Beranda » Pemerintah » Halaman 54

Pemerintah

Brebes DN-II Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes menggelar prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan kenal pamit Kepala Lapas. Jabatan Kepala Lapas resmi diserahterimakan dari Gowim Mahali kepada Mudo Mulyanto di Lapas Kelas IIB Brebes, Rabu (29/4/2026).

Gowim Mahali menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak di Brebes yang telah mendukung kinerjanya selama menjabat sekitar satu tahun dua bulan. Ia mengaku memiliki banyak kenangan dan kedekatan dengan masyarakat Brebes.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua stakeholder di Brebes yang sudah menerima saya. Saya merasa punya banyak saudara di sini. Selama saya menjabat, tidak ada aral rintangan berarti. Terima kasih untuk Lapas Brebes, kalian luar biasa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Gowim akan mengemban tugas baru sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Cilacap.
Sementara itu, Kepala Lapas yang baru, Mudo Mulyanto, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Kuala Simpang, Aceh.

Mudo Mulyanto menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan kepadanya. Mudo juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus meningkatkan pelayanan dan pembinaan di Lapas Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang hari ini sudah hadir. Ini menjadi energi awal bagi kami untuk menjalankan amanah di Lapas Brebes. Ke depan, kami akan berupaya menjaga sinergi yang sudah terbangun dengan baik, serta meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan warga binaan, dan keamanan lapas secara profesional dan humanis,” ujar Mudo.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Lapas Kelas IIB Brebes dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif, baik dalam pembinaan warga binaan maupun dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Hasan Basri, jajaran Forkopimda Brebes, kepala OPD terkait, serta para stakeholder lainnya. Red/Casroni

KHAIBAR, DN-II Satuan Tugas (Satgas) Yonif 123/Rajawali yang berada di pos Khaibar kembali menunjukkan dedikasi dan pengabdiannya kepada masyarakat melalui pembangunan dermaga dan gapura di Pos Khaibar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah penugasan. (29/4/2026).

Pembangunan tersebut berada di bawah komando Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, yang menekankan pentingnya kehadiran TNI tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Kapten Inf Darwin Manulang (Danpos Khaibar) dimana dalam pembangunan Dermaga yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas perekonomian dan mobilitas warga di sekitar kp Amazu, Khaibar. Sementara itu, pembangunan gapura menjadi simbol identitas wilayah sekaligus memperindah lingkungan sekitar.

Dansatgas Yonif 123/Rajawali, Letkol Inf Anhar Agil Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan Pembangunan dermaga serta gapura ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan warga serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan melalui gotong royong bersama personel Satgas Yonif 123/RJW. Kebersamaan ini menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat.

Dengan selesainya pembangunan dermaga dan gapura di Khaibar, diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta menjadi simbol kemajuan dan semangat persatuan di wilayah tersebut.

Red

MADINAH, DN-II Komitmen pelayanan prima terus ditunjukkan oleh petugas haji asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kloter 8 SOC. Sebagai bentuk tanggung jawab memastikan kondisi jemaah tetap prima, tim petugas melakukan visitasi atau kunjungan langsung ke kamar-kamar jemaah guna merespons keluhan kesehatan secara cepat. (29/4/2026).

Sinergi Lintas Sektor dalam Visitasi

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh perwakilan Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes, Azmi Majid, didampingi oleh Ketua Kloter 8 SOC, Karwono, serta tenaga medis dari Petugas Kesehatan Haji Daerah (PHD), Supardi.

“Ini adalah salah satu dari sekian banyak tugas kami, yakni melakukan visitasi langsung kepada para jemaah. Kami ingin memastikan kondisi warga Brebes, baik yang dari Kluwut, Pakijangan, hingga Kojagan, terpantau dengan baik,” ujar Azmi Majid saat melakukan kunjungan.

Respons Cepat Terhadap Keluhan Jemaah

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah proaktif ini diambil setelah adanya laporan dari ketua rombongan terkait kondisi salah satu jemaah yang memerlukan penanganan medis. Tanpa menunda waktu, tim kesehatan langsung melakukan pemeriksaan di lokasi (jemput bola).

Ketua Rombongan (Karom), Ustaz Rizki, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para petugas yang dinilai sangat tanggap.

“Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para petugas haji dari Brebes. Sangat responsif dan gercep (gerak cepat) dalam menanggapi apa yang kami sampaikan,” ungkap Ustaz Rizki.

Doa untuk Keselamatan Jemaah dan Petugas

Setelah dilakukan pemeriksaan medis terhadap jemaah yang memiliki keluhan kesehatan, kondisi di lokasi terpantau kondusif. Ustaz Rizki pun mengajak seluruh jemaah untuk saling mendoakan agar perjalanan ibadah haji ini berjalan lancar hingga kembali ke tanah air.

“Alhamdulillah tadi sudah diperiksa. Kita doakan semoga para jemaah sehat, dan juga para petugas selalu diberikan kesehatan dalam melayani. Amin ya rabbal alamin,” pungkasnya.

Laporan Langsung dari Madinah Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes.
Editor: Casroni

MADINAH, DN-II Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan, pelayanan, dan perlindungan terbaik bagi seluruh jemaah haji asal Kabupaten Brebes. Komitmen ini diwujudkan melalui pengawalan ketat mulai dari keberangkatan, selama berada di Arab Saudi, hingga nantinya kembali ke tanah air.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah program visitasi rutin ke setiap kamar jemaah. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan jasmani dan rohani jemaah tetap stabil, sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat terlaksana dengan lancar tanpa kendala berarti.

Pada Selasa (28/4/2026), Tim PHD Brebes yang terdiri dari Azmi Asmuni Majid bersama Tim Kesehatan PHD Supardi, Ketua Kloter Karwono, serta Tim Kesehatan PPIH Gandar dan dr. Naely, didampingi Pembimbing Ibadah (Bimbad) Dr. Ratoni, melakukan visitasi langsung kepada jemaah Kloter SOC 8 yang menginap di Hotel Karam Almadina, Madinah.

Dalam kunjungan tersebut, tim menemukan beberapa keluhan kesehatan ringan dari jemaah. Di antaranya Abdul Kodir (asal Banjarharjo) dan Ahmad Kholil (Limbangan Wetan) yang mengeluhkan gatal-gatal serta kulit kering akibat cuaca. Selain itu, Rohani (asal Jagalempeni) sempat mengalami pusing dan demam, serta jemaah bernama Taslimah yang mengalami penurunan nafsu makan.

Menanggapi hal tersebut, Tim Kesehatan segera memberikan penanganan medis secara cepat di lokasi. Di sisi lain, Pembimbing Ibadah juga memberikan penguatan mental serta arahan agar jemaah tetap dapat beribadah secara optimal sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW meski dalam kondisi fisik yang kurang bugar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Apresiasi dari Jemaah

Kecepatan dan kesigapan para petugas mendapat respons positif dari pihak jemaah. Ketua Rombongan 9 Kloter 8, Rifky Hidayat, menyampaikan apresiasinya atas pelayanan prima yang diberikan.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Tim Petugas Haji. Pelayanan yang diberikan sangat responsif dan membuat jemaah merasa tenang serta diperhatikan,” ujar Rifky.

Tugas adalah Pelayanan Paripurna

Perwakilan PHD Brebes, Azmi Asmuni Majid, menyatakan bahwa tindakan sigap tersebut sudah menjadi kewajiban utama para petugas. Menurutnya, tantangan di tanah suci bukan hanya soal fisik, melainkan juga kesiapan mental jemaah.

“Inilah tugas kami sebagai petugas haji. Kami dituntut memberikan pelayanan paripurna kepada jemaah, bukan hanya dari sisi fisik tetapi juga dukungan mental agar mereka bisa fokus beribadah dengan baik,” tegas Azmi.

Diharapkan dengan adanya pantauan rutin ini, seluruh jemaah asal Kabupaten Brebes dapat menjaga kondisi kesehatannya hingga puncak haji mendatang.

Laporan Langsung dari Madinah Tim Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Brebes.
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Menjelang pelaksanaan pengajian akbar yang akan menghadirkan pendakwah kondang Mohammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam, Kepolisian Resor (Polres) Brebes mematangkan strategi pengamanan. Hal ini ditegaskan dalam rapat kesiapan yang digelar di Aula Mapolres Brebes pada Rabu, (29/4/2026), pagi.

