Beranda » Tegal » Halaman 13

Tegal

KOTA TEGAL, DN-II Dedy Yon Supriyono memimpin langsung razia terhadap sejumlah warung yang dikenal sebagai “Warung Aceh” di Kota Tegal, Kamis (26/3/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan tim gabungan dari BNN Kota Tegal, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta aparat Kepolisian.

Dalam operasi tersebut, pemerintah menemukan beberapa warung yang diduga berkedok menjual kebutuhan sehari-hari, namun disinyalir menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter. Dua diantaranya telah tutup sebelum razia berlangsung, sementara tujuh lainnya masih aktif dan langsung ditindak.

“Kita sidak secara langsung bersama Kepolisian dan BNN. Dari tujuh warung, semuanya kita bongkar agar tidak ada lagi praktik berkedok seperti ini,” ujar Dedy Yon.

Menurutnya, warung-warung tersebut menggunakan modus penjualan terselubung dengan kode-kode tertentu, sehingga tidak semua masyarakat bisa membeli. Ia menyebut adanya penggunaan sandi seperti “putih”, “kuning”, “Y”, dan “TM” dalam transaksi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Petugas juga menemukan indikasi penjualan sejumlah obat keras seperti Tramadol, Hexymer 2, dan jenis lainnya yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Dedy Yon menegaskan bahwa praktik tersebut sangat berbahaya, terutama karena menyasar kalangan muda.

“Sasarannya adalah remaja, pelajar, bahkan anak SMP, SMA hingga mahasiswa. Ini sangat membahayakan generasi bangsa,” tegasnya.

Selain pembongkaran, para pemilik warung untuk sementara diberikan pembinaan. Pemerintah juga akan melaporkan temuan tersebut kepada institusi terkait untuk ditindak lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tegal tidak akan memberikan ruang bagi usaha ilegal, termasuk yang menjual obat-obatan terlarang.

Dedy Yon menyampaikan di Kota Tegal tidak boleh ada warung seperti ini. “Kita harus kompak, kita bersihkan semuanya,” katanya tegas.

Dedy Yon juga mengimbau daerah lain untuk melakukan langkah serupa agar peredaran obat-obatan ilegal tidak berpindah ke wilayah lain. Ia turut menyoroti adanya dugaan pihak-pihak yang membekingi praktik tersebut dan meminta agar hal itu dihentikan.

“Tidak boleh ada siapa pun yang membacking usaha ilegal seperti ini. Kita ingin Kota Tegal benar-benar bersih,” pungkasnya.(* Bim )

SEMARANG, DN-II Buntut penanganan kasus yang dinilai jalan di tempat selama dua tahun di tingkat Polres, kuasa khusus Untung Suradi akhirnya resmi menyambangi Mapolda Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). Kedatangan mereka bertujuan melaporkan dugaan perusakan lahan kebun timun yang terjadi di Desa Brekat, Kabupaten Tegal.

​Temukan Kejanggalan Informasi

​Langkah melaporkan kasus ini ke tingkat Polda diambil setelah tim kuasa hukum menemukan ketidaksinkronan data antara Polres Tegal dan Polda Jateng. Awalnya, pihak pelapor hendak melakukan cross-check terkait perkembangan laporan yang sebelumnya diproses di Polres Tegal.

​”Kami mengonfirmasi informasi dari Polres Tegal yang menyebut laporan sudah diteruskan ke Polda. Namun, saat berkoordinasi dengan Bagian Pengawas Penyidikan (Wasidik) Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, hasilnya nihil atau ‘zonk’,” ujar Untung Suradi di Mapolda Jateng.

