Blog

Mekkah, DN-II– Proses mobilisasi jamaah haji lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas dari Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 6 berlangsung dengan penuh perhatian dan kehati-hatian. Rabu, (3/6/2026).

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dikerahkan secara intensif untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan nyaman.

M. Amrun Aziz, selaku Pembimbing Ibadah Haji Kloter SOC 6 Kabupaten Brebes, memimpin langsung proses pendampingan tersebut di lapangan. Di bawah arahannya, para petugas dengan sigap membantu jamaah yang membutuhkan bantuan kursi roda, mulai dari titik transit hingga akses menuju lokasi ibadah.

Dalam suasana yang penuh kesigapan, M. Amrun Aziz terus memantau kondisi jamaah sembari memberikan instruksi langsung kepada tim pendamping.

“Bismillahirrohmanirrohim. Mohon bantuannya, tolong berhati-hati saat memindahkan jamaah ke kursi roda. Pastikan posisi duduk nyaman dan aman. Utamakan keselamatan serta kenyamanan jamaah lansia dan disabilitas kita,” ujar M. Amrun Aziz di sela-sela proses evakuasi jamaah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehadiran PPIH yang sigap ini menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi jamaah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Hingga berita ini diturunkan, kondisi jamaah kloter SOC 6 asal Kabupaten Brebes dilaporkan dalam keadaan baik dan tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian agenda ibadah haji.

Laporan Langsung dari Mekkah Tim Petugas Haji Brebes Kloter SOC 6
Editor: Casroni

MEKKAH, DN-II Di sela-sela khusyuknya rangkaian ibadah haji, puluhan warga Brebes yang tengah berada di Tanah Suci menyempatkan diri memanjatkan doa bersama demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Brebes. Rabu, (3/6/2026).

Di tengah hiruk pikuk agenda ekonomi dan politik yang sedang berlangsung di tanah air, para jamaah asal Brebes ini menyatukan tekad dan harapan agar daerah mereka tetap dalam kondisi yang harmonis, stabil, dan sejahtera.

Dalam suasana penuh kekhidmatan, para jamaah menaruh harapan besar pada kepemimpinan Ibu Paramita Widyakusuma. Mereka mendoakan agar program-program unggulan yang menjadi prioritas terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dapat terealisasi dengan optimal dan membawa manfaat nyata.

Edi Wantoro, Petugas Haji Kesehatan Kabupaten Brebes, mengungkapkan bahwa doa yang dipanjatkan ini merupakan bentuk dukungan spiritual bagi pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar kerja nyata secara fisik, tetapi doa dan harapan tulus yang kami panjatkan adalah kekuatan spiritual untuk membangun Brebes. Kami berharap seluruh kendala dalam peningkatan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan di Kabupaten Brebes dapat segera teratasi dan menjadi ‘beres’,” ujar Edi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Momen ini menjadi semakin istimewa karena dilakukan tepat H-2 menjelang kepulangan jamaah ke tanah air. Para jamaah berharap dapat membawa pulang spirit batiniah yang kuat untuk mencintai tanah kelahiran serta mengabdikan diri bagi kemajuan agama dan negeri.

“Semoga semangat ‘Brebes Beres’ dapat terus terjaga, seiring dengan harapan agar seluruh jamaah meraih predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

Laporan Langsung dari Mekkah, Tim Petugas Haji Kabupaten Brebes.
Editor: Casroni

KEBUMEN, DN-II Praktik premanisme yang dibalut kedok aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Kebumen kini telah mencapai level yang mengancam stabilitas sektor pendidikan. Berdasarkan investigasi mendalam Koran Jateng edisi Senin, 1 Juni 2026, terungkap pola intimidasi dan pemerasan sistematis yang menyasar satuan pendidikan, yang kini menuntut intervensi segera dari Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Intimidasi di Balik Kedok Kontrol Sosial

Investigasi tersebut memvalidasi kesaksian narasumber yang mengalami langsung tekanan psikologis dan ancaman fisik dari oknum LSM. Praktik yang dilakukan bukan merupakan bentuk kritik sosial atau pengawasan publik yang dilindungi undang-undang, melainkan murni tindakan kriminal.

Secara yuridis, tindakan tersebut telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 368 ayat (1) KUHP tentang Pemerasan, yang berbunyi:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain itu, jika oknum tersebut menggunakan ancaman dengan menyebarkan informasi palsu atau mencemarkan nama baik sekolah, mereka juga dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (4) UU ITE (beserta perubahannya) terkait pemerasan dan pengancaman melalui sistem elektronik.