Kegiatan pengajian akbar dalam rangka walimatul safar dan doa bersama tersebut rencananya akan dilaksanakan di Desa Klampok pada Rabu malam, 29 April 2026. Mengingat waktu pelaksanaan pada malam hari dan sosok pembicara yang memiliki basis massa besar, Polres Brebes melakukan persiapan ekstra.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Brebes melaksanakan Tactical Floor Game (TFG). Simulasi ini dilakukan untuk memetakan titik kerawanan, menentukan posisi ploting personel, serta menyusun skema pengaturan massa.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhainsyah dan diikuti jajaran PJU Polres serta para perwira.

“Melalui TFG ini, kita menyelaraskan persepsi seluruh personel di lapangan. Siapa berbuat apa dan bertanggung jawab kepada siapa, sehingga pengamanan pengajian Gus Iqdam yang diprediksi menyedot ribuan jamaah ini benar-benar terorganisir,” terang Ps Kasi Humas Iptu Indra Prasetyo.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Untuk memastikan situasi tetap kondusif, Polres Brebes mengerahkan sedikitnya 250 personel gabungan. Para personel tersebut akan disebar di berbagai titik strategis, terutama karena acara dimulai pada malam hari yang membutuhkan pengawasan ekstra terhadap penerangan dan akses jalan.

Disebutkan, fokus pengamanan meliputi, ploting personel di titik sekat. Kemudian, petugas juga disiagakan untuk memberikan pelayanan dan rasa aman para pengunjung dan jamaah. Serta pengaturan arus Lalu Lintas disekitar lokasi.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang akan hadir agar datang lebih awal dengan tertib, mematuhi instruksi petugas, dan memastikan kendaraan terparkir di tempat yang telah disediakan.

Hadirnya personel di titik-titik rawan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para jamaah yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti pengajian akbar tersebut.

“Kami fokus pada pelayanan pengunjung dan kelancaran arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Dengan skema TFG yang matang, kami optimis kegiatan pengajian dan doa bersaama dalam rangka walimatul safar ini berjalan aman dan kondusif hingga selesai,” pungkasnya.(Casroni/Hms)

BREBES, DN-II Intensitas hujan ekstrem yang memicu meluapnya Sungai Babakan mengakibatkan bencana banjir hebat di wilayah Ketanggungan dan sekitarnya. Banjir kali ini tercatat sebagai yang terparah dalam setengah abad terakhir, melumpuhkan fasilitas pendidikan yang sebelumnya dinilai aman dari jangkauan air. (29/4/2026).

Fasilitas Pendidikan Lumpuh Total

​Dampak paling signifikan terlihat di SMPN 3 Kersana. Sekolah tersebut dilaporkan terendam layaknya lautan dengan ketinggian air di dalam ruangan mencapai 180 cm. Sebanyak 22 ruang kelas serta ruang kantor guru tak luput dari terjangan air, mengakibatkan aktivitas belajar mengajar lumpuh total.

​”Sekolah sudah seperti lautan. Seluruh kelas, total 22 ruangan termasuk kantor, terdampak banjir. Ketinggian air di dalam ruangan mencapai 180 cm,” ujar Kepala SMPN 3 Kersana, Sularno, S.Pd., saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

​Fenomena langka juga terjadi di SMPN 1 Ketanggungan. Sekolah yang dalam sejarah 50 tahun terakhir selalu bebas banjir, kali ini harus pasrah terendam air dengan ketinggian hingga 30 cm.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Debit Sungai Babakan Melampaui Kapasitas

​Meluapnya Sungai Babakan menjadi penyebab utama bencana ini. Berdasarkan data teknis, debit air yang mengalir dari arah utara telah melampaui ambang batas aman kapasitas sungai.

Parameter Sungai Kapasitas Debit

Batas Aman Aliran 450 m³/detik

Titik Waspada Banjir 480 m³/detik

Debit Saat Kejadian 580 m³/detik

Lonjakan debit sebesar 100 m³/detik dari titik waspada inilah yang memicu jebolnya pertahanan sungai dan menggenangi pemukiman serta sekolah.

Langkah Darurat dan Pemulihan

Meski genangan surut dalam waktu satu hari satu malam, proses pemulihan pascabanjir diperkirakan memakan waktu hingga satu minggu. Material lumpur tebal yang tertinggal di area sekolah memerlukan penanganan khusus. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Brebes telah diterjunkan untuk membantu kerja bakti pembersihan ruang kelas.

