Jawa Tengah, DN-II Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung Yonif TP 888/Satria Sejati di Kec. Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pembangunan kekuatan pertahanan dimulai dari satuan yang disiplin, siap tempur, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Dalam peninjauan tersebut, kehadiran Wapang TNI menjadi penegasan komitmen pimpinan TNI bahwa pembangunan kekuatan pertahanan nasional harus berakar pada profesionalisme prajurit serta kesiapan satuan di lapangan. Satuan yang solid, terlatih, dan berdisiplin tinggi diyakini menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara, sekaligus menghadirkan rasa aman dan menjawab kebutuhan keamanan masyarakat di wilayah penugasannya.
Yonif TP 888/Satria Sejati diharapkan tumbuh sebagai kekuatan teritorial yang profesional, solid, dan dicintai masyarakat. Keberadaan Yonif TP bukan hanya simbol kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga wujud kehadiran negara yang memberikan rasa aman, harapan, serta masa depan yang lebih kuat bagi keutuhan dan keberlanjutan NKRI. (*)
Foto: Tim Media SS
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Kolaborasi lintas sektoral antara Komando Distrik Militer (Kodim) 0713/Brebes dan Pemerintah Kabupaten Brebes terus diperkuat guna mengakselerasi visi-misi pembangunan daerah. Sinergi ini ditegaskan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mengintervensi berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat. (18/2/2026).
Infrastruktur: Jembatan Kesejahteraan
Kepala Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Tety Yuliana, mengungkapkan bahwa keterbatasan jangkauan birokrasi memerlukan dukungan TNI untuk menyentuh wilayah pelosok. Fokus utama saat ini adalah pembukaan dan perbaikan akses jalan di wilayah strategis melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
“Ketika akses jalan terwujud, hal itu secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan, mempermudah akses kesehatan, dan menghidupkan urat nadi perekonomian warga,” ujar Tety dalam wawancara terbaru.
Ia juga menambahkan bahwa Baperlitbangda memastikan hasil TMMD selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah maupun panjang daerah agar manfaatnya berkelanjutan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberdayaan Ekonomi dan Legalitas UMKM
Tak hanya pembangunan fisik, kolaborasi ini menyasar sektor ekonomi mikro. Mengingat Brebes memiliki ratusan ribu pelaku UMKM, Kodim dan Pemkab sepakat memprioritaskan dua hal:
Peningkatan Kapasitas: Pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil di lokasi sasaran.
Percepatan Legalitas: Bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal untuk memfasilitasi pengurusan izin usaha bagi warga desa lokasi TMMD.
Gotong Royong Multisektoral sebagai Roh TMMD
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes, Subagyo, menegaskan bahwa TMMD adalah wadah kolaborasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program ini menjadi jembatan bagi dinas-dinas untuk masuk dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang kesehatan hingga pendidikan.
Partisipasi Masyarakat Sebagai Tolok Ukur
Subagyo menjelaskan bahwa peran Dinpermades sangat krusial dalam tahap perencanaan. Salah satu indikator utama diterimanya pengajuan TMMD di sebuah desa adalah kesiapan partisipasi swadaya warganya.
“Peran kami memastikan bagaimana tingkat partisipasi masyarakat. Filosofi dasar TMMD adalah membangun kemanunggalan antara TNI dengan rakyat,” jelas Subagyo. Ia mengaku bangga karena selama ini antusiasme warga Brebes sangat tinggi dalam menyambut program ini.
Kesimpulan: Manunggal untuk Sejahtera
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui integrasi antara pembangunan fisik oleh TNI dan pemberdayaan sosial-ekonomi oleh Pemerintah Daerah, TMMD diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi desa-desa di wilayah Kabupaten Brebes. Prinsip support system antarinstansi ini bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Reporter: Teguh
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 resmi bergulir di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program lintas sektoral ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di kawasan pelosok.
Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf. Ambariyanto SHub Inf, Kapten Arm Sukirno menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang.
“Esensi dari TMMD adalah gotong . Kita ingin membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional yang dimulai dari level paling dasar,” ujar Kapten Arhanud Sugiyono.
Fokus Sasaran: Fisik dan Non-Fisik
Kegiatan yang melibatkan personel Satgas dari Batalyon 406/Candra Kusuma ini menyasar dua aspek krusial guna meningkatkan kualitas hidup warga Desa Cikuya:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
1. Transformasi Infrastruktur (Sasaran Fisik)
Aksesibilitas: Pembukaan dan pengerasan jalan baru untuk memperlancar arus ekonomi.
