BANGGAI LAUT, 13 Agustus 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, tengah menjadi sorotan. Hal ini menyusul informasi mengenai keberadaan Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Banggai Laut, Ariyanto, yang sedang berada di luar daerah di tengah padatnya agenda sosialisasi dan persiapan teknis MBG.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi, Ariyanto diketahui berada di Luwuk, Kabupaten Banggai, selama beberapa hari terakhir. Kepergiannya ini dikabarkan untuk menghadiri acara pesta keluarga.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (13/8/2026), Ariyanto membenarkan dirinya sedang berada di Luwuk. Namun, ia membantah keras tudingan bahwa dirinya mangkir dari tanggung jawab atau menelantarkan tugas sebagai Koordinator SPPI.
“Benar, saya baru beberapa hari di kabupaten tetangga (Luwuk) karena ada acara pesta keluarga. Namun, saya tegaskan, saya tidak meninggalkan tugas. Koordinasi dan pemantauan program MBG di Banggai Laut tetap saya jalankan secara remote (jarak jauh),” ujar Ariyanto.
Ariyanto menambahkan bahwa kunjungannya ke Luwuk tidak mengganggu jalannya program di Banggai Laut karena tahapan yang sedang berjalan masih memungkinkan untuk dikontrol melalui komunikasi jarak jauh.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di sisi lain, narasumber yang enggan disebutkan namanya menilai keberadaan koordinator di luar wilayah kerja di saat program MBG sedang gencar disosialisasikan ke sekolah-sekolah dan masyarakat, kurang etis.
“Sebagai ujung tombak di lapangan, koordinator seharusnya berada di lokasi. Jika terjadi kendala teknis di lapangan atau persiapan dapur MBG, siapa yang memegang kendali penuh di tempat?” ungkap sumber tersebut.
Terkait regulasi, berdasarkan aturan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), seorang Koordinator Wilayah SPPI memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin, mengelola, dan mengawasi jalannya dapur MBG di wilayah kerjanya. Meninggalkan tugas tanpa alasan yang jelas atau menelantarkan program prioritas nasional ini dapat berpotensi dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi sorotan tersebut, Ariyanto menduga ada tendensi lain di balik pelaporan keberadaannya di Luwuk. “Saya mempertanyakan siapa yang menyampaikan informasi ini. Keberadaan saya di Luwuk ini juga masih dalam rangka urusan kedinasan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, dan saya pastikan tugas SPPI tidak terbengkalai,” elaknya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) maupun dinas terkait di Kabupaten Banggai Laut mengenai polemik keberadaan Ariyanto di luar wilayah tugas ini.
Program MBG menuntut kehadiran dan pengawasan penuh dari para penggerak di daerah untuk memastikan gizi anak-anak sekolah tersalurkan dengan tepat dan sesuai standar. Publik kini menantikan klarifikasi lanjutan dan jaminan pengawasan dari pihak berwenang agar program strategis ini berjalan optimal.”(Red)
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