Sejumlah pejabat teras, termasuk Sekda Brebes, Djoko Gunawan (Tahroni), dan Kepala Dinas Pendidikan, Sutaryono, terpantau meninjau langsung lokasi saat elevasi air berada di titik tertinggi guna memastikan langkah darurat berjalan efektif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Solusi Jangka Panjang: Tanggul dan Pengurukan

Pemerintah daerah bersama pihak terkait mulai merumuskan langkah konkret agar tragedi ini tidak berulang:

Perbaikan Tanggul: Kementerian melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung tengah menindaklanjuti perbaikan permanen pada titik-titik tanggul yang kritis.

Peninggian Lahan (Pengurukan). Bagian belakang sekolah direncanakan akan diuruk melalui program aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin Sarjum, S.H.

Bagian depan sekolah telah mulai diuruk secara bertahap, termasuk dukungan bantuan material dari SMK Bisma.

“Harapannya, dengan perbaikan tanggul yang komprehensif dan peninggian lahan sekolah, tahun depan fasilitas pendidikan kami tidak lagi terendam banjir,” tutup Sularno penuh harap.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan. Belakangan ini, muncul isu penggunaan aplikasi pihak ketiga berjenis “Fake Location” atau “Fake GPS” yang diduga digunakan oleh sejumlah oknum pegawai untuk mengelabuhi sistem absenasi digital (fingerprint berbasis lokasi). (29/4/2026).

Praktik culas ini memungkinkan seorang pegawai tercatat hadir di kantor secara sistem, padahal secara fisik yang bersangkutan berada di lokasi lain, bahkan masih di rumah. Hal ini terungkap dalam sebuah dialog yang menyoroti lemahnya pengawasan pada aplikasi absensi yang seharusnya menjadi tolak ukur kedisiplinan.

Pembodohan dan Pelanggaran Disiplin

Salah satu narasumber di lingkungan instansi pemerintahan yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya tren penggunaan aplikasi “penipu” tersebut. Menurutnya, fenomena ini sempat harusnya ada tindakan tegas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKDSDMD ).

Taryono salah satu ASN mengatakan “Itu sebenarnya pembodohan. PNS itu dilatih untuk jujur dan disiplin. Kalau memang tidak berangkat, ya ada penilaiannya sendiri, bukan malah menipu dengan aplikasi. Dulu kabarnya sejumlah oknum guru sempat dipanggil ke BKD karena ketahuan menggunakan aplikasi Fake itu,” ungkapnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa aplikasi yang tersedia bebas di layanan unduhan ponsel pintar tersebut mampu memanipulasi koordinat GPS pengguna secara real-time. Meski demikian, ia menegaskan bahwa di unit kerjanya saat ini, prinsip kejujuran masih dijunjung tinggi.

Kekosongan Personel di Unit Kerja

Selain masalah kedisiplinan, kondisi sumber daya manusia (SDM) di beberapa unit pelayanan publik juga mengalami pergeseran. Di salah satu kantor teknis, saat ini tercatat hanya diperkuat oleh 12 personel yang terdiri dari 6 PNS dan 6 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kondisi ini semakin krusial mengingat adanya mutasi pegawai ke dinas lain, seperti perpindahan tenaga teknis ke dinas pemuda dan olahraga atau unit kerja lainnya karena kekurangan personel.

“Kami di sini kekurangan orang. Ada yang ditarik kembali ke pusat atau unit lain untuk mengisi kekosongan. Harapannya, siapa pun yang menggantikan nanti adalah orang yang benar-benar kompeten di bidangnya,” tambahnya.

Sanksi Menanti Oknum Nakal

Menanggapi isu Fake GPS ini, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik mengingatkan bahwa tindakan memanipulasi absensi merupakan pelanggaran berat terhadap PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Sanksi mulai dari teguran hingga pemotongan tunjangan kinerja (Tukin) dapat dijatuhkan bagi mereka yang terbukti berbuat curang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait diharapkan memperketat sistem keamanan aplikasi absensi digital agar tidak mudah ditembus oleh aplikasi manipulasi lokasi demi menjaga marwah dan profesionalisme pelayan publik.