Stabilitas Lahan: Pembangunan talud dan jembatan guna memperkuat struktur tanah dan konektivitas antar wilayah.
Hunian Layak: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.
2. Penguatan Sumber Daya Manusia (Sasaran Non-Fisik)
Pemberian wawasan kebangsaan dan bela negara.
Sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta penyuluhan kesehatan.
Edukasi strategis terkait sektor pertanian dan program percepatan pencegahan stunting.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini. Mewakili jajaran pemda, Ibu Teti Yuliana menyampaikan bahwa program ini sangat selaras dengan visi misi kabupaten dalam memeratakan pembangunan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“TMMD memiliki peran strategis dalam kerangka perencanaan daerah. Program ini menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui skema pembangunan reguler,” ungkap Teti.
Membangun Semangat Gotong Royong
Kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar. Dengan bahu-membahu antara Satgas TMMD dan warga, diharapkan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, sementara dampak non-fisiknya dapat tertanam kuat dalam karakter masyarakat Desa Cikuya.
Reporter: Teguh
Sambut Fajar Ramadhan 1447 H, Redaksi DETIK-NASIONAL.COM Sampaikan Permohonan Maaf dan Doa bagi Umat
DETIK-NASIONAL.COM – Menjelang fajar bulan suci Ramadhan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, umat Muslim di seluruh penjuru dunia bersiap menyambut kehadiran bulan yang penuh dengan kemuliaan, rahmat, dan ampunan. Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk melakukan transformasi spiritual dan pembersihan jiwa secara total. (18/202/2026).
Bulan suci ini hadir sebagai madrasah (sekolah) bagi jiwa untuk mendisiplinkan diri, mempererat tali silaturahmi, serta memerdekakan batin dari belenggu khilaf. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Momentum Penggugur Dosa
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Keistimewaan Ramadhan juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang menjanjikan pengampunan dosa bagi mereka yang menjalaninya dengan penuh iman dan mengharap rida Allah:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan landasan inilah, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani setiap rangkaian ibadah dengan ketenangan dan keikhlasan demi meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya.
Permohonan Maaf dan Ketulusan Hati
Dalam menyambut bulan yang mulia ini, Casroni, mewakili seluruh jajaran Redaksi Media DETIK-NASIONAL.COM beserta keluarga, dengan kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh relasi, pembaca, dan masyarakat luas.
“Kesucian Ramadhan sejatinya dimulai dari kelapangan hati untuk saling memaafkan. Kami memohon maaf atas segala tutur kata, sikap, maupun pemberitaan yang kurang berkenan—baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga dengan hati yang bersih, ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ungkap Casroni.
Doa dan Harapan untuk Umat
Segenap keluarga besar DETIK-NASIONAL.COM mengucapkan: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan fisik dan batin, serta keistiqamahan bagi kita semua untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan amal saleh, hingga kita mampu meraih kemenangan di hari yang fitri nanti.
Marhaban Ya Ramadhan. Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Salam Takzim,
Casroni
Keluarga & Jajaran Redaksi DETIK-NASIONAL.COM
BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembuktian kemahiran para prajurit dalam berbagai bidang. Di lokasi pengerjaan sasaran fisik, banyak personel TNI yang mendadak menunjukkan kebolehannya menjadi tukang bangunan profesional, Rabu (18/02/2026).
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK). Meski sehari-hari akrab dengan tugas-tugas tempur dan teknis zeni, Pratu Rohman tampak sangat lihai dalam menyusun batu bata dan mengolah adukan semen layaknya tukang bangunan berpengalaman.
Kehadiran para “tukang bangunan dadakan” dari kalangan TNI ini memberikan warna tersendiri dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa sasaran. Meski dilakukan secara swadaya bersama masyarakat, hasil kerja para prajurit ini dinilai cukup rapi dan memenuhi standar konstruksi yang baik. 
“Kami memang dibekali kemampuan teknis di kesatuan, namun di lapangan bersama warga, skill ini benar-benar diuji. Bagi kami, yang terpenting adalah hasil bangunan ini kuat dan bisa digunakan warga dalam waktu lama,” ujar Pratu Rohman di sela pengerjaan dinding bangunan.
