JAKARTA, DN-II Menyambut Hari Raya Iduladha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah, jajaran jurnalis senior yang tergabung dalam Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA menggelar forum refleksi bersama. Forum ini diadakan guna membedah sejarah besar di balik ibadah kurban serta esensi sosial pembagian dagingnya bagi kemaslahatan umat. (27/5/2026).
Pertemuan strategis yang dihadiri oleh para tokoh pers tersebut memfokuskan diskusi pada penelusuran historis ketauhidan, sekaligus dampak nyata solidaritas sosial di tengah tantangan zaman modern.
Menelusuri Akar Sejarah Kurban
Dalam diskusi tersebut, jurnalis senior Eric Vr membuka pemaparan dengan menegaskan bahwa kurban bukan sekadar ritual tahunan tanpa makna.
“Sejarah kurban adalah manifestasi dari kepatuhan mutlak Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan luar biasa Nabi Ismail AS atas perintah Sang Pencipta. Ini adalah simbol edukasi moral tertinggi tentang bagaimana ego manusia harus ditundukkan demi nilai-nilai yang lebih mulia,” ujar Eric.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Hemanius Burunaung dan Kusmiadi (Jhon). Mereka sepakat bahwa rekam jejak sejarah ini harus terus digaungkan oleh media massa agar masyarakat tidak kehilangan substansi spiritualnya. Sementara itu, Pajar Saragih dan Edi Supriadi menambahkan bahwa nilai filosofis dari sejarah kurban adalah tentang kerelaan berkorban demi kepentingan sosial yang lebih luas.
Solidaritas Sosial di Garis Depan
Dari perspektif penerapan di lapangan, Cas Roni, Ali Sopyan, dan Fitri menyoroti peran penting media dalam mengawal distribusi kurban agar tepat sasaran. Menurut mereka, jurnalisme harus mampu mengedukasi publik bahwa ibadah kurban memiliki dua dimensi utama: dimensi vertikal (kepada Tuhan) dan dimensi horizontal (sesama manusia).
Tiga Hakikat Kurban: Bukan Sekadar Konsumsi
Sebagai konklusi dari bedah interaktif tersebut, Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA merumuskan tiga poin tajam mengenai hakikat pendistribusian daging kurban: 
Meruntuhkan Sekat Sosial: Daging kurban yang dibagikan secara merata adalah simbol penghapusan kasta sosial. Pada hari raya ini, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin; semua menikmati hidangan yang sama.
Instrumen Ketahanan Pangan dan Keadilan: Distribusi daging kurban wajib mengedepankan asas keadilan, menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan sebagai bentuk nyata dari jaminan sosial berbasis keagamaan.
Pembersih Jiwa dari Sifat Kikir: Secara substansial, membagikan daging kurban adalah simbol pembersihan diri dari sifat serakah, menguatkan empati, serta merajut kembali tali silaturahmi kebangsaan.
“Keluarga Besar Perkumpulan Pimpinan Redaksi PRIMA mengucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1447 H. Mari kita jadikan momentum ini untuk menyembelih sifat-sifat egois dalam diri dan menegakkan solidaritas tanpa batas,” tutup jajaran pimpinan redaksi dalam pernyataan resminya.
Tim Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
JAKARTA, DN-II Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, M.P.I.C.T., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Kedatangan Pangkostrad yang didampingi oleh Aster Kaskostrad, Aslog Kaskostrad, dan Pabandya Wanwil Ster Kostrad tersebut disambut langsung oleh Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Bernostalgia dan Bahas Tantangan Daerah
Pertemuan antara kedua tokoh tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bagi Menko AHY, yang juga merupakan purnawirawan TNI AD, kunjungan ini memiliki makna tersendiri. Ia menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi birokrasi, melainkan juga menjadi pengobat rindu terhadap almamater tercinta.
Di samping bernostalgia, diskusi formal kedua belah pihak berjalan produktif dengan membahas berbagai isu strategis nasional. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sektor Pertahanan: Penguatan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan.
Pembangunan Daerah: Tantangan pemerataan infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Konektivitas Wilayah: Sinkronisasi program pembangunan kewilayahan dengan aspek pertahanan teritorial.
Undangan Khusus “Kostrad Run 2026”
Dalam kesempatan yang sama, Letjen TNI Mohammad Fadjar secara khusus mengundang Menko AHY untuk hadir dan menyemarakkan ajang olahraga Kostrad Run 2026 yang rencananya akan digelar pada 5 Juli 2026 mendatang.