Urgensi Intervensi Negara

Tindakan ini merupakan perampokan terselubung terhadap anggaran pendidikan yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mendesak Bareskrim Polri untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan proaktif. Negara tidak boleh membiarkan tenaga pendidik bekerja di bawah bayang-bayang ketakutan.

Lebih jauh, keterlibatan KPK dan Kejaksaan Agung diperlukan untuk melakukan supervisi atas dugaan adanya sindikat terorganisir yang menjadikan bantuan dana pendidikan sebagai “lahan basah”. Dalam konteks ini, Pasal-pasal dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi harus menjadi acuan untuk membedah apakah ada keterlibatan oknum birokrasi yang membiarkan praktik pemerasan ini terjadi.

Perlindungan Sektor Pendidikan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi wajib mengambil langkah tegas berupa audit internal dan memberikan perlindungan hukum bagi pihak sekolah. Mengacu pada Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, negara berkewajiban menjamin satuan pendidikan sebagai lingkungan yang aman dari segala bentuk kekerasan atau gangguan kriminal.

Seruan Publik

Redaksi menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas ke meja hijau. Keberanian narasumber yang telah mengungkap praktik lancung ini harus menjadi preseden bagi korban lain untuk tidak ragu melapor kepada kepolisian berdasarkan Pasal 108 KUHAP.

Publik di Kebumen kini menanti bukti nyata dari aparat penegak hukum. Rakyat tidak membutuhkan retorika; rakyat membutuhkan tindakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan untuk membersihkan dunia pendidikan dari tangan-tangan kotor para perampok berkedok aktivis.

#PresidenRI #Mendikbud #Kapolri #BareskrimPolri #KPK_RI #KejaksaanAgung

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Publisher – Redaksi

Jakarta, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60, Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini (PWA) berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Vaksinasi Campak Dewasa Serentak dengan melibatkan 2.026 peserta di seluruh Indonesia.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum IKKT PWA, Ny. Evi Agus Subiyanto, tersebut diselenggarakan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2026), serta dilaksanakan secara luring dan daring yang terhubung dengan seluruh cabang IKKT Pragati Wira Anggini dengan melibatkan 13 titik di berbagai daerah.

Adapun ke 13 titik tersebut yakni IKKT PWA Gabungan Mabes TNI, IKKT PWA Cabang BS II Kogabwilhan I, IKKT Cabang BS V Sesko TNI, IKKT PWA Cabang BS VI Bais TNI, IKKT PWA Cabang BS VIII Kodiklat TNI, IKKT PWA Cabang BS IX Kogartap I/Jkt, IKKT PWA Cabang BS X Kogartap II/Bdg, IKKT PWA Cabang BS XI Kogartap III/Sby, IKKT PWA Cabang BS XIII Paspampres (Mako Paspampres dan Mako Grup C Lawang Gintung), IKKT PWA Cabang BS XV PMPP TNI, IKKT PWA Cabang Mencandra CBS VI Akademi TNI dan IKKT PWA Penghubung 01 Kemhan.

Mengusung tema “Bersama IKKT Pragati Wira Anggini Mari Wujudkan Masyarakat Sehat dan Produktif”, kegiatan ini melibatkan Pengurus Pusat IKKT PWA, Cabang-Cabang IKKT PWA, Badan Penghubung, serta Unsur Dharma Pertiwi dari seluruh Indonesia.

Atas pencapaian tersebut, IKKT PWA menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara vaksinasi campak dewasa dengan peserta terbanyak. Piagam penghargaan diserahkan oleh Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo kepada Ketua Umum IKKT PWA, Ny. Evi Agus Subiyanto.

Dalam sambutannya, Ny. Evi Agus Subiyanto menegaskan bahwa vaksinasi bagi orang dewasa memiliki peran penting dalam mencegah penyakit menular, termasuk campak yang dapat menimbulkan komplikasi serius.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam mendukung program kesehatan nasional, meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi bagi orang dewasa, serta membangun budaya hidup sehat di lingkungan keluarga besar IKKT Pragati Wira Anggini,” ujar Ny. Evi Agus Subiyanto.

Program vaksinasi ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi campak, memperkuat kekebalan kelompok (herd immunity), serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Red

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

Slawi, DN-II Polres Tegal melaksanakan Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Pengabdian anggota Polri di Gedung Tantya Sudhirajati Polres Tegal, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian terbaik selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Dalam upacara tersebut, anggota Polres Tegal atas nama IPDA Supriyo Hadi, NRP 68080668, menerima kenaikan pangkat pengabdian dari AIPTU menjadi IPDA terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. Saat ini yang bersangkutan menjabat sebagai Ps. Ka SPKT 3 Polsek Kramat Polres Tegal.

