Terpilih di Konferensi XXIII, Asmidar Resmi Pimpin PGRI Kuta Baharu
KUTA BAHARU, DN-II Konferensi XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kuta Baharu Tahun 2026 menorehkan tinta emas dalam sejarah organisasi profesi guru di Kabupaten Aceh Singkil. Dalam forum musyawarah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini, Asmidar, S.Pd., resmi terpilih sebagai Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu.
Terpilihnya Asmidar tidak hanya sekadar pergantian kepemimpinan rutin, melainkan tonggak sejarah baru karena ia tercatat sebagai perempuan pertama yang memegang kepemimpinan cabang PGRI di Kabupaten Aceh Singkil.
Sosok yang kesehariannya juga mengabdikan diri sebagai kepala sekolah di UPTD SPF SD Negeri Lentong—sebuah satuan pendidikan di wilayah terpencil Kecamatan Kuta Baharu—ini dinilai memiliki rekam jejak, ketulusan, dan dedikasi tinggi yang merepresentasikan ketangguhan tenaga pendidik di garda terdepan.
Apresiasi Tokoh Nasional dan Daerah
Terpilihnya Asmidar mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk dari tingkat pusat hingga daerah. Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi LBH PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Profesor Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas soliditas para guru di Kuta Baharu.
”Kita meyakini terpilihnya Ibu Asmidar adalah bukti solidnya PGRI di Kuta Baharu ini. Ini akan menjadi ikon kemajuan pendidikan sekaligus simbol kebangkitan peran perempuan dalam memajukan organisasi di Kabupaten Aceh Singkil,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat memberikan keterangan pers di bilangan Cijantung, Jakarta.
Konferensi XXIII ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap pengurus tingkat kabupaten dan muspika setempat, di antaranya:
Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil: Zainal Abidin, S.Pd.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ketua Perempuan PGRI Kabupaten Aceh Singkil: Amelia, S.Pd., beserta Wakil Ketua I Purwanti Ginting, S.Pd.Gr., Wakil Ketua II Satriadi, S.Pd., dan Wakil Ketua III sekaligus Korcab PGRI Kuta Baharu, Rusman, S.Pd., M.Pd.
Unsur Muspika: Camat Kuta Baharu Drs. Rahim dan Kapolsek Kuta Baharu Iptu Muhammad Amin.
Panitia & Tokoh Lokal: Ketua Panitia Sumarno, S.Pd., Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti sebelumnya Mustolih, S.Pd., para kepala desa, serta kepala sekolah dan guru se-Kecamatan Kuta Baharu.
Momentum Perjuangan dan Penguatan Solidaritas
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Zainal Abidin, S.Pd., menegaskan bahwa konferensi ini merupakan momentum strategis untuk mempererat solidaritas dan meningkatkan kompetensi guru. Ia juga menyampaikan salam dan pesan moral dari Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Ibu Hj. Habibahtussania, agar para guru senantiasa mengabdikan diri dengan ketulusan dan keikhlasan demi mencerdaskan generasi bangsa.
Senada dengan hal tersebut, Camat Kuta Baharu Drs. Rahim dalam arahannya menekankan bahwa guru memikul tanggung jawab moral yang besar dalam membentuk karakter anak bangsa. Ia mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga disiplin, semangat gotong royong, dan sinergi bersama pemerintah daerah.
Sementara itu, Kapolsek Kuta Baharu Iptu Muhammad Amin menyatakan komitmen pihak kepolisian untuk terus mendampingi dan bersinergi dengan dunia pendidikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, dan berkarakter.
Babak Baru Kepemimpinan Inklusif
Mantan Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti 2020–2024, Mustolih, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh anggota selama masa kepemimpinannya dan berharap kepengurusan baru dapat membawa organisasi melangkah lebih jauh.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Asmidar, S.Pd., Konferensi XXIII PGRI Kuta Baharu menutup rangkaian kegiatannya dengan semangat kebersamaan yang tinggi. Para guru berharap wadah ini semakin kuat dalam memperjuangkan perlindungan profesi, meningkatkan mutu pembelajaran, serta melahirkan generasi unggul demi menyongsong visi Indonesia Emas.
”Hidup Guru! Hidup PGRI! Salam Solidaritas!”
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.