BREBES, DN-II Harga komoditas beras di Pasar Induk Brebes hingga awal Juni 2026 terpantau masih mengalami fluktuasi. Ketidakstabilan harga ini dipicu oleh belum meratanya masa panen di berbagai wilayah, yang berdampak langsung pada rantai distribusi hingga ke tingkat konsumen (3/6/2026).
Bapak Narsim, seorang pedagang beras senior yang telah berpengalaman selama lebih dari 27 tahun di Pasar Induk Brebes, mengungkapkan bahwa harga beras saat ini berada di angka Rp13.600 per kilogram. Namun, angka tersebut tidak seragam di semua wilayah.
“Harga beras saat ini memang belum stabil. Di wilayah selatan, harganya bahkan bisa menyentuh Rp14.000 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh masa panen yang belum merata, terutama karena di wilayah utara masa panen belum sepenuhnya selesai,” jelas Narsim saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (3/6/2026).
Variasi Kualitas dan Pergeseran Komoditas
Menurut Narsim, fluktuasi harga juga sangat bergantung pada kualitas dan jenis beras. Secara umum, harga gabah di tingkat petani berada di kisaran Rp8.000 per kilogram. Namun, setelah melalui proses pengeringan, penggilingan, hingga sortir kualitas, harga di tingkat konsumen mengalami penyesuaian.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Saat ini, pedagang di Pasar Induk Brebes menjajakan berbagai varietas, seperti beras jenis S4 dan SS. Narsim juga menyoroti adanya pergeseran minat dan ketersediaan komoditas di pasar. “Dulu kita sering menjual jenis C4, namun sekarang keberadaannya sudah sangat jarang ditemukan di pasaran,” ungkapnya.
Menakar Harapan pada Subsidi Pupuk
Sebagai pelaku usaha yang telah lama berkecimpung di industri pangan, Narsim menekankan pentingnya stabilitas harga dari sektor hulu, yakni di tingkat petani. Ia berharap pemerintah dapat mengoptimalkan mekanisme penyaluran subsidi pupuk agar lebih tepat sasaran.
Narsim meyakini, jika produktivitas petani terjaga dengan biaya produksi yang terkendali, maka harga beras di tingkat petani akan lebih stabil. Hal ini pada akhirnya akan memudahkan pedagang dalam menentukan harga yang lebih kompetitif dan terjangkau bagi masyarakat.
“Harapan kami sederhana, subsidi pupuk harus lebih tepat sasaran. Jika petani sejahtera dan harga di tingkat bawah stabil, maka distribusi ke pasar akan lebih lancar. Ujung-ujungnya, harga bagi konsumen pun bisa lebih terjaga,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Jakarta, DN-II Kenaikan pajak hanya akan memperburuk perekonomian di Indonesia saja bahkan akibat pajak dinaikan akan banyak lagi. Proyek yang mengarah kebutuhan Rakyat seperti apertemen perimahan yang mangkrak dengan arti kata di berbagai sektor akan terkendala perusahaan yang gulung tikar pembuangan yang mangkat dllnya
Presiden mestinya diberikan masukan oleh para penasehat negara yang bertugas di sisi yth Bapak Haji Prabowo Subianto jangan menang wae diam beribasa sangat disayangkan segala sesutu pikirkan dapat dari apa yang akan diwajibkan kepada masyarakat maupun pengusaha ” Ujar Prof Dr Sutan Nasomal Pakar hukum Internasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai Koalisi Rakyat Indonesia di bilangan Cijantung jakarta (3/6/2026) via telpon selulernya.
Prof Dr Sutan Nasomal : Rakyat Bangkrut Di Tengah Kenaikan Pajak Exstrem Kebijakan Presiden. Desakan untuk bisa bertahan hidup dan mendapatkan alur usaha sangat langka saat ini menurut Rakyat Indonesia. Lemahnya daya beli menimbulkan dampak pengurangan tenaga kerja secara meluas di semua provinsi.