Menutup pertemuan tersebut, Menko AHY menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kunjungan kerja Pangkostrad beserta jajaran. Ia berharap gelaran Kostrad Run 2026 dapat berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Tak lupa, Menko AHY memberikan doa dan dukungan moral agar Kostrad di bawah kepemimpinan Letjen TNI Mohammad Fadjar dapat terus berevolusi menjadi satuan yang tangguh.
“Di bawah kepemimpinan Bapak Panglima, semoga Kostrad semakin maju, besar, modern, dan terus memegang teguh nilai strategisnya di seluruh penjuru NKRI. Cakra!” tegas Menko AHY.
Red
#TNIADPrima #Kostrad #MenkoInfrastruktur #KostradRun2026 #LintasPrajurit #Penkostrad
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
JAKARTA, DN-II Kondisi perekonomian Indonesia dinilai kian memprihatinkan akibat melemahnya nilai tukar Rupiah. Dampak krisis ekonomi ini mulai memicu peningkatan kriminalitas di daerah, salah satunya aksi pencurian padi di sawah yang marak terjadi pada malam hari di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Fenomena ini diduga kuat akibat masyarakat yang kelaparan dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi ini. Ia mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah nyata demi menolong masyarakat kecil yang kian terpuruk.
“Kondisi perekonomian di negara kita semakin kritis. Banyak perusahaan bangkrut, ekonomi kerakyatan jungkir balik, bahkan masyarakat kelaparan hingga padi gabah di sawah pun diembat (dicuri) malam hari demi memberi makan keluarga. Perekonomian saat ini mangkrak,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat dihubungi via telepon seluler dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia (KRI), Cijantung, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Dampak Berantai: PHK Massal hingga Pasar Sepi
Prof. Sutan Nasomal mengungkapkan bahwa gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari berbagai perusahaan industri besar di Jawa Tengah memperparah keadaan. Kehilangan mata pencaharian ini memicu penurunan drastis pada daya beli masyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kesulitan ini membuat masyarakat tidak mampu lagi berbelanja. Pasar-pasar tradisional sepi pembeli karena harga barang-barang melonjak tajam atau ‘pindah angka’. Tabungan masyarakat sudah habis hanya untuk bertahan hidup, bahkan banyak yang terjerat utang demi sepiring nasi setiap harinya,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI) ini.
Ketahanan Pangan yang Rapuh
Menurut Prof. Sutan, polemik ekonomi saat ini berakar dari ketidakmampuan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan menanggulangi lemahnya daya beli. Ia mempertanyakan apakah realita pahit di lapangan ini sudah sampai ke meja Presiden.
“Bagaimana mungkin kondisi asli di tengah masyarakat ini tidak ada laporannya di meja Presiden RI? Kesulitan ini sudah meluas. Semua sektor terdampak dan terbebani akibat nilai Rupiah yang melemah. Krisis ekonomi menjadi pemicu kebangkrutan masyarakat luas,” tegasnya.
Desakan Kepada Pemerintah
Menutup pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal meminta Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja ekstra keras menyelamatkan negara. Fokus utama yang harus diambil adalah memperkuat nilai tukar Rupiah, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang masif.
“Sangat miris melihat Indonesia yang kaya raya ini, tetapi untuk bisa makan saja masyarakatnya harus terpaksa mencuri padi di sawah orang lain. Pemerintah harus segera bertindak,” pungkasnya. (*)
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocates Call Center 087719021960.
Kota Tegal, DN-II Suasana malam takbiran Idul Adha di Kota Tegal berlangsung semarak dan kondusif, Selasa (26/5/2026) malam.
Untuk menjaga keamanan selama rangkaian perayaan berlangsung, Polres Tegal Kota menerjunkan sedikitnya 350 personel yang disiagakan di sejumlah titik pengamanan dan pusat aktivitas masyarakat.
Pengamanan diawali apel kesiapan personel sebelum petugas disebar ke sejumlah simpang jalan, pusat keramaian, hingga kawasan permukiman warga. Selain mengantisipasi kepadatan aktivitas masyarakat dan takbir keliling, patroli juga difokuskan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif sepanjang malam Idul Adha.
Sementara jajaran Satbinmas bersama para Bhabinkamtibmas bergerak langsung ke wilayah kelurahan untuk memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat.
