Beranda » DKI Jakarta » Halaman 16

DKI Jakarta

JAKARTA, DN-II Istana Kepresidenan Jakarta kembali membuka pintunya bagi para calon pemimpin masa depan melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kamis (16/04/2026). Sebanyak 750 siswa SMA Taruna Nusantara dari kampus Magelang, Cimahi, dan Malang hadir untuk menyelami langsung denyut nadi pemerintahan pusat sekaligus mempelajari rekam jejak sejarah bangsa.

​Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan yang konkret bagi generasi muda. Para siswa diajak berkeliling melihat ruang-ruang sakral yang menjadi saksi bisu berbagai keputusan strategis negara dan kegiatan kenegaraan penting lainnya.

​Pesan Pengabdian dari Mensesneg

​Dalam sesi pembekalan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan pesan yang menggugah semangat para siswa. Ia menegaskan bahwa status mereka sebagai siswa Taruna Nusantara bukan sekadar kebanggaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar.

​”Kalian adalah generasi terpilih yang memikul tanggung jawab besar terhadap bangsa. Mulai hari ini hingga akhir hayat nanti, tanamkanlah dalam hati bahwa kalian dipilih dan terpilih hanya untuk satu tujuan: mengabdi kepada bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Inspirasi dan Keberanian Bermimpi

​Senada dengan Mensesneg, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono turut memotivasi para siswa agar tidak ragu mematok target tinggi dalam hidup. Ia berharap kunjungan ke Istana ini menjadi katalisator bagi cita-cita mereka.

​”Jadikan setiap sudut Istana ini, setiap cerita yang kalian dengar hari ini, sebagai sumber inspirasi. Jangan pernah takut untuk bermimpi setinggi-tingginya, tanpa batas. Ingatlah bahwa setiap keberhasilan besar yang kita lihat hari ini, selalu bermula dari sebuah mimpi yang berani,” tegas Menlu Sugiono.

​Melalui program ini, diharapkan para siswa tidak hanya pulang membawa pengetahuan tentang struktur pemerintahan, tetapi juga membawa api semangat kepemimpinan yang akan mereka bawa saat kelak terjun langsung membangun Indonesia.

​Red/BPMI Setpres

#KemensetnegRI
#RilisPresiden
#TarunaNusantara
#KepemimpinanMuda
#IstanaUntukAnakSekolah

JAKARTA, DN-II Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung resmi menetapkan HS, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan nikel di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kasus yang menjerat pucuk pimpinan lembaga pengawas pelayanan publik ini berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang dalam penyelesaian sengketa sektor pertambangan sepanjang periode 2013–2025.

Konstruksi Perkara dan Modus Operandi

Penetapan HS sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif. HS diduga memanfaatkan posisinya untuk mengintervensi kewajiban keuangan perusahaan tambang terhadap negara. Berikut adalah rincian modus operandi yang dilakukan:

Manipulasi Maladministrasi: Saat menjabat sebagai Anggota Komisioner Ombudsman periode 2021-2026, HS diduga merekayasa pemeriksaan terhadap Kementerian Kehutanan. Pemeriksaan tersebut seolah-olah berangkat dari aduan masyarakat, namun kenyataannya merupakan skenario untuk menguntungkan pihak korporasi, yakni PT TSHI.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Intervensi Denda PNBP: HS mengintervensi kebijakan denda Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dijatuhkan Kementerian Kehutanan kepada PT TSHI. Ia menyatakan denda tersebut keliru dan justru mengarahkan perusahaan untuk melakukan self-assessment (penghitungan mandiri), yang berakibat pada berkurangnya pemasukan negara.

Permufakatan Jahat dan Suap: Penyidik menemukan indikasi pertemuan tertutup pada April 2025 antara HS dengan pihak swasta berinisial LO dan LKM. Pertemuan yang digelar di Kantor Ombudsman dan Hotel Borobudur tersebut menyepakati commitment fee sebesar Rp1,5 miliar sebagai imbalan atas pembatalan temuan administrasi di Kementerian Kehutanan.

Laporan “Pesanan”: HS diduga memerintahkan agar draf Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) diserahkan terlebih dahulu kepada PT TSHI untuk dikoreksi sesuai kepentingan perusahaan sebelum diterbitkan secara resmi oleh Ombudsman.

Jeratan Pasal Berlapis

Kejaksaan Agung menerapkan pasal berlapis terhadap HS guna memastikan penegakan hukum yang maksimal, yakni:

Primair: Pasal 12 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidiair: Pasal 12 huruf b UU Tipikor.

