BREBES, DN-II Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus PO Zentrum MK dengan mobil Daihatsu pick up di ruas Tol Pejagan–Pemalang KM 259.300 A, Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Selasa malam (17/03/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.39 WIB tersebut mengakibatkan satu orang penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 33 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kapolres Brebes melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Zainurrozaq menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, Bus Mercedes Benz PO Zentrum bernomor polisi K-7603-OF yang dikemudikan oleh Wahyu (32) melaju dari arah barat ke timur dan berupaya mendahului kendaraan lain melalui bahu jalan sebelah kiri.
Pada saat bersamaan, terdapat mobil Daihatsu pick up bernomor polisi B-9108-BBI yang sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami kendala teknis.
Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari hingga bus menabrak bagian belakang pick up dan terguling ke sisi utara jalan tol. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.
1 orang korban meninggal dunia atas nama STM (60), sementara korban luka-luka segera dievakuasi ke RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan medis.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Data saat ini tercatat 1 (satu) korban meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala dan patah tulang. Selain itu, 33 korban lainnya mengalami luka ringan, termasuk pengemudi pick up dan sejumlah penumpang bus. Kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 50.000.000,-.
Saat ini, Satlantas Polres Brebes masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan.
AKP Ahmad Zainurrozaq kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar tidak menggunakan bahu jalan untuk mendahului kendaraan.
“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting untuk menjamin keselamatan bersama di jalan,” tegasnya.
KABUPATEN TEGAL, DN-II Kondisi geografis di ujung barat Desa Padasari, Kabupaten Tegal, saat ini sangat memprihatinkan akibat bencana tanah bergerak. Fenomena alam ini menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur publik dan pemukiman warga. (17/3/2026).
Salah satu dampak paling nyata terlihat pada gedung SMP Maarif NU 3 Dukuhturi. Bangunan sekolah yang berdiri di lereng perbukitan tersebut kini dalam kondisi miring dan sebagian besar telah ambruk. Tidak hanya fasilitas pendidikan, puluhan rumah warga juga dilaporkan amblas serta mengalami rusak berat sehingga tidak lagi aman untuk dihuni.
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, pemerintah setempat berencana mengambil langkah cepat untuk keselamatan warga. 
“Berdasarkan informasi terkini, warga yang berada di zona merah terdampak rencananya akan segera direlokasi ke wilayah utara yang dinilai lebih stabil secara geologis,” ungkap laporan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, intensitas hujan di lokasi masih terpantau tinggi sejak kemarin, meski situasi angin relatif tenang. Selain Desa Padasari, pemantauan ketat juga dilakukan di Desa Bodasari yang mengalami dampak serupa. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
BREBES – Menjelang puncak arus mudik Lebaran tahun ini, Pemerintah Kabupaten Brebes bersama jajaran legislatif menekankan tiga pilar utama demi menyukseskan tradisi tahunan masyarakat: Keselamatan, Kelancaran, dan Kenyamanan.
Pesan tersebut mengemuka dalam diskusi interaktif di Singosari FM yang menghadirkan narasumber anggota DPRD Brebes dari Fraksi Demokrat, Heri Fitriansyah, dan Muhaimin dari Fraksi Gerindra. Diskusi ini dipandu langsung oleh Kepala Diskominfo Brebes, Warsito Eko Putro (akrab disapa Warkop).
1. Keselamatan: Belajar dari Insiden Alun-Alun
Keselamatan ditempatkan sebagai prioritas mutlak di atas segalanya. Heri Fitriansyah menyoroti insiden kecelakaan yang baru saja terjadi di area Alun-Alun Brebes yang melibatkan pemudik usai beribadah di masjid. Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat keras bagi para pelaku perjalanan.
”Hal terpenting dari perjalanan mudik adalah sampai di tujuan dengan selamat. Kejadian di Alun-Alun baru-baru ini menjadi alarm bahwa keselamatan harus menjadi prioritas nomor satu,” tegas Heri Fitriansyah dalam keterangannya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
2. Kelancaran: Strategi Minimalkan Titik Potong (Crossing)
Sebagai wilayah perlintasan utama dengan volume kendaraan yang sangat tinggi, strategi penguraian kemacetan menjadi fokus Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). Salah satu kebijakan utamanya adalah meminimalisir adanya crossing atau titik potong jalan.