Kegiatan yang dihadiri pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polri, serta personel Polres Tegal tersebut berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian personel yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tanpa catatan pelanggaran.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan penghargaan yang diberikan kepada anggota Polri yang memiliki dedikasi tinggi, loyalitas, disiplin, serta integritas selama menjalankan tugas kepolisian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kenaikan pangkat pengabdian merupakan bentuk penghargaan negara dan institusi Polri kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta pengabdian terbaik selama bertugas. Saya berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan menjaga nama baik institusi Polri,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.

Menurut Kapolres, keberhasilan memperoleh kenaikan pangkat pengabdian tidak hanya menjadi kebanggaan bagi personel yang bersangkutan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Tegal untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

Momentum tersebut juga menjadi wujud komitmen Polri dalam memberikan apresiasi kepada personel yang telah mengabdikan dirinya dengan baik, sekaligus mendorong terwujudnya sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan Presisi.

Melalui kegiatan ini, Polres Tegal berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh personel penerima kenaikan pangkat dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang humanis, profesional, dan terpercaya. ( S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Menanggapi keresahan warga terkait keberadaan sebuah warung di kawasan Limau Manis, Brebes, pengurus lingkungan setempat bertindak tegas. Warung tersebut sempat menjadi sorotan warga karena sempat tutup selama tiga hari berturut-turut di tengah munculnya berbagai keluhan masyarakat.

Dalam keterangannya, pihak terkait menyatakan telah melakukan koordinasi intensif dengan Ketua RW setempat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Sebagai langkah awal, Pak RW telah memberikan teguran keras kepada pemilik lapak, bukan kepada pihak penyewa atau penjual di warung tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak RW. Teguran sudah disampaikan kepada pemilik lapak agar tidak menyewakan tempatnya kepada pihak lain yang menimbulkan keresahan,” ujar sumber terkait, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, berdasarkan pantauan di lapangan, warung tersebut dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi. Kendati demikian, pihak pengurus lingkungan masih melakukan pemantauan ketat untuk memastikan tidak ada aktivitas tersembunyi yang dilakukan kembali oleh pihak penyewa.

Pihak pengurus menegaskan bahwa jika di kemudian hari ditemukan aktivitas yang kembali meresahkan atau melanggar aturan, mereka tidak akan segan untuk mengambil langkah lebih lanjut. Tindakan tersebut direncanakan akan melibatkan kolaborasi dengan tokoh masyarakat serta ulama setempat guna menjaga ketertiban dan kondusivitas di wilayah Limau Manis.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami masih menunggu kepastian. Jika ternyata masih beroperasi secara sembunyi-sembunyi, kami akan segera melangkah lebih jauh dengan merangkul tokoh masyarakat dan ulama untuk menyelesaikannya,” tambahnya.

Langkah tegas ini diambil sebagai upaya menjaga ketenangan warga serta memastikan lingkungan di Limau Manis tetap kondusif dari potensi gangguan sosial.

Pewarta: Teguh

BREBES, DN-II Aktivitas parkir liar di kawasan strategis kembali mendapat sorotan. Kali ini, seorang pedagang jasa tambal ban yang telah beroperasi selama empat tahun mengeluhkan keberadaan parkir motor sembarangan yang dinilai menghalangi mata pencahariannya.

Dalam wawancara di lapangan pada Rabu (3/6/2026), narasumber yang merupakan pemilik usaha tambal ban tersebut mengungkapkan bahwa ia sering kali merasa terganggu oleh deretan motor yang diparkir tepat di depan tempat usahanya.

“Motor bisa sampai empat atau lima unit parkir di situ. Itu sangat mengganggu akses masuk pelanggan saya. Saya sampai harus menahan diri agar tidak terjadi perselisihan, karena kalau ditegur pun seringkali tidak diindahkan,” ujar narasumber saat dikonfirmasi.

Menurut penuturannya, permasalahan parkir ini terjadi tidak kenal waktu, baik pagi, siang, maupun malam. Kondisi ini dinilai menghambat arus lalu lintas pelanggan yang hendak menggunakan jasa tambal bannya.

Soroti Keberadaan Pedagang Lapis Sari

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain masalah parkir, narasumber juga menyinggung perihal keberadaan pedagang lapis sari yang baru beroperasi di sekitar lokasi tersebut selama kurang lebih satu bulan terakhir. Meski sempat dikaitkan dengan aktivitas di sekitar area usahanya, narasumber menegaskan bahwa ia tidak mengetahui secara detail latar belakang operasional pedagang tersebut.