Lebih Subsidiair: Pasal 5 Ayat (2) UU Tipikor.

Dakwaan Alternatif: Pasal 606 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru).

Penahanan di Rutan Salemba

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Untuk kepentingan penyidikan dan mencegah risiko penghilangan barang bukti, penyidik langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

“Tersangka HS dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak hari ini, di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” tegas perwakilan Tim Penyidik di Gedung Bundar Kejagung.

Pihak Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses hukum ini berjalan secara profesional dan akuntabel, didukung oleh alat bukti kuat yang diperoleh melalui serangkaian penggeledahan dan pemeriksaan saksi secara maraton.

Tim Redaksi

JAKARTA, DN-II Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) resmi menetapkan AW sebagai tersangka baru dalam perkara dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang menyeret terpidana Zarof Ricar.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, S.H., M.H., pada Kamis (16/4/2026).

Modus Operandi: Berawal dari Proyek Film

Berdasarkan hasil penyidikan, keterlibatan AW diduga kuat berawal dari hubungan bisnis dalam proyek pembuatan film berjudul “Sang Pengadil”. Berikut adalah rincian peran tersangka dalam perkara tersebut:

Investasi Film: Tersangka AW diajak oleh Zarof Ricar untuk mendanai proyek film dengan total modal mencapai Rp4,5 miliar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pembagian Dana: Modal tersebut dibagi rata menjadi tiga bagian. AW, Zarof Ricar, dan Saudara GR (selaku pihak Production House) masing-masing menyetorkan dana sebesar Rp1,5 miliar.

Penitipan Aset: Pada pertengahan tahun 2025, Zarof Ricar meminta AW untuk menyimpan aset-aset pribadinya. Dokumen dan aset tersebut kemudian diantar dan disimpan di kantor milik AW yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika No. 192, Cawang, Jakarta Timur.

Temuan Barang Bukti di Kantor Tersangka

Dalam penggeledahan yang dilakukan secara intensif di kantor AW, Tim Penyidik menemukan sejumlah barang bukti signifikan yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi (suap) milik Zarof Ricar, di antaranya:

5 Box Dokumen: Berisi sertifikat-sertifikat tanah atas nama Zarof Ricar.

Logam Mulia: Sejumlah emas batangan.

Uang Tunai: Sejumlah uang dalam mata uang rupiah dan/atau asing.

“Tersangka AW diduga kuat mengetahui bahwa penitipan aset tersebut bertujuan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta yang berasal dari tindak pidana korupsi,” ujar Anang Supriatna.

Jeratan Pasal dan Penahanan

Atas perbuatannya, AW disangkakan melanggar:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Pasal 607 Ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Guna kelancaran proses penyidikan dan mengantisipasi upaya penghilangan barang bukti, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap AW.

“Tersangka AW dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhitung sejak hari ini di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” pungkas Kapuspenkum.

Red

Sumber: Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI

 

Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Evi Agus Subiyanto menghadiri acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Dharma Pertiwi yang mengusung tema “Bersatu, Berdaya, Berkarya Mendukung Keluarga TNI Menuju Indonesia Maju” yang berlangsung di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (15/04/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

 

Dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Dharma Pertiwi atas dukungan yang telah diberikan kepada para prajurit dalam menjalankan tugas di berbagai wilayah penugasan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Dharma Pertiwi atas dukungan kepada bapak-bapaknya yang selama ini telah diberikan pada saat bertugas di manapun berada,” ungkapnya.

 

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Panglima TNI mengajak seluruh anggota Dharma Pertiwi untuk menjadikan momentum HUT ke-62 sebagai sarana meningkatkan kualitas pengabdian. “Mari kita jadikan momentum peringatan HUT ke-62 ini sebagai tonggak untuk terus berinovasi, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan kualitas pengabdian kita kepada TNI, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi menegaskan bahwa di balik pelaksanaan tugas para prajurit TNI yang berat dan penuh risiko, terdapat peran penting sosok ibu, istri, dan perempuan Dharma Pertiwi yang senantiasa saling menguatkan. “Di balik itu semua, ada sosok ibu, istri, dan perempuan Dharma Pertiwi yang memilih untuk tetap kuat, bahkan saat keadaan tidak mudah. Kitalah yang menjaga ketenangan di rumah, kitalah penguat dalam diam, kitalah yang mungkin tidak selalu terlihat di garis depan, namun memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan keluarga dan pada akhirnya ketahanan bangsa,” ungkap Ketua Umum Dharma Pertiwi.