Meski kebijakan ini mengharuskan pengendara memutar sedikit lebih jauh karena adanya pembatas jalan (median), hal ini dinilai jauh lebih efektif untuk mencegah kemacetan total yang dapat merugikan semua pengguna jalan.
3. Kenyamanan: Fasilitas Posko yang Humanis
Untuk menjamin kenyamanan pemudik, berbagai fasilitas telah disiagakan di sepanjang jalur mudik dan rest area. Posko mudik tahun ini dirancang lebih representatif dengan menyediakan:
Layanan kesehatan dan obat-obatan gratis.
Area istirahat yang nyaman untuk melepas lelah.
Layanan tambahan unik seperti pijat relaksasi hingga pangkas rambut gratis.
Himbauan bagi Pemudik: Cek Fisik dan Kendaraan
Keberhasilan mudik bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan juga kesadaran dari para pemudik sendiri. Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan beberapa poin krusial:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kondisi Fisik: Pastikan tubuh bugar dan tidak memaksakan diri jika mengantuk.
Kelaikan Kendaraan: Cek rutin kondisi mesin, rem, dan ban sebelum berangkat.
Edukasi Mudik Motor: Pemerintah sangat menyarankan pemudik beralih ke angkutan umum. Program tiket gratis dan pengangkutan motor gratis telah disediakan untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
”Meskipun mudik dengan motor terasa lebih praktis saat di kampung halaman, risikonya di jalan raya sangat besar. Mari kita buat mudik tahun ini berkesan. Sing pada sabar, demi kebaikan kita bersama,” pungkasnya.
Sumber Informasi: Diskusi Publik Singosari FM (Diskominfo Brebes)
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Momentum Idulfitri sering kali terjebak dalam paradoks antara nilai spiritualitas dan realitas pasar. Di balik gempita hari kemenangan, fenomena klasik seperti penimbunan barang dan tekanan sosial untuk tampil mewah demi gengsi masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat.
Anatomi Kelangkaan dan Manipulasi Stok
Fenomena “menahan barang” menjelang Lebaran bukan lagi rahasia di dunia perdagangan. Anggota DPRD Kabupaten Brebes dari Fraksi Demokrat, Heri Fitriansyah, menyoroti pola distribusi yang kerap dimainkan oleh oknum pelaku usaha.
Dalam diskusi di Radio Singosari FM pada Selasa (17/03/2026), Heri mengungkapkan bahwa banyak pedagang sengaja menimbun stok barang untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Strategi ini dilakukan karena kesadaran bahwa distribusi logistik akan melambat drastis tepat setelah Lebaran, sementara stok di tangan masyarakat mulai menipis. Dampaknya nyata; komoditas sederhana seperti air mineral pun bisa mendadak langka dan harganya melonjak tajam,” ujar Heri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tekanan Sosial dan “Gengsi” Lebaran
Di luar urusan logistik, Heri juga menyoroti pergeseran budaya konsumerisme yang akut. Idulfitri yang seharusnya menjadi momen kembali ke fitrah, kini sering terdistorsi oleh kebutuhan akan pengakuan sosial.
Heri mencermati adanya tekanan psikologis, khususnya di kalangan ibu-ibu atau kelompok sosial tertentu, untuk tampil “habis-habisan” saat mudik atau menghadiri pertemuan keluarga.
“Sering kali seseorang merasa pusing bahkan minder jika tidak mengenakan baju baru saat arisan atau kumpul keluarga. Saya pernah mendapati kasus di mana seseorang memaksakan diri mencari pakaian baru hanya demi status sosial,” tuturnya.
Budaya hedonisme ini dinilai telah menyeret masyarakat menjauh dari makna Ramadan yang sebenarnya. Energi yang seharusnya digunakan untuk memurnikan hati justru terkuras untuk urusan penampilan lahiriah.