Kepala Bagian Operasi Polres Tegal Kota Kompol Nur Cholis mengatakan pengamanan dilakukan menyeluruh, mulai malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga monitoring penyembelihan dan distribusi hewan kurban.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan rangkaian Idul Adha dengan aman dan nyaman. Jadi bukan hanya malam takbiran, besok pelaksanaan Salat Id sampai kegiatan kurban juga menjadi perhatian pengamanan,” kata Nur Cholis. 
Ia menegaskan, pola pengamanan tahun ini lebih mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis di lapangan. Kehadiran polisi, kata dia, diharapkan mampu memberi rasa aman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban masyarakat.
“Yang kami jaga bukan hanya situasi keamanan, tapi juga kenyamanan masyarakat saat beribadah dan merayakan Idul Adha bersama keluarga,” ujarnya.
Selain masjid dan jalur keramaian, pengamanan juga difokuskan di sejumlah lokasi pelaksanaan Salat Id di Kota Tegal. Salah satu titik utama berada di Masjid Agung Kota Tegal yang dijadwalkan dihadiri Wali Kota bersama unsur Forkopimda.
Hingga malam takbiran berlangsung, situasi di sejumlah wilayah Kota Tegal terpantau aman, lancar, dan kondusif. ( S. Bimantoro )
BREBES, DN-II Guna menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan ratusan personel gabungan. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapan di halaman Mapolres Brebes pada Selasa (26/5/2026) malam.
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Brebes, AKBP Lilik Ardhiansyah. Tidak hanya dari unsur Kepolisian, ratusan personel yang disiagakan ini juga melibatkan unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Brebes.
Dalam arahannya, Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menegaskan bahwa seluruh personel malam ini dikerahkan penuh untuk mengamankan jalannya malam takbiran dan aktivitas masyarakat menyambut Iduladha 2026.
“Malam ini kita siaga penuh untuk melaksanakan patroli Malam Iduladha 1447 H. Personel patroli sudah dibagi yaitu di Jalur Pantura dan Jalur Tengah. Setelah apel ini, masing-masing Perwira Pengendali (Padal) diharapkan segera memimpin jalurnya,” ujar AKBP Lilik Ardhiansyah.
Kapolres menginstruksikan kepada seluruh regu patroli untuk memetakan dan menyisir wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan gangguan kamtibmas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dijelaskan, hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi dan mencegah potensi perkelahian atau tawuran antarwarga. Selain itu juga diisntruksikan untuk meningkatkan pengawasan di area yang rawan tindak kriminalitas serta aksi balap liar.
Di akhir arahannya, AKBP Lilik Ardhiansyah juga memberikan pesan menyentuh terkait keselamatan anggotanya yang bertugas di lapangan.
“Sebelum saya akhiri, saya minta tolong agar rekan-rekan sekalian tetap menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati dalam bertugas. Laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, serta jaga kewaspadaan dan keselamatan personel,” pungkasnya.
Usai pelaksanaan apel, ratusan personel gabungan tersebut langsung bergerak meninggalkan Mapolres Brebes untuk melaksanakan patroli skala besar di sepanjang jalur Pantura dan Jalur Tengah Brebes demi memastikan malam takbiran berjalan aman, damai dan kondusif. Red
MAKKAH, DN-II Jemaah haji asal Kabupaten Brebes yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) SOC 06 tengah menjalani inti dari ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah pada Selasa (26/5/2026).
Meski cuaca ekstrem menyengat hingga menyentuh angka 45°C, para jemaah dilaporkan tetap melaksanakan ibadah dengan penuh kesabaran, ketenangan, dan kekhusyukan.
Berdasarkan laporan langsung Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Brebes di Makkah, Azmi Asmuni Majid, total jemaah dalam Kloter SOC 06 berjumlah 358 orang. Secara umum, kondisi kesehatan jemaah berada dalam keadaan prima dan diselimuti rasa bahagia yang mendalam.
“Alhamdulillah, sebagian besar jemaah dalam kondisi sehat walafiat dan diliputi rasa bahagia. Walaupun cuaca di luar ruangan sangat terik mencapai 45 derajat Celsius, jemaah tetap sabar, tenang, dan begitu khusyuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan wukuf,” ujar Azmi dalam keterangan resminya.