Laporan: Teguh
Editor: Casroni

BEKASI, DN-II Proses evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta api yang terjadi semalam terus dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan. Dengan mengutamakan ketelitian dan kecepatan, petugas fokus menyelamatkan penumpang yang sempat terjebak di dalam gerbong. Hingga pagi ini, seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan kini tengah menjalani perawatan intensif yang tersebar di 12 rumah sakit di wilayah Bekasi. (28/4/2026).

Kunjungan Presiden dan Penanganan Korban

Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat dengan menjenguk langsung para korban yang dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, pada Selasa pagi. Dalam kunjungannya, Presiden memastikan bahwa negara hadir untuk menjamin kesembuhan para korban.

“Saya instruksikan agar seluruh korban luka mendapatkan perawatan medis yang paling optimal hingga benar-benar pulih. Tidak boleh ada kendala dalam pelayanan kesehatan mereka,” tegas Presiden.

Evaluasi Menyeluruh dan Sanksi Tegas

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kecelakaan ini memicu langkah tegas dari pemerintah pusat. Selain penanganan medis, Presiden memerintahkan evaluasi total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.

Menteri Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, juga menyatakan akan memanggil dan mengevaluasi manajemen Perusahaan Taksi Green terkait keterlibatan armada mereka dalam insiden tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan akuntabilitas dan standar keselamatan operator transportasi jalan raya.

Solusi Jangka Panjang: Infrastruktur dan Keamanan

Pemerintah berkomitmen melakukan penataan sistem pengamanan di perlintasan sebidang secara menyeluruh. Sebagai langkah konkret untuk memutus rantai kecelakaan di titik rawan, Presiden Prabowo telah menyetujui rencana strategis:

Pembangunan Flyover: Pembangunan jembatan layang akan segera direalisasikan di titik lokasi kecelakaan di Bekasi.

Pengurangan Risiko: Langkah ini diambil mengingat tingginya volume lalu lintas dan kepadatan penduduk di kawasan tersebut yang selama ini meningkatkan risiko kecelakaan.

Modernisasi Sistem: Penataan ulang sistem pengamanan perlintasan di titik-titik krusial lainnya di seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap dengan adanya pembangunan infrastruktur flyover ini, konflik arus lalu lintas antara kendaraan bermotor dan kereta api dapat dieliminasi sepenuhnya, sehingga tragedi serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Red

BREBES, DN-II Menanggapi sorotan publik terkait rencana pengadaan barang dan jasa yang tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP), pihak manajemen RSUD akhirnya memberikan klarifikasi mendalam mengenai tata kelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Direktur RSUD Brebes drg Adhi Supriadi MKes melalui Miftahul Janan Kabid Penunjang RSUD Brebes menegaskan bahwa angka yang tercantum dalam RUP bukanlah angka statis yang wajib dihabiskan, melainkan sebuah proyeksi perencanaan yang sangat bergantung pada realisasi pendapatan rumah sakit.

Anggaran Fleksibel Layaknya Swasta

Dalam sebuah penjelasan kepada awak media, perwakilan manajemen RSUD menyampaikan bahwa sebagai institusi yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD, RSUD memiliki fleksibilitas yang berbeda dengan instansi pengguna APBD murni.

“Anggaran BLUD yang dipasang di RUP itu adalah angka perencanaan. Bisa naik, bisa turun, bahkan bisa dihapus tergantung evaluasi pendapatan di triwulan berjalan. Jika pendapatan tidak mencapai target atau ada kebutuhan yang lebih mendesak, rencana tersebut bisa kita tekan atau alihkan,” jelas Miftahul Janan Kabid Penunjang RSUD Brebes , Selasa (28/4/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Miftahul Janan Kabid Penunjang RSUD Brebes mencontohkan, prioritas utama tetap berada pada ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan mendesak masyarakat. Jika terjadi kerusakan mendadak pada alat vital seperti CT Scan, manajemen harus segera mengalihkan anggaran dari pos lain untuk perbaikan agar pelayanan tidak terhenti.

“Tujuannya agar kita bisa bersaing dengan rumah sakit swasta, terutama dalam kecepatan menangani komplain dan perbaikan fasilitas,” tambahnya.

Manajemen membenarkan adanya rencana tersebut untuk menunjang kinerja tiga dokter spesialis bedah saraf, yakni dr. Aulia, dr. Azka, dan dr. Paul.