Kembali ke Hidup Sederhana
Menyikapi fenomena tersebut, Heri mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri. Menurutnya, menjadi “bersih” di hari raya tidak harus dibungkus dengan kemewahan yang dipaksakan.
“Islam menekankan pentingnya kesederhanaan. Jika memang tidak mampu membeli baju baru, jangan memaksakan diri. Lebih baik mengalihkan energi untuk memperbaiki perilaku daripada terjebak dalam lingkaran gengsi yang tidak ada habisnya,” tegas politisi Demokrat tersebut.
Penutup: Kemenangan Melawan Nafsu
Lebaran tahun ini diharapkan menjadi momentum transisi spiritual. Jangan sampai setelah sebulan penuh beribadah, masyarakat justru kembali terjebak dalam kebiasaan menimbun barang atau gaya hidup di luar kemampuan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Esensi Idulfitri adalah kemenangan melawan hawa nafsu—termasuk nafsu untuk selalu terlihat lebih unggul di mata manusia.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Ketua Umum Insan Pers Jawa Tengah (IPJT), Firdaus Andika, memberikan teguran keras sekaligus pesan edukatif kepada para jurnalis dalam acara Safari Ramadhan dan santunan anak yatim di Dapur Mangrove, Jalan Proklamasi, Kelurahan Pasarbatang, Brebes, Senin (16/03/2026).
Dalam momentum buka puasa bersama ratusan wartawan tersebut, Firdaus mengingatkan seluruh anggota IPJT di kabupaten/kota agar tetap menjaga integritas menjelang Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Ia menekankan agar wartawan tidak menjatuhkan martabat profesi dengan cara berkeliling meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada instansi pemerintah maupun swasta.
Prioritaskan Karya Tulis, Bukan Proposal
Firdaus menyoroti tren musiman yang kerap merusak citra pers. Menurutnya, jati diri seorang wartawan terletak pada kualitas karya jurnalistiknya, bukan pada kemampuannya melobi materi.
”Jangan jatuhkan harga diri dengan memutar-mutar meminta THR. Perilaku ini merusak martabat profesi yang seharusnya berdiri tegak di atas etika dan kemandirian,” tegas Firdaus di hadapan para awak media. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia mengajak jurnalis, khususnya di Kabupaten Brebes, untuk kembali ke khitah jurnalisme dengan menghasilkan produk berita yang sesuai kaidah 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How).
Integritas di Tengah Arus Informasi
Di era disrupsi informasi dan maraknya hoaks, wartawan dituntut menjadi garda terdepan dalam menyajikan berita akurat. Firdaus menegaskan bahwa ketaatan terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah harga mati.
”Kepercayaan publik adalah mata uang termahal dalam jurnalisme. Menjaga harga diri melalui karya berkualitas jauh lebih bermakna daripada sekadar meminta THR yang justru membuat profesi ini dipandang rendah,” imbuhnya.
Panggilan Moral di Bulan Suci
Lebih lanjut, Firdaus mengajak insan pers untuk merefleksikan kembali peran mereka bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penegak kebenaran dan pembentuk opini publik yang bertanggung jawab.
Bulan Ramadhan, menurutnya, harus dijadikan momentum untuk berbagi dan meningkatkan dedikasi, bukan justru menjadi alasan untuk melakukan praktik yang tidak profesional. Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis harus tetap menjadi penyambung suara rakyat yang berwibawa.
”Dibalik setiap karya tulis yang berlandaskan integritas, ada penghargaan yang tidak ternilai harganya. Mari berkarya dengan hati nurani. Jika wartawannya cerdas, masyarakat pun ikut cerdas,” pungkasnya.
Red/Teguh
BREBES, DN-II Menghadapi lonjakan volume kendaraan pemudik pada H-3 Lebaran 1447 H, Korlantas Mabes Polri resmi memberlakukan sistem satu arah atau one way sepenggal di ruas Tol Trans Jawa, Selasa (17/03/2026) sore.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai dari Kilometer (KM) 70 Tol Cikampek Utama (Cikatama) hingga KM 263 Tol Brebes Barat. Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi kepadatan kendaraan dari arah Jakarta yang mulai membanjiri jalur menuju timur.
