SURABAYA, DN-II Universitas Terbuka (UT) Surabaya kembali membuktikan bahwa sistem pembelajaran daring tidak menjadi penghalang bagi mahasiswanya untuk berprestasi di kancah olahraga. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Futsal, UT Surabaya sukses berpartisipasi dalam ajang bergengsi National Campus Futsal Series (NCFS) Regional Surabaya 2026 yang dihelat di GOR UNESA pada 21–24 Mei 2026.

UKM Futsal UT Surabaya, yang berdiri sejak 15 Mei 2022 di bawah naungan Organisasi Mahasiswa (Ormawa), menurunkan 14 pemain terbaiknya untuk berlaga melawan tim-tim tangguh dari berbagai perguruan tinggi, seperti FIKK UNESA, FT UNESA, dan FEB UNAIR.

Direktur UT Surabaya, Prof. Dr. Suparti, M.Pd., yang hadir langsung di GOR untuk memberikan dukungan moral, menegaskan bahwa keikutsertaan ini adalah wujud nyata komitmen UT dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Terbuka tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga mampu aktif, berprestasi, dan berkompetisi secara sportif di bidang olahraga,” ujar Prof. Suparti didampingi pengurus Ormawa UT Surabaya, Dede Aldi Dewanata.

Semangat Pantang Menyerah

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam turnamen yang diselenggarakan oleh Games of Society tersebut, tim Futsal UT Surabaya menunjukkan mentalitas baja. Meski sempat menelan kekalahan 0–3 dari FIKK UNESA di laga pembuka, para pemain langsung bangkit dan mencatatkan kemenangan manis 1–0 atas FT UNESA di pertandingan kedua. Pada laga pamungkas melawan FEB UNAIR, pertandingan berlangsung sangat sengit hingga berakhir imbang 1–1, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan melalui drama adu penalti.

Atmosfer tribun pun tak kalah meriah berkat kehadiran suporter setia yang dikoordinatori oleh Hadimas, menambah gairah juang para pemain di lapangan.

Pelatih UKM Futsal UT Surabaya, Krisdyanto, mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan batu loncatan penting bagi timnya. “Meski kami berasal dari perguruan tinggi berbasis pembelajaran daring, kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa UT memiliki semangat juang yang tinggi dan mampu bersaing dengan kampus reguler lainnya,” tuturnya, yang turut didukung oleh Ketua Ormawa UT Surabaya, Muhammad Mas Davit H.R.

Komitmen Pengembangan Bakat

Tim yang dipimpin oleh Krisdyanto sebagai pelatih, didampingi Ramanda Aditya selaku asisten pelatih dan Moch. Aziz Ridho sebagai manajer, berkomitmen untuk terus meningkatkan performa ke depannya. Selepas NCFS 2026, UKM Futsal UT Surabaya akan kembali mengintensifkan latihan rutin dan agenda fun game untuk mempererat kekompakan tim.

Bagi mahasiswa UT Surabaya yang memiliki minat di bidang futsal dan ingin mengembangkan bakatnya, UKM Futsal UT Surabaya membuka pintu selebar-lebarnya bagi anggota baru. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Direct Message (DM) di akun Instagram resmi UKM Futsal UT Surabaya. Red

JAKARTA, DN-II Keputusan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melantik Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Pasalnya, Mursidi saat ini tengah tersandung kasus hukum terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang siswa SDN Sukaratu 5 pada April 2026 lalu.

Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menilai pelantikan ini sebagai bentuk pelecehan terhadap penegakan hukum di Indonesia.

“Rakyat sangat geram. Bagaimana mungkin seseorang yang sedang tersangkut kasus hukum berat justru ‘diberi bonus’ jabatan? Saya meminta Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk menginstruksikan para menteri agar menindak tegas pejabat yang bermasalah. Jangan lagi ada pelantikan bagi mereka yang masih dalam proses hukum,” tegas Prof. Sutan saat dihubungi melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Soroti Integritas Hukum

Prof. Sutan menegaskan bahwa seharusnya tidak ada ruang bagi pelanggar hukum untuk menduduki jabatan publik selama proses hukumnya belum selesai atau berkekuatan hukum tetap (inkracht). Ia mengkhawatirkan preseden buruk ini akan semakin merusak citra hukum di mata masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika pelanggar hukum terus diberikan jabatan, maka publik akan beranggapan bahwa para penjahatlah yang memegang kendali hukum di negeri ini. Ini seperti komedi sinetron yang merusak citra negara di hadapan lebih dari 200 juta rakyat Indonesia,” tambahnya.

