”Tingkatkan Soliditas di Bulan Ramadhan, TMI Lampung Barat Perkuat Koordinasi Hingga Tingkat Desa”
BALIK BUKIT ” WWW.DETIKNASIONAL.COM // Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Lampung Barat menggelar acara buka puasa bersama dalam rangka mengisi keberkahan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi ini dilaksanakan di kediaman yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Balik Bukit, pada Senin (16/03/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti DPD, seluruh Koordinator Kecamatan (Korcam), hingga Koordinator Desa (Kordes) Tani Merdeka Indonesia se-Kabupaten Lampung Barat. Kehadiran para pengurus dari berbagai tingkatan ini menunjukkan soliditas organisasi dalam mengawal aspirasi petani di wilayah Bumi Sekala Bekhak.
Sekretaris DPD TMI Lampung Barat, Haris Arifin Lubis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk memperkokoh koordinasi internal. Menurutnya, kerukunan antar pengurus adalah modal utama untuk menjalankan program-program pemberdayaan petani ke depannya.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
”Kegiatan buka bersama ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah untuk mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat semangat gotong royong di tubuh TMI Lampung Barat. Kami ingin memastikan komunikasi dari kabupaten hingga desa tetap berjalan harmonis dan satu komando,” ujar Haris Arifin Lubis.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Satgas DPD Tani Merdeka Indonesia, Alex, yang memberikan apresiasi atas antusiasme para pengurus yang hadir. Alex menekankan bahwa peran Satgas adalah mengawal setiap kebijakan organisasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok tani di lapangan melalui pengawasan yang melekat.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi ringan mengenai isu-isu pertanian lokal sembari menunggu waktu berbuka, disusul dengan doa bersama untuk kemajuan sektor pertanian di Lampung Barat. Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh jalannya kegiatan hingga berakhirnya ramah tamah tersebut.
REPORT :JULIYAN
TEGAL, DN-II Sejumlah warga Desa Brekat, Kecamatan Tarub, mendatangi Satreskrim Polres Tegal pada Selasa (17/03/2026). Kedatangan mereka bertujuan mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan perusakan lahan timun yang dilaporkan sejak Januari 2024, namun hingga kini dinilai jalan di tempat.
Menagih Kepastian Hukum lewat SP2HP
Pelapor kasus, Untung Suradi (39), hadir bersama lima warga lainnya untuk meminta Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Ia menyayangkan lambannya penanganan perkara yang sudah bergulir selama dua tahun tersebut.
“Kami ingin tahu sejauh mana perkembangan laporan perusakan tanaman timun yang saya ajukan Januari 2024 lalu. Kami butuh kepastian hukum,” tegas Untung di Mapolres Tegal.
Usai melakukan audiensi, Untung menyebut pihak penyidik Unit II Satreskrim Polres Tegal berjanji akan segera menerbitkan dokumen tersebut. “Penyidik menyampaikan SP2HP akan dikirimkan kepada kami dalam dua hari ke depan,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Duduk Perkara: Pencabutan Paksa Jelang Panen
Kasus ini berakar dari sengketa lahan bengkok seluas 2 hektar yang disewa Untung dari mantan Kepala Desa Brekat, Purwanto. Konflik memanas saat terjadi pergantian kepemimpinan desa kepada Kades baru, Sabar.
Untung mengungkapkan, saat itu masih tersisa lahan 5.000 meter persegi yang ditanami timun. Meski ia telah meminta kelonggaran waktu satu bulan hingga masa panen tiba, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.
“Tanaman timun saya dicabuti paksa oleh sekelompok orang, padahal hanya tinggal satu minggu lagi panen. Saya hanya minta waktu satu bulan, tapi tidak diizinkan,” kenang Untung.
Respons Kades dan Kepolisian
Saat dikonfirmasi, Kades Brekat, Sabar, memberikan respons singkat. Ia mengklaim lahan tersebut adalah miliknya dan menganggap persoalan ini sudah lama berlalu.
“Berkasnya ada di Polres, silakan tanya langsung ke penyidik. Itu perkara sudah basi dan itu lahan saya,” ujar Sabar melalui pesan singkat WhatsApp.
