Beranda » Tegal » Halaman 12

Tegal

Kota Tegal, DN-II Di tengah kesibukan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di jalur Pantura, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menunjukkan kepedulian dengan berbagi kebahagiaan kepada para penghuni rumah tahanan (rutan) Mapolres Tegal Kota, Rabu (25/3/2026).

Dalam suasana Idul Fitri 1447 H yang masih berlangsung, Kapolres didampingi Wakapolres serta petugas jaga mendatangi langsung ruang tahanan untuk membagikan paket makanan siap saji kepada belasan penghuni rutan. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan.

AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakDan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada sesama, tanpa memandang latar belakang, termasuk kepada para penghuni rutan yang sedang menjalani proses hukum.

“Di tengah tugas pengamanan arus mudik dan balik, kami ingin tetap berbagi kebahagiaan. Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan berbagi, termasuk kepada saudara-saudara kita yang saat ini berada di rutan,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, kepedulian kepada para tahanan merupakan bagian dari pendekatan kemanusiaan yang harus selalu dijunjung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang memandang manusia secara utuh. Apa yang kami lakukan merupakan wujud belarasa dan penghargaan terhadap kelompok masyarakat yang kecil, lemah, dan mungkin sedang berada dalam kondisi tersingkir. Namun mereka tetap bagian dari masyarakat yang harus kita perhatikan bersama,” tegas AKBP Heru Antariksa

Suasana hangat terlihat saat Kapolres menyapa para penghuni rutan satu per satu, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap menjalani proses hukum dengan baik dan menjadikan peristiwa yang dialami sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

“Walaupun sedang menjalani proses hukum, mereka tetap harus diperlakukan secara manusiawi. Kami ingin mereka tetap merasakan suasana Lebaran dan memiliki semangat untuk berubah menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Kapolres juga berpesan agar para penghuni rutan memanfaatkan waktu yang ada untuk introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

“Kami berharap apa yang terjadi saat ini bisa menjadi pelajaran. Gunakan waktu ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan ketika kembali ke masyarakat nanti bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tuturnya. ( Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tegal untuk segera menyesuaikan diri, kembali fokus dan bekerja dengan penuh semangat.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Dedy Yon dalam amanatnya saat Apel Bersama dan Halalbihalal Hari Pertama masuk kerja setelah Libur Idulfitri 1447 Hijriah di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2026) pagi.

Apel bersama turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulityantono dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana beserta jajaran Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD serta ASN di lingkungan Balai Kota Tegal.

Dalam amanatnya Wali Kota Tegal menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Idulfitri ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu Wali Kota juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja maksimal, professional dan penuh dedikasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ingatlah bahwa keberhasilan pembangunan Kota Tegal sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegas Dedy Yon.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-446 Kota Tegal, Dedy Yon juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tegal untuk ngayuhbagyo, menyemarakan dan berpartisipasi aktif dalam menyongsong HUT ke-446 Kota Tegal yang akan jatuh pada tanggal 12 April 2026.

“Dengan mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”, mari kita wujudkan semangat kebersamaan, kerja keras dan optimisme dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono secara terpisah menambahkan bahwa di hari pertama masuk kerja ini tidak ada ASN yang alpa atau tidak hadir tanpa keterangan.

“Alhamdulillah hari ini tidak ada yang tanpa keterangan. Tadi sudah dilaporkan dari 5.398 ASN ada yang tidak masuk hari ini tapi ada alasan tersendiri karena dinas luar, cuti tahunan dan cuti besar,” tambahnya.

Usai Apel Bersama kegiatan dilanjutkan dengan Halalbihalal bersama seluruh ASN Pemkot Tegal yang berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal.(* Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Memasuki arus balik pasca Lebaran, para perantau mulai memadati titik-titik keberangkatan untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan sekitarnya. Namun, lonjakan harga tiket dan terbatasnya armada pada jam-jam tertentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejuang nafkah.