Desakan kepada APH dan DPR RI

Lebih lanjut, Prof. Sutan menghimbau Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak lebih tegas. Ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini proses hukum terhadap oknum tersebut terkesan lambat, sehingga pelaku belum ditahan dan justru menerima jabatan baru.

“Kami juga mendesak DPR RI agar tidak diam. Jangan biarkan hukum dipermainkan oleh kepentingan elit atau oknum penguasa. Peristiwa ini harus diusut tuntas agar tidak ada celah bagi pelaku untuk melarikan diri atau menghindari tanggung jawab hukum,” ujar Prof. Sutan.

Latar Belakang Kasus

Ahmad Mursidi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, dilantik menjadi Staf Ahli Bupati oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, pada Selasa (26/5/2026).

Pelantikan ini menjadi sorotan tajam lantaran dilakukan di tengah proses hukum insiden kecelakaan maut pada 30 April 2026. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sembilan orang menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia seorang siswa kelas empat SD dan seorang pedagang saat jam istirahat sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, desakan agar pemerintah pusat segera melakukan evaluasi terhadap integritas pejabat di daerah terus menguat dari berbagai elemen masyarakat. (*)

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. (Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia)

TAPUNG HULU, DN-II Momen Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang bagi Camat Tapung Hulu, Nuryadi, S.E., untuk menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakatnya. Tidak hanya memantau dari kejauhan, Nuryadi turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan daging kurban dari rumah ke rumah, khususnya kepada warga lanjut usia (lansia) di Desa Senama Nenek, Kamis (28/05/2026).

Aksi “blusukan” ini menjadi sorotan positif warga. Mengenakan pakaian sederhana, Camat Nuryadi tampak berbaur tanpa sekat, mulai dari membantu proses pemotongan daging hingga mengemasnya ke dalam kantong plastik untuk kemudian diantarkan langsung ke kediaman warga.

Pemimpin yang Merakyat dan Apa Adanya

Sosok Nuryadi dikenal di kalangan masyarakat Tapung Hulu sebagai pemimpin yang sederhana dan memiliki akhlak mulia. Ia tidak memposisikan diri sebagai pejabat yang harus dilayani, melainkan hadir sebagai pengayom yang rendah hati. Baginya, status jabatan bukanlah penghalang untuk menyapa langsung masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama.

Salah satu momen mengharukan terjadi saat ia menyambangi kediaman Ibu Sier, seorang warga lansia di Dusun Satu, Desa Senama Nenek. Menerima bingkisan daging kurban langsung dari tangan sang Camat, Ibu Sier tak mampu menyembunyikan rasa harunya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Terima kasih banyak Bapak Camat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan kepada Bapak beserta keluarga,” ucap Ibu Sier dengan suara bergetar.

Apresiasi dari Berbagai Kalangan

Langkah nyata Camat Tapung Hulu ini mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Pers Keadilan Tapung Hulu, Irwansyah Panjaitan, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.

“Gaya kepemimpinan Pak Camat yang sederhana dan merakyat ini harus menjadi teladan. Pemimpin masa kini idealnya memang harus turun ke bawah, menyapa, dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ini adalah contoh nyata pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan hati nurani,” ujar Irwansyah.

Makna Spiritual dan Sosial Berkurban

Di sela-sela kegiatannya, Nuryadi berbagi pandangan mengenai makna Idul Adha. Ia menekankan bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi yang saling berkaitan, yaitu spiritual dan sosial.

“Secara spiritual, kurban adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta bentuk syukur atas nikmat-Nya. Sementara secara sosial, kurban melatih keikhlasan, menyucikan harta, dan menumbuhkan rasa kepedulian antarsesama manusia,” jelas Nuryadi.

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Irwansyah Panjaitan turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengobarkan semangat berbagi.