Meski mayoritas jemaah dalam kondisi fit, terdapat penyesuaian bagi beberapa jemaah yang membutuhkan perhatian medis khusus. Tercatat, sebanyak 2 jemaah harus mengikuti program Safari Wukuf karena keterbatasan fisik, sementara 1 jemaah lainnya saat ini sedang menjalani observasi intensif di Pos Kesehatan Arafah. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Momentum Mustajab dan Pengingat Hakikat Haji
Di sisi lain, Pembimbing Ibadah (Bimbad) Jemaah Haji Brebes Kloter 09, M. Amrun Aziz, terus mengingatkan seluruh jemaah akan agungnya momentum wukuf di Arafah. Ia mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang menegaskan betapa krusialnya prosesi ini:
“Haji itu adalah Arafah.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Shahih)
Amrun Aziz menekankan bahwa waktu yang sedang dihadapi oleh para jemaah bukanlah waktu biasa, melainkan momen emas yang dipenuhi dengan ampunan, rahmat, dan pengabulan doa dari Allah SWT.
“Mari kita hadirkan hati yang benar-benar khusyuk, memperbanyak istighfar, dzikir, talbiyah, serta memanjatkan doa-doa terbaik. Tinggalkan sejenak urusan dunia, karena inilah saat di mana Allah membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi hamba-hamba-Nya,” pesan Amrun menyemangati jemaah di dalam tenda.
Menjelang akhir prosesi, suasana haru dan khidmat seketika menyelimuti tenda jemaah seiring dengan doa bersama yang dipanjatkan. Isak tangis kebahagiaan dan tobat pecah, berharap agar seluruh jemaah pulang membawa predikat haji yang mabrur.
“Ya Allah, jadikan wukuf kami sebagai wukuf yang penuh keikhlasan, air mata taubat, dan keberkahan, serta pulangkan kami ke tanah air dengan haji yang mabrur dan dosa yang diampuni. Aamiin.”
Laporan Langsung: Tim Petugas Haji PHD Brebes dari Makkah
Editor: Casroni
Ambon, DN-II Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon resmi menutup kegiatan Program Magang HUB Batch II yang telah berlangsung kurang lebih selama enam bulan, Senin (25/05/2026).
Kegiatan penutupan tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan, tertib, dan menjadi momentum apresiasi bagi seluruh peserta yang telah mengikuti program magang dengan baik.
Kegiatan penutupan dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, serta seluruh peserta magang. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai jalannya acara, sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembelajaran para peserta di lingkungan Pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Plt Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta Program Magang HUB Batch II atas dedikasi, semangat, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalani proses magang.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan magang selama kurang lebih enam bulan ini bukan hanya sebagai formalitas, tetapi merupakan sarana pembelajaran langsung bagi peserta untuk mengenal dan memahami tugas serta fungsi Pemasyarakatan secara nyata. Selain itu, program ini juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan kerja sama yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Selama kurang lebih enam bulan pelaksanaan Program Magang HUB Batch II di Rutan Ambon, kami melihat adanya semangat belajar, kedisiplinan, serta antusiasme yang sangat baik dari seluruh peserta. Hal ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami dan harapan besar bahwa generasi muda dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Jefry.
Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan harapan agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program magang dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja di masa mendatang.
“Terima kasih atas kerja sama, kedisiplinan, dan kontribusi yang telah diberikan selama berada di lingkungan Rutan Ambon. Jadikan pengalaman ini sebagai proses pembelajaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta mengembangkan potensi yang dimiliki,” lanjutnya.
Di akhir sambutannya, Plt Kepala Rutan Ambon juga berpesan agar hubungan baik dan silaturahmi yang telah terjalin selama kegiatan berlangsung tetap terjaga dengan baik.
“Semoga hubungan baik ini dapat terus kita jaga. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, serta sukses dalam meraih cita-cita di masa depan,” tutupnya.
Selanjutnya, perwakilan peserta magang, Riri, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada pihak Rutan Ambon atas kesempatan, bimbingan, serta pengalaman berharga yang telah diberikan selama kurang lebih enam bulan pelaksanaan magang.
Riri mengungkapkan bahwa selama mengikuti program magang, para peserta mendapatkan banyak pembelajaran baru, baik dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, etika kerja, maupun pemahaman langsung mengenai tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Ia juga menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan diri di masa mendatang.