Pada Rabu (25/3/2026), suasana di Terminal Tegal menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Harga tiket menuju Karawang, Jawa Barat, yang pada hari biasa dibanderol Rp125.000, kini meroket hingga Rp250.000 per kursi.

Siasat Menghadapi Lonjakan Harga

Salah satu pemudik, Pak Raswadi (60), pedagang nasi goreng asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, membagikan pengalamannya. Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berangkat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Di terminal tadi ditawarkan Rp250.000, dua kali lipat dari harga biasa. Akhirnya saya geser cari di pangkalan (agen) luar terminal. Alhamdulillah dapat di Kaligangsa Kulon seharga Rp170.000,” ujar Pak Raswadi saat ditemui di sela keberangkatannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain faktor harga, ia juga mengeluhkan ketersediaan armada pagi yang minim di terminal. Banyak bus yang baru tersedia untuk keberangkatan sore hari, sementara dirinya mengejar waktu agar bisa segera beraktivitas kembali di perantauan.

Berjuang Demi Pendidikan Anak dan Yatim

Di balik kegigihannya menawar harga tiket, pria berusia kepala enam ini menyimpan misi mulia. Pak Raswadi bekerja keras di Karawang untuk menghidupi empat orang anak yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA.

Menariknya, dari keempat anak tersebut, salah satunya adalah anak yatim piatu yang ia asuh dan anggap sebagai darah daging sendiri.

“Anak kandung ada tiga, ditambah satu anak yatim piatu jadi empat. Semuanya masih sekolah, ada yang SMP dan yang paling besar sudah SMA. Saya harus semangat supaya pendidikan mereka lancar,” ungkapnya dengan nada bangga.

Rutin Pulang Demi Keluarga

Meski usia tak lagi muda, Pak Raswadi dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ia rutin pulang ke kampung halaman sebulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarga sebelum kembali berjibaku dengan bisingnya kota Karawang demi piring-piring nasi goreng yang ia sajikan.

Kisah Pak Raswadi menjadi potret nyata perjuangan para perantau lokal. Di tengah melambungnya biaya transportasi saat musim Lebaran, semangat untuk menghidupi keluarga dan berbagi kasih kepada sesama tetap menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Sejumlah juru parkir (jukir) di Kota Tegal mulai menyuarakan keresahan terkait kebijakan kenaikan target setoran retribusi harian. Selain beban setoran yang dianggap memberatkan, para pekerja lapangan ini juga menyayangkan nihilnya perhatian kesejahteraan dari pemerintah daerah pasca-Lebaran.

Salah satunya adalah Mulyadi (41), juru parkir yang sehari-hari bertugas di depan toko buah, Jalan Sultan Agung Nomor 73, Kota Tegal. Saat ditemui pada Selasa (24/3/2026), Mulyadi mengungkapkan bahwa selama ini ia rutin menyetor retribusi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal.

Nihil THR bagi Juru Parkir

Meski rutin berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran harian sebesar Rp12.000, Mulyadi mengaku tidak mendapatkan tunjangan apa pun saat momentum hari raya.

“Tiap hari saya bayar retribusi Rp12.000 ke pemerintah kota. Tapi sampai saat ini, sehabis Lebaran, tidak ada uang Lebaran atau THR yang kami terima,” ujar Mulyadi dengan nada kecewa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Polemik Kenaikan Setoran

Keresahan jukir semakin memuncak setelah beredarnya informasi mengenai kenaikan tarif setoran retribusi. Dari pantauan di lapangan, tarif yang semula Rp12.000 dikabarkan akan naik menjadi Rp14.000 per hari. Namun, informasi di lapangan juga menunjukkan adanya tekanan target setoran yang jauh lebih tinggi di beberapa titik lain.

Status Retribusi Besaran Lama Besaran Baru (Isu)

Setoran Harian Rp12.000 Rp14.000 – Rp50.000

Mulyadi menegaskan bahwa hampir seluruh rekan sejawatnya di kawasan Jalan Sultan Agung menolak keras rencana kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan setoran tidak realistis jika tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas bagi para jukir.