“Mari kita jadikan momen mulia ini untuk saling berbagi. Dengan menyisihkan sebagian rezeki bagi saudara kita yang kurang mampu, kita memastikan bahwa kebahagiaan Idul Adha dirasakan oleh semua orang secara merata,” pungkasnya. Red

MEKKAH, DN-II Semangat juang yang tinggi terpancar dari jemaah haji asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) SOC 8. Di bawah pendampingan intensif Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Brebes, Azmi Asmuni Majid, para jemaah berhasil menuntaskan ibadah lempar jumrah yang kedua pada hari Tasyrik, 11 Dzulhijjah, Kamis (28/5/2026).

Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup menantang dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2,5 kilometer dari hotel menuju area Jamarat, kondisi jemaah dilaporkan tetap prima.

“Alhamdulillah, jemaah haji Kloter SOC 8 dalam kondisi sehat walafiat. Hari ini kami telah menyelesaikan rangkaian lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Semangat para jemaah, didukung dengan bimbingan luar biasa dari ketua kloter dan pembimbing ibadah membuat setiap tahapan ibadah dapat dilalui dengan lancar,” ujar Azmi Asmuni Majid saat memberikan laporan langsung dari lokasi.

Menuju Tahapan Akhir Ibadah

Azmi menjelaskan, usai menuntaskan lempar jumrah pada 11 Dzulhijjah, para jemaah sempat kembali ke hotel untuk beristirahat. Rangkaian ibadah akan berlanjut pada sore hari, yakni melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, serta bersiap untuk melaksanakan lempar jumrah kembali pada 12 Dzulhijjah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Insya Allah, setelah ini kami menuju Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah, dilanjutkan dengan lempar jumrah pada tanggal 12 nanti. Dengan selesainya rangkaian tersebut, tahapan ibadah haji semakin mendekati paripurna, dan kita tinggal menanti agenda terakhir, yakni Tawaf Wada’,” tambahnya.

Solidaritas dan Kebersamaan di Tanah Suci

Di tengah padatnya area Jamarat, jemaah haji asal Brebes tidak hanya menunjukkan ketangguhan, tetapi juga menjalin kehangatan dengan sesama jemaah dari berbagai daerah, seperti Pekanbaru dan Batam. Semboyan khas “Brebes: Mantap, Beres!” kerap diserukan sebagai penyemangat di tengah medan ibadah yang cukup menguras fisik.

Azmi menegaskan bahwa kekompakan jemaah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca dan kerumunan di Tanah Suci. Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat di kampung halaman agar terus mendoakan kelancaran ibadah seluruh jemaah, juga mendoakan untuk kebaikan dan kemajuan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan Indonesia.

“Kami mohon doa dari masyarakat di Brebes. Semoga seluruh jemaah senantiasa diberikan kekuatan, kelancaran, dan kesehatan hingga akhir proses ibadah, serta pada akhirnya meraih predikat haji yang mabrur.

Brebes Beres , Jawa Tegah Maju dan Indonesia penuh rahmat lebih maju. “Allahu Akbar!” tutup Azmi.

Update laporan langsung dari lapangan oleh Tim PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid, yang bertugas mendampingi jemaah selama masa operasional haji di Tanah Suci.

Editor: Casroni

BREBES, DN-II Kepolisian Resor (Polres) Brebes menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Halaman Mapolres Brebes pada Rabu (27/05/2026).

Pada Idul Adha tahun ini, Polres Brebes menyembelih sebanyak 7 (tujuh) ekor sapi yang berasal dari kurban Kapolres Brebes beserta jajaran anggota Polres Brebes.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan syariat Islam serta higienis, proses penyembelihan dilakukan oleh Tim yang telah mengantongi sertifikasi resmi.

Dalam sambutannya di hadapan para personel dan panitia, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengajak seluruh jajarannya untuk menata niat yang ikhlas.

“Niatkan ikhlas untuk kita berkurban. Kurban itu tidak harus materi. Waktu, tenaga dan juga support jenengan itu adalah kurban kita,” tutur AKBP Lilik Ardhiansyah dalam sambutannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolres juga memanjatkan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh anggota serta masyarakat yang terlibat.

“Kita doakan mudah-mudahan selalu sehat semua, Allah mengganti dengan rezeki yang berlipat, berkah, selamat sampai dengan nanti akhir zaman,” tambahnya.

Kegiatan ini dipimpin langsung dan dihadiri oleh Kapolres Brebes beserta jajaran pejabat utama Polres Brebes.