Kompetensi yang ditunjukkan Pratu Rohman dan rekan-rekannya mendapat apresiasi dari warga sekitar. Masyarakat merasa terbantu tidak hanya secara tenaga, tetapi juga dari transfer ilmu pertukangan yang dilakukan para prajurit selama proses pembangunan berlangsung.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD 127 melalui keterangan persnya menyatakan bahwa keterlibatan personel dengan keahlian khusus seperti dari Yonzipur sangat krusial. Keahlian mereka memastikan bahwa setiap sasaran fisik, baik itu jalan maupun bangunan, memiliki kualitas yang mumpuni meski dikerjakan dalam waktu yang terbatas.
Sinergi antara “tukang dadakan” dari TNI dan warga lokal ini menjadi kunci suksesnya TMMD Reguler 127 Kodim 0713/Brebes dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah pelosok.(Red/Pradista)
BREBES, DN-II Di tengah padatnya jadwal pengerjaan sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, para personel Satgas tetap menunjukkan sisi religiusitas yang kuat. Hal ini terlihat pada Rabu (18/02/2026), di mana para anggota TNI menyempatkan diri untuk beribadah berjamaah bersama warga di mushola setempat.
Pemandangan menyejukkan terlihat saat azan berkumandang. Para prajurit yang tadinya bergelut dengan semen, batu, dan aspal, segera meletakkan alat kerja mereka untuk menuju rumah ibadah. Momen shalat berjamaah ini tidak hanya menjadi kewajiban spiritual, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial (Komsos) yang efektif antara TNI dan masyarakat.
Anggota Satgas TMMD ditekankan untuk menjaga keseimbangan antara performa kerja di lapangan dengan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ibadah bersama menjadi ruang silaturahmi tanpa sekat antara prajurit dan warga desa sasaran.Kedisiplinan waktu dalam beribadah diharapkan mampu menjaga moril dan semangat kerja personel selama masa penugasan TMMD yang cukup berat.
“Kerja keras di lapangan adalah bentuk pengabdian kepada negara, namun beribadah adalah bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. Keduanya harus berjalan beriringan agar apa yang kita bangun di desa ini membawa berkah bagi semua pihak,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi.
Program TMMD Reguler ke-127 di wilayah Kodim 0713/Brebes ini direncanakan akan terus berlangsung dengan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, renovasi fasilitas umum, serta berbagai penyuluhan non-fisik bagi warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik, tetapi juga kesan positif akan profil prajurit yang religius dan bersahaja.(Rio/Pradista)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
PURWOKERTO, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) seringkali diidentikkan dengan pembangunan jalan dan jembatan. Namun, di balik fisik bangunan yang kokoh, terdapat misi besar mengenai kemanunggalan TNI dan pemberdayaan masyarakat yang jauh lebih mendalam.
Topik krusial inilah yang dibedah dalam program unggulan “Purwokerto Menyapa” di RRI PRO 1 Purwokerto, Rabu (18/02/2026). Mengusung tema “TMMD Brebes Bukan Sekadar Bangun Infrastruktur”, diskusi ini mengupas tuntas bagaimana sinergi lintas sektoral mampu mengubah wajah desa di Kabupaten Brebes.
Sinergi Tiga Pilar Pembangunan
Dipandu oleh host Citra Aditya, diskusi interaktif ini menghadirkan tiga perspektif utama dari pemangku kebijakan yang menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah Brebes:
Letkol Infanteri Ambariyantomo, S.Hub.Int. (Dandim 0713 Brebes): Menekankan peran strategis TNI dalam membelah isolasi wilayah serta memperkuat ketahanan nasional melalui kedekatan dengan rakyat di garda terdepan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dra. Tety Yuliana, M.Pd. (Kepala Bapperida Brebes): Menguraikan bagaimana TMMD diintegrasikan secara presisi ke dalam peta jalan pembangunan daerah guna memastikan keberlanjutan ekonomi pasca-proyek fisik selesai.
Subagiyo, S.H., M.Si. (Kepala Dinpermades Brebes): Menjelaskan aspek penguatan tata kelola desa dan bagaimana gotong royong dalam TMMD menjadi stimulus bagi kemandirian masyarakat desa secara jangka panjang.