Tuntutan Fasilitas dan Transparansi

Isu kenaikan setoran ini sebenarnya telah memicu gelombang protes. Para jukir sempat mendatangi kantor DPRD Kota Tegal untuk menyampaikan keberatan. Ada beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan mereka:

Beban Ekonomi: Kenaikan target setoran dianggap mencekik pendapatan bersih jukir yang tidak menentu.

Minim Fasilitas: Petugas merasa kenaikan setoran tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima, seperti ketiadaan rompi resmi baru atau Kartu Tanda Anggota (KTA) yang valid.

Ketimpangan: Perbedaan antara tarif parkir yang dipungut dari masyarakat dengan target setoran ke Dishub seringkali memicu konflik di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, para juru parkir berharap Pemerintah Kota Tegal, khususnya Dinas Perhubungan, dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut dan lebih memperhatikan kesejahteraan para jukir sebagai ujung tombak pengelola perparkiran di jalan raya.

Reporter: Teguh

Kota Tegal, DN-II Kepolisian Resor Tegal Kota memperketat pengamanan di seluruh objek wisata pantai selama libur Lebaran, menyusul meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026).

Kepadatan pengunjung paling terlihat di Pantai Alam Indah (PAI), yang menjadi destinasi wisata bahari utama di Kota Tegal. Lonjakan serupa juga terjadi di Pantai Kodok, Pantai Komodo, Pantai Batamsari, Pantai Muarareja Indah, hingga Bahari Water Park.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menegaskan pihaknya mengintensifkan patroli dan pengawasan di seluruh kawasan wisata.

“Kami melakukan patroli dan pengawasan secara intensif, serta mengimbau pengunjung agar selalu waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai guna mencegah kecelakaan,” ujarnya.

Pengamanan tidak hanya difokuskan di area pantai, tetapi juga mencakup pengawasan parkir kendaraan untuk mencegah tindak kriminalitas. Polisi juga mengingatkan pengelola wisata agar mengutamakan aspek keselamatan pengunjung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Masyarakat kami imbau untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan hal mencurigakan di kawasan wisata,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara petugas, pengelola, dan masyarakat terus terjaga agar situasi tetap aman dan kondusif, serta aktivitas wisata selama libur Lebaran berjalan nyaman dan lancar.

Sementara itu, sejumlah objek wisata pantai di Kota Tegal terpantau ramai sejak pagi hingga sore hari. Wisatawan lokal maupun dari daerah sekitar memanfaatkan momentum libur untuk berwisata bersama keluarga.

Data petugas mencatat total kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kota Tegal mencapai sekitar 3.600 orang dalam satu hari pada H+1 Lebaran.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa lokasi, dengan Pantai Alam Indah (PAI) menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 1.925 pengunjung.

Sementara itu, kawasan Pantai Kodok, Pantai Komodo, dan Pantai Batamsari mencatat 579 pengunjung, disusul Pantai Muarareja Indah sebanyak 712 orang, serta Bahari Water Park dengan 468 pengunjung.

Meski terjadi lonjakan wisatawan, situasi di seluruh objek wisata tetap aman dan kondusif berkat pengamanan serta patroli rutin petugas di lapangan. ( Bim )

Tegal, DN-II Layanan Call Center 110 Polres Tegal menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Di balik layanan tersebut, terdapat sosok-sosok petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah Ipda Taufik Wardhana, SH, petugas PAMAPTA Polres Tegal yang turut terlibat dalam pelayanan 110. Ia mengungkapkan bahwa setiap panggilan yang masuk memiliki dinamika tersendiri, mulai dari laporan kejadian darurat hingga aduan masyarakat dalam kondisi panik.

“Dalam pelayanan 110, kami dituntut untuk selalu sigap dan tetap tenang. Tidak jarang masyarakat yang menghubungi dalam kondisi cemas, sehingga kami harus bisa menenangkan sekaligus menggali informasi dengan cepat dan tepat,” ujar Ipda Taufik.