“Terima kasih kepada Plt Kepala Rutan Ambon beserta seluruh jajaran yang telah menerima kami dengan baik, membimbing, serta memberikan kesempatan untuk belajar di lingkungan Rutan Ambon. Banyak hal berharga yang kami peroleh selama kurang lebih enam bulan ini,” ujar Riri.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalani kegiatan magang terdapat kesalahan, kekurangan, atau hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam sikap maupun kinerja.
“Sebagai manusia tentu kami tidak luput dari kesalahan. Kami memohon maaf atas segala kekurangan selama melaksanakan magang di Rutan Ambon,” lanjutnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Riri berharap agar hubungan baik yang telah terjalin selama kegiatan magang dapat terus terjaga, serta Rutan Ambon semakin sukses dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
“Semoga Rutan Ambon semakin maju dan sukses, serta hubungan baik yang telah terjalin tidak berhenti sampai di sini,” tutupnya.
Kegiatan penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada peserta magang sebagai bentuk apresiasi, serta sesi foto bersama yang menambah suasana keakraban. Dengan berakhirnya Program Magang HUB Batch II ini, Rutan Ambon berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Red/C
Brebes, DN-II Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Songgom tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang akhir tahun ajaran 2025/2026. Salah satu agenda terdekat yang sedang dipersiapkan adalah acara perpisahan dan pelepasan bagi ratusan siswa kelas 9 yang akan segera menyelesaikan masa studinya.
Kepala SMPN 2 Songgom, Santosa, S.Pd., M.Pd., melalui Humas sekaligus Guru PJOK Kelas 9, Suswoyo, S.Pd., menyampaikan bahwa prosesi pelepasan tersebut rencananya akan diikuti oleh sekitar 300-an siswa (berkisar antara 300 hingga 312 siswa). Seluruh siswa kelas 9 dilaporkan berhasil mengikuti rangkaian ujian dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, anak-anak bisa hadir semua saat ujian. Harapannya tentu semua siswa bisa lulus dengan hasil terbaik dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Suswoyo saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Agenda Pelepasan dan Pengumuman Kelulusan
Menurut Suswoyo, acara pelepasan siswa kelas 9 dijadwalkan bakal digelar pada tanggal 30 Mei mendatang, bertempat di Gedung Al-Falah (area MTs/Pesantren Al-Falah) mulai pagi hari.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk rapat pleno penentuan kelulusan internal sekolah rencananya akan diselenggarakan terlebih dahulu pada tanggal 29 Mei, disusul dengan pengumuman resmi kelulusan yang jatuh pada tanggal 2 Juni.
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, mayoritas lulusan SMPN 2 Songgom cenderung memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik di wilayah sekitar maupun ke wilayah Slawi, seperti SMKN 1 Slawi, SMKN 2 Slawi, dan SMA Al-Falah.
Pihak sekolah juga akan melakukan pendataan kepastian kelanjutan studi siswa melalui pengisian buku penelusuran lulusan (tracer study) setelah pengumuman resmi dikeluarkan.
Persiapan PPDB dan Ujian Kenaikan Kelas
Selain mempersiapkan kelulusan kelas 9, SMPN 2 Songgom juga sudah mulai menyusun ancang-ancang untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran mendatang. Berdasarkan estimasi jadwal, pendaftaran PPDB diperkirakan akan dibuka selama empat hari, yakni mulai tanggal 9 hingga 12 Juni.
Jalur pendaftaran yang dibuka masih menerapkan sistem reguler seperti tahun sebelumnya, yang meliputi:
Jalur Zonasi
Jalur Afirmasi
Jalur Prestasi
Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Setelah proses PPDB selesai, hari pertama masuk sekolah untuk tahun ajaran baru dijadwalkan jatuh pada tanggal 13 Juli.
Di sisi lain, kesibukan pihak sekolah saat ini juga terfokus pada persiapan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) atau ujian kenaikan kelas untuk siswa kelas 7 dan 8 yang akan dimulai pada hari Senin pekan depan. Para guru saat ini tengah merampungkan penyusunan instrumen soal ujian di tengah pemenuhan jam mengajar yang cukup padat.
Suswoyo menambahkan, selain fokus pada persiapan ujian, para guru juga saling bahu-membahu mengisi kekosongan jam mengajar. Salah satunya adalah menutup 12 jam pelajaran olahraga milik salah seorang guru yang saat ini sedang mengambil cuti melahirkan.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
BREBES, DN-II Menjelang tahun ajaran baru, persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dimatangkan oleh sejumlah satuan pendidikan. MAN 2 Kabupaten Tegal menjadi salah satu sekolah yang tengah bersiap menampung ratusan lulusan tingkat pertama melalui jalur zonasi, dengan kombinasi sistem pendaftaran daring (online) dan luring (offline), Selasa (26/5/2026).