​Atas temuan tersebut, pihaknya langsung melayangkan laporan tertulis baru yang memuat kronologi lengkap perusakan tanah kas desa tersebut. Laporan itu diterima langsung oleh Bagian Wasidik Polda Jateng dengan respons positif untuk segera menindaklanjuti perkara yang terkatung-katung sejak tahun 2024 tersebut.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Kronologi: Diduga Atas Perintah Oknum Kades

​Konflik ini bermula dari sengketa pemanfaatan lahan kas desa seluas 0,5 hektar. Lahan tersebut merupakan bagian dari total 2 hektar yang disewa Untung Suradi dari mantan Kepala Desa sebelumnya, Purwanto, dengan nilai sewa Rp15.000.000 per tahun.

​Persoalan muncul saat terjadi pergantian kepemimpinan desa. Untung mengaku telah berupaya menempuh jalan kekeluargaan dengan menawarkan kompensasi sebesar Rp3.000.000 agar tanaman timunnya tidak digusur sebelum masa panen tiba.

​”Kami hanya meminta waktu satu bulan lagi agar tanaman bisa dipanen dan modal bisa kembali. Setelah itu, silakan tanah diambil kembali oleh desa. Namun, pihak Kades baru tetap memaksakan pengosongan hingga terjadi perusakan massal,” jelas Untung.

​Bukti Video dan Kerugian Puluhan Juta

​Dalam laporannya, pihak korban menyertakan bukti kuat berupa rekaman video dan foto di lokasi kejadian. Bukti tersebut memperlihatkan sekitar 15 orang yang melakukan pemusnahan tanaman secara serentak.

​Ada beberapa poin krusial yang digarisbawahi pelapor:

​Keterlibatan Oknum: Diduga terdapat pelaku perusakan yang mengenakan seragam dinas saat kejadian.

​Pengakuan Pekerja: Para pekerja di lokasi mengaku diperintah langsung oleh Kades petahana dengan imbalan upah Rp100.000 per hari dan uang makan Rp10.000.

​Kerugian Materiel: Akibat pemusnahan tanaman timun siap panen tersebut, korban mengalami kerugian total mencapai Rp90.000.000.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Kami berharap dengan dilaporkannya kasus ini ke Polda Jateng, ada kepastian hukum dan kejelasan bagi klien kami yang sudah dirugikan secara materi maupun waktu,” pungkas Untung.

​Reporter: Teguh

KABUPATEN TEGAL, DN-II Objek Wisata Pemandian Air Panas Guci terus bersolek. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, pihak pengelola melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari skema retribusi hingga pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pelancong. (26/3/2026).

​1. Retribusi Satu Pintu: Lebih dari Sekadar Tiket Masuk

​Pengelola kini memperketat sistem pembayaran satu pintu di gerbang utama. Langkah ini diambil untuk meminimalisir pungutan liar serta memastikan seluruh pengunjung mendapatkan hak perlindungan asuransi yang sah.

​Penting bagi Pengunjung: Tiket resmi adalah bukti otentik untuk klaim asuransi jika terjadi insiden di area wisata. Pastikan Anda menerima fisik tiket saat melakukan pembayaran.

​Rincian Tarif Retribusi Terbaru:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kategori Kunjungan Tarif per Orang 

Hari Biasa (Weekday)  Rp15.000 

Hari Libur (Weekend)  Rp20.000 

Kawasan Guciku (Asafana) Rp25.000 

​2. Proyek Jembatan April & Penataan Estetika Kawasan

​Menjawab penantian publik, pembangunan jembatan besar di kawasan Guci dijadwalkan mulai digarap pada April mendatang. Jembatan ini diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus solusi pengurai kemacetan di titik-titik krusial.

​Seiring pembangunan jembatan, pengelola akan melakukan perapian pipa-pipa air yang selama ini dinilai mengganggu pemandangan. Terkait statusnya, pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh pipa air panas tersebut telah memiliki izin resmi dari BKSDA, Pemerintah Kabupaten, hingga Dinas PUPR.

​3. Primadona Pancuran 13 dan Aktivitas Memancing

​Kabar gembira bagi pecinta relaksasi, fasilitas ikonik Pancuran 13 hingga saat ini masih dapat dinikmati pengunjung secara gratis. Air panas alami yang mengandung mineral ini tetap menjadi magnet utama wisatawan. Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin menyalurkan hobi memancing, tetap dikenakan biaya operasional khusus di area kolam pancing yang tersedia.