Dari hasil penyembelihan 7 ekor sapi tersebut, panitia berhasil mengemas dan menyalurkan daging kurban kepada 1.074 penerima. Distribusi dilakukan secara tertib dengan sasaran yang telah ditentukan agar tepat target dan sasaran.

Sementara itu, Ps. Kasihumas Polres Brebes, Iptu Indra Prasetyo, menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah untuk memperkuat hubungan kemitraan dengan warga.

“Melalui momentum kurban ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai keikhlasan dan sinergitas antara Polres Brebes dengan seluruh elemen masyarakat,” tutur Iptu Indra Prasetyo, Kamis (28/5) pagi.

Secara keseluruhan, jalannya kegiatan penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban di Mapolres Brebes berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Casroni/Hms

Slawi, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Tegal melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Aspol Kalibliruk, Kabupaten Tegal, Rabu (27/05/2026).

Pada kegiatan tersebut, Polres Tegal menyerahkan sebanyak 6 ekor sapi dan 27 ekor kambing untuk dikurbankan dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Hewan kurban tersebut nantinya disalurkan kepada masyarakat sekitar Polres Tegal, warga sekitar Aspol Kalibliruk, dan pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan Polri dengan masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. secara langsung menyerahkan hewan kurban secara simbolis kepada pengurus Masjid Aspol Kalibliruk disaksikan para pejabat utama, anggota Polres Tegal, dan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal menyampaikan bahwa kegiatan kurban merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kepedulian sosial Polri kepada masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Momentum Idul Adha ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Semoga hewan kurban ini dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan suasana kekeluargaan. Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polres Tegal terhadap masyarakat sekitar. ( S. Bimantoro )

Mekkah, DN-II Prosesi puncak ibadah haji terus berjalan dengan lancar. Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari tenda maktab, jemaah haji Indonesia dilaporkan telah menyelesaikan salah satu wajib haji, yaitu melempar Jumrah Aqabah, yang kemudian langsung diikuti dengan prosesi tahalul awal.

Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh salah seorang jemaah sekaligus Petugas Haji PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid. Ia menjelaskan bahwa para jemaah harus berjalan kaki dari wilayah Mina Jadid demi menunaikan kewajiban tersebut sejak pagi hari.

“Ya, ini proses tahalul. Jadi, siang sudah melempar Jumrah Aqabah. Perjalanan dari Mina Jadid jalan kaki jam 09.00 pagi dan siang sudah selesai, dan ini adalah proses tahalul awal,” ujar Azmi Asmuni Majid langsung dari kawasan Mina.

Berjalan Kaki dari Mina Jadid

Menurut keterangan Azmi Asmuni Majid, para jemaah yang menempati maktab di wilayah Mina Jadid mulai bergerak menuju tempat pelemparan jumrah (jamarat) sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki membelah jalur yang telah ditentukan oleh otoritas Arab Saudi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meskipun cuaca di kawasan Mina cukup terik, para jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian lempar Jumrah Aqabah pada siang harinya dengan aman dan tertib.

Arti Penting Tahalul Awal

Selesainya lempar Jumrah Aqabah yang langsung diikuti dengan tahalul awal (mencukur atau memotong sebagian rambut) ini memiliki makna krusial bagi jemaah. Dengan selesainya tahalul awal, maka:

Bebas Larangan Ihram: Jemaah telah terbebas dari sebagian besar larangan-larangan ihram.

Pakaian Biasa: Jemaah diperbolehkan kembali mengenakan pakaian biasa (non-ihram).

Catatan: Jemaah masih dilarang melakukan hubungan suami istri hingga nanti menyelesaikan Thawaf Ifadhah dan Sa’i (Tahalul Tsani/Akhir).

Setelah prosesi tahalul awal ini, jemaah akan melanjutkan mabit (bermalam) di Mina untuk melakukan pelemparan tiga jumrah (Ula, Wusta, dan Aqabah) pada hari-hari Tasyrik berikutnya.

Laporan Langsung dari Mina: Azmi Asmuni Majid (Tim Petugas Haji PHD Brebes), Rabu (27/5/2026).
Editor: Casroni

MEKKAH, DN-II Jemaah haji asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai melaksanakan salah satu rangkaian krusial dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah Aqabah. Prosesi ini dimulai pada pagi hari, Rabu, 27 Mei 2026, yang bertepatan dengan 10 Zulhijah 1447 Hijriah.

