Prabowo Perkuat Industri Tekstil Nasional demi Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Lokal
Presiden Prabowo Perkuat Industri Tekstil Nasional: Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Dalam Negeri
JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sektor ini dinilai sangat strategis karena memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan jutaan tenaga kerja, serta peningkatan ekspor nasional. Hal tersebut mengemuka dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Kepala Negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (22/09/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangannya usai rapat, menyampaikan bahwa industri TPT menyerap jutaan tenaga kerja serta mencatatkan pertumbuhan yang melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh sektor industri barang, kulit, dan alas kaki.
Guna mendongkrak daya saing dan menjaga kelangsungan industri TPT di dalam negeri, pemerintah merumuskan dan membahas sejumlah langkah strategis yang komprehensif. Kebijakan tersebut mencakup:
Harmonisasi tarif untuk menciptakan keadilan iklim usaha;
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kemudahan akses bahan baku guna menekan biaya produksi;
Penertiban praktik impor yang dinilai mengganggu kestabilan pasar dan kelangsungan industri dalam negeri.
Selain itu, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus kepada jajaran kabinet untuk meninjau kembali regulasi yang mendukung kelancaran pasokan bahan baku. Kepala Negara juga meminta adanya evaluasi mendalam terkait penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi industri tekstil dan pakaian jadi yang berorientasi ekspor, agar produk Indonesia tetap kompetitif di pasar global.
Di samping pembenahan regulasi perdagangan dan perpajakan, Presiden Prabowo turut meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk segera aktif membantu penyelesaian restrukturisasi perusahaan-perusahaan yang saat ini tengah menghadapi persoalan keuangan.
Melalui berbagai langkah intervensi strategis ini, pemerintah optimistis sektor tekstil nasional dapat semakin tangguh, berdaya saing tinggi, serta mampu melindungi jutaan tenaga kerja di Tanah Air.
Red/Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden
#KemensetnegRI
#RilisPresiden
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