​Peringatan Cuaca: Waspada Hujan Deras

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada sore ini (26/3), kawasan Guci dan sekitarnya terpantau diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

​”Kami mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada, terutama saat berkendara di jalur tanjakan dan turunan. Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima,” ujar perwakilan pengelola di lokasi.

​Reporter: Teguh

Kota Tegal, DN-II Di tengah kesibukan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di jalur Pantura, Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menunjukkan kepedulian dengan berbagi kebahagiaan kepada para penghuni rumah tahanan (rutan) Mapolres Tegal Kota, Rabu (25/3/2026).

Dalam suasana Idul Fitri 1447 H yang masih berlangsung, Kapolres didampingi Wakapolres serta petugas jaga mendatangi langsung ruang tahanan untuk membagikan paket makanan siap saji kepada belasan penghuni rutan. Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan.

AKBP Heru Antariksa Cahya mengatakDan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada sesama, tanpa memandang latar belakang, termasuk kepada para penghuni rutan yang sedang menjalani proses hukum.

“Di tengah tugas pengamanan arus mudik dan balik, kami ingin tetap berbagi kebahagiaan. Momentum Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan berbagi, termasuk kepada saudara-saudara kita yang saat ini berada di rutan,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, kepedulian kepada para tahanan merupakan bagian dari pendekatan kemanusiaan yang harus selalu dijunjung dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang memandang manusia secara utuh. Apa yang kami lakukan merupakan wujud belarasa dan penghargaan terhadap kelompok masyarakat yang kecil, lemah, dan mungkin sedang berada dalam kondisi tersingkir. Namun mereka tetap bagian dari masyarakat yang harus kita perhatikan bersama,” tegas AKBP Heru Antariksa

Suasana hangat terlihat saat Kapolres menyapa para penghuni rutan satu per satu, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap menjalani proses hukum dengan baik dan menjadikan peristiwa yang dialami sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri.

“Walaupun sedang menjalani proses hukum, mereka tetap harus diperlakukan secara manusiawi. Kami ingin mereka tetap merasakan suasana Lebaran dan memiliki semangat untuk berubah menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Kapolres juga berpesan agar para penghuni rutan memanfaatkan waktu yang ada untuk introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, serta menyiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

“Kami berharap apa yang terjadi saat ini bisa menjadi pelajaran. Gunakan waktu ini untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan ketika kembali ke masyarakat nanti bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tuturnya. ( Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tegal untuk segera menyesuaikan diri, kembali fokus dan bekerja dengan penuh semangat.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Dedy Yon dalam amanatnya saat Apel Bersama dan Halalbihalal Hari Pertama masuk kerja setelah Libur Idulfitri 1447 Hijriah di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2026) pagi.

Apel bersama turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulityantono dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana beserta jajaran Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD serta ASN di lingkungan Balai Kota Tegal.

Dalam amanatnya Wali Kota Tegal menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Idulfitri ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu Wali Kota juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja maksimal, professional dan penuh dedikasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ingatlah bahwa keberhasilan pembangunan Kota Tegal sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegas Dedy Yon.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-446 Kota Tegal, Dedy Yon juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tegal untuk ngayuhbagyo, menyemarakan dan berpartisipasi aktif dalam menyongsong HUT ke-446 Kota Tegal yang akan jatuh pada tanggal 12 April 2026.

“Dengan mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”, mari kita wujudkan semangat kebersamaan, kerja keras dan optimisme dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono secara terpisah menambahkan bahwa di hari pertama masuk kerja ini tidak ada ASN yang alpa atau tidak hadir tanpa keterangan.