Akses Siaran dan Partisipasi Publik
Bagi masyarakat Jawa Tengah bagian barat yang ingin mendalami bagaimana TMMD berdampak langsung pada kesejahteraan warga, siaran ini dapat diakses melalui berbagai platform:
Waktu Siaran: Rabu, 18 Februari 2026 | Pukul 08.00 – 09.00 WIB
Frekuensi Radio Terestrial:
93,1 FM (Purwokerto)
98,6 FM (Banyumas Raya)
100,2 FM (Brebes & Tegal)
102,8 FM (Kebumen)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Platform Digital & Visual:
Aplikasi RRI DIGITAL & Website rri.co.id
Siaran Visual via YouTube Channel RRI PURWOKERTO
Ruang Interaksi Rakyat
RRI Purwokerto berkomitmen menyediakan ruang bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, memberikan apresiasi, maupun melontarkan pertanyaan langsung kepada para narasumber melalui:
Telepon Interaktif: (0281) 632336
WhatsApp: 0811-2540-911
“Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten, dan partisipasi aktif warga, TMMD tahun ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak infrastruktur, tetapi juga mewariskan semangat kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Brebes.”
Informasi Lebih Lanjut:
Dapatkan update terkini melalui website resmi di rri.co.id/purwokerto atau ikuti media sosial kami di Facebook, Instagram, dan TikTok @RRIPurwokerto.
(Red/Rio Putra)
Eksistensi dan Ekosistem — Mengapa Lokasi Adalah Takdir
DETIK-NASIONAL.COM — Dalam diskursus mengenai harga diri dan pencapaian, sering kali kita terjebak pada premis tunggal bahwa kegagalan adalah murni refleksi dari kompetensi. Namun, sebuah narasi filosofis baru muncul ke permukaan: Bukan bakat Anda yang cacat, melainkan ekosistem Anda yang tidak memadai.
Paradoks Air Mineral: Dialektika Nilai dan Ruang
Mari kita membedah realitas melalui analogi yang paling sederhana namun fundamental: sebotol air mineral.
Secara substansi, molekul air di dalamnya tidak pernah berubah. Namun, secara valuasi, ia mengalami metamorfosis harga yang radikal:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di Toko Kelontong: Ia dihargai Rp3.000 sebagai komoditas dasar.
Di Hotel Berbintang: Ia bertransformasi menjadi aset premium seharga Rp25.000.
Secara filosofis, fenomena ini membuktikan bahwa objek yang sama akan mengalami redefinisi nilai ketika ruang dan waktunya berubah. Air tersebut tidak menjadi lebih jernih di hotel; ia hanya berada di tempat di mana orang-orang memiliki kapasitas untuk menghargai keberadaannya.
Pergeseran Ontologis: Dari “Apa” Menjadi “Di Mana”
Dalam kehidupan profesional dan personal, banyak individu mengalami apa yang disebut dengan “Erosi Identitas”. Mereka merasa rendah diri karena lingkungan mereka memperlakukan bakat sebagai beban, bukan solusi.
“Berada di tempat yang salah adalah bentuk pengasingan terhadap diri sendiri. Anda adalah produk premium yang dipaksakan terjual di pasar loak.”
Ada dua skenario eksistensial yang terjadi:
Lingkungan Dekaden: Di mana bakat dianggap sebagai ancaman atau sekadar komoditas murah yang bisa diganti kapan saja.
Lingkungan Visioner: Di mana keunikan Anda dipandang sebagai aset strategis yang tak ternilai.
Konklusi: Keberanian Mengubah Alamat
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Risiko terbesar dalam hidup bukanlah kegagalan, melainkan ketahanan yang sia-sia di tempat yang salah. Memaksa bertahan di lingkungan yang tidak menghargai Anda hanya akan menguras energi mental untuk membuktikan nilai diri kepada audiens yang “buta warna”.
Pesan moralnya jelas: Jika nilai Anda tidak diakui, jangan ubah jati diri Anda. Ubahlah alamat Anda. Carilah ekosistem yang mampu menangkap frekuensi bakat Anda. Karena pada akhirnya, Anda tetaplah air yang jernih; Anda hanya perlu menemukan siapa yang cukup cerdas untuk tidak hanya sekadar haus, tapi juga tahu cara menghargai kualitas.
Oleh: Casroni | Rabu, 18 Februari 2026
DPRD Ogan Ilir Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati HUT Kabupaten ke-22
Indralaya, WWW.DERIK-NASIONAL.COM // Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir menggelar Rapat Paripurna XXVII dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22 pada Rabu, 7 Januari 2026. Bertempat di Gedung DPRD Ogan Ilir, acara ini menjadi momentum refleksi penting bagi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan dalam merayakan perjalanan dua dekade lebih berdirinya kabupaten tersebut.
