Foto Kasipem Pebayuran Mejeng di Baliho Paslon, IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Desak Klarifikasi Netralitas ASN
BEKASI, DN-II Dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam politik praktis kembali mencuat di Kabupaten Bekasi. Mulyadi, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Pebayuran, disorot lantaran diduga terlibat dalam pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin. (16/9/2026).
โDugaan tersebut mengemuka setelah redaksi menerima dokumentasi foto yang memperlihatkan sosok yang diduga sebagai Mulyadi terpampang dalam baliho sosialisasi salah satu paslon peserta Pilkades Jayalaksana. Kemunculan foto aparatur pemerintah dalam atribut kontestasi politik tingkat desa ini sontak memicu tanda tanya besar terkait komitmen netralitas birokrasi.
โFoto Mulyadi di Baliho Jadi Sorotan Publik
โKeberadaan foto yang diduga menampilkan pejabat pemerintah pada alat peraga kampanye tersebut dinilai krusial untuk segera diklarifikasi. Publik berhak mengetahui secara transparan mengenai konteks penggunaan foto tersebut serta memastikan apakah pemasangannya telah mendapat persetujuan resmi dari yang bersangkutan.
โJika dalam penelusuran lanjutan terbukti adanya keterlibatan aktif dalam pemenangan salah satu calon, maka persoalan ini wajib diproses sesuai dengan ketentuan disiplin aparatur negara yang berlaku.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
โDPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi Angkat Bicara
โKetua DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi, Afifudin, menegaskan bahwa lembaganya menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini. Namun, ia menekankan agar publik tidak terburu-buru menghakimi sebelum ada pembuktian yang valid.
โโKami menyoroti persoalan ini bukan untuk menghakimi atau menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun, ketika ada foto yang diduga merupakan seorang aparatur pemerintahan terpampang pada baliho yang berkaitan dengan salah satu paslon, tentu publik berhak mendapatkan penjelasan,โ ujar Afifudin.
โMenurut Afifudin, klarifikasi diperlukan untuk mendudukkan persoalan secara objektif apakah Mulyadi memang memberikan dukungan, menyetujui pencatutan fotonya, atau terdapat konteks lain di balik pemasangan baliho tersebut.
โโKalau memang tidak ada pelanggaran, sampaikan klarifikasinya secara terbuka. Tetapi kalau setelah diverifikasi ditemukan adanya pelanggaran netralitas atau disiplin ASN, tentu harus diproses sesuai aturan. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan tanpa penjelasan dan kemudian menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,โ tegasnya.

โAfifudin juga mendorong agar seluruh tahapan Pilkades Desa Jayalaksana dapat berjalan secara transparan, demokratis, dan berintegritas. Aparatur pemerintahan diminta untuk senantiasa menjaga profesionalisme dan tidak memanfaatkan jabatan maupun kewenangan demi memenangkan kepentingan calon tertentu.
โโKami dari IWO Indonesia Kabupaten Bekasi akan tetap mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan hak jawab dalam pemberitaan,โ imbuhnya.
โAturan Tegas Netralitas ASN
โSecara regulasi, netralitas aparatur negara telah diatur secara ketat melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang menegaskan bahwa pegawai ASN harus bebas dari segala bentuk pengaruh dan intervensi politik. Selain itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 secara rinci mengatur kewajiban, larangan, serta sanksi disiplin bagi PNS yang melakukan pelanggaran netralitas.
โDalam kasus ini, verifikasi mendalam mutlak diperlukan untuk mengungkap siapa pihak di balik pemasangan baliho, dasar penggunaan foto, ada atau tidaknya izin, serta sejauh mana keterlibatan aktif yang bersangkutan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
โPemkab Bekasi dan Instansi Terkait Diminta Turun Tangan
โTemuan dokumentasi ini dinilai layak menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi serta instansi berwenang untuk segera mengambil langkah klarifikasi. Penjelasan resmi sangat dibutuhkan untuk meredam spekulasi liar di masyarakat, sekaligus memastikan tegaknya aturan disiplin pegawai.
โHingga berita ini diturunkan, DPD IWO Indonesia Kabupaten Bekasi masih menunggu respons dan klarifikasi resmi dari Mulyadi selaku Kasipem Kecamatan Pebayuran. Upaya konfirmasi lanjutan juga tengah diarahkan kepada Camat Pebayuran, Camat Cabangbungin, Panitia Pilkades Jayalaksana, Pemkab Bekasi, serta pihak paslon terkait.
โPemberitaan ini tetap berlandaskan pada asas praduga tak bersalah. Dokumentasi foto yang ada diposisikan sebagai bahan penelusuran jurnalistik, bukan sebagai vonis pelanggaran sebelum adanya pemeriksaan resmi dari otoritas berwenang. Awak media tetap membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang namanya tercantum dalam pemberitaan ini.
โTim Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