Dampaknya, kendaraan yang melaju dari arah timur (Semarang/Solo) menuju arah barat (Jakarta) tidak dapat masuk ke jalur tol di wilayah Brebes. Dua gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol Pejagan dan Gerbang Tol Brebes Barat, ditutup total bagi kendaraan yang menuju ke arah Jakarta.
Sebagai alternatif, seluruh kendaraan dari arah timur dikeluarkan melalui Exit Tol Brebes Timur (Brexit) untuk selanjutnya diarahkan melintasi jalur arteri Pantura menuju arah barat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pemberlakukan one way sepenggal ini membuat arus mudik dari arah Jakarta terpantau lancar tanpa hambatan. Kendaraan pemudik tampak memenuhi Jalur A maupun Jalur B. Dengan pengawalan ketat dari personel kepolisian, rombongan pemudik terlihat melintasi Simpang Susun Pejagan sekitar pukul 17.00 WIB dengan kecepatan stabil.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah, melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo membenarkan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan pada hari ini.
“Mulai H-4 Lebaran ini, volume kendaraan pemudik sudah mulai mengalami peningkatan yang cukup tajam,” jelas Iptu Indra Prasetyo dalam keterangannya.
Sistem one way di Tol Trans Jawa ini rencananya akan diberlakukan secara situasional beberapa kali setiap harinya selama masa arus mudik, mulai tanggal 17 Maret hingga 20 Maret 2026 mendatang.
Pihak kepolisian juga menitipkan pesan penting bagi para pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan di atas kecepatan.
“Kami menghimbau kepada para pengemudi untuk selalu waspada dan berhati-hati saat memacu kendaraannya. Jika lelah, silakan beristirahat di rest area yang telah disediakan,” tutup Kasatgas Humas. (Casroni/Hms)
Tegal, DN-II Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 H, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Tegal bersama Forkopimda melaksanakan pengecekan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Candi 2026 di wilayah Kabupaten Tegal, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tegal yang didampingi Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M. bersama para PJU Polres Tegal serta kepala dinas terkait. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kelengkapan sarana dan prasarana, serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, rombongan meninjau langsung berbagai fasilitas di Pos Pelayanan, termasuk kesiapan petugas gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta instansi terkait lainnya yang terlibat dalam Operasi Ketupat Candi 2026.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan dukungan logistik kepada petugas di lapangan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril dalam menjalankan tugas pengamanan. Koordinasi lintas sektoral turut dilakukan guna memperkuat sinergitas antar instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. 
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui jajaran PJU menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum Hari Raya Idulfitri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Melalui Operasi Ketupat Candi 2026, kami berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun aktivitas selama Lebaran,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Mudik Nyaman Bersama”, diharapkan seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan optimal sehingga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Tegal tetap aman, tertib, dan kondusif. ( Bim )
BREBES, DN-II PT BPR Bank Brebes (Perseroda) terus melakukan transformasi fundamental dalam pelayanan publik pasca resmi ditunjuk sebagai Bank Pembayar (Payroll) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Brebes. Langkah ini mempertegas komitmen bank milik pemerintah daerah tersebut dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.
Direktur Utama PT BPR Bank Brebes, Dadan Hardiana Agustiana, melalui Pejabat Eksekutif Bidang Operasional & SDM, Nur Afridah, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memegang tanggung jawab besar dalam mengelola hak para aparatur daerah.
“Bank Brebes kini mengelola pembayaran gaji bagi sekitar 1.800 tenaga P3K paruh waktu yang bersumber dari APBD Kabupaten Brebes. Mereka tersebar di lebih dari 100 Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ujar Nur Afridah atau yang akrab disapa Mba Aab, saat memberikan keterangan resmi, Selasa (17/03/2026).