 

Mengakhiri sambutannya, beliau juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjadi perempuan yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu menguatkan serta memberi makna dalam setiap peran yang dijalankan. “Mari kita terus menjadi perempuan yang tidak hanya kuat tetapi juga menguatkan, tidak hanya berdiri tegak tetapi juga mampu menopang, tidak hanya berperan tetapi juga memberi arti. Karena dari keluarga yang kuat lahir generasi tangguh menuju bangsa yang hebat dan kuat. Dari langkah kecil kita hari ini akan terbangun Indonesia yang lebih maju di masa depan,” tambahnya.

 

Acara puncak HUT ke-62 Dharma Pertiwi berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain pemotongan tumpeng secara simbolis, penampilan seni dan budaya, serta pemberian penghargaan kepada pemenang lomba logo HUT ke-62 Dharma Pertiwi. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat soliditas, meningkatkan peran anggota Dharma Pertiwi, serta mendorong terwujudnya keluarga prajurit yang unggul, tangguh, dan sejahtera.

Red

#tniprima
#tnirakyatkuat
#indonesiaemas2045

JAKARTA, DN-II Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi mengakhiri rangkaian kunjungan kerja luar negerinya ke sejumlah negara di Eropa. Pesawat kepresidenan yang membawa Kepala Negara beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (15/04/2026) pukul 13.55 WIB.

Kunjungan maraton ini menandai penguatan posisi geopolitik Indonesia di kancah internasional melalui sejumlah kesepakatan strategis di bidang energi, investasi, dan pertahanan.

Pertemuan Lima Jam di Moskow

Salah satu agenda utama dalam lawatan ini adalah pertemuan tingkat tinggi di Moskow. Presiden Prabowo melakukan diskusi intensif selama lima jam bersama Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin. Pertemuan tersebut berfokus pada:

Ketahanan Energi: Kerja sama pengembangan infrastruktur energi dan sumber daya mineral.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Geopolitik: Dialog mendalam mengenai dinamika keamanan global untuk memastikan posisi Indonesia sebagai jembatan perdamaian.

Mempererat Hubungan Strategis di Paris

Setelah dari Moskow, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan ke Paris untuk memenuhi undangan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Istana Élysée, kedua pemimpin negara menyepakati penguatan kemitraan strategis pada sektor-sektor masa depan, antara lain:

Transformasi Digital: Kerja sama di bidang komunikasi digital dan teknologi.

Sektor Pendidikan: Program pertukaran serta peningkatan kualitas SDM.

Investasi Jangka Panjang: Komitmen investasi ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Kepulangan Presiden ke Jakarta menandai dimulainya fase implementasi dari berbagai kesepakatan yang telah dicapai di Eropa guna mendorong percepatan ekonomi nasional.

RedBPMI Setpres
#KemensetnegRI
#RilisPresiden
#DiplomasiStrategis
#PrabowoSubianto

​JAKARTA, DN-II Dunia pendidikan tinggi harus bersih dari perilaku amoral yang mencederai martabat kaum intelektual. Kasus dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) menuai kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH.

​Dalam keterangannya melalui sambungan telepon dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di Cijantung, Jakarta, Rabu (15/4/2026), Prof. Sutan menegaskan bahwa kampus adalah tempat mencetak pemimpin bangsa, sehingga tindakan yang mencemarkan institusi pendidikan harus dijatuhi sanksi berat demi efek jera.

​Desakan kepada Presiden dan Kementerian

​Prof. Sutan meminta Presiden Prabowo Subianto melalui kementerian terkait untuk melakukan pembinaan rutin kepada pengelola kampus, mulai dari dosen hingga rektor di seluruh Indonesia.

​”Saya sangat mengharapkan Bapak Presiden menugaskan Kementerian terkait untuk secara rutin memberikan pembinaan kepada pengelola, dosen, dekan, hingga rektor di setiap kampus. Dunia kampus harus bersih dari perilaku amoral agar tidak menciderai kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan putra-putrinya untuk dididik menjadi pemimpin bangsa,” ujar Prof. Sutan saat menjawab pertanyaan para Pemimpin Redaksi media cetak dan online.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Pelanggaran UU TPKS

​Sebagai Guru Besar Hukum Internasional, Prof. Sutan mengaku prihatin dan terkejut atas informasi dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan FH UI. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan perbuatan keji yang melanggar hukum.

​Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sebagai sekadar “candaan” di grup percakapan. Jika ditemukan unsur pidana, penegakan hukum harus mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

​”Sangat memalukan bila di lingkungan Fakultas Hukum justru terjadi tindakan yang jelas-jelas melanggar hukum negara Indonesia. Polisi harus bertindak jika ditemukan bukti tindak pidana,” tegasnya.