Sementara itu, Kanit II Satreskrim Polres Tegal, Ipda Fa, memastikan pihaknya akan segera memenuhi permintaan pelapor terkait transparansi penyidikan. “Kami akan segera mengirimkan SP2HP tersebut langsung kepada pelapor atau melalui kuasa hukumnya,” jawabnya singkat.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menempuh perjalanan jauh saat arus mudik sering kali menguras stamina dan konsentrasi. Menyadari risiko tersebut, tim medis dari RS Harapan Sehat Jatibarang bersiaga penuh di Posko Kesehatan Alun-Alun Brebes guna menjamin keselamatan dan kesehatan para pejuang mudik.
Ditemui pada Rabu (18/3/2026), dua tenaga kesehatan yang bertugas, Dian dan Yuliani, menjelaskan bahwa posko ini merupakan bentuk dedikasi pelayanan publik bagi masyarakat yang mengalami penurunan kondisi fisik selama di perjalanan.
Pelayanan Medis Lengkap dan Gratis
Bukan sekadar tempat singgah biasa, posko yang beroperasi 24 jam nonstop ini dilengkapi dengan fasilitas medis dasar yang mumpuni. Pihak medis telah menyiapkan prosedur penanganan cepat untuk berbagai keluhan kesehatan.
“Kami menyediakan berbagai macam obat-obatan dasar, seperti parasetamol, hingga tindakan medis darurat seperti pemberian infus jika kondisi pasien memang membutuhkan,” ujar Yuliani.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain penanganan penyakit ringan, tim medis juga siap melakukan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Jika ditemukan kasus darurat yang memerlukan penanganan spesialis, mereka telah menyiapkan jalur rujukan cepat.
“Jika ada pemudik yang butuh pertolongan lebih lanjut atau kondisinya kritis, akan segera kami rujuk ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans siaga,” tegas Dian.
Fasilitas Nyaman untuk Pulihkan Stamina
Untuk memastikan pemudik kembali bugar sebelum melanjutkan perjalanan, Posko Kesehatan Alun-Alun Brebes menyediakan fasilitas penunjang yang representatif:
Ruangan Ber-AC: Membantu pemudik berteduh dari cuaca panas agar suhu tubuh tetap stabil.
Bed Pasien/Tempat Tidur: Tersedia bagi mereka yang membutuhkan istirahat total akibat kelelahan ekstrem.
Logistik Ringan: Tersedia makanan dan minuman untuk membantu memulihkan energi secara instan.
Imbauan Medis: Keselamatan di Atas Kecepatan
Mengingat tingginya angka kecelakaan yang dipicu oleh faktor kelelahan (fatigue), tim medis memberikan pesan khusus kepada para pengendara. Mereka menekankan bahwa sampai di kampung halaman dengan selamat jauh lebih berharga daripada sampai dengan terburu-buru.
“Pesan kami, tolong selalu jaga kesehatan. Kalau sudah ada keluhan pusing atau mual, jangan dipaksakan. Lebih baik berhenti dan istirahat sejenak di sini,” tutur Yuliani dengan penuh empati.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dian juga menyoroti bahaya laten mengantuk saat berkendara. “Jangan lawan rasa kantuk. Mampir saja ke posko kami. Kami siaga mulai 15 Maret hingga 18 April 2026 untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus PO Zentrum MK dengan mobil Daihatsu pick up di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa malam (17/03/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.39 WIB tersebut mengakibatkan satu orang penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 33 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Zainurrozaq menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, Bus Mercedes Benz PO Zentrum bernomor polisi K-7603-OF yang dikemudikan oleh Wahyu (32) melaju dari arah barat ke timur dan berupaya mendahului kendaraan lain melalui bahu jalan sebelah kiri.
Pada saat bersamaan, terdapat mobil Daihatsu pick up bernomor polisi B-9108-BBI yang sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami kendala teknis.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari hingga bus menabrak bagian belakang pick up dan terguling ke sisi utara jalan tol. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.
1 orang korban meninggal dunia atas nama STM (60), sementara korban luka-luka segera dievakuasi ke RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan medis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Data saat ini tercatat 1 (satu) korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala dan patah tulang. Selain itu, 33 korban lainnya mengalami luka ringan, termasuk pengemudi pick up dan sejumlah penumpang bus. Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 50.000.000,-.