Ini persoalan perut warga negara Indonesia yang terancam dan kehilangan harapan bisa tercipta jutaan lapangan pekerjaan dan bernaung di bawah kendali sang Presiden yang berkuasa serta bijaksana
Menuju dua tahun kepemimpinan Presiden RI yang mulia Jendral Haji Prabowo Subiyanto menekankan Ekonomi Pancasila adalah harapan seluruh masyarakat. Dalam kutipan Berita
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam pembangunan nasional, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, Senin (4/6/2026).
Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media. Para pemerhati masyarakat telah mencermati kebijakan Pajak 22% saat ini yang tentu berdampak kepada kebangkrutan besar pada usaha masyarakat dan melemahkan sendi sendi jaringan nasional serta internasional di sektor ekonomi di wilayah Indonesia.
Ketentuan nilai pajak saat ini akan mempengaruhi semua bidang usaha yang masih terpuruk dan akan terus terpuruk. Apalagi nilai rupiah semakin kandas jatuh nilainya yang jelas berdampak naiknya atau berganti harga kepada puluhan ribu item jenis barang.
Harapan masyarakat menengah kebawah bahwa ada solusi jelas bahwa masyarakat menengah kebawah mendapatkan ruang untuk mampu mandiri menjalankan usahanya dengan meningkatnya daya beli masyarakat.
Kini persoalan bertambah lagi dengan kebijakan pajak 22% yang memberatkan. Apalagi pemerintah tidak berhasil mendorong meningkatkan daya beli masyarakat.
Sejarah Indonesia mencatat bahwa hanya satu Presiden yang mampu meningkatkan nilai rupiah dan kekuatan daya beli masyarakat di saat terpuruk nyaitu PROF BJ HABIBI. Kemudian hal selanjutnya tidak ada lagi Presiden yang mampu mengurangi beban di pundak masyarakat. 
Apakah persoalan perut masyarakat tidak penting diperjuangkan.
Apakah persoalan daya beli masyarakat agar kembali kuat tidak penting diperjuangkan.
Prof Sutan Nasomal menghimbau kepada Pemerintah Indonesia agar lebih berani hadir membela masyarakat luas dari pada membela kepentingan para penari di atas penderitaan rakyatnya. Suara masyarakat ini mewakili 280 juta penduduk. Agar Presiden RI lebih mengutamakan kepentingan masyarakat.
Jangan dijadikan tumbal nafas masyarakat atas kepentingan sekelompok orang yang serakah dan tak perduli dengan rakyat yang tertindas
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA SAQWA PLUS Call Center 087719021960
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
KAMPAR, DN-II Langkah Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) yang melayangkan surat resmi kepada seluruh pengelola Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terkait penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) mendapat apresiasi sekaligus tuntutan tegas dari para petani.
Petani menilai, surat bernomor 500.8/DPPKH-UP/208 tertanggal 29 Mei 2026 yang ditandatangani Kepala Disbunnak Keswan Kampar, Marahalim, S.Pt., adalah respons positif atas keresahan masyarakat. Namun, mereka menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak akan efektif jika hanya menjadi dokumen administratif tanpa ada tindak lanjut berupa pertemuan langsung antara pemerintah, petani, dan pihak perusahaan.
Dokumen tersebut diperlihatkan oleh Sekretaris Perkumpulan Insan Pers Keadilan Tapung Hulu, Irwansyah Panjaitan, kepada perwakilan petani sawit swadaya, Muliyono (akrab disapa Glowo), pada Rabu (3/6/2026).
Dalam surat bersifat penting tersebut, Disbunnak menegaskan bahwa seluruh PKS wajib mematuhi mekanisme penetapan harga TBS sesuai ketentuan pemerintah, menyusul adanya gejolak penurunan harga di tingkat petani yang dinilai tidak wajar.