“Kalau pedagang lapis sari itu baru sekitar sebulan di sini. Tapi sudah tiga sampai empat hari ini, mereka tidak terlihat berjualan, sepertinya sudah tutup sejak setelah Lebaran Haji,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa area tersebut memang tampak lebih lengang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penataan parkir maupun izin usaha di kawasan tersebut.

Warga berharap agar pihak berwenang dapat melakukan penataan lebih lanjut, khususnya dalam mengatur zona parkir agar tidak menghambat akses pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya di kawasan tersebut.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II SMP Negeri 3 Wanasari telah menyelenggarakan rangkaian acara perpisahan bagi siswa tahun ajaran ini. Untuk memastikan kelancaran kegiatan tersebut, pihak sekolah menetapkan iuran partisipasi sebesar Rp125.000 per siswa. Rabu, (3/6/2026).

​Siddiq Purnomo, Humas sekaligus guru mata pelajaran Sejarah dan IPS kelas 7 di SMPN 3 Wanasari, menyampaikan bahwa dana yang dihimpun tersebut dialokasikan untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan perpisahan, termasuk penyediaan konsumsi dengan alokasi biaya makan sebesar Rp30.000 per siswa.

​Pihak sekolah menegaskan bahwa penyelenggaraan perpisahan tahun ini mendapatkan dukungan tambahan berupa sponsor dari sejumlah sekolah kejuruan (SMK) yang berada di lingkungan sekitar sekolah, sehingga dapat meringankan beban biaya operasional kegiatan.

​Dalam kesempatan yang sama, Siddiq juga memaparkan data tenaga pendidik di SMPN 3 Wanasari yang berjumlah total 53 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Guru dengan status ASN sebanyak 13 orang.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Guru dengan status P3K sebanyak 26 orang.

​Pendidik Wiyata (PW) sebanyak 5 orang.

Terdapat 9 orang guru lainnya yang saat ini belum diangkat.

​Acara yang berlangsung di lingkungan SMPN 3 Wanasari ini dipersiapkan oleh tim panitia yang melibatkan Kepala Sekolah, Danang Margono, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Amin; Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Eni; serta dikoordinasikan oleh staf Tata Usaha yang dipimpin oleh Rosikin.

​Reporter: Teguh
Editor: Casroni

JAKARTA, DN-II Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Rabu (3/6/2026).

Langkah hukum ini dilakukan selang beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN.

Pantauan di lokasi menunjukkan situasi di kantor BGN sempat terkendali namun terbatas. Sejumlah pegawai yang mengenakan seragam biru tidak diperkenankan memasuki area ruang kerja tertentu dan diminta menunggu di area lobi serta halaman luar kantor selama proses penggeledahan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi mengenai materi penyidikan maupun keterkaitan penggeledahan ini dengan pergantian jabatan di tubuh BGN.

Upaya konfirmasi kepada pihak BGN terkait situasi di kantor tersebut juga masih dilakukan. Berita ini akan diperbarui seiring dengan adanya keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Publisher -Red

JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Palmerah serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111, Jakarta Barat, pada Selasa (2/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan efektif, higienis, dan tepat sasaran.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memeriksa alur kerja penyediaan asupan gizi, mulai dari pemanfaatan teknologi pangan seperti greenhouse, hidroponik, dan bioflok dalam penyediaan bahan baku, hingga proses pengolahan makanan di dapur utama SPPG. Presiden ingin memastikan bahwa setiap tahapan produksi memenuhi standar kualitas yang ditetapkan demi menjamin gizi anak-anak Indonesia.

Tidak sekadar meninjau fasilitas, Presiden Prabowo juga berinteraksi langsung dengan para siswa SMPN 111 Jakarta Barat. Dalam suasana hangat, Presiden menyempatkan diri untuk menyantap menu bergizi bersama para siswa guna memastikan kualitas dan cita rasa makanan yang disajikan.

Kehadiran Presiden disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi instrumen perbaikan kesehatan generasi muda, tetapi juga menjadi stimulan untuk meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar siswa di sekolah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan rantai pasok dan layanan gizi di berbagai daerah. Sepiring makanan bergizi yang disajikan hari ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang lebih kuat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan. Red

You cannot copy content of this page

Detik Nasional

Dapatkan kabar terkini dengan konten terkurasi dan berita utama terbaru yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda. Langganan sekarang agar selalu terdepan dan jangan sampai ketinggalan!

Lanjut ke konten ↓