Prof. Dr. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan TNI-Polri Galakkan “Jumling” untuk Cegah Narkoba, Tawuran, dan Aksi Matel
JAKARTA, DN-II Pakar hukum internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., meminta Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto untuk menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri agar mengarahkan jajaran di tingkat daerah menggalakkan program Jumat Keliling (Jumling). Langkah ini dinilai strategis untuk mengajak masyarakat bersama-sama mengantisipasi kerawanan sosial, seperti peredaran narkoba, tawuran, aksi begal, hingga penarikan paksa kendaraan oleh “Matel” (mata elang).
โHal tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional dari kantornya di bilangan Cijantung, Jakarta, Senin (26/10/2026).
โ”Di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, kerawanan seperti aksi Matel, begal, tawuran, dan narkoba masih kerap ditemukan. Sementara itu, jumlah aparat di setiap wilayah mulai dari kecamatan hingga desa sangat terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk turut mengambil bagian membantu petugas,” ujar Prof. Sutan Nasomal.
โIa menjelaskan, apabila masyarakat melihat adanya potensi kerawanan di daerahnya, diimbau untuk segera berkoordinasi dengan kepolisian sektor (Polsek) atau komando rayon militer (Koramil) terdekat. Selain itu, para orang tua juga diingatkan untuk mengarahkan anak-anak muda ke dalam kegiatan positif, seperti pengajian, kegiatan seni, dan olahraga.
โEfektivitas Program Jumat Keliling (Jumling)
โMenurut Prof. Sutan, para Komandan Kodim (Dandim) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) perlu menginstruksikan para Kapolsek dan Danramil agar rutin mengadakan kegiatan Jumling secara bergantian dari satu masjid ke masjid lainnya. Kegiatan ini diisi dengan imbauan kamtibmas langsung kepada para jamaah.

โ”Cara ini dinilai sangat kuat dan jitu untuk menghalau kerawanan kamtibmas di setiap daerah di seluruh Indonesia,” tambahnya.
โSebagai solusi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, ia mengusulkan agar tradisi silaturahmi ini diperluas secara nasional. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, ulama, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meredam berbagai tantangan sosial saat ini.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
โMenghadapi Kompleksitas Permasalahan Bangsa
โProf. Sutan menyoroti berbagai persoalan krusial yang tengah dihadapi masyarakat, mulai dari kejahatan jalanan, peredaran narkoba, dampak negatif jejaring sosial terhadap generasi muda, hingga tantangan ekonomi seperti kemiskinan, gagal panen, kesulitan air bersih, dan persoalan lingkungan.
โIa menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak melalui musyawarah yang konsisten.
โ”Kementerian di bawah Pemerintahan Merah Putih bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama perlu mendukung penuh agar kegiatan Jumling dapat menjadi agenda nasional yang berkelanjutan,” ujar Pembina Tertinggi Kuatkan Silaturahmi dan Musawarah ini.
โIa juga berpesan agar para pejabat di daerah tidak perlu ragu atau takut menerima masukan maupun kritik konstruktif dari masyarakat selama kegiatan Jumling berlangsung, demi perbaikan dan kemajuan bersama.
โ”Memperbaiki Indonesia harus melibatkan seluruh elemen masyarakat dan ulama bersama pemerintah untuk memberikan solusi konkrit. Musyawarah dan silaturahmi adalah obat terbaik untuk menyehatkan berbagai persoalan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden RI Jenderal H. Prabowo Subianto,” pungkasnya.
Setiap penyakit pasti ada obatnya. INDONESIA bila sakit mari kita obati.
Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH, Pakar Hukum Internasional, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia(PAMID) Assotion Of Young Infonesian Advocates.
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.