Rapat paripurna ini dibuka secara resmi dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, H. Edwin Cahya Putra, S.IP. Beliau didampingi oleh Wakil Ketua I Wahyudi, S.T., dan Wakil Ketua II Ahmad Syafe’i. Suasana khidmat terasa sejak dimulainya persidangan yang dihadiri oleh seluruh jajaran anggota legislatif dan tamu undangan dari berbagai sektor.
Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberikan nilai tambah pada perayaan tahun ini. Ia hadir didampingi oleh Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., dan Wakil Bupati H. Ardani, S.H., M.H. Turut hadir pula unsur Forkopimda serta tokoh masyarakat yang menjadi saksi sejarah perkembangan daerah yang dikenal dengan julukan “Bumi Caram Seguguk” ini.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Panca Wijaya Akbar memaparkan berbagai capaian pembangunan yang telah berhasil diraih sepanjang usia kabupaten yang ke-22. Ia menegaskan bahwa refleksi perjalanan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan akselerasi kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Wakil Gubernur H. Cik Ujang. Dalam pidatonya, ia memuji kontribusi signifikan Kabupaten Ogan Ilir terhadap kemajuan ekonomi dan infrastruktur di tingkat provinsi. Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten semakin solid guna menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.
Sebagai puncak acara dan penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng oleh jajaran pimpinan daerah sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh rangkaian rapat paripurna berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh makna, membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan Kabupaten Ogan Ilir yang jauh lebih maju dan mandiri.
Report : JULIYAN
Anggota DPRD Ogan Ilir Dapil IV Serap Aspirasi Warga dalam Reses Tahap II di Muara Kuang
MUARA KUANG, WWW.DETIK-NASIONAL.COM // Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV menggelar kegiatan Reses Tahap II Masa Sidang II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang bertujuan untuk menyerap aspirasi konstituen ini dipusatkan di Kelurahan Muara Kuang, tepatnya di Lingkungan 3, RT 06, pada Kamis (12/02/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan wakil mereka di parlemen mengenai berbagai kendala pembangunan di wilayah tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut tiga legislator dari lintas fraksi, yakni Hipni dari Fraksi PDI-Perjuangan, Hernawan dari Partai Gerindra, serta Sayuti, SH dari Fraksi PKS. Kehadiran para wakil rakyat ini disambut langsung oleh pihak Kelurahan Muara Kuang beserta staf dan puluhan warga setempat. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai partai politik ini menunjukkan komitmen kolektif dalam mengawal pembangunan di Kecamatan Muara Kuang, Rambang Kuang, dan Lubuk Keliat.
Dalam sambutannya, Sayuti, SH memberikan penekanan moral yang mendalam dengan mengingatkan kembali bahwa amanah yang ia emban didasari oleh sumpah di atas Al-Qur’an. Hal ini ia sampaikan untuk meyakinkan masyarakat bahwa tanggung jawab sebagai anggota dewan bukan sekadar jabatan formal, melainkan janji suci kepada Tuhan dan rakyat yang harus ditunaikan dengan penuh integritas dan kejujuran dalam memperjuangkan kesejahteraan warga.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Sayuti memaparkan sejumlah permasalahan mendesak (urgent) yang menjadi fokus utama dalam reses kali ini, di antaranya adalah usulan pengerukan kanal, perbaikan infrastruktur jalan,penguat sinyal, PDAM serta kegiatan tebas bayang di bahu jalan. Menurutnya, pembenahan akses jalan dan normalisasi aliran air merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda lagi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kelurahan Muara Kuang.
Menanggapi harapan warga, Sayuti menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi tersebut bukan sekadar wacana atau imajinasi belaka, melainkan representasi nyata dari suara rakyat di lapangan. Ia memastikan bahwa seluruh usulan yang diterima telah dicatat dengan seksama dan sebelumnya pun sudah disampaikan secara resmi dalam forum Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir. Ia menekankan bahwa dirinya tetap mengingat dengan jelas setiap detail keluhan yang masuk sebagai dasar perjuangan anggaran ke depan.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara warga dan para anggota dewan. Melalui pertemuan ini, diharapkan koordinasi antara pihak kelurahan, masyarakat, dan DPRD dapat semakin solid sehingga realisasi pembangunan infrastruktur yang telah diusulkan dapat segera dianggarkan oleh pemerintah daerah. Para anggota dewan berjanji akan terus mengawal hasil reses ini hingga masuk dalam dokumen rencana kerja pembangunan daerah tahun mendatang.
Report : JILIYAN
