Beranda » Tegal » Halaman 21

Tegal

TEGAL, DN-II Bagi sebagian orang, sepatu sekolah adalah hal lumrah. Namun bagi Nur Hayati (56), sepasang sepatu adalah simbol kemewahan yang tak pernah ia rasakan. Warga Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ini tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Namun, kegelapan buta aksara tak menghalanginya menjadi pelita bagi masa depan ketiga anaknya.

“Saya tidak tahu rasanya pakai sepatu sekolah, tapi anak-anak saya harus punya gelar sarjana,” ungkapnya tegar saat ditemui, Selasa (17/2/2026).

Merajut Asa dari Tumpukan Rongsok

Keseharian perempuan yang akrab disapa Ibu Nur ini jauh dari kata mudah. Ia menyambung hidup dengan mengais barang rongsok di jalanan sekaligus bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART). Setiap hari, ia menyisir sudut kota untuk mengumpulkan kardus dan kertas bekas demi rupiah yang tak menentu.

“Terkadang hanya dapat Rp7.000, kalau lagi ramai bisa Rp10.000 sehari,” katanya lirih. Dari recehan inilah, satu demi satu mimpi anaknya dirajut hingga menembus gerbang universitas ternama.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Buah Manis Ketulusan: Tiga Anak, Tiga Sarjana

Perjuangan berat Ibu Nur membuahkan hasil yang melampaui ekspektasi. Ketiga anaknya berhasil membuktikan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk berprestasi:

Anak Sulung: Berhasil menyelesaikan studi di jurusan Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dan kini telah mandiri bekerja di Bekasi.

Anak Kedua (Munir): Menempuh studi Tafsir Al-Qur’an di IAIN Salatiga. Munir sempat menunjukkan baktinya dengan menunda kuliah selama dua tahun demi membiayai adiknya setelah sang ayah wafat.

Anak Bungsu: Kini sedang menempuh semester 4 di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, mengambil jurusan Ekonomi Islam melalui beasiswa bergengsi dari BSI.

Solidaritas di Tengah Keterbatasan

Ibu Nur mengakui, jalannya menuju titik ini tidak dilalui sendirian. Keajaiban demi keajaiban hadir melalui tangan-tangan dermawan. Ia menyebut nama H. Imam dan Hj. Linda (pemilik Chicken Meccah dan Cafe Alif) sebagai sosok yang konsisten membantu biaya sekolah anak-anaknya.

Ia juga mengenang kebaikan Dedy Yon Supriyono (Wali Kota Tegal periode 2019-2024). “Beliau sering membantu langsung kalau bertemu saya sedang mencari rongsok di jalanan,” kenangnya.

Pesan Untuk Negeri

Kisah Nur Hayati adalah potret nyata bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa, bukan hanya milik mereka yang berada. Dengan kerja keras, doa yang tak putus, dan dukungan sosial yang tepat, tembok kemiskinan terbukti bisa diruntuhkan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ibu Nur telah membuktikan: meski kakinya tak pernah menginjak bangku sekolah, langkahnya telah membawa anak-anaknya melampaui batas yang pernah ia bayangkan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

TEGAL, DN-II Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan kunjungan kerja ke Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Senin (16/2/2026). Kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara ini bertujuan untuk memastikan penanganan darurat dan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak berjalan optimal.

Peninjauan Lapangan dan Koordinasi Lintas Sektoral

Rombongan tiba di lokasi pada pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan rangkaian peninjauan yang dimulai dari kompleks Ponpes Al-Adalah 2. Didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i dan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ahmad Muzani melihat langsung titik retakan tanah serta lokasi yang diproyeksikan sebagai lahan huntara.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut jajaran anggota DPR RI, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, serta unsur pengamanan yang dipimpin Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah.

Komitmen Negara: “Rakyat Tidak Sendirian”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa kehadirannya merupakan wujud empati dan komitmen negara untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Ia memberikan apresiasi tinggi atas sinergi cepat antara Pemerintah Kabupaten Tegal, TNI, Polri, dan para relawan.

“Kami datang membawa simpati dan rasa sayang. Saya bangga melihat penanganan yang sangat sigap, terutama kesiapan lahan huntara. Target kita, sebelum bulan Ramadan tiba, warga sudah bisa menempati hunian yang lebih layak,” tegas Muzani.

Dukungan untuk Sektor Keagamaan dan Logistik

Bencana ini juga berdampak pada sektor pendidikan agama. Pengasuh Ponpes Al-Adalah, KH. Muhammad Tasripin Salim, mengungkapkan bahwa sebagian santri terpaksa mengungsi akibat bangunan pondok yang terdampak pergerakan tanah.

Merespons hal tersebut, Kementerian Agama melalui Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menyalurkan bantuan signifikan untuk pemulihan, antara lain:

Bantuan Kemenag RI Peduli: Rp250.000.000 untuk Ponpes Al-Adalah.

Direktorat Pesantren: Rp100.000.000 dalam bentuk Al-Qur’an dan logistik pendidikan.