Melansir laporan langsung dari Anggota Tim Tugas Haji Daerah (TTHD) Kabupaten Brebes, Azmi, para jemaah mulai bergerak berjalan kaki menuju lokasi pelontaran sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Meski masih pagi, cuaca di kawasan Mina dilaporkan sudah sangat terik menyengat.

“Perkiraan cuaca saat ini mencapai 43 derajat Celsius. Jarak yang harus ditempuh jemaah dari Mina Jadid menuju lokasi diperkirakan sekitar 4 kilometer,” ujar Azmi langsung melalui rekaman suara dari lapangan.

Estimasi Perjalanan dan Kepadatan Jalur

Mengingat padatnya arus jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia yang bergerak bersamaan, perjalanan menuju tempat pelontaran jumrah (Jamarat) membutuhkan fisik yang prima. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, berikut adalah rincian situasi perjalanannya:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Jarak Tempuh: Kurang lebih 4 kilometer dari wilayah Mina Jadid.

Estimasi Waktu: 1,5 hingga 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Kondisi Jalur: Terpantau sangat padat oleh lautan jemaah, dengan kontur jalan yang mulai menanjak mendekati lokasi.

Melalui rekaman suaranya, Asmi menggambarkan langsung atmosfer perjuangan fisik para jemaah di lokasi.

“Ini suasananya makin dekat, jalan makin menanjak, dan makin padat. Jadi, memang yang berjalan tadi adalah orang-orang yang sehat dan kuat untuk perjalanan sepanjang 4 kilometer ini. Nampak dari kejauhan, ada rombongan dari arah balik yang sudah selesai melempar jumrah Aqabah, dan ada juga yang baru mau menuju ke Jamarat,” lapor Azmi Asmuni Majid TPHD Kabupaten Brebes di tengah riuhnya suasana.

Ia pun menyisipkan doa agar para jemaah diberikan kekuatan fisik dan spiritual. “Semoga jemaah haji Indonesia, khususnya asal Kabupaten Brebes, diberikan kekuatan agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji ini dengan khusyuk, ikhlas, dan pulang membawa predikat haji yang mabrur,” harapnya.

Jemaah Lansia dan Risti Tetap di Tenda (Sistem Badal)

Mengantisipasi rute perjalanan yang panjang dan cuaca ekstrem yang menyentuh 43 derajat Celsius, petugas mengambil langkah tegas demi keselamatan jemaah. Jemaah yang masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti) dan Lanjut Usia (Lansia) diimbau keras untuk tidak memaksakan diri ke lokasi.

Tetap di Maktab: Jemaah Lansia & Risti diminta tetap tinggal di dalam tenda maktab demi menjaga kesehatan dan menghindari heatstroke.

Sistem Badal: Pelaksanaan lempar jumrah Aqabah bagi mereka akan dibadalkan (diwakilkan) oleh jemaah lain yang sehat atau oleh petugas yang bersiap di lokasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Skema Tanazul: Langsung Kembali ke Hotel

Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, rangkaian ibadah jemaah akan dilanjutkan dengan prosesi tahalul awal (mencukur rambut).

Menariknya, pada musim haji kali ini, sebagian jemaah asal Kabupaten Brebes menggunakan skema tanazul. Artinya, setelah selesai bertahalul, jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan langsung diarahkan kembali ke hotel mereka di Makkah untuk beristirahat demi menjaga stamina.

Selanjutnya, pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah, jemaah yang mengambil Nafar Awal akan dijadwalkan kembali untuk melaksanakan pelontaran jumrah berikutnya, yaitu jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Laporan Langsung dari Mina, Arab Saudi: Azmi Asmuni Majid (Tim Tugas Haji Daerah Brebes)
Editor: Casroni

MEDAN, DN-II Pangdam I/Bukit Barisan, Hendy Antariksa menghadiri kegiatan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah sekaligus ibadah kurban di Lapangan Hitam Makodam I/BB, Medan, Rabu (27/5/2026).

Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dengan khutbah yang disampaikan Letkol Inf H. Jalaluddin Dalimunthe M.HI. Dalam khutbahnya, ia mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai makna utama Hari Raya Kurban yang diperingati umat Islam setiap tahun.