Layanan Unggulan Baru: KJSU

Meski melakukan efisiensi di berbagai lini, RSUD terus meningkatkan status layanan kesehatan bagi masyarakat Brebes dan sekitarnya. Saat ini, RSUD sedang memperkuat layanan spesialisasi KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi).

Fasilitas seperti Cath Lab untuk penanganan jantung, penanganan stroke, hingga bedah tumor otak kini sudah bisa dilakukan secara mandiri. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir angka rujukan pasien ke Semarang atau kota besar lainnya.

“Kami berharap rekan-rekan media dan masyarakat melakukan tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu sebelum menyimpulkan isu yang beredar. Jangan sampai pemberitaan yang belum jelas berdampak negatif pada citra layanan kesehatan kita, padahal semangat kami adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Mengenal BLUD: Mekanisme Rasa Swasta di Instansi Pemerintah Demi Optimalkan Pelayanan Publik

Konsep Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini menjadi pilar utama dalam transformasi pelayanan publik di Indonesia. Berbeda dengan instansi pemerintah pada umumnya, BLUD memiliki fleksibilitas pengelolaan keuangan yang unik sebuah model birokrasi dengan pola operasional layaknya perusahaan swasta.

Mandiri dalam Pengelolaan dan Perencanaan

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Esensi utama BLUD terletak pada kemandiriannya. Jika instansi non-BLUD sepenuhnya bergantung pada alokasi APBD, BLUD diberikan wewenang untuk mengelola pendapatan negara bukan pajak (PNBP) secara mandiri untuk menunjang operasional mereka.

“Konsepnya tetap pemerintah, tetapi operasionalnya dikelola layaknya pihak swasta. Hal ini dikarenakan BLUD bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, sehingga mereka dituntut mampu mencari pendapatan dan mengelola anggaran secara mandiri,” ujar Miftahul Janan saat memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme anggaran.

Status BLUD tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan seperti RSUD. Di berbagai daerah, objek wisata seperti kebun binatang hingga unit transportasi publik telah mengadopsi status ini guna mempercepat akselerasi pelayanan tanpa harus terhambat birokrasi anggaran yang kaku.

Proyeksi Target dan Alokasi Anggaran

Lebih lanjut dikatakan Miftahul Janan Kabid Penunjang RSUD Brebes , 

dalam mekanisme perencanaan, BLUD bekerja dengan target yang terukur. Sebagai contoh, RSUD dapat mematok target pendapatan berdasarkan tren tahun berjalan. Jika tahun ini realisasi mencapai Rp 150 miliar, maka untuk tahun anggaran berikutnya, pihak legislatif (DPRD) melalui Komisi terkait biasanya memberikan tantangan target yang lebih tinggi, misalnya Rp 200 miliar.

Setelah target pendapatan disepakati, BLUD menyusun alokasi belanja yang ketat dan efisien, di antaranya:

Belanja Obat: Dialokasikan secara proporsional (rata-rata 15% hingga 25%) dari total pendapatan.

Belanja Pegawai: Dibatasi maksimal di angka ideal 40% demi menjaga kesehatan fiskal instansi.

Biaya Operasional: Mencakup tagihan listrik, air, internet, hingga jasa keamanan (Satpam) dan kebersihan (Cleaning Service) yang dibiayai langsung dari kantong BLUD, bukan APBD murni.

Investasi Alat Medis: Menekan Risiko, Menyelamatkan Nyawa

Salah satu poin krusial dalam fleksibilitas BLUD adalah kemampuan melakukan Belanja Modal untuk pengembangan layanan. Hal ini sangat vital, terutama saat sebuah rumah sakit memiliki tenaga medis spesialis baru yang memerlukan dukungan teknologi tinggi.

Sebagai ilustrasi, kehadiran dokter spesialis bedah saraf memerlukan dukungan alat medis mutakhir seperti Mikroskop Bedah Saraf. Alat ini bukan sekadar perlengkapan tambahan, melainkan instrumen penentu hidup dan mati pasien dalam kasus pendarahan otak akibat kecelakaan atau tumor.