Ia juga menuturkan bahwa suka duka dalam menjalankan tugas sudah menjadi bagian dari pengabdian. Jadwal piket yang padat dan panggilan yang datang tanpa henti menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Kadang dalam satu waktu, laporan masuk bertubi-tubi. Itu menjadi tantangan bagi kami untuk tetap fokus dan tidak boleh lengah, karena setiap laporan menyangkut keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski demikian, Ipda Taufik mengaku rasa lelah terbayar ketika laporan yang diterima dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Yang paling berkesan ketika kami bisa membantu masyarakat, apalagi saat mereka mengucapkan terima kasih. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Polres Tegal melalui jajaran Humas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Call Center 110 sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, para petugas seperti Ipda Taufik Wardhana, SH, terus hadir di balik layanan 110, memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respon cepat, tepat, dan humanis.( Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Menjadi Khotib Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan bahwa
momentum Idul Fitri mengajarkan tentang arti persaudaraan, persatuan, dan saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tentu tidak lepas dari perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, bahkan terkadang menimbulkan gesekan. Namun Idul Fitri mengajarkan kepada kita untuk melebur semua perbedaan dalam bingkai ukhuwah dan persaudaraan,” ujar Agus Dwi saat menjadi khotib salat Idul Fitri di masjid Al Tsumairi Kota Tegal, Sabtu (21/3) pagi.

Sekretaris Daerah juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika kehidupan bangsa saat ini, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti tantangan ekonomi, tantangan sosial, tantangan informasi yang begitu cepat melalui media digital, serta tantangan menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Apalagi saat ini terjadi potensi krisis global di
dunia, akibat krisis Palestina dan perang AS- Israel melawan Iran. Konflik yang digambarkan dalam Al Qur’an peperangan antara kebenaran melawan kebathilan tetap berlangsung di segala masa dan tempat, khususnya pada hari-hari ini,” tambah Agus Dwi.

Selain itu, dalam kesempatan itu sambutan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dibacakan oleh Joko Sukur Baharudin selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan membangun kota ke arah yang lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita kembali kepada fitrah yang suci,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya telah diisi dengan berbagai upaya pembenahan dan pembangunan. Pihaknya berkomitmen mewujudkan visi “Tegal Berdikari dan Sejahtera, Menjadi Kota Idaman” melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan bekerja bersama demi mewujudkan Kota Tegal yang berdikari dan sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, Dedy juga mengingatkan bahwa Kota Tegal akan segera memperingati hari ulang tahun ke-446 pada 12 April 2026 dengan tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.(* Bim )

Kabupaten Tegal, DN-II keluarga besar Ibu Hajah Sukiyah di RT 5 RW 3 debong Tengah Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. (21/3/2026).

Berdasarkan keterangan hari sabtu 21 maret 2026 di lapangan berikut adalah poin-poin utamanya:

Sosok Ibu Hj. Sukiyah: Berusia 78 tahun dan merupakan sosok pekerja keras yang dikenal luas sebagai pedagang ayam di Pasar Pagi selama lebih dari 30 tahun.

Putra Sulung: Bapak Edy Kuswanto, yang beristrikan Ibu Isih.
Anak-Anak Lainnya:
Hj. Ely Suswanti (istri dari almarhum Hj. Durohim).
Hj. Sriwitati & Hj. Surono, SH.
Hj. Sikat & Hj. Zeni.
Hj. Iis & Dodi.

Generasi Penerus: Keluarga ini telah berkembang pesat dengan jumlah cucu yang mencapai lebih dari 50 orang.
Ini adalah profil keluarga yang memiliki akar kuat di masyarakat Debong Tengah, terutama dengan reputasi Ibu Hj. Sukiyah di pasar lokal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mengenal Sosok Hj. Sukiyah: Pilar Keluarga dan Teladan Kesalehan di Desa Debong Tengah
.
Di tengah dinamika Desa Debong Tengah, terdapat sebuah keluarga besar yang dikenal luas karena ketaatan dan kekompakannya. Sosok sentral di balik keluarga ini adalah Hj. Sukiyah, seorang ibu berusia 78 tahun yang kini menjadi salah satu tokoh keluarga tertua dan sangat dihormati di lingkungan setempat.