Khatib menyampaikan, ibadah kurban mengandung pesan moral tentang totalitas kepatuhan kepada Allah SWT, kemuliaan manusia, serta hakikat pengorbanan dalam kehidupan. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa kecintaan terhadap harta maupun keluarga tidak boleh melalaikan manusia dari nilai-nilai ketuhanan dan kepatuhan kepada Sang Pencipta.

Selain itu, khutbah juga menegaskan bahwa Nabi Ismail digantikan dengan seekor domba sebagai simbol larangan mengorbankan nyawa manusia dengan alasan apa pun.

Sementara penyembelihan hewan kurban dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan dalam berbagai aspek kehidupan, baik harta, tenaga, pikiran maupun waktu.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Usai pelaksanaan Sholat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Pangdam I/BB kepada panitia kurban. Pada Idul Adha tahun ini, Kodam I/BB menyalurkan sebanyak delapan ekor lembu dan empat ekor kambing.

Daging kurban tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Makodam I/BB, insan media, serta masyarakat lain yang membutuhkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam I/BB, para pejabat utama Kodam I/BB, masyarakat sekitar, serta Ketua Persit KCK Daerah I/BB beserta pengurus. Red

JAKARTA, DN-II Menyambut Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jajaran jurnalis senior yang tergabung dalam Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA menggelar forum refleksi bersama. Forum ini diadakan guna membedah sejarah besar di balik ibadah kurban serta esensi sosial pembagian dagingnya bagi kemaslahatan umat. (27/5/2026).

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh para tokoh pers tersebut memfokuskan diskusi pada penelusuran historis ketauhidan, sekaligus dampak nyata solidaritas sosial di tengah tantangan zaman modern.

Menelusuri Akar Sejarah Kurban

Dalam diskusi tersebut, jurnalis senior Eric Vr membuka pemaparan dengan menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan tanpa makna.

“Sejarah kurban adalah manifestasi dari kepatuhan mutlak Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan luar biasa Nabi Ismail AS atas perintah Sang Pencipta. Ini adalah simbol edukasi moral tertinggi tentang bagaimana ego manusia harus ditundukkan demi nilai-nilai yang lebih mulia,” ujar Eric.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Hemanius Burunaung dan Kusmiadi (Jhon). Mereka sepakat bahwa rekam jejak sejarah ini harus terus digaungkan oleh media massa agar masyarakat tidak kehilangan substansi spiritualnya. Sementara itu, Pajar Saragih dan Edi Supriadi menambahkan bahwa nilai filosofis dari sejarah kurban adalah tentang kerelaan berkorban demi kepentingan sosial yang lebih luas.

Solidaritas Sosial di Garis Depan

Dari perspektif penerapan di lapangan, Cas Roni, Ali Sopyan, dan Fitri menyoroti peran penting media dalam mengawal distribusi kurban agar tepat sasaran. Menurut mereka, jurnalisme harus mampu mengedukasi publik bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi utama: dimensi vertikal (kepada Tuhan) dan dimensi horizontal (sesama manusia).

Tiga Hakikat Kurban: Bukan Sekadar Konsumsi

Sebagai konklusi dari bedah interaktif tersebut, Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA merumuskan tiga poin tajam mengenai hakikat pendistribusian daging kurban:

Meruntuhkan Sekat Sosial: Daging kurban yang dibagikan secara merata adalah simbol penghapusan kasta sosial. Pada hari raya ini, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin; semua menikmati hidangan yang sama.

Instrumen Ketahanan Pangan dan Keadilan: Distribusi daging kurban wajib mengedepankan asas keadilan, menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan sebagai bentuk nyata dari jaminan sosial berbasis keagamaan.

Pembersih Jiwa dari Sifat Kikir: Secara substansial, membagikan daging kurban adalah simbol pembersihan diri dari sifat serakah, menguatkan empati, serta merajut kembali tali silaturahmi kebangsaan.

“Keluarga Besar Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H. Mari kita jadikan momentum ini untuk menyembelih sifat-sifat egois dalam diri dan menegakkan solidaritas tanpa batas,” tutup jajaran pimpinan redaksi dalam pernyataan resminya.

Tim Red

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

You cannot copy content of this page

Detik Nasional

Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!

Lanjut ke konten ↓