“Alhamdulillah hari ini tidak ada yang tanpa keterangan. Tadi sudah dilaporkan dari 5.398 ASN ada yang tidak masuk hari ini tapi ada alasan tersendiri karena dinas luar, cuti tahunan dan cuti besar,” tambahnya.

Usai Apel Bersama kegiatan dilanjutkan dengan Halalbihalal bersama seluruh ASN Pemkot Tegal yang berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal.(* Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Memasuki arus balik pasca Lebaran, para perantau mulai memadati titik-titik keberangkatan untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan sekitarnya. Namun, lonjakan harga tiket dan terbatasnya armada pada jam-jam tertentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejuang nafkah.

Pada Rabu (25/3/2026), suasana di Terminal Tegal menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Harga tiket menuju Karawang, Jawa Barat, yang pada hari biasa dibanderol Rp125.000, kini meroket hingga Rp250.000 per kursi.

Siasat Menghadapi Lonjakan Harga

Salah satu pemudik, Pak Raswadi (60), pedagang nasi goreng asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, membagikan pengalamannya. Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berangkat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Di terminal tadi ditawarkan Rp250.000, dua kali lipat dari harga biasa. Akhirnya saya geser cari di pangkalan (agen) luar terminal. Alhamdulillah dapat di Kaligangsa Kulon seharga Rp170.000,” ujar Pak Raswadi saat ditemui di sela keberangkatannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain faktor harga, ia juga mengeluhkan ketersediaan armada pagi yang minim di terminal. Banyak bus yang baru tersedia untuk keberangkatan sore hari, sementara dirinya mengejar waktu agar bisa segera beraktivitas kembali di perantauan.

Berjuang Demi Pendidikan Anak dan Yatim

Di balik kegigihannya menawar harga tiket, pria berusia kepala enam ini menyimpan misi mulia. Pak Raswadi bekerja keras di Karawang untuk menghidupi empat orang anak yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA.

Menariknya, dari keempat anak tersebut, salah satunya adalah anak yatim piatu yang ia asuh dan anggap sebagai darah daging sendiri.

“Anak kandung ada tiga, ditambah satu anak yatim piatu jadi empat. Semuanya masih sekolah, ada yang SMP dan yang paling besar sudah SMA. Saya harus semangat supaya pendidikan mereka lancar,” ungkapnya dengan nada bangga.

Rutin Pulang Demi Keluarga

Meski usia tak lagi muda, Pak Raswadi dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ia rutin pulang ke kampung halaman sebulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarga sebelum kembali berjibaku dengan bisingnya kota Karawang demi piring-piring nasi goreng yang ia sajikan.

Kisah Pak Raswadi menjadi potret nyata perjuangan para perantau lokal. Di tengah melambungnya biaya transportasi saat musim Lebaran, semangat untuk menghidupi keluarga dan berbagi kasih kepada sesama tetap menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Sejumlah juru parkir (jukir) di Kota Tegal mulai menyuarakan keresahan terkait kebijakan kenaikan target setoran retribusi harian. Selain beban setoran yang dianggap memberatkan, para pekerja lapangan ini juga menyayangkan nihilnya perhatian kesejahteraan dari pemerintah daerah pasca-Lebaran.

Salah satunya adalah Mulyadi (41), juru parkir yang sehari-hari bertugas di depan toko buah, Jalan Sultan Agung Nomor 73, Kota Tegal. Saat ditemui pada Selasa (24/3/2026), Mulyadi mengungkapkan bahwa selama ini ia rutin menyetor retribusi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal.

Nihil THR bagi Juru Parkir

Meski rutin berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran harian sebesar Rp12.000, Mulyadi mengaku tidak mendapatkan tunjangan apa pun saat momentum hari raya.