​Kronologi Singkat Kasus

​Dugaan pelecehan seksual verbal ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan grup chat mahasiswa FH UI viral di media sosial. Dalam percakapan tersebut, diduga sebanyak 16 mahasiswa membahas bagian tubuh intim perempuan dengan bahasa yang tidak pantas.

​Korban diduga bukan hanya sesama mahasiswa, melainkan juga dosen hingga kerabat pelaku. Dalam forum yang digelar pihak FH UI pada Senin (13/4/2026), seorang dosen mengaku terkejut namanya tercatut sebagai salah satu objek pelecehan dalam grup tersebut.

​Beberapa nama mahasiswa yang kini menjadi sorotan publik antara lain Keona Ezra Pangestu dan Danu Priambodo. Pihak FH UI melalui akun Instagram resminya telah menyatakan kecaman keras dan sedang memproses laporan terkait kasus ini.

​Minta Tindakan Tegas Mendiktisaintek

​Menutup pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, agar memastikan seluruh pihak yang terlibat segera diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​”Jangan biarkan kasus ini menguap begitu saja. Ini menyangkut nama baik dunia pendidikan tinggi kita,” pungkasnya.

​Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH

Red

JAKARTA, DN-II Presiden RI Prabowo Subianto tiba kembali di tanah air pada Rabu (15/4/2026) siang, usai menuntaskan rangkaian kunjungan kenegaraan singkat selama dua hari ke Rusia dan Prancis. Menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia, Kepala Negara membawa sejumlah komitmen besar di sektor energi dan investasi ekonomi.

​Ketahanan Energi dari Moskow

​Di Moskow, Presiden Prabowo melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin. Fokus utama pembicaraan tersebut adalah penguatan kerjasama energi nasional jangka panjang.

​Indonesia dan Rusia sepakat untuk memperkuat pasokan cadangan minyak mentah dan LPG guna menjamin stabilitas energi domestik. Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk tetap berada di Moskow hari ini guna melakukan pembahasan teknis dengan utusan khusus Presiden Putin dan Menteri Energi Rusia.

​Perluas Investasi di Paris

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Setelah dari Rusia, Presiden melanjutkan perjalanan ke Paris untuk bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron. Diplomasi di “Kota Cahaya” tersebut menghasilkan kesepahaman di berbagai sektor krusial, antara lain:

​Energi & Komunikasi Digital: Transformasi teknologi dan kemandirian energi.

​Pendidikan: Penguatan kualitas SDM melalui kerjasama akademik.

​Investasi Ekonomi: Komitmen investasi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan nasional.

​Diplomasi Cepat, Hasil Konkret

​Kunjungan maraton ke dua negara pemegang hak veto PBB ini dinilai sebagai langkah strategis yang efisien. Meski hanya berlangsung selama dua hari, Presiden berhasil mengamankan kesepakatan dengan dua kekuatan besar dunia yang juga merupakan produsen sumber daya terbesar.

​”Kunjungan singkat ke dua negara superpower ini membuahkan hasil yang besar dan konkret bagi kemajuan Indonesia Raya,” tulis catatan Sekretariat Kabinet.

​Kepulangan Presiden Prabowo menandai babak baru dalam penguatan posisi geopolitik dan pemenuhan kebutuhan energi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

​Red/ TIW –

#CatatanSeskab

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

JAKARTA, DN-II Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) memberikan klarifikasi resmi terkait substansi kerja sama pertahanan terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kemhan menegaskan bahwa isu izin lintas udara (overflight clearance) bagi pesawat militer AS tidak termasuk dalam poin kesepakatan Major Defence Cooperation Partnership (MDCP).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Humas) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan hal tersebut guna merespons opini publik yang berkembang mengenai kedaulatan wilayah udara nasional di tengah penguatan kerja sama bilateral.

“Kami pastikan bahwa klausul mengenai izin terbang pesawat Amerika Serikat tidak ada dalam dokumen MDCP tersebut,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada awak media di Jakarta, Selasa (14/15/2026).

Diplomasi Pertahanan di Pentagon

Klarifikasi ini muncul menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dengan Sekretaris Pertahanan (Secretary of Defense) Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Gedung Pentagon, Washington D.C., pada Senin (13/4/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk meningkatkan status kerja sama pertahanan ke level yang lebih strategis. Namun, Brigjen Rico menekankan bahwa setiap kerja sama militer yang dijalin tetap berpegang teguh pada prinsip:

Prinsip Bebas Aktif: Menjaga keseimbangan geopolitik tanpa memihak blok manapun.