Pada PPDB tahun ini, pihak sekolah menargetkan dapat menjaring sebanyak 272 siswa baru. Kuota tersebut nantinya akan dibagi ke dalam 8 rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas maksimal 34 siswa per kelas.
Humas MAN 2 Kabupaten Tegal, Muhammad Ali, membenarkan kalkulasi kuota tersebut. Menurutnya, daya tampung tahun ini diproyeksikan seimbang dengan jumlah siswa kelas XII yang baru saja dinyatakan lulus.
“Untuk tahun ini targetnya 8 rombel, dengan kapasitas maksimal 34 siswa per kelas. Jadi totalnya sekitar 272 orang. Jumlah ini berbanding lurus dengan angka kelulusan tahun ini yang mencapai kisaran 250-an siswa,” ujar Muhammad Ali saat memberikan keterangan.
Mekanisme Pendaftaran dan Syarat Dokumen
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Untuk memperjelas teknis pelaksanaan di lapangan, perwakilan pihak sekolah, Linda Handaru, memaparkan bahwa pihaknya menerapkan sistem zonasi guna memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili di sekitar lingkungan madrasah.
Beberapa sekolah yang menjadi sasaran utama serapan lulusan di antaranya berasal dari SMPN 2 Songgom (Brebes) serta sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) terdekat yang berbatasan langsung dengan wilayah Tegal.
“Untuk sistemnya kami pakai zonasi, sementara mekanismenya bisa diakses melalui jalur online maupun datang langsung secara offline ke sekolah,” jelas Linda Handaru saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Linda merinci sejumlah persyaratan administrasi kelengkapan berkas yang harus disiapkan oleh para calon pendaftar, antara lain:
Surat Keterangan Lulus (SKL) asli.
Fotokopi Ijazah (jika sudah diterbitkan).
Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
Pasfoto terbaru ukuran 3×4.
Bebas Uang Gedung dan Harapan Pihak Sekolah
Ketika dikonfirmasi mengenai komponen biaya, Linda menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk meringankan beban orang tua wali murid. Pihak madrasah memastikan tidak menarik pungutan untuk uang gedung maupun biaya bulanan (SPP).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Uang gedung tidak ada, per bulan (SPP) juga tidak ada. Yang ada hanya untuk keperluan baju seragam,” tegasnya.
Melalui persiapan PPDB yang matang ini, pihak sekolah berharap proses transisi pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
“Harapannya mudah-mudahan khususnya untuk siswa di wilayah sekitar sini, seperti dari SMPN 2 Songgom dan sekitarnya, banyak yang masuk dan mendaftar ke sini,” pungkas Linda.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Tegal , DN-II Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dari ancaman abrasi terus digalakkan. Salah satunya melalui aksi Penanaman Mangrove Serentak Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pantai Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Senin (25/05/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari program nasional yang diprakarsai oleh TNI. Aksi nyata ini menjadi bentuk bakti untuk negeri sekaligus langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Indonesia.
Aksi lingkungan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tegal, Ishack Maulana Rohman, S.H., Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han., serta Danlanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman. Turut hadir jajaran Forkopimda, Forkopimcam Warureja, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0712/Tegal, dan warga setempat.
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove bersama di sepanjang bibir pantai. Setelah itu, seluruh undangan mengikuti video conference penanaman mangrove serentak tingkat nasional untuk memantau pergerakan aksi di wilayah lain.
Kehadiran jajaran Polres Tegal dalam agenda ini mempertegas dukungan penuh Polri terhadap kelestarian alam, sekaligus merekatkan sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Wakapolres Tegal, Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa penanaman mangrove ini adalah tanggung jawab moral bersama demi menyelamatkan kawasan pesisir.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir agar tetap terjaga hingga generasi mendatang,” ujar Kompol M. Iskandarsyah.
Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi pantai, hutan mangrove yang lestari juga diharapkan mampu memulihkan habitat biota laut, yang pada akhirnya akan membawa dampak ekonomi positif bagi nelayan dan masyarakat sekitar. (S. Bimantoro)