“Tanpa alat yang memadai, risiko operasi sangat besar. Kesalahan sekecil apa pun dalam pemotongan saraf bisa berakibat kebutaan atau kelumpuhan. Oleh karena itu, pada perencanaan tahun 2026, pengadaan alat modal menjadi prioritas untuk memastikan angka keselamatan pasien lebih tinggi,” tambah narasumber tersebut.

Melalui sistem BLUD, diharapkan instansi pemerintah tidak lagi hanya menjadi penyerap anggaran, tetapi menjadi unit pelaksana yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan prima yang setara dengan kualitas sektor privat.

Reporter teguh

MADINAH, DN-II Memasuki hari keempat di Kota Suci Madinah, kondisi 359 jamaah calon haji asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kloter 8 dilaporkan dalam keadaan stabil. Petugas Haji Daerah (PHD) kini memperketat pengawasan kesehatan serta pendampingan ibadah guna memastikan seluruh jamaah dapat menjalani rangkaian Arbain di Masjid Nabawi dengan optimal.

Berdasarkan laporan terbaru dari petugas PHD Umum, Azmi Asmuni Majid, dan PHD Kesehatan, Supardi, hingga Selasa (28/4/2026) pukul 03.00 WAS, aktivitas ibadah jamaah secara keseluruhan berjalan lancar meski beberapa di antaranya memerlukan perhatian medis khusus.

Prioritas Layanan Kesehatan dan Visitasi

Tim kesehatan Kloter 8 bergerak proaktif dengan melakukan visitasi (kunjungan) dari kamar ke kamar. Supardi menjelaskan bahwa saat ini terdapat lima jamaah yang sedang dalam pemantauan intensif akibat keluhan kesehatan ringan hingga perawatan luka kronis.

“Kami melakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan gejala tidak memburuk. Penanganan saat ini meliputi pengobatan mual, demam, hingga perawatan rutin bagi penderita diabetes melitus,” ungkap Supardi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Beberapa jamaah yang tengah dalam penanganan medis antara lain:

Sriyati (Asal Larangan): Penanganan keluhan mual akibat indikasi mag.

Warhani: Pemberian obat untuk meredakan gejala demam dan flu.

Mustaji: Kontrol rutin untuk kondisi diabetes dan jantung.

Khunaeni: Perawatan intensif pada luka ulkus DM (diabetes).

Taslikha: Penanganan nyeri perut dan lemas setelah sempat terpeleset saat pulang dari masjid.

Sinergi Petugas dan Aksi Kemanusiaan

Di luar urusan medis, petugas PHD bersinergi dengan PPIH Kloter, TKHI, dan TPHI dalam memfasilitasi kebutuhan teknis jamaah, termasuk aktivasi aplikasi Nusuk untuk akses masuk ke Raudhah.

Menariknya, kesiapsiagaan petugas Kloter 8 tidak hanya dirasakan oleh jamaah asal Brebes. Petugas dilaporkan sempat membantu mengamankan dan mengantar pulang jamaah tersesat asal Jawa Timur dan Samarinda yang kehilangan arah di area Masjid Nabawi.

“Kolaborasi ini mencakup segalanya, mulai dari pengawasan distribusi konsumsi hingga menjemput jamaah yang bingung arah jalan pulang menuju maktab,” jelas Azmi Asmuni Majid.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kehangatan di Sela Ibadah

Suasana kekeluargaan mewarnai perjalanan ibadah di Tanah Suci. Pada Senin malam, silaturahmi antara petugas dan jamaah semakin erat saat keluarga besar KBIH Al-Multazam mengadakan jamuan makan malam bersama.

Hidangan khas Timur Tengah seperti Nasi Briani dan Nasi Mandi menjadi pelengkap momen kebersamaan tersebut. Pihak petugas menyampaikan apresiasi mendalam kepada H. Faizin dan jamaah Al-Multazam atas dukungan moril yang diberikan.

“Kebersamaan ini adalah energi tambahan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan prima bagi seluruh tamu Allah asal Brebes,” tambah Azmi.

Saat ini, jamaah Kloter 8 Brebes masih fokus menyelesaikan rangkaian ibadah Arbain sebelum dijadwalkan bertolak menuju Makkah dalam beberapa hari ke depan.

Laporan: Tim Media Center Haji Kloter 8 Brebes
Editor: Casroni

#PHDBrebes
#PPIH
#BrebesBeres
#Haji2026

You cannot copy content of this page