WASHINGTON D.C. DN-II Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai era baru kerja sama ekonomi melalui penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance”. Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington D.C., Kamis (19/2/2026).
Council of Trade and Investment: Garda Depan Dialog Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembentukan Council of Trade and Investment. Forum ini akan menjadi wadah diskusi strategis bagi kedua negara untuk mengawal dinamika ekonomi secara proaktif.
“Forum ini berfungsi sebagai wadah diskusi awal guna mengantisipasi lonjakan perdagangan atau investasi yang berpotensi mengganggu stabilitas neraca ekonomi kedua negara,” ujar Airlangga.
Ribuan Produk Indonesia Kini Bebas Tarif
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam dokumen perjanjian tersebut, Indonesia berhasil mengamankan akses pasar yang signifikan. Tercatat sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia kini mendapatkan tarif 0% di pasar Amerika Serikat. Komoditas unggulan yang masuk dalam daftar ini antara lain:
Komoditas Alam: Minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet.
Teknologi & Manufaktur: Komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.
Tekstil & Aparel: Produk ini juga mendapatkan tarif 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Komitmen Timbal Balik dan Ekonomi Digital
Sebagai bentuk resiprokal, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif 0% bagi produk utama AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan pada produk berbahan baku impor tersebut.
Di sektor digital, kedua negara menyepakati poin-poin penting dalam forum World Trade Organization (WTO), yakni:
Bebas Bea Masuk Transaksi Elektronik: Kesepakatan untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi digital.
Transfer Data Lintas Batas: Indonesia mendorong pengaturan yang terbatas sesuai regulasi nasional guna memastikan perlindungan data konsumen tetap terjaga.
Harapan Menuju “Golden Age”
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan mempererat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi tinggi dan energi hijau.
Red
Sumber: BPMI Setpres
Tag: #KemensetnegRI
#RilisPresiden
#PrabowoSubianto
#IndonesiaAS
#EkonomiGlobal
BREBES, DN-II Kabupaten Brebes ternyata menyimpan kekayaan pariwisata yang luar biasa. Dengan 35 objek wisata yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, Pemerintah Kabupaten Brebes kini mulai tancap gas. Fokusnya jelas: menjadikan potensi lokal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan bagi pelajar. (20/2/2026).
Keberagaman Destinasi: Dari Pesisir hingga Situs Purbakala
Dari total puluhan destinasi yang ada, pengelolaan pariwisata di Brebes terbagi dalam dua skema. Tiga objek wisata dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah, yakni Pantai Randusanga Indah (Par-In), Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada di Pakujati, dan Cipanas Buaran di Bantarkawung.
Sementara itu, 32 objek wisata lainnya dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait. Beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain:
Wisata Air: Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, dan Teluk Rasira.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ekosistem Pesisir: Mangrove Pandansari, Pulau Cemara, dan Mangrove Kali Anyar.
Wisata Pegunungan: Perkebunan Teh Kaligua, Curug Cantel, hingga destinasi baru DTW Jonggrang Forest.
“Alhamdulillah, setiap tahun angka kunjungan wisata di Brebes terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., dalam diskusi tersebut.
Menepis Budaya Karyawisata “Luar Kota”
Pemerintah Kabupaten Brebes juga tengah berupaya mengubah paradigma study tour atau karyawisata sekolah. Selama ini, banyak siswa di Brebes yang justru lebih mengenal Yogyakarta, Jakarta, atau Bali dibandingkan daerahnya sendiri.
Menanggapi fenomena ini, Pemkab berkomitmen menawarkan Paket Wisata Pelajar yang kompetitif dan selaras dengan kurikulum sekolah. Strateginya adalah melalui Wisata Tematik, yang membagi wilayah Brebes berdasarkan fokus edukasinya:
Wilayah Selatan (Sejarah & Purbakala): Melalui Museum Purbakala Bumiayu, siswa diajak mengenal jejak purbakala di tanah Jawa.
Wilayah Tengah (Budaya Adat): Mengenal masyarakat hukum adat Jalawastu, satu-satunya komunitas adat unik yang masih lestari di Jawa Tengah.
Wilayah Pesisir (Ekosistem): Fokus pada pengenalan ekosistem pantai dan capacity building di kawasan Mangrove Sari.
Agrowisata: Edukasi sektor pertanian melalui sentra kebun kelengkeng dan pisang di wilayah Negla.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menguatkan Identitas Melalui Muatan Lokal
Strategi ini dirancang agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan karakter. Unsur muatan lokal dan koneksi langsung dengan mata pelajaran sejarah menjadi poin utama.