Menepis Isu Antrean: Layanan Diklaim Lebih Efisien
Menanggapi aspirasi masyarakat terkait antrean nasabah, manajemen menegaskan bahwa proses pelayanan di Bank Brebes sejauh ini berjalan sangat efektif. Nur Afridah meyakinkan bahwa sebagai bank dengan fokus pelayanan lokal, pola antrean di kantornya jauh lebih terkendali dibandingkan bank umum lainnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Efisiensi adalah prioritas kami. Kami memastikan para tenaga P3K dapat terlayani dengan cepat sehingga tidak mengganggu jam operasional mereka di instansi masing-masing,” imbuhnya.
Sistem Pemotongan Gaji yang Presisi
Terkait mekanisme pemotongan gaji yang sering menjadi pertanyaan, Nur Afridah memaparkan alur kerja digital yang ketat untuk menjamin tidak adanya selisih satu rupiah pun:
Validasi Kas Daerah: Bank menerima Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari DPKAD sebagai dasar pencairan.
Instruksi OPD: Bendahara OPD mengirimkan detail data karyawan beserta instruksi pemotongan (angsuran kredit, iuran koperasi, hingga zakat via BAZNAS).
Pencatatan Real-Time: Seluruh riwayat transaksi langsung tercatat secara digital pada buku tabungan nasabah.
“Nasabah bisa memantau rincian gaji kotor hingga potongan secara transparan. Saldo bersih yang diterima dipastikan sesuai dengan kewajiban masing-masing tanpa ada ketidaksesuaian data,” tegasnya.
Mitigasi Kendala Teknologi (Gaptek)
Bank Brebes tidak menampik adanya tantangan dalam masa transisi digitalisasi, terutama faktor humanis di lapangan. Diketahui sekitar 25 persen bendahara di OPD merupakan personel senior yang masih beradaptasi dengan teknologi.
Sebagai solusinya, Bank Brebes proaktif melakukan pendampingan teknis melalui operator muda di setiap OPD. Langkah ini diambil agar transisi sistem penggajian manual ke digital tetap berjalan mulus tanpa hambatan teknis bagi nasabah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Struktur Organisasi Kokoh
Sebagai informasi, PT BPR Bank Brebes periode 2022–2027 saat ini dipimpin oleh Dadan Hardiana Agustiana selaku Direktur Utama. Secara struktural, bank ini bergerak di bawah pengawasan Kuasa Pemilik Modal (KPM), Dewan Pengawas, dan Direksi, dengan dukungan Pejabat Eksekutif sebagai motor penggerak operasional di lapangan.
Laporan: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Di balik roda administrasi pemerintahan daerah, terselip kisah pilu para tenaga kerja paruh waktu yang menjadi tulang punggung operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya adalah Rojudin Saelani, staf di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes.
Rojudin bukanlah orang baru. Ia telah mendedikasikan dirinya sejak tahun 2014. Namun, meski sudah hampir 12 tahun mengabdi, statusnya masih tertahan sebagai tenaga paruh waktu dengan upah yang jauh dari kata ideal untuk menghidupi istri dan tiga orang anaknya.
Dilema THR: Antara Syukur dan Kebutuhan yang Melambung
Memasuki momentum Lebaran 2026, persoalan kesejahteraan tenaga paruh waktu kembali menjadi sorotan, khususnya terkait Tunjangan Hari Raya (THR). Kontras dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau PPPK yang menerima satu kali gaji penuh, Rojudin mengaku hanya menerima seperempat dari upah bulanannya yang sebesar Rp2.000.000.
”Hanya seperempat, Bang. Sekitar Rp500.000-an,” ungkap Rojudin saat ditemui pada Selasa (17/3/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Angka tersebut dirasa sangat minim, mengingat harga kebutuhan pokok yang melonjak menjelang Idulfitri. Terlebih, dua anaknya akan segera memasuki jenjang pendidikan baru, yakni SMP dan SD. Saat ditanya mengenai suasana Lebaran tahun ini, ia menjawab dengan nada getir namun berusaha tetap tegar.