Hj. Sukiyah didampingi oleh putra pertamanya, Edy Kuswanto, yang dikenal aktif dalam kemasyarakatan. Bersama sang istri, Ibu Isih, Edy meneruskan nilai-nilai kesantunan yang diajarkan oleh sang ibunda.

Silsilah Keluarga yang Menginspirasi

Keluarga besar Hj. Sukiyah merupakan cerminan kerukunan. Hubungan erat antar saudara terpancar dari nama-nama besar di dalam silsilah keluarga ini, di antaranya:

Hj. Ely Suswanti dan (Almarhum) Hj. Durohim , Hj. Sriwitati dan Hj. Surono, SH. , Hj. Sikat dan Hj. Zeni , Hj. Iis dan Dodi

Tradisi Kesalehan yang Terjaga

Satu hal yang paling menonjol dari keluarga ini adalah komitmen mereka dalam menjalankan ibadah. Salah satu anggota keluarga, Hj. Iis bersama suaminya, Dodi, dikenal sangat konsisten dalam menjalankan ibadah puasa.

“Alhamdulillah, ketaatan dalam beribadah seperti puasa terus terjaga. Ini adalah bentuk rasa syukur kami atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujar salah satu anggota keluarga.

Kehadiran Hj. Sukiyah di usia 78 tahun bukan sekadar sosok orang tua, melainkan simbol keberkahan bagi Desa Debong Tengah. Melalui anak-cucunya, nilai-nilai agama dan sosial terus dipupuk, menjadikan keluarga ini sebagai teladan bagi lingkungan sekitar.

Saran Penambahan:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Agar artikel ini lebih sempurna untuk dikirim ke media massa, Anda bisa menambahkan sedikit informasi mengenai:

Kegiatan Sosial: Apakah keluarga ini sering mengadakan pengajian atau santunan,

Bahkan iIbu Sukiyah terkenal dari dulu sering berpuasa tidak hanya bulan Ramadan tapi hari-hari ia sering berpuasa.

Pesan Hj. Sukiyah: Kutipan singkat dari beliau mengenai rahasia panjang umur dan kebahagiaan keluarga.

Reporter: Teguh

Kota Tegal, DN-II Kepolisian memastikan kesiapan maksimal dalam mengamankan malam takbiran yang akan berlangsung pada Jumat (20/3/2026). Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif hingga berakhirnya Operasi Ketupat.

Kapolres Tegal Kota, Heru Antariksa Cahya, menegaskan kondisi lalu lintas dan keamanan wilayah saat ini relatif terkendali. Puncak arus mudik telah terlewati, salah satunya berkat penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional.

Meski demikian, Kapolres mengingatkan jajarannya agar tidak lengah, terutama menghadapi potensi keramaian pada malam takbiran. Kondusifitas keamanan harus tetap terjaga hingga selesai operasi.

“Malam ini takbiran akan berlangsung, meski sebagian masyarakat telah memulainya sejak Kamis. Karena itu, seluruh personel harus benar-benar siap, mulai dari sore hingga malam hari,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya setiap personel memahami tugas dan posisi masing-masing agar pengamanan berjalan efektif, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbiran di tempat ibadah, dengan peran aktif Bhabinkamtibmas yang memberikan edukasi.

“Euforia takbir keliling harus di antisipasi dengan mitigasi yang tepat. Pengamanan harus humanis, penuh dedikasi, dan ikhlas,” ujarnya.

Ratusan personel gabungan dari Polres, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait mengamankan malam takbiran. Mereka menempati pos-pos pengamanan, titik rawan kemacetan di jalur Pantura, pusat kota, dan kawasan keramaian.

Walikota Tegal bersama Forkopimda juga memantau langsung situasi dengan meninjau sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat. Dalam kesempatan tersebut, Walikota dan Forkopimda juga memberikan bingkisan lebaran kepada para petugas yang berjaga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta sarana prasarana pengamanan berjalan optimal.