“Kami ingin siswa memiliki koneksi emosional dengan identitas daerahnya. Harapannya, generasi muda mengenal kekayaan daerah sendiri tanpa harus merasa perlu pergi jauh-jauh ke luar kota,” pungkas Fajar.
Dengan integrasi paket edukasi ini, Kabupaten Brebes optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama dalam membangun kebanggaan dan kecintaan pelajar terhadap potensi lokal mereka sendiri.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Dinas Sosial Kabupaten Brebes menunjukkan respons cepat dalam menangani dua bencana alam yang terjadi secara simultan: banjir luapan di Kecamatan Losari dan fenomena tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Meski jajaran pimpinan sedang menjalankan agenda kedinasan di luar kota, dipastikan penyaluran bantuan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan. (20/2/2026).
Darurat Tanah Bergerak: 176 KK Dievakuasi ke Lokasi Aman
Situasi paling kritis terpantau di Dukuh Bojong Sari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi dengan intensitas tinggi—hampir setiap menit—sehingga mengancam keselamatan warga. Medan yang sulit dan status wilayah yang sempat terisolasi menjadi tantangan utama tim evakuasi.
Demi keselamatan jiwa, sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) telah direlokasi. Titik pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Munawir, Dukuh Limbangan.
“Kami memilih titik ini karena struktur tanahnya terbukti stabil dan kapasitasnya memadai untuk menampung warga dalam jumlah banyak,” ujar Tarsono, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Brebes.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Banjir Perbatasan: Logistik Darurat untuk Losari
Di wilayah pesisir, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Losari, termasuk Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul. Begitu menerima laporan dari BPBD dan Camat setempat, Dinas Sosial segera menerjunkan tim Bidang Dayasos.
Sebagai langkah awal, bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Mengingat posisi Losari yang berada di perbatasan provinsi, Dinsos kini berkoordinasi dengan pihak PSDA wilayah Cirebon dan Brebes untuk penanganan teknis luapan air.
Fasilitas Pengungsian dan Stok Logistik
Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi di Sirampog, Dinas Sosial telah menyiagakan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, antara lain:
Dapur Umum: Beroperasi penuh di Dukuh Limbangan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi.
Hunian Darurat: Pendirian 2 unit tenda umum dan 3 unit tenda keluarga.
Bantuan Sandang: Penyaluran pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak.
Ketahanan Pangan: Stok logistik mencakup 1.200 paket makanan siap saji, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.
Koordinasi Real-Time di Tengah Agenda Luar Kota
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aksi cepat ini tetap berjalan efektif meski jajaran pimpinan Dinas Sosial tengah menghadiri rapat koordinasi mengenai MOU Kube (Kelompok Usaha Bersama) APBD 1 di Semarang. Kabid Pemberdayaan Sosial menegaskan bahwa sistem komando di lapangan sudah berjalan otomatis.
“Bencana tidak bisa menunggu. Meski kami sedang ada agenda di Semarang, instruksi penanganan langsung tersampaikan secara real-time. Tim di lapangan bergerak sigap untuk memastikan warga tidak kekurangan bantuan,” pungkas Tarsono.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digencarkan dalam rangkaian kegiatan non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Pada Jumat (20/02/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam yang menyasar ibu-ibu PKK Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan desa ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap situasi darurat lingkungan.
Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Sumitro Hadiprayogo, S.T., selaku Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemahaman mengenai deteksi dini bencana sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu.
“Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Dengan memahami langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan awal, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materil saat bencana terjadi,” ujar Sumitro Hadiprayogo.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, serta Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran aparat kewilayahan ini menunjukkan soliditas dalam menyukseskan program TMMD Reguler ke-127. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0713/Brebes dan BPBD atas edukasi yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat terbantu. Pengetahuan ini membuat warga kami, khususnya ibu-ibu PKK, lebih siap dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi fenomena alam yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menambahkan bahwa sasaran non-fisik TMMD kali ini memang difokuskan pada pemberdayaan SDM.
“Pembangunan fisik seperti jalan memang penting, namun membangun mentalitas warga yang ‘Sadar Bencana’ adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan seluruh warga Desa Cikuya,” tutup Serka Sagiman.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Senyum sumringah terpancar dari wajah Pak Tarap (48), warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat berbincang hangat dengan Sertu Sodikin, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, pada Jumat (20/02/2026).
