikasi mereka selama proses pembangunan berlangsung.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan semangat gotong royong luar biasa. Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bukti bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan karya yang sangat bermanfaat bagi kepentingan bersama. Semoga jembatan ini menjadi penggerak kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan implementasi tugas pembinaan teritorial TNI AD, yakni hadir di tengah masyarakat, membantu mengatasi kesulitan rakyat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pembangunan Jembatan Garuda juga menjadi contoh nyata bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Kabupaten Brebes. Setiap tahapan pembangunan dilalui bersama dengan penuh semangat, mulai dari pembukaan akses, pembangunan pondasi, pemasangan tiang, pemasangan sling baja, hingga penyempurnaan konstruksi yang kini hampir selesai.
Keberadaan jembatan ini nantinya diharapkan mampu membuka akses yang lebih cepat dan aman antara Desa Kadumanis dan Desa Citimbang, memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Salem.
Bagi masyarakat, Jembatan Garuda bukan hanya rangkaian baja dan beton yang membentang di atas sungai. Jembatan ini adalah simbol perjuangan, pengorbanan, doa, dan kebersamaan yang dibangun oleh banyak tangan dengan satu tujuan mulia, yakni menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kadumanis diyakini akan segera rampung. Impian yang dahulu terasa begitu jauh kini telah berdiri nyata di hadapan masyarakat, menjadi bukti bahwa dengan persatuan, kerja keras, dan kemanunggalan TNI bersama rakyat, tidak ada cita-cita yang terlalu besar untuk diwujudkan.(Pen0713)
Cilacap, Detik Nasional – Santri Gayeng Nusantara (SGN), organisasi sosial kemasyarakatan yang diinisiasi tokoh Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Cilacap. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyerap langsung berbagai usulan warga saat berkunjung ke Kecamatan Dayeuhluhur, Rabu (15/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat mengusulkan agar ruas Jalan Mergokaraharjaan–Kuningan sepanjang sekitar 29 kilometer ditingkatkan statusnya dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi. Ruas jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan Kabupaten Cilacap dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Kuningan di Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, warga juga mengusulkan dukungan Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk peningkatan akses menuju kawasan wisata Hanum D’Bonkeh Pass melalui ruas Jalan Dayeuhluhur–Hanum yang terhubung dengan Kecamatan Wanareja. Perbaikan akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan daya saing wilayah, serta mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan komoditas hortikultura, seperti cabai, manggis, alpukat, durian, pisang, gula aren, kelapa, pala, kapulaga, dan kopi, termasuk sektor peternakan.

“Aspirasi yang kami terima meliputi perbaikan infrastruktur jalan desa, peningkatan kapasitas UMKM, program bedah rumah, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi sekolah, masjid, TPQ/Madin, hingga pelestarian budaya Sunda,” ujar Mujiburohman.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan paling mendesak yang diharapkan segera mendapat perhatian pemerintah.
“Dari sekian banyak aspirasi masyarakat, yang paling mendesak untuk direalisasikan adalah peningkatan infrastruktur jalan. Kondisinya saat ini masih banyak yang rusak sehingga perlu segera mendapat perhatian,” katanya.
Mujiburohman menegaskan, SGN akan terus mengawal berbagai usulan masyarakat agar dapat direalisasikan melalui sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Cilacap.
“Kami ingin memastikan setiap program bantuan maupun pembangunan di Kabupaten Cilacap tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dani)
Sragen, DN-II Kodim 0725/Sragen kembali menggelar kegiatan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa atau disingkat TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2026 di Lapangan Ds. Majenang Kec. Sukodono Kab. Sragen. Rabu, (15/07/2026).
Saat menjadi inspektur upacara Bupati Sragen H. Sigit Pamungkas SIP, MA membacakan amanat Gubernur Jateng Komjen Pol (P) Drs. AHMAD LUTHFI, SH, S.St., MK.
“TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi yang erat antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Selama 45 tahun, program ini telah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kesengkuyungan mampu meng-hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendukung pembangunan di Jawa Tengah”
“Pada Tahun 2026, pelaksanaan TMMD didukung oleh sinergi antara TNI AD, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten/Kota dengan dukungan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp33,2 Miliar. Kolaborasi ini menjadi kekuatan bersama untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan merata. Program TMMD Reguler maupun TMMD Seng-kuyung telah nyata berhasil membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam mengakselarasi pembangunan di wilayah perdesaan, terisolir, terbelakang, perkotaan kumuh dan miskin melalui kegiatan fisik maupun nonfisik”
“Sasaran kegiatan fisik diprioritaskan pada pem-bangunan infrastruktur dan sarana prasarana kebutuhan dasar masyarakat, untuk meningkatkan aksesibilitas daerah terpencil dan mendukung peningkatan per-ekonomian. Sedangkan sasaran kegiatan nonfisik diprioritaskan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara serta mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, melalui 3 (tiga) bidang yaitu kesehatan, pendidikan dan bela Negara”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Saya berharap semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak berhenti pada pelaksanaan program ini, tetapi terus menjadi budaya kerja bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Dengan kolaborasi, gotong royong, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan, kita akan mampu membangun desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera”
“Melalui kesengkuyungan seluruh komponen bangsa, saya optimistis TMMD Reguler ke-129 dan Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan kelurahan, sekaligus mendukung pencapaian target RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yaitu menurunkan angka kemiskinan di angka 8,70%8,53% dan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,00%6,00%, sebagai bekal menyongsong bonus demografi dan Indonesia Emas 2045”
Sementara Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.IP menjelaskan bahwa sasaran TMMD Sengkuyung III tahun 2026 di Desa Majenang ini tidak jauh berbeda dengan TMMD lainnya.
“Sasaran TMMD yang berlokasi di Ds. Majenang, Kec. Sukodono, Kab. Sragen dengan waktu pelaksanaan selama 30 hari terhitung mulai tanggal 15 juli s.d 13 Agustus 2026 meliputi Sasaran fisik yakni cor blok jalan sepanjang 400 x 3 x 0,12 m, Rehab RTLH 5 unit dan Jambanisasi 5 unit”
“Sasaran Non fisik meliputi penyuluhan Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, Stunting, Posyandu dan penyuluhan penyakit tidak menular, Bin Kamtibmas dan bahaya narkoba, Peternakan dan perikanan, Pertanian dan perkebunan serta Bintal/rohani” jelas Dandim.
Upacara pembukaan TMMD selesai dilanjutkan dengan pemberian paket sembako untuk Lansia dan warga Prasejahtera. Red/Ak
You cannot copy content of this page