Bantuan Logistik Darurat: Total senilai Rp241.280.000 berupa sembako, selimut, dan kasur lipat untuk warga pengungsian.

Harapan di Tengah Puing Darurat

Kunjungan yang berakhir pada pukul 12.50 WIB ini meninggalkan pesan kuat bagi warga Padasari. Di tengah kondisi tanah yang belum stabil, langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan huntara menjadi secercah harapan bagi warga untuk segera kembali memulai kehidupan yang normal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Negara memastikan bahwa proses transisi dari masa tanggap darurat menuju pemulihan akan terus dikawal hingga tuntas.

(Bim/Red)

JATINEGARA, TEGAL, DN-II Memasuki hari ke-13 pasca bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, suasana di lokasi terdampak masih diselimuti kewaspadaan. (15/2/2026).

Bencana yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut pada awal Februari lalu ini, mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, termasuk bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) setempat.

Kronologi dan Dampak Bencana

Bencana ini bermula pada 2 Februari 2026 setelah wilayah perbukitan Cacaban diguyur hujan tanpa henti selama 48 jam. Fenomena ini ditegaskan bukan merupakan gempa bumi, melainkan murni pergerakan tanah akibat kondisi geologis dan cuaca ekstrem.

Lokasi Terparah: Wilayah perbukitan ke arah selatan (Cacaban).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Korban Jiwa: Nihil (Tidak ada korban jiwa).

Relokasi: Kegiatan belajar mengajar Ponpes kini dipindahkan sementara ke arah Jatinegara dan Capar demi keselamatan.

Penjagaan Ketat Barang-Barang Santri

Meski bangunan pesantren sudah tidak aman untuk ditempati, banyak aset dan barang-barang milik santri putra yang masih tertahan di lokasi. Hal ini memicu inisiatif dari para santri dan alumni untuk melakukan penjagaan secara bergantian di area bencana.

“Kami selalu menjaga lokasi karena khawatir ada pihak yang tidak bertanggung jawab mengambil barang-barang yang masih tertinggal. Di dalam masih banyak perlengkapan santri,” ujar salah satu pihak di lokasi.

Sejumlah alumni pun terpantau turun tangan membantu pengamanan di titik-titik rawan pergerakan tanah. Mereka memastikan bahwa barang yang masih bisa diselamatkan tidak hilang di tengah kondisi darurat ini.

Harapan untuk Pemulihan

Warga dan pihak pesantren berharap proses pemulihan infrastruktur di Desa Padasari dapat berjalan cepat. Doa dan dukungan terus mengalir agar kondisi desa segera membaik dan para santri dapat kembali belajar dengan tenang di lokasi yang lebih aman.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Kabar gembira bagi lulusan SMA/SMK sederajat di wilayah Tegal, Brebes, dan Pemalang. Program Beasiswa Harkat Negeri 2026 resmi dibuka kembali. Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.

Beasiswa ini tidak hanya memberikan potongan biaya, melainkan pembebasan biaya pendidikan secara penuh hingga menyandang gelar sarjana. Hal ini merupakan komitmen Harkat Negeri dalam mencetak pemimpin masa depan yang kompeten dari wilayah pesisir barat Jawa Tengah.

Cakupan Beasiswa yang Menggiurkan

Para penerima beasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan fasilitas berupa:

Bebas Biaya Pendaftaran & Registrasi: Calon mahasiswa tidak dipungut biaya sejak tahap awal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Bebas Uang Gedung (SPI): Tidak ada beban biaya pengembangan institusi.

Bebas SPP Full: Pembebasan uang kuliah semester hingga lulus (skema full scholarship).

Persyaratan Domisili

Program ini bersifat eksklusif dan diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki kartu identitas (KTP/KK) di wilayah berikut:

Kota Tegal

Kabupaten Tegal

Kabupaten Brebes

Kabupaten Pemalang

Timeline Seleksi Beasiswa 2026

Pastikan Anda mencatat tanggal-tanggal penting berikut agar tidak terlewat:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan Tanggal Pelaksanaan

Periode Pendaftaran 14 Februari – 31 Maret 2026

Tes Potensi Akademik (TPA) 01 – 03 April 2026

Pengumuman Hasil TPA 06 April 2026

Seleksi Wawancara 08 – 10 April 2026

Pengumuman Akhir 13 April 2026

Informasi & Pendaftaran Online

Bagi Anda yang berminat, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui kanal resmi berikut:

Portal Pendaftaran: beasiswa.harkatnegeri.ac.id

Panduan & Syarat (Juknis): s.id/juknisBHN26

Layanan Informasi (WhatsApp): 0877-2211-2002

Media Sosial: Instagram @daftar_harkatnegeri

Catatan Penting: Calon pendaftar sangat disarankan untuk mempelajari Petunjuk Teknis (Juknis) terlebih dahulu guna memastikan kelengkapan berkas administrasi sebelum melakukan submisi pada laman pendaftaran.

Jangan lewatkan kesempatan untuk meraih masa depan gemilang bersama Beasiswa Harkat Negeri 2026. Daftar sekarang sebelum 31 