Desak Pertemuan “Duduk Bersama”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meskipun mengapresiasi upaya pemerintah, Muliyono menyatakan bahwa surat edaran saja tidak cukup untuk menjamin kepatuhan pengusaha di lapangan. Ia mendesak Kepala Disbunnak Kampar untuk mengambil langkah konkret dengan memanggil langsung para petinggi PKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar.
“Kami berterima kasih atas surat yang dikeluarkan Bapak Marahalim. Itu langkah awal yang baik. Namun, bagi kami petani, mengingatkan lewat surat saja tidak cukup. Kami mendesak Kadisbun untuk segera memanggil pimpinan PKS guna duduk bersama dan membicarakan permasalahan ini hingga tuntas,” tegas Muliyono.
Menurutnya, pertemuan tripartit (pemerintah, petani, dan pengusaha) sangat penting untuk mematangkan aturan main di lapangan. Tujuannya adalah menciptakan kepastian harga yang konkret dan memberikan jaminan agar hak-hak petani tidak lagi dirugikan oleh praktik penekanan harga yang sepihak.
“Kami ingin ada kepastian, bukan sekadar aturan di atas kertas. Jangan sampai surat ini hanya menjadi pajangan di meja tanpa memberikan dampak perubahan harga yang kami terima di tingkat kebun,” tambahnya.
Pemerintah Dituntut Tegas
Surat yang juga ditembuskan ke Kementerian Pertanian RI, Gubernur Riau, dan Bupati Kampar ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat telah didengar. Namun, bagi ribuan petani sawit di Kampar, yang paling dinantikan adalah pengawasan ketat dan penegakan aturan di lapangan.
Masyarakat meyakini, dengan mempertemukan para petinggi PKS secara langsung, Pemerintah Kabupaten Kampar dapat lebih leluasa menekan komitmen perusahaan agar menjalankan mekanisme harga yang transparan dan sesuai regulasi.
Hingga berita ini diturunkan, para petani masih menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tuntutan pertemuan tersebut demi mengembalikan stabilitas harga TBS di Kabupaten Kampar.
Sumber: Muliyono (Petani Sawit Swadaya) / Insan Pers Keadilan
Singapura, DN-II Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting (TSASM) Tahun 2026 yang berlangsung di Singapura pada 2–4 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan forum konsultasi strategis tahunan antara TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) guna mengevaluasi serta memperkuat kerja sama pertahanan bilateral kedua negara. (3/6/2026).
Sidang ke-22 TSASM dipimpin bersama oleh Kasum TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan Chief of Staff – Joint Staff Singapore Armed Forces, Brigadier General Chan Ching Hao. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk meninjau pelaksanaan berbagai program kerja sama pertahanan yang telah berjalan sekaligus membahas arah pengembangan kerja sama pada tahun-tahun mendatang.
Sebelum pelaksanaan sidang utama, Kasum TNI melaksanakan Courtesy Call dengan COS-JS SAF sebagai bagian dari rangkaian kegiatan guna mempererat hubungan profesional dan saling pengertian antara kedua angkatan bersenjata. Selanjutnya, kedua delegasi melaksanakan pembahasan komprehensif terkait perkembangan berbagai mekanisme kerja sama bilateral yang berada di bawah kerangka hubungan pertahanan Indonesia–Singapura.
Dalam sidang tersebut dibahas laporan kemajuan sejumlah forum kerja sama bersama, meliputi Indonesia-Singapore Joint Intelligence Committee (ISJIC), Indonesia-Singapore Joint Operations and Exercise Committee (ISJOEC), Indonesia-Singapore Joint Education and Staff Planning Committee (ISJESPC), serta Indonesia-Singapore Joint Logistics Committee (ISJLC). Selain itu, kedua delegasi juga membahas berbagai isu strategis pertahanan yang menjadi perhatian bersama serta rencana penyelenggaraan TSASM berikutnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kasum TNI menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara TNI dan SAF selama ini telah berkembang secara positif dan konstruktif, serta memberikan kontribusi penting dalam membangun rasa saling percaya, meningkatkan interoperabilitas, dan memperkuat stabilitas kawasan. Melalui mekanisme TSASM, kedua pihak berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Kasum TNI terdiri atas unsur Mabes TNI, perwakilan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Atase Pertahanan Republik Indonesia di Singapura, serta personel Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin) TNI. Kehadiran delegasi lintas bidang tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam memperkuat kerja sama pertahanan yang komprehensif dengan SAF.