“Tiap hari saya bayar retribusi Rp12.000 ke pemerintah kota. Tapi sampai saat ini, sehabis Lebaran, tidak ada uang Lebaran atau THR yang kami terima,” ujar Mulyadi dengan nada kecewa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Polemik Kenaikan Setoran

Keresahan jukir semakin memuncak setelah beredarnya informasi mengenai kenaikan tarif setoran retribusi. Dari pantauan di lapangan, tarif yang semula Rp12.000 dikabarkan akan naik menjadi Rp14.000 per hari. Namun, informasi di lapangan juga menunjukkan adanya tekanan target setoran yang jauh lebih tinggi di beberapa titik lain.

Status Retribusi Besaran Lama Besaran Baru (Isu)

Setoran Harian Rp12.000 Rp14.000 – Rp50.000

Mulyadi menegaskan bahwa hampir seluruh rekan sejawatnya di kawasan Jalan Sultan Agung menolak keras rencana kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan setoran tidak realistis jika tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas bagi para jukir.

Tuntutan Fasilitas dan Transparansi

Isu kenaikan setoran ini sebenarnya telah memicu gelombang protes. Para jukir sempat mendatangi kantor DPRD Kota Tegal untuk menyampaikan keberatan. Ada beberapa poin utama yang menjadi dasar penolakan mereka:

Beban Ekonomi: Kenaikan target setoran dianggap mencekik pendapatan bersih jukir yang tidak menentu.

Minim Fasilitas: Petugas merasa kenaikan setoran tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima, seperti ketiadaan rompi resmi baru atau Kartu Tanda Anggota (KTA) yang valid.

Ketimpangan: Perbedaan antara tarif parkir yang dipungut dari masyarakat dengan target setoran ke Dishub seringkali memicu konflik di lapangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, para juru parkir berharap Pemerintah Kota Tegal, khususnya Dinas Perhubungan, dapat mengkaji ulang kebijakan tersebut dan lebih memperhatikan kesejahteraan para jukir sebagai ujung tombak pengelola perparkiran di jalan raya.

Reporter: Teguh

Kota Tegal, DN-II Kepolisian Resor Tegal Kota memperketat pengamanan di seluruh objek wisata pantai selama libur Lebaran, menyusul meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026).

Kepadatan pengunjung paling terlihat di Pantai Alam Indah (PAI), yang menjadi destinasi wisata bahari utama di Kota Tegal. Lonjakan serupa juga terjadi di Pantai Kodok, Pantai Komodo, Pantai Batamsari, Pantai Muarareja Indah, hingga Bahari Water Park.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, menegaskan pihaknya mengintensifkan patroli dan pengawasan di seluruh kawasan wisata.

“Kami melakukan patroli dan pengawasan secara intensif, serta mengimbau pengunjung agar selalu waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat bermain di pantai guna mencegah kecelakaan,” ujarnya.

Pengamanan tidak hanya difokuskan di area pantai, tetapi juga mencakup pengawasan parkir kendaraan untuk mencegah tindak kriminalitas. Polisi juga mengingatkan pengelola wisata agar mengutamakan aspek keselamatan pengunjung.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Masyarakat kami imbau untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan hal mencurigakan di kawasan wisata,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara petugas, pengelola, dan masyarakat terus terjaga agar situasi tetap aman dan kondusif, serta aktivitas wisata selama libur Lebaran berjalan nyaman dan lancar.

Sementara itu, sejumlah objek wisata pantai di Kota Tegal terpantau ramai sejak pagi hingga sore hari. Wisatawan lokal maupun dari daerah sekitar memanfaatkan momentum libur untuk berwisata bersama keluarga.

Data petugas mencatat total kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kota Tegal mencapai sekitar 3.600 orang dalam satu hari pada H+1 Lebaran.

Angka tersebut merupakan akumulasi dari beberapa lokasi, dengan Pantai Alam Indah (PAI) menjadi penyumbang terbanyak sebanyak 1.925 pengunjung.

Sementara itu, kawasan Pantai Kodok, Pantai Komodo, dan Pantai Batamsari mencatat 579 pengunjung, disusul Pantai Muarareja Indah sebanyak 712 orang, serta Bahari Water Park dengan 468 pengunjung.