Pria yang sehari-harinya menggantungkan hidup sebagai petani dan peternak sapi ini mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas transformasi yang terjadi di desanya. Baginya, program TMMD tahun ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas kesulitan yang ia hadapi selama bertahun-tahun.
Salah satu poin utama yang disyukuri Pak Tarap adalah pengerjaan pengecoran jalan yang sedang berlangsung. Jalan tersebut merupakan akses utama yang ia lalui setiap hari untuk mencari rumput bagi ternak sapinya.
“Dulu jalannya susah, apalagi kalau hujan. Sekarang saya melihat jalan ini sedang dicor, rasanya senang sekali. Nanti kalau mau cari rumput atau angkut hasil tani jadi jauh lebih lancar dan tidak takut terpeleset lagi,” ujar Pak Tarap saat bercerita kepada Sertu Sodikin.
Tak hanya soal jalan, manfaat ganda dirasakan Pak Tarap melalui program TNI Manunggal Air. Sebagai peternak, kebutuhan air bersih sangatlah krusial untuk minum dan sanitasi sapi-sapinya. Berkat program ini, ketersediaan air di wilayahnya kini lebih terjamin. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, untuk urusan ternak sapi juga sekarang terbantu sekali dengan program TNI Manunggal Air. Airnya mengalir, sapi-sapi saya tidak susah lagi dapat air bersih. Terima kasih banyak Bapak-bapak TNI,” tambahnya.
Sertu Sodikin, yang setia mendengarkan keluh kesah dan cerita warga, menyampaikan bahwa tujuan utama TMMD adalah untuk menyejahterakan masyarakat desa.
“Mendengar langsung dampak positif dari warga seperti Pak Tarap adalah penyemangat bagi kami para prajurit di lapangan. Kami bekerja di sini memang untuk rakyat, memastikan akses jalan bagus dan air tersedia adalah prioritas kami,” tegas Sertu Sodikin.
Pengecoran jalan di Desa Cikuya merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang diharapkan dapat mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Aksi simpatik ditunjukkan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di tengah kesibukan pengerjaan fisik pengecoran jalan. Pada Jumat (20/02/2026), Sertu Sodikin spontan membantu Nunung (37), seorang warga setempat, mengangkat karung hasil panen gabah ke atas sepeda motornya.
Momen tersebut terjadi di sela-sela aktivitas alat berat dan para pekerja yang sedang mengejar target pembangunan jalan beton. Melihat Ibu Nunung yang kesulitan mengangkat karung gabah yang cukup berat sendirian, Sertu Sodikin langsung menghampiri dan memberikan bantuan.
Bagi Sertu Sodikin, membantu warga adalah bagian dari panggilan jiwa sebagai prajurit, terlebih di lokasi TMMD di mana kedekatan dengan masyarakat adalah kunci utama.
“Tugas kami di sini memang membangun jalan, tapi tujuan utamanya adalah membantu kesulitan rakyat. Melihat Ibu Nunung berjuang sendirian mengangkat hasil panennya, sudah kewajiban saya untuk turun tangan,” ujar Sertu Sodikin.
Ibu Nunung mengaku sangat terbantu dengan kehadiran anggota TNI di desanya. Menurutnya, keberadaan Satgas TMMD tidak hanya memberikan perubahan pada infrastruktur desa, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman karena sikap para prajurit yang sangat ringan tangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Tadi sempat bingung mau angkat gabah ke motor sendirian. Alhamdulillah, ada Pak Tentara yang langsung bantu. Mereka orangnya baik-baik dan rajin bekerja,” ungkap Ibu Nunung dengan wajah sumringah.
Pengerjaan fisik pengecoran jalan dalam program TMMD Reguler ke-127 ini memang terus dikebut. Namun, Kodim 0713/Brebes selalu menekankan kepada seluruh personel bahwa interaksi sosial dan bantuan langsung kepada warga seperti yang dilakukan Sertu Sodikin adalah prioritas yang tidak boleh ditinggalkan.
Jalan yang sedang dicor ini nantinya diharapkan akan mempermudah mobilitas petani seperti Ibu Nunung dalam mengangkut hasil bumi, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan kesejahteraan ekonomi warga meningkat.(Rio/Pradista)
BREBES, DN-II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes menunjukkan optimisme tinggi dalam mengoptimalkan pengelolaan dana umat. Memasuki tahun 2026, BAZNAS menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp14 miliar.
Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di kisaran Rp9,5 miliar. Kenaikan target ini dipandang sebagai langkah berani untuk memperluas jangkauan program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi di wilayah Brebes.
Strategi Perluas Jangkauan: Dari ASN hingga Sektor Swasta
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, Nursidik, menyatakan bahwa untuk mengejar lompatan target tersebut, pihaknya telah memetakan strategi pengumpulan yang lebih inklusif dan progresif. Fokus utama BAZNAS kini tidak lagi hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan menyasar tiga elemen kunci:
Aparatur Sipil Negara (ASN): Melakukan optimalisasi zakat dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh lingkungan Pemkab Brebes melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tokoh Pengusaha Lokal: Membangun sinergi dengan para pengusaha lokal berskala besar untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui lembaga resmi guna memastikan dampak yang lebih merata.
Sektor Industri dan Korporasi: Mendorong perusahaan-perusahaan (PT) yang beroperasi di wilayah Brebes untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau zakat perusahaan mereka melalui BAZNAS.
Transparansi dan Dampak Sosial
Nursidik menekankan bahwa peningkatan target ini juga dibarengi dengan komitmen transparansi pengelolaan keuangan. Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk berbagai program strategis, mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, bantuan pendidikan, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Brebes.
“Kami optimis dengan dukungan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, target Rp14 miliar ini bukan sekadar angka, melainkan ikhtiar kita bersama untuk menyejahterakan umat di Brebes,” ujar Nursidik, Rabu (18/2/2026).
Dengan strategi yang lebih agresif di sektor swasta dan industri, BAZNAS Brebes berharap dapat menutup celah potensi zakat yang selama ini belum tergarap maksimal, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam pembangunan daerah.
Reporter: Teguh
PURWOKERTO, DN-II Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, menjadi potret nyata kolaborasi solid antara TNI dan Pemerintah Daerah. Program yang berlangsung selama satu bulan ini mengintegrasikan pembangunan fisik dengan program strategis Pemkab Brebes di bawah kepemimpinan Bupati Paramita Widya Kusuma.
Dandim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyatomo, S.Hub.Int., melalui Perwira Teritorial Kapten Arm Sukirno, menyampaikan bahwa TMMD kali ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia dan ketahanan pangan.
“Kami membangun kolaborasi luar biasa dengan Pemkab Brebes. Program strategis Ibu Bupati menjadi fokus utama yang kami angkat, baik sejak upacara pembukaan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujar Kapten Arm Sukirno saat berbincang dengan RRI Purwokerto, Rabu (18/02/2026).
Akselerasi Program Unggulan dan Ketahanan Pangan
Dalam pelaksanaannya, sejumlah program unggulan daerah turut diakselerasi di lokasi TMMD, di antaranya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Program Wardoyo (Wareg Sedoyo): Penyaluran 1.000 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu.
Program Gerimis Telur: Gerakan minum susu dan makan telur dengan membagikan 2 ton telur ayam hasil kolaborasi bersama PT Pokphand.
Lingkungan & Pangan: Penanaman 150 bibit buah dari Dinas Lingkungan Hidup serta pelatihan budidaya maggot dan pembuatan kompos sebagai upaya kemandirian ekonomi desa.
Fokus Kesehatan dan Pencegahan Stunting
Sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, TMMD Cikuya juga menggencarkan sektor kesehatan:
Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting): Kolaborasi dengan Dinkes Brebes untuk pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil.
Layanan Jemput Bola: Pemeriksaan kesehatan door-to-door, skrining kesehatan jiwa, serta penyuluhan KB non-MKJP.
Pelayanan Publik Terpadu
Untuk mempermudah akses masyarakat desa, berbagai instansi turut membuka layanan di lokasi, mulai dari pembuatan dan perpanjangan SIM oleh Polres Brebes, layanan kependudukan oleh Disdukcapil, hingga sosialisasi penanggulangan bencana oleh BPBD dan Satpol PP.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif juga disentuh melalui pelatihan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didukung oleh Bank Jateng, serta layanan kesehatan hewan ternak berupa pemberian vitamin dan vaksinasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Masyarakat Sebagai Subjek Pembangunan
Menutup keterangannya, pihak TNI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Desa Cikuya yang menyambut program ini dengan penuh antusias.