”Kelabu, Bang. Apalagi anak mau masuk sekolah. Tapi ya dinikmati saja, rezeki segitu alhamdulillah tetap disyukuri,” tuturnya.
Menanti Asa Menjadi PPPK
Kondisi ekonomi yang mencekik memaksa lulusan SMA ini memutar otak. Untuk menutupi kekurangan finansial keluarga, Rojudin harus mencari penghasilan tambahan melalui usaha mandiri di luar jam kantor. Sang istri yang berlatar belakang pendidikan S1, saat ini fokus sebagai ibu rumah tangga, sehingga seluruh beban finansial bertumpu di pundaknya.
Besar harapan Rojudin agar Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan kejelasan nasib bagi tenaga paruh waktu dengan masa kerja panjang seperti dirinya. Ia sangat mendambakan pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada formasi tahun 2026.
”Harapannya sederhana, ingin statusnya jelas menjadi pegawai penuh waktu. Agar kesejahteraan keluarga juga lebih terjamin,” pungkasnya.
Kisah Rojudin Saelani adalah potret nyata ribuan tenaga honorer yang masih setia menanti keadilan regulasi. Di tengah pengabdian belasan tahun, mereka hanya berharap pemerintah tidak menutup mata atas dedikasi yang telah mereka berikan untuk daerah.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Menjelang puncak arus mudik 2026, Polres Brebes melakukan langkah proaktif untuk menjamin kelancaran lalu lintas di wilayahnya. Sebagai bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026, kepolisian telah menyiagakan Tim Urai Jalur yang siap bergerak cepat (mobile) untuk mengatasi potensi kemacetan maupun kepadatan kendaraan di titik-titik krusial.
Tim Urai ini terdiri dari personel bermotor yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga mampu menembus kepadatan arus jika terjadi sumbatan di jalur utama, baik di jalur Pantura, Jalur Tengah, maupun jalur menuju selatan.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menjelaskan bahwa tim ini dibekali dengan kemampuan teknis pengaturan lalu lintas dan penarikan arus yang efektif. “Personel Tim Urai disiagakan selama 24 jam. Begitu ada laporan kepadatan di titik tertentu, tim akan langsung meluncur untuk melakukan penarikan arus guna memastikan kendaraan tetap bergerak,” ungkapnya, pada Selasa (17/03/2026)
Selain kepadatan volume kendaraan, salah satu tantangan utama di jalur arteri adalah keberadaan Pasar tumpah. Aktivitas masyarakat yang meningkat di sekitar pasar tradisional seringkali memicu perlambatan arus lalu lintas.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi beberapa titik pasar tumpah, seperti di wilayah Bulakamba, Larangan, hingga Tonjong dan Bumiayu. Masyarakat diharapkan tetap sabar dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Terkait adanya apasar tumpah imbauan juga disampaikan kepada para pemudik untuk mengurangi laju kendaraan saat mendekati area pasar serta selalu waspada terhadap para pejalan kaki yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.
“Kami pastikan personel sudah terploting di setiap titik rawan. Kami juga meminta pemudik untuk selalu memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi SIPOLAN agar bisa mengantisipasi rute perjalanan lebih awal,” terang Kasatgas Humas.
Indra menambahkan, Polres Brebes berkomitmen untuk menghadirkan mudik yang aman dan nyaman. Jika masyarakat mengalami kendala di jalan atau merasa kelelahan, jangan ragu untuk beristirahat di Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan terdekat yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik.
“Melalui kesiapsiagaan seluruh personel, Polres Brebes berkomitmen penuh untuk menghadirkan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepolisian mengingatkan bahwa keselamatan adalah tujuan utama dalam perjalanan ini. Oleh karena itu, jika masyarakat mengalami kendala teknis di jalan atau mulai merasakan kelelahan, jangan ragu untuk singgah dan beristirahat di Pos Pelayanan maupun Pos Pengamanan terdekat yang telah tersebar di sepanjang jalur mudik Kabupaten Brebes,” pungkasnya. (Casroni/Hms)
You cannot copy content of this page