“Kami menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk pengalihan arus dan penguatan personel di simpul kemacetan, agar mobilitas tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelas Kapolres.

Petugas juga memfokuskan pengamanan pada pelaksanaan Sholat Idul fitri di sejumlah masjid dan titik lokasi, terutama di Masjid Agung Kota Tegal.

“Pelaksanaan Sholat Ied agar berjalan aman dan lancar, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk,” pungkasnya. ( Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan bukan sekadar seremoni tahunan. Idulfitri merupakan momentum proklamasi kemenangan bagi hamba-hamba Allah SWT yang berhasil menjaga konsistensi takwanya.

​Hal tersebut menjadi sari pati pesan religius dalam pelaksanaan salat Idulfitri yang berlangsung khidmat di lingkungan RSUD Kardinah, Kota Tegal, Jumat (20/3/2026). Kemenangan ini ditegaskan sebagai janji nyata Sang Pencipta tentang kebahagiaan abadi di akhirat kelak.

​Janji Kemenangan di Pintu Surga

​Dalam khotbahnya, penceramah menyampaikan bahwa Al-Qur’an telah memberikan gambaran eksplisit mengenai balasan bagi mereka yang bertakwa. Merujuk pada Surah An-Naba ayat 31: “Inna lil muttaqina mafaza”, yang menegaskan bahwa sesungguhnya kemenangan sejati diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

​Kemenangan tersebut diwujudkan dalam bentuk fasilitas surga yang melampaui imajinasi manusia: kebun-kebun yang indah (hada’iqa wa a’naba), pasangan yang mulia (wa kawa’iba atraba), hingga jamuan yang lezat (wa ka’san dihaqa).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Namun, aspek paling mendalam dari kenikmatan surga adalah ketenangan psikologisnya. “La yasma’una fiha laghwaw wa la kidzdzaaba”. Di sana, tidak ada lagi perkataan sia-sia maupun kedustaan. Inilah balasan sempurna (jaza’am mir rabbika) yang bersifat konsisten dan tidak terputus.

​Takwa sebagai Solusi Problematika Hidup

​Pasca-Ramadan, tantangan sesungguhnya bagi umat Muslim adalah mempertahankan predikat takwa di tengah dinamika dunia. Takwa tidak boleh berhenti pada ritual, melainkan harus bertransformasi menjadi solusi konkret atas berbagai problematika hidup.

​Setidaknya ada empat jaminan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bertakwa:

​Solusi Kehidupan: “Wa may yattaqillaha yaj’al lahu makhraja”. Allah menjamin adanya jalan keluar dari setiap himpitan persoalan.

​Rezeki Tak Terduga: “Wa yarzuqhu min haitsu la yahtasib”. Kecukupan ekonomi yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

​Kemudahan Urusan: “Wa may yattaqillaha yaj’al lahu min amrihi yusra”. Hal yang nampak sulit bagi orang lain, akan dimudahkan bagi mereka yang bertakwa.

​Al-Furqan: Kemampuan batin untuk membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).

​Refleksi: Antara Bahagia dan Haru

​Ramadan, bulan yang mulia karena turunnya Al-Qur’an (Syahru ramadhanalladzi unzila fihil qur’an), kini telah berlalu. Di balik kegembiraan hari kemenangan, terselip rasa haru dan tanya dalam sanubari: “Apakah kita akan menjumpai Ramadan di tahun mendatang?”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Sebagai penutup, jamaah diajak untuk memegang teguh pesan Ilahi agar tetap dalam keislaman hingga akhir hayat. Sebagaimana firman-Nya: “Ya ayyuhalladzina amanut taqullaha haqqa tuqatih, wa la tamutunna illa wa antum muslimun.”

​Semoga setiap sujud, lapar, dan dahaga selama Ramadan bertransformasi menjadi kemuliaan di sisi-Nya. Sebab, “Inna akramakum ‘indallahi atqakum”, sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa.

​Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page