Kedaulatan Wilayah: Prosedur izin lintas udara tetap tunduk pada regulasi nasional dan hukum internasional yang berlaku, bukan diberikan secara otomatis melalui perjanjian MDCP.

Resiproksitas: Kerja sama harus memberikan keuntungan timbal balik bagi peningkatan kapasitas alutsista dan personel TNI.

Fokus Kerja Sama MDCP

Alih-alih membahas konsesi wilayah udara, kemitraan MDCP diproyeksikan untuk fokus pada beberapa pilar utama, di antaranya:

Modernisasi Alutsista: Percepatan pengadaan teknologi pertahanan mutakhir.

Pendidikan dan Latihan: Peningkatan intensitas latihan bersama seperti Super Garuda Shield.

Keamanan Maritim: Kerja sama pemantauan wilayah perairan untuk menghadapi ancaman transnasional.

Dengan penjelasan ini, Pemerintah RI memastikan bahwa kerja sama dengan Washington tetap dalam koridor penguatan pertahanan tanpa mengorbankan integritas kedaulatan ruang udara Indonesia.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Red/Sumber Militer

PARIS, DN-II Presiden Prabowo Subianto resmi bertolak kembali ke tanah air setelah menuntaskan rangkaian kunjungan kerja singkat selama dua hari ke dua negara kekuatan besar dunia, Rusia dan Prancis, pada 13–14 April 2026.

​Kunjungan strategis ini menjadi sorotan internasional mengingat posisi kedua negara tersebut sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB pemegang hak veto, sekaligus pilar utama dalam peta ekonomi dan energi global.

​Pertemuan Intensif di Istana Élysée

​Puncak kunjungan di Paris ditandai dengan pertemuan tatap muka antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan yang berlangsung di Istana Élysée tersebut berjalan sangat produktif dan melampaui durasi yang dijadwalkan, yakni selama lebih dari dua jam.

​Keakraban kedua pemimpin terlihat sangat menonjol, mencerminkan hubungan personal yang telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Fokus Kerja Sama Strategis

​Dalam sesi pertemuan empat mata tersebut, kedua kepala negara sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis di beberapa sektor kunci, antara lain:

​Ketahanan Energi: Penguatan infrastruktur dan pasokan energi berkelanjutan.

​Pendidikan: Perluasan program pertukaran pelajar dan pengembangan kapasitas akademik.

​Transformasi Digital: Kerja sama di sektor komunikasi digital guna menghadapi tantangan teknologi masa depan.

​Investasi Ekonomi: Komitmen terhadap investasi jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

​Langkah diplomasi ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia di kancah internasional sebagai mitra strategis bagi negara-negara adidaya, sekaligus membawa dampak konkret bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

​Red/TIW

#CatatanSeskab

MOSKOW, DN-II Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan langsung disambut oleh Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin pada Senin (13/4/2026) siang waktu setempat. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung intensif selama lima jam, menandai semakin eratnya hubungan diplomatik kedua negara.

​Rangkaian pertemuan diawali dengan diskusi bilateral bersama delegasi selama dua jam, yang kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tertutup empat mata antara kedua pemimpin selama tiga jam.

​Kesepakatan Strategis: Energi hingga Investasi

​Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin krusial untuk memperkuat kerja sama strategis, di antaranya:

​Ketahanan Energi & Hilirisasi: Peningkatan kerja sama jangka panjang di sektor ESDM, mencakup ketahanan energi migas serta percepatan hilirisasi industri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Pembangunan Industri: Komitmen keberlanjutan investasi di berbagai sektor, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur industri di Indonesia.

​Pendidikan & Teknologi: Penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, riset teknologi, serta sektor pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.

​Diplomasi Intensif di Panggung Global

​Langkah Presiden Prabowo memperkuat hubungan dengan Moskow dinilai sangat strategis, mengingat posisi Rusia sebagai pemegang hak veto PBB, pendiri blok BRICS, serta negara dengan cadangan sumber daya alam terbesar di dunia.

​”Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang memiliki posisi tawar sangat strategis dalam geopolitik global,” ujar keterangan resmi terkait kunjungan tersebut.

​Pertemuan ini menjadi catatan sejarah tersendiri dalam diplomasi kedua negara. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat Presiden Prabowo dan Presiden Putin telah bertemu sebanyak lima kali. Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada Desember lalu, menunjukkan konsistensi komunikasi tingkat tinggi antara Jakarta dan Moskow.

​Red/TIW

#CatatanSeskab

You cannot copy content of this page