Saat ini, Satlantas Polres Brebes masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan.
AKP Ahmad Zainurrozaq kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar tidak menggunakan bahu jalan untuk mendahului kendaraan.
“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk menjamin keselamatan bersama di jalan,” tegasnya.
PURWAKARTA, DN-II Tragedi maut terjadi di kawasan pertambangan Gunung Sembung, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta pada Sabtu (14/03/2026). Dua orang pekerja tambang dilaporkan tewas seketika setelah tertimpa bongkahan batu berukuran besar saat sedang beraktivitas di lokasi yang diduga ilegal tersebut.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Blok A Gunung Sembung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban berinisial J dan D tengah melakukan penggalian di bagian bawah tebing batu. Akibat tidak adanya penyangga yang memadai, bongkahan batu besar di atasnya runtuh dan langsung menghimpit tubuh kedua pekerja.
Proses evakuasi berjalan dramatis. Jasad kedua korban baru bisa dikeluarkan setelah tim penyelamat mengerahkan alat berat ekskavator. Atas permintaan keluarga yang menolak otopsi (visum), jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Pasirkepuh, Desa Sindanglaya, Kecamatan Sukatani untuk dimakamkan.
Desakan Penegakan Hukum
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menanggapi tragedi ini, Ali Sopyan dari Relawan Rambo Nusantara (Rakyat Membela Prabowo) angkat bicara. Ia mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat untuk segera turun tangan mengusut tuntas pemilik tambang dan melakukan penangkapan.
”Kami mendesak Polda Jabar segera bertindak. Pertambangan di Gunung Sembung ini tidak memiliki izin Galian C. Ini murni penambangan liar yang merusak lingkungan dan merugikan negara karena tidak ada retribusi pajak yang masuk ke daerah,” tegas Ali Sopyan.
Mengangkangi Larangan Pemerintah
Ironisnya, lokasi pertambangan ini dikabarkan telah ditutup oleh otoritas terkait, termasuk instruksi dari tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Namun, aktivitas di lapangan tetap berjalan seolah-olah kebal hukum.
”Sebut saja ‘Bapak Aing’ (Dedi Mulyadi) sudah melarang, tapi instruksi itu dikangkangi oleh pengusaha yang berjiwa preman. Kami menduga keras lokasi ini dibekingi oleh oknum-oknum tertentu sehingga mereka berani beroperasi tanpa standar keamanan kuari yang jelas,” tambah Ali.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola tambang belum dapat dikonfirmasi. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa pihak pengelola telah melarikan diri tak lama setelah insiden maut tersebut terjadi.
Tim Red
BREBES, DN-II Menghadapi lonjakan volume kendaraan pemudik pada H-3 Lebaran 1447 H, Korlantas Mabes Polri resmi memberlakukan sistem satu arah atau one way sepenggal di ruas Tol Trans Jawa, Selasa (17/03/2026) sore.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai dari Kilometer (KM) 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama) hingga KM 263 Tol Brebes Barat. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dari arah Jakarta yang mulai membanjiri jalur menuju timur.
Dampaknya, kendaraan yang melaju dari arah timur (Semarang/Solo) menuju arah barat (Jakarta) tidak dapat masuk ke jalur tol di wilayah Brebes. Dua gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Pejagan dan Gerbang Tol Brebes Barat, ditutup total bagi kendaraan yang menuju ke arah Jakarta.
Sebagai alternatif, seluruh kendaraan dari arah timur dikeluarkan melalui Exit Tol Brebes Timur (Brexit) untuk selanjutnya diarahkan melintasi jalur arteri Pantura menuju arah barat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemberlakukan one way sepenggal ini membuat arus mudik dari arah Jakarta terpantau lancar tanpa hambatan. Kendaraan pemudik tampak memenuhi Jalur A maupun Jalur B. Dengan pengawalan ketat dari personel kepolisian, rombongan pemudik terlihat melintasi Simpang Susun Pejagan sekitar pukul 17.00 WIB dengan kecepatan stabil.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada hari ini.
“Mulai H-4 Lebaran ini, volume kendaraan pemudik sudah mulai mengalami peningkatan yang cukup tajam,” jelas Iptu Indra Prasetyo dalam keterangannya.