Meski terjadi lonjakan wisatawan, situasi di seluruh objek wisata tetap aman dan kondusif berkat pengamanan serta patroli rutin petugas di lapangan. ( Bim )

Tegal, DN-II Layanan Call Center 110 Polres Tegal menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Di balik layanan tersebut, terdapat sosok-sosok petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti.

Salah satunya adalah Ipda Taufik Wardhana, SH, petugas PAMAPTA Polres Tegal yang turut terlibat dalam pelayanan 110. Ia mengungkapkan bahwa setiap panggilan yang masuk memiliki dinamika tersendiri, mulai dari laporan kejadian darurat hingga aduan masyarakat dalam kondisi panik.

“Dalam pelayanan 110, kami dituntut untuk selalu sigap dan tetap tenang. Tidak jarang masyarakat yang menghubungi dalam kondisi cemas, sehingga kami harus bisa menenangkan sekaligus menggali informasi dengan cepat dan tepat,” ujar Ipda Taufik.

Ia juga menuturkan bahwa suka duka dalam menjalankan tugas sudah menjadi bagian dari pengabdian. Jadwal piket yang padat dan panggilan yang datang tanpa henti menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Kadang dalam satu waktu, laporan masuk bertubi-tubi. Itu menjadi tantangan bagi kami untuk tetap fokus dan tidak boleh lengah, karena setiap laporan menyangkut keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Meski demikian, Ipda Taufik mengaku rasa lelah terbayar ketika laporan yang diterima dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Yang paling berkesan ketika kami bisa membantu masyarakat, apalagi saat mereka mengucapkan terima kasih. Itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Polres Tegal melalui jajaran Humas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan Call Center 110 sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat.

Dengan semangat pengabdian dan profesionalisme, para petugas seperti Ipda Taufik Wardhana, SH, terus hadir di balik layanan 110, memastikan setiap laporan masyarakat mendapat respon cepat, tepat, dan humanis.( Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Menjadi Khotib Salat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan bahwa
momentum Idul Fitri mengajarkan tentang arti persaudaraan, persatuan, dan saling memaafkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tentu tidak lepas dari perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, bahkan terkadang menimbulkan gesekan. Namun Idul Fitri mengajarkan kepada kita untuk melebur semua perbedaan dalam bingkai ukhuwah dan persaudaraan,” ujar Agus Dwi saat menjadi khotib salat Idul Fitri di masjid Al Tsumairi Kota Tegal, Sabtu (21/3) pagi.

Sekretaris Daerah juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika kehidupan bangsa saat ini, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti tantangan ekonomi, tantangan sosial, tantangan informasi yang begitu cepat melalui media digital, serta tantangan menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.

“Apalagi saat ini terjadi potensi krisis global di
dunia, akibat krisis Palestina dan perang AS- Israel melawan Iran. Konflik yang digambarkan dalam Al Qur’an peperangan antara kebenaran melawan kebathilan tetap berlangsung di segala masa dan tempat, khususnya pada hari-hari ini,” tambah Agus Dwi.

Selain itu, dalam kesempatan itu sambutan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dibacakan oleh Joko Sukur Baharudin selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang memperkuat kebersamaan dan membangun kota ke arah yang lebih baik.

“Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita kembali kepada fitrah yang suci,” kata Dedy.

Dedy menambahkan, lebih dari satu tahun masa kepemimpinannya telah diisi dengan berbagai upaya pembenahan dan pembangunan. Pihaknya berkomitmen mewujudkan visi “Tegal Berdikari dan Sejahtera, Menjadi Kota Idaman” melalui sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi dan bekerja bersama demi mewujudkan Kota Tegal yang berdikari dan sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, Dedy juga mengingatkan bahwa Kota Tegal akan segera memperingati hari ulang tahun ke-446 pada 12 April 2026 dengan tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”. Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat yang kuat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.(* Bim )

You cannot copy content of this page