Kasus BLBI Kembali Disorot: Pemerintah Diminta Buru Eddy Tansil hingga ke China
JAKARTA, DN-II Kasus buronan korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Eddy Tansil, yang hingga kini belum juga tertangkap setelah puluhan tahun melarikan diri, kembali menuai sorotan tajam. Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar menggandeng lembaga internasional seperti FBI dan CIA guna menangkap buronan kelas kakap yang menggemparkan kancah nasional maupun internasional sejak tahun 1996 tersebut.
โPernyataan ini disampaikan Prof. Sutan Nasomal menanggapi pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online di kantor Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta, pada Minggu (27/9/2026). Menurutnya, misteri pelarian yang sudah berlangsung selama dua dekade tanpa kejelasan ini telah menimbulkan berbagai alibi yang simpang siur di tengah masyarakat.
โKronologi dan Jejak Pelarian
โBerdasarkan catatan kasus, Eddy Tansil melarikan diri sejak 6 Mei 1996 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,3 triliun. Hingga saat ini, ia tidak tersentuh hukum dan kuat dugaan menetap serta membangun usaha di luar negeri, tepatnya di China.
โDi tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) akibat adagium “hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas”, Prof. Sutan menyoroti kecilnya hasil pengembalian aset negara. Beberapa bulan lalu, negara dilaporkan berhasil menyita aset Eddy Tansil senilai Rp51,6 miliarโangka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan total kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

โ”Mengapa sampai begitu sulit dikupas ke mana kekayaan koruptor licin ini? Bisa diduga ada banyak oknum yang membiarkan Eddy Tansil kabur agar bisa dijadikan sebagai ‘ATM’ (istilah koruptif),” tegas Prof. Sutan melalui sambungan telepon selulernya.
โ”Harga Mati: Tangkap Hidup atau Mati”
โProf. Sutan menegaskan bahwa hidup atau mati, Eddy Tansil harus segera ditangkap. Pergantian kepemimpinan presiden di Indonesia telah terjadi beberapa kali, namun sang buronan seolah terus duduk tersenyum menertawakan ketidakmampuan penegak hukum di Indonesia.
โJika dihitung secara digital dan akumulatif, kasus-kasus korupsi di Indonesia telah menimbulkan kerugian negara yang luar biasa besar yang pada akhirnya hanya berakhir dilupakan, sementara masyarakat menanggung dampaknya berupa kemiskinan dan kesenjangan sosial yang semakin luas di negeri sendiri.
โSeruan untuk Masyarakat
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesia Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas Pronass Berdaya .
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