Sistem one way di Tol Trans Jawa ini rencananya akan diberlakukan secara situasional beberapa kali setiap harinya selama masa arus mudik, mulai tanggal 17 Maret hingga 20 Maret 2026 mendatang.
Pihak kepolisian juga menitipkan pesan penting bagi para pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan di atas kecepatan.
“Kami menghimbau kepada para pengemudi untuk selalu waspada dan berhati-hati saat memacu kendaraannya. Jika lelah, silakan beristirahat di rest area yang telah disediakan,” tutup Kasatgas Humas. (Casroni/Hms)
Tegal, DN-II Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tegal bersama Forkopimda melaksanakan pengecekan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Tegal, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tegal yang didampingi Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M. bersama para PJU Polres Tegal serta kepala dinas terkait. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, rombongan meninjau langsung berbagai fasilitas di Pos Pelayanan, termasuk kesiapan petugas gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan dukungan logistik kepada petugas di lapangan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril dalam menjalankan tugas pengamanan. Koordinasi lintas sektoral turut dilakukan guna memperkuat sinergitas antar instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui jajaran PJU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idulfitri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui Operasi Ketupat Candi 2026, kami berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun aktivitas selama Lebaran,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Mudik Nyaman Bersama”, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan optimal sehingga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tegal tetap aman, tertib, dan kondusif. ( Bim )
BREBES, DN-II Komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik 2026 kembali dibuktikan melalui aksi respons cepat personel di lapangan. Pada Selasa (17/03/2026), personel Pos Pengamanan (Pospam) Dermoleng Ketanggungan berhasil menyerahkan kembali sejumlah barang milik pemudik yang sempat terjatuh dari bus angkutan umum.
Kejadian bermula pada Selasa dini hari, ketika petugas di Pospam Dermoleng menerima laporan dari warga terkait penemuan 4 tas gendong dan 1 paket kardus yang tercecer di jalanan. Menanggapi laporan tersebut, petugas langsung mengamankan barang-barang tersebut ke pos pengamanan untuk dilakukan identifikasi awal.
Setelah dilakukan pengecekan mendalam, petugas berhasil mengidentifikasi bahwa barang-barang tersebut milik penumpang Bus SNW Trans dengan rute perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kapospam Dermoleng, Ipda Sugiyanto, menjelaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan pihak agen bus, dipastikan benar bahwa barang tersebut milik empat penumpang yang sedang dalam perjalanan mudik. Pemilik barang tersebut teridentifikasi atas nama : Wasirin asal Cilacap, M. Muklis asal Banyumas serta Dadang Rukandar dan Suswanto asal Banjarnegara
Tepat pada pukul 13.00 WIB, seluruh barang berupa 4 tas dan 1 kardus tersebut diserahkan secara resmi kepada kru Bus SNW Trans atas nama Bapak Bambang, yang kemudian akan meneruskannya langsung kepada para pemilik di alamat tujuan masing-masing.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapospam Dermoleng, Ipda Sugiyanto, menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna jasa angkutan umum maupun pribadi agar lebih teliti terhadap barang bawaan.
“Kami bersyukur barang-barang tersebut dapat segera ditemukan dan dikembalikan. Ini adalah bagian dari tugas kami untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu. Kami menghimbau kepada kru angkutan umum untuk selalu mengecek kembali bagasi dan kepada pemudik agar tetap waspada serta selalu memastikan barang bawaan dalam posisi aman sebelum berangkat,” ujar Ipda Sugiyanto.
Aksi sigap personel Pospam Dermoleng ini mendapat apresiasi positif dari kru bus dan masyarakat, sebagai bukti nyata kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin kelancaran dan ketenangan selama masa Operasi Ketupat Candi 2026. (Casroni/Hms)
BREBES, DN-II Menjelang puncak arus mudik 2026, Polres Brebes melakukan langkah proaktif untuk menjamin kelancaran lalu lintas di wilayahnya. Sebagai bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026, kepolisian telah menyiagakan Tim Urai Jalur yang siap bergerak cepat (mobile) untuk mengatasi potensi kemacetan maupun kepadatan kendaraan di titik-titik krusial.