“Kami dari TNI bangga menjadi fasilitator. Namun, keberhasilan sejati TMMD adalah ketika masyarakat mampu merawat dan menerima manfaat berkelanjutan dari seluruh program ini secara mandiri,” pungkas Kapten Arm Sukirno.
Laporan: Reporter Teguh
BREBES, DN-II Kolaborasi lintas sektoral antara Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes dan Pemerintah Kabupaten Brebes terus diperkuat guna mengakselerasi visi-misi pembangunan daerah. Sinergi ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mengintervensi berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat. (18/2/2026).
Infrastruktur: Jembatan Kesejahteraan
Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, mengungkapkan bahwa keterbatasan jangkauan birokrasi memerlukan dukungan TNI untuk menyentuh wilayah pelosok. Fokus utama saat ini adalah pembukaan dan perbaikan akses jalan di wilayah strategis melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Ketika akses jalan terwujud, hal itu secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan, mempermudah akses kesehatan, dan menghidupkan urat nadi perekonomian warga,” ujar Tety dalam wawancara terbaru.
Ia juga menambahkan bahwa Baperlitbangda memastikan hasil TMMD selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah maupun panjang daerah agar manfaatnya berkelanjutan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi dan Legalitas UMKM
Tak hanya pembangunan fisik, kolaborasi ini menyasar sektor ekonomi mikro. Mengingat Brebes memiliki ratusan ribu pelaku UMKM, Kodim dan Pemkab sepakat memprioritaskan dua hal:
Peningkatan Kapasitas: Pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil di lokasi sasaran.
Percepatan Legalitas: Bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal untuk memfasilitasi pengurusan izin usaha bagi warga desa lokasi TMMD.
Gotong Royong Multisektoral sebagai Roh TMMD
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Subagyo, menegaskan bahwa TMMD adalah wadah kolaborasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program ini menjadi jembatan bagi dinas-dinas untuk masuk dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan hingga pendidikan.
Partisipasi Masyarakat Sebagai Tolok Ukur
Subagyo menjelaskan bahwa peran Dinpermades sangat krusial dalam tahap perencanaan. Salah satu indikator utama diterimanya pengajuan TMMD di sebuah desa adalah kesiapan partisipasi swadaya warganya.
“Peran kami memastikan bagaimana tingkat partisipasi masyarakat. Filosofi dasar TMMD adalah membangun kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” jelas Subagyo. Ia mengaku bangga karena selama ini antusiasme warga Brebes sangat tinggi dalam menyambut program ini.
Kesimpulan: Manunggal untuk Sejahtera
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui integrasi antara pembangunan fisik oleh TNI dan pemberdayaan sosial-ekonomi oleh Pemerintah Daerah, TMMD diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi desa-desa di wilayah Kabupaten Brebes. Prinsip support system antarinstansi ini bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Kehadiran Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh hati generasi muda. Pada Rabu (18/02/2026), di sela-sela kesibukan pembangunan, Babinsa Desa Cikuya, Serka Bangun Hidayat, tampak asyik membagikan tawa dan ilmu dengan mengajari anak-anak setempat membuat mainan sederhana.
Pemandangan penuh keakraban ini terjadi di pelataran rumah warga. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar, Serka Bangun dengan sabar membimbing jari-jemari mungil anak-anak Desa Cikuya untuk merakit mainan kreatif.
Kegiatan ini menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus mengalihkan perhatian mereka sejenak dari ketergantungan pada gawai (gadget).
Serka Bangun Hidayat menunjukkan bahwa prajurit TNI bukan hanya sosok yang tegas dalam bekerja, tetapi juga bisa menjadi kakak, guru, sekaligus sahabat bagi anak-anak.
Gelak tawa anak-anak saat berhasil menyelesaikan mainan mereka menjadi warna tersendiri di tengah hiruk-pikuk pengerjaan sasaran fisik TMMD.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI di Desa Cikuya ini membekas di hati mereka. Mengajari membuat mainan sederhana adalah cara kami berkomunikasi dan menanamkan nilai kreativitas serta kebersamaan kepada adik-adik kita di sini,” ungkap Serka Bangun Hidayat.
Kegiatan spontan ini mendapat respons positif dari orang tua di Desa Cikuya. Mereka mengaku senang melihat anak-anaknya bisa berinteraksi langsung dengan TNI dalam suasana yang hangat dan penuh edukasi. Melalui pendekatan humanis seperti ini, kemanunggalan TNI dan rakyat diharapkan semakin kokoh, seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik di desa tersebut.(Rio/Pradista)