Pada akhir sidang, kedua ketua delegasi menandatangani Risalah Sidang ke-22 TSASM sebagai bentuk kesepakatan bersama atas hasil pembahasan dan arah tindak lanjut kerja sama pertahanan bilateral Indonesia–Singapura ke depan. Penandatanganan risalah tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan pertahanan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada perdamaian serta stabilitas kawasan. Red
#TNIprima
#TNIadaptif
#PuskersinTNI
#TSASM2026
#
BANDUNG, DN-II Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) harus memiliki wawasan strategis yang kuat, pola pikir visioner, serta integritas moral yang tinggi untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVII Seskoad Tahun Anggaran 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad, Bandung, Rabu (3/6/2026).
“Peran strategis lembaga pendidikan Seskoad tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis militer semata, melainkan juga pengembangan wawasan strategis yang berlandaskan keilmuan dan kepemimpinan visioner, serta integritas moral dan karakter yang unggul sebagai generasi penerus perjuangan TNI Angkatan Darat,” tegas Kasad.
Kasad menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira Siswa (Pasis) yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Menurutnya, tantangan tugas ke depan menuntut hadirnya pemimpin militer yang tidak hanya unggul dalam profesionalisme keprajuritan, tetapi juga mampu berpikir strategis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki visi jauh ke depan dalam mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara.
Kasad juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kapasitas diri, dan mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat. Bekal pendidikan yang diperoleh selama mengikuti Dikreg Seskoad diharapkan menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Teddy Indra Wijaya sebagai penulis Taskap Terbaik Dikreg LXVII Seskoad memaparkan gagasan strategis hasil kajiannya di hadapan para tamu undangan dan seluruh Pasis.
Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 diikuti 279 Perwira Siswa yang terdiri dari 255 Pasis TNI AD, 4 Pasis TNI AL, 2 Pasis TNI AU, 7 Pasis Polri, serta 11 Pasis dari negara sahabat. Pada upacara penutupan, sebanyak 276 Pasis hadir, sementara tiga lainnya tengah melaksanakan penugasan khusus di luar negeri.
Selama pendidikan, para Pasis memperoleh pembekalan yang berorientasi pada pengembangan kepemimpinan, manajemen strategis, perencanaan operasi, serta analisis lingkungan strategis guna menyiapkan calon pemimpin masa depan yang profesional, adaptif, dan berkarakter.
Penutupan Dikreg LXVII Seskoad menjadi momentum penting dalam mencetak kader-kader pemimpin yang memiliki kualitas intelektual, moral, dan profesionalisme tinggi, serta siap mengemban berbagai tugas dan jabatan strategis di lingkungan TNI, Polri, maupun negara sahabat. Red/Casroni
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) masa penugasan 2025/2026 bertempat di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, (3/6/2026).
Dalam amanat tertulis Panglima TNI yang dibacakan oleh Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa, selama kurang lebih 13 bulan bertugas di Lebanon, para prajurit berada di tengah lingkungan operasi yang sangat dinamis, kompleks dan penuh risiko. Eskalasi konflik di Lebanon Selatan menuntut keteguhan mental, kematangan bertindak, serta profesionalisme prajurit dalam melaksanakan mandat Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB). Dalam penugasan ini, TNI dan Bangsa Indonesia juga kehilangan empat prajurit terbaik yang gugur sebagai Kusuma Bangsa.