Tim Urai ini terdiri dari personel bermotor yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga mampu menembus kepadatan arus jika terjadi sumbatan di jalur utama, baik di jalur Pantura, Jalur Tengah, maupun jalur menuju selatan.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menjelaskan bahwa tim ini dibekali dengan kemampuan teknis pengaturan lalu lintas dan penarikan arus yang efektif. “Personel Tim Urai disiagakan selama 24 jam. Begitu ada laporan kepadatan di titik tertentu, tim akan langsung meluncur untuk melakukan penarikan arus guna memastikan kendaraan tetap bergerak,” ungkapnya, pada Selasa (17/03/2026)
Selain kepadatan volume kendaraan, salah satu tantangan utama di jalur arteri adalah keberadaan Pasar tumpah. Aktivitas masyarakat yang meningkat di sekitar pasar tradisional seringkali memicu perlambatan arus lalu lintas.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi beberapa titik pasar tumpah, seperti di wilayah Bulakamba, Larangan, hingga Tonjong dan Bumiayu. Masyarakat diharapkan tetap sabar dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Terkait adanya apasar tumpah imbauan juga disampaikan kepada para pemudik untuk mengurangi laju kendaraan saat mendekati area pasar serta selalu waspada terhadap para pejalan kaki yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.
“Kami pastikan personel sudah terploting di setiap titik rawan. Kami juga meminta pemudik untuk selalu memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi SIPOLAN agar bisa mengantisipasi rute perjalanan lebih awal,” terang Kasatgas Humas.
Indra menambahkan, Polres Brebes berkomitmen untuk menghadirkan mudik yang aman dan nyaman. Jika masyarakat mengalami kendala di jalan atau merasa kelelahan, jangan ragu untuk beristirahat di Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan terdekat yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik.
“Melalui kesiapsiagaan seluruh personel, Polres Brebes berkomitmen penuh untuk menghadirkan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepolisian mengingatkan bahwa keselamatan adalah tujuan utama dalam perjalanan ini. Oleh karena itu, jika masyarakat mengalami kendala teknis di jalan atau mulai merasakan kelelahan, jangan ragu untuk singgah dan beristirahat di Pos Pelayanan maupun Pos Pengamanan terdekat yang telah tersebar di sepanjang jalur mudik Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (Casroni/Hms)
TEGA, DN-II Nasib malang menimpa Undung Suradi, seorang petani asal Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Lahan Timun seluas 5.000 meter persegi yang digarapnya diduga dirusak oleh sekelompok orang tepat saat memasuki masa tunggu panen. Tak terima dengan perlakuan tersebut, Undung resmi melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula dari sengketa masa sewa lahan. Undung menjelaskan bahwa ia menyewa lahan tersebut melalui seseorang bernama Burhanto dengan nilai kontrak Rp15.000.000 per tahun. Meski secara administratif masa sewa telah berakhir, Undung mengaku masih memiliki sisa masa tanam sekitar satu bulan lagi sebelum timun siap dipanen.
“Saya sudah memohon agar diberikan waktu tambahan satu bulan saja sampai panen tiba, namun permohonan itu ditolak,” ujar Undung.
Menurut keterangannya, perusakan tanaman timun tersebut diduga dilakukan oleh sekitar 15 orang. Aksi ini disaksikan oleh beberapa warga setempat, di antaranya Musa dan Tobing. Undung menyebut para pelaku diduga merupakan pihak dari Kepala Desa Brekat, Kecamatan Tarub, yang berinisial S.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menempuh Jalur Hukum
Didampingi kuasa hukumnya, Charles Sinaga, Undung kini mencari keadilan melalui jalur hukum. Hingga saat ini, pihak pelapor masih menunggu kepastian hukum terkait perkembangan kasus tersebut.
“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) maupun Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SPHP) dari pihak kepolisian,” tambah Undung.
Konfirmasi Pihak Terkait
Kasus ini mulai menyita perhatian warga Desa Jatimulya. Kerugian materil dan tenaga yang dialami petani menjelang panen dianggap sangat memprihatinkan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Brekat berinisial S belum memberikan keterangan resmi. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, yang bersangkutan tidak memberikan respons atau jawaban terkait tuduhan perusakan tersebut.
Reporter: Teguh
