Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan IEU-CEPA dan Penguatan Industri Tekstil Nasional
JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan agar proses penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera dituntaskan. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Saat ini, kesepakatan IEU-CEPA telah memasuki tahap finalisasi kelengkapan dokumen berbahasa Inggris untuk selanjutnya diproses di Parlemen Eropa. Selepas proses legislatif di tingkat Uni Eropa tersebut rampung, Indonesia akan langsung melanjutkan tahapan ratifikasi sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
Pemerintah menaruh harapan besar terhadap implementasi perjanjian ini. IEU-CEPA diyakini mampu membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi berbagai produk unggulan Indonesia, mendongkrak volume perdagangan dan investasi bilateral, serta mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan Uni Eropa.
Percepatan penyelesaian IEU-CEPA ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memperluas jangkauan pasar ekspor sekaligus mendongkrak daya saing produk nasional di kancah global.
Penguatan Industri Tekstil Nasional
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam agenda rapat terbatas yang sama, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional yang memegang peranan strategis dalam perekonomian domestik, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja dan penciptaan devisa.
Sektor industri TPT saat ini tercatat menyerap sekitar 4 juta tenaga kerja serta membukukan nilai ekspor hingga mencapai kurang lebih 12 miliar dolar AS. Guna menjaga ketahanan dan produktivitas sektor ini, Kepala Negara menginstruksikan penanganan komprehensif yang meliputi penguatan rantai pasok bahan baku, penertiban regulasi impor yang mengganggu stabilitas industri dalam negeri, serta optimalisasi dukungan bagi industri yang berorientasi ekspor. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.