“Selama melaksanakan misi penugasan, Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL juga telah berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan prestasi yang membanggakan. Dengan menerima dua penghargaan oleh Force Commander Unifil Mayjen Diodato Abagnara yaitu, di bidang kemanusiaan penghargaan Letter of Appreciation kalian telah memberikan bantuan nyata berupa penyediaan air bersih dan sistem penjernihan air layak minum bagi masyarakat lokal.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) TNI Konga UNIFIL Kolonel Inf Raja Gunung Nasution mengucapkan rasa syukur dan bangga atas penghargaan yang diberikan oleh Force Commander UNIFIL, salah satunya pembangunan sistem penjernih air layak minum bagi masyarakat Lebanon Selatan yang selama ini berjuang mendapatkan sumber kehidupan paling mendasar. Hal tersebut merupakan bagian dari pengabdian prajurit TNI dalam mengemban tugas operasi dan sebagai Duta Budaya Bangsa pada misi penugasan pemeliharaan perdamaian dunia.
Satgas TNI Konga UNIFIL yang terdiri dari beberapa bagian Satgas yaitu, Satgas TNI Yonmek Konga XXIII-S/UNIFIL, Force Headquarter Support Unit, Military Police Unit, Military Civic Outreach Unit, Civil Military Cooperation, Hospital Level II dan Military Staff Sector East UNIFIL. Satgas TNI Konga UNIFIL merupakan refleksi komitmen TNI dalam mengamanatkan konstitusi pada aspek kepedulian menciptakan perdamaian dunia. Red
#tniprima
#indonesiabebasaktif
#misiperdamaiandunia
GRESIK, DN-II Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan nomor perkara 38/Pdt.G/2026/PN Gsk di Pengadilan Negeri (PN) Gresik terpaksa ditunda. Penundaan ini terjadi karena Tim Penasihat Hukum (PH) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI selaku tergugat tidak dapat menunjukkan bukti administrasi surat kuasa di persidangan, Rabu (3/6/2026).
Gugatan PMH ini diketahui berkaitan erat dengan rangkaian persoalan dalam perkara dugaan korupsi dana hibah yang sebelumnya teregistrasi dengan nomor perkara 41/Pid.Sus-TPK/2026/PN Sby di Pengadilan Tipikor Surabaya.
Kuasa Hukum penggugat yang hadir dalam persidangan terdiri dari Markacung, S.H., M.H., Ahmad Toha, S.H., M.H., Mashudi, S.H., M.H., Nur Yatim, S.H., M.H., dan Zainul Ma’arif, S.H., M.H.
Ahmad Toha, S.H., M.H., usai keluar dari ruang mediasi, mengonfirmasi kendala administratif tersebut. “Sidang mediasi hari ini belum bisa dilaksanakan karena pihak kuasa hukum tergugat tidak dapat menunjukkan bukti administrasi kuasa yang sah di persidangan. Akibatnya, Majelis Hakim menunda persidangan hingga dua pekan ke depan, yakni 17 Juni 2026,” ujar Toha kepada awak media.
Toha menegaskan bahwa ia bersama tim akan mengawal ketat persidangan ini. “Kami berkomitmen mengawal perkara ini hingga kebenaran materiil terungkap. Hal ini penting untuk memulihkan nama baik klien kami serta mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah polemik dana hibah yang terus berkembang. Kami berharap fakta yang sebenarnya segera terungkap, sehingga para wali santri tidak lagi diliputi keraguan dan stigma negatif,” lanjutnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Senada dengan Toha, tim kuasa hukum lainnya, yakni Zainul Ma’arif, Nur Yatim, dan Mashudi, di bawah komando Ketua Tim, Markacung, S.H., M.H., menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal proses hukum ini hingga tuntas.
Ketua Presidium DPP PWDPI: “Jangan Nyamar Makruf Nyambi Mungkar!”
Menanggapi opini publik yang berkembang liar terkait pusaran kasus dana hibah ini, Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), Gus Aulia, S.E., S.H., M.M., M.Ph., turut angkat bicara. Ia mengimbau masyarakat dan insan pers untuk tetap objektif.
”Mari kita teguh berpegang pada falsafah ‘Becik Ketitik Olo Ketoro’. Jangan mudah terpengaruh opini yang belum teruji kebenarannya,” tegas Gus Aulia.
Gus Aulia mengungkapkan bahwa tim investigasi medianya telah melakukan penelusuran langsung ke lapangan. Berdasarkan temuan di lapangan, ia menegaskan bahwa dana hibah tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
”Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa dana tersebut nyata-nyata digunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan Pondok Pesantren. Fisik bangunan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh santri dan lembaga,” urai Gus Aulia.
Menutup pernyataannya, praktisi hukum ini memberikan peringatan keras agar penegakan hukum tidak ditunggangi agenda terselubung. “Di era transparansi ini, jangan ada pihak yang ‘Nyamar Makruf Nyambi Mungkar’ (berpura-pura menegakkan kebaikan, padahal melakukan kebatilan). Tegakkan kebenaran hukum dengan sebenar-benarnya tanpa pandang bulu,” pungkasnya tegas.
Tim Redaksi/Investigasi
JAKARTA, DN-II Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Rabu (3/6/2026). Penahanan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan atas perkara yang menjeratnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, Dadan keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sekitar pukul [masukkan waktu jika ada, misal: 16.00 WIB]. Ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda khas Kejaksaan Agung. Dadan tampak dikawal ketat oleh sejumlah anggota TNI dan penyidik Kejagung saat digiring menuju mobil tahanan.
Sebelum resmi ditahan, tim penyidik Kejaksaan Agung terpantau melakukan penggeledahan di kantor pusat Badan Gizi Nasional yang berlokasi di Jakarta Pusat pada Rabu pagi. Penggeledahan tersebut diduga berkaitan dengan upaya pengumpulan alat bukti terkait kasus yang sedang diselidiki.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan rinci mengenai konstruksi perkara maupun dugaan pasal yang disangkakan kepada Dadan Hindayana. Penyidik masih terus melakukan pendalaman intensif terhadap kasus tersebut.
“Kami masih terus melakukan pendalaman terkait perkara ini,” ujar sumber dari lingkungan Kejagung singkat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kasus ini menyita perhatian publik mengingat posisi strategis yang sebelumnya dipegang oleh Dadan di Badan Gizi Nasional. Pihak Kejaksaan Agung berjanji akan segera memberikan keterangan pers resmi kepada awak media setelah proses penyidikan lebih lanjut dilakukan. Red
#Kejagung #BGN #DadanHindayana #BeritaNasional #Hukum #UpdateHukum
Semarang, DN-II Polda Jawa Tengah terus memperkuat upaya pemberantasan Tuberkulosis (TB) melalui inovasi “Polda Jateng TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis)”. Program ini merupakan bentuk dukungan nyata Polda Jateng terhadap target nasional eliminasi TB tahun 2030 dengan mengedepankan kolaborasi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta berbagai stakeholder terkait.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, Polda Jateng melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB Paru bagi seluruh Bhabinkamtibmas jajaran Polda Jawa Tengah secara serentak di 35 Klinik Polres jajaran pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Sie Dokkes Polres, Satuan Binmas, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas setempat, serta mendapat asistensi langsung dari Biddokkes Polda Jateng.
Program Polda Jateng TOSS TB memberdayakan seluruh Bhabinkamtibmas sebagai Tracer TB yang bertugas membantu skrining, tracing kontak erat, edukasi masyarakat, pendampingan pengobatan hingga pelaporan kasus secara langsung di wilayah binaannya masing-masing.
