Gorontalo, DN-II Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) Ibu Selvi Gibran Rakabuming menghadiri Workshop 1001 Cinta dan Drama (Dinamika Relasi Orang Tua dan Remaja): Bicara dari Hati ke Hati di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa (13/10/2026).
Workshop yang diikuti 140 siswa dari enam sekolah bersama 130 orang tua ini menjadi ruang dialog untuk mempererat hubungan keluarga melalui komunikasi yang terbuka, sekaligus membantu remaja mempersiapkan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Selvi mengajak para remaja untuk tidak ragu berbagi cerita, menyampaikan persoalan, maupun mendiskusikan cita-cita dengan orang tua. Menurutnya, komunikasi yang dilandasi rasa saling percaya penting untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
โJangan ragu, jangan sungkan, jangan malu untuk bercerita ke orang tuanya. Karena yang namanya orang tua itu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya,โ ujar Ibu Selvi.
Saat berdialog dengan sejumlah peserta, Ibu Selvi menemukan beragam pola komunikasi dalam keluarga. Ada remaja yang terbiasa menceritakan kesehariannya kepada kedua orang tua, ada yang lebih nyaman berbagi cerita dengan salah satunya, dan ada pula yang belum terbiasa berkomunikasi secara terbuka.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurut Ibu Selvi, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran aktif orang tua dalam membangun kedekatan dengan anak. Selain memberikan nasihat dan mengingatkan anak untuk beribadah serta belajar, orang tua juga perlu memberikan apresiasi atas hal-hal positif yang dilakukan anak, bahkan tidak segan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
โOrang tua itu antara orang tua dan anak harus bisa menjadi teman. Sebagai teman bukan berarti tidak ada rasa menghormati, tetapi bagaimana kita bisa terbuka terhadap orang tua, menceritakan apa yang sedang terjadi dalam pendidikan, pergaulan, dan keseharian kita,โ jelasnya.
Ibu Selvi berharap hubungan yang hangat dan komunikasi yang terbuka dalam keluarga dapat menjadi fondasi bagi tumbuhnya generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan percaya diri dalam meraih cita-cita.
Sementara itu, Anggota Seruni KMP Ibu Uni Kuslantasi Wihaji, yang juga merupakan istri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk mempertemukan orang tua dan remaja dalam ruang dialog agar keduanya dapat saling memahami harapan, keinginan, dan persoalan masing-masing.
Ibu Uni menyoroti tantangan komunikasi keluarga di tengah tingginya penggunaan gawai dan media sosial oleh remaja, yang dapat mengurangi waktu interaksi langsung dengan orang tua.
โOrang tua dan anak komunikasinya minim sekali. Hampir delapan sampai sembilan jam anak berkomunikasi dengan gadget dan media sosial, sementara rata-rata komunikasi dengan orang tua hanya sekitar satu jam, itu pun tidak sampai,โ ungkap Ibu Uni.
Melalui kegiatan ini, Ibu Uni berharap orang tua dapat semakin memahami kebutuhan dan cita-cita anak, sementara para remaja lebih terbuka dalam menyampaikan keinginan serta merencanakan masa depannya.
Manfaat workshop tersebut turut dirasakan Ainun, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Kota Gorontalo yang bercita-cita menjadi dokter hewan. Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan bersama ibunya sekaligus berdiskusi lebih terbuka mengenai masa depan.
Saat berinteraksi dengan Ainun dan ibunya, Ibu Selvi berpesan agar Ainun terus fokus belajar dan bersemangat mengejar cita-cita. Sang ibu, May, berharap putrinya dapat melanjutkan pendidikan sesuai impiannya, meskipun biaya pendidikan masih menjadi tantangan bagi keluarga.
โKatanya, insyaallah belajar, semoga dapat beasiswa,โ tutur May, mengingat pesan Ibu Selvi saat membicarakan cita-cita putrinya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pengalaman serupa disampaikan dr. Tony Dodang, Sp.OG, orang tua Safa, siswi kelas XI SMA Negeri 3 Kota Gorontalo. Menurutnya, workshop ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih memahami keinginan dan rencana masa depan anak.
โPositifnya bisa membawa orang tua lebih dekat dengan anak, tahu perencanaan masa depannya bagaimana, arahnya ke mana, anak lebih terbuka ke kita,โ ujarnya.
Workshop yang difasilitasi Forum Genre Provinsi Gorontalo dan Penyuluh Keluarga Berencana Provinsi Gorontalo ini menghadirkan materi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta dinamika hubungan orang tua dan remaja. Melalui aktivitas Jembatan Masa Depan Keluargaku, para peserta juga diajak membangun kesepahaman mengenai cita-cita dan langkah yang perlu dipersiapkan bersama untuk masa depan. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