Sebelum menjalankan tugas tersebut, seluruh Bhabinkamtibmas terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang meliputi pemeriksaan fisik, gula darah, asam urat, kolesterol, serta pemeriksaan jantung melalui Elektrokardiogram (EKG). Selain itu, para Bhabinkamtibmas juga menjalani skrining TB Paru sebagai upaya deteksi dini sekaligus memastikan kondisi kesehatan personel yang akan menjadi ujung tombak program.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam keterangannya Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, KBP drg. Agung Hadi Widjanarko, Sp.BM., MARS., FisQua, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dan skrining TB Paru menjadi tahapan penting sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB di tengah masyarakat.
“Sebelum para Bhabinkamtibmas diterjunkan sebagai Tracer TB Paru, kami melaksanakan skrining dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi sehat dan tidak terpapar TB Paru. Dengan demikian mereka dapat menjalankan tugas pendampingan, edukasi, dan tracing di masyarakat secara maksimal serta tidak berisiko menjadi sumber penularan penyakit,” ujar Kabiddokkes. Rabu (3/6)
Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis karena menjadi personel Polri yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki intensitas interaksi yang tinggi dalam kegiatan sehari-hari.
“Melalui program Polda Jateng TOSS TB, para Bhabinkamtibmas akan membantu menemukan kasus secara dini, melakukan tracing kontak erat, mengedukasi masyarakat tentang bahaya TB, mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta membantu pelaporan secara terintegrasi dengan fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa apabila dalam proses skrining ditemukan personel yang masuk kategori suspek atau terduga TB Paru, maka akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa rontgen dada dan dirujuk ke Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) guna memastikan diagnosis serta memulai pengobatan apabila terbukti positif TB.
“Prinsip yang kami kedepankan adalah deteksi dini, penanganan cepat, dan pengobatan tuntas. Karena itu kami mengusung semangat TOSS, yaitu Temukan, Obati Sampai Sembuh, sehingga rantai penularan TB dapat diputus dan masyarakat memperoleh kualitas hidup yang lebih baik,” tambahnya.
Ke depan, para Bhabinkamtibmas akan dibekali pelatihan khusus, KIT Tracer TB, buku saku, formulir skrining, pot sputum, serta sistem pelaporan digital yang terintegrasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Sementara itu dalam tanggapannya, Kabid Humas Polda Jateng Kombes pol. Artanto menjelaskan peran penting Progam Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru.
” melalui program ini, Polda Jateng berharap mampu memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian TB Paru di Jawa Tengah sekaligus mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030 ” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memutus rantai penularan Tuberkulosis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, kami optimistis program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung target eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan dan segera berobat apabila mengalami gejala TB, karena semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh,” pungkasnya. Red/Casroni
JAKARTA, DN-II Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro meninjau langsung posko pengungsian korban kebakaran di kawasan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) malam.
Kunjungan ini dilakukan sebagai wujud tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons cepat kebutuhan masyarakat yang terdampak musibah.
Dalam kunjungannya, Wamensesneg menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako secara langsung kepada sekitar 354 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban dan memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi selama masa darurat.
Selain menyerahkan bantuan, Juri Ardiantoro memastikan bahwa seluruh penanganan darurat di lapangan berjalan optimal. Ia melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas di posko pengungsian dan melakukan koordinasi cepat dengan pihak PLN guna memulihkan aliran listrik, baik di area pengungsian maupun di sekitar permukiman sementara warga. 
“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh. Fokus utama kita saat ini adalah pemenuhan kebutuhan logistik di posko agar warga tetap mendapatkan kenyamanan dasar di tengah situasi sulit ini,” ujar Juri di sela-sela peninjauannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, pihak Kemensetneg juga menyatakan tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sinergi ini difokuskan untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penyediaan hunian yang layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut. Red
#KemensetnegRI
#RilisKemensetneg
You may have missed
You cannot copy content of this page
Detik Nasional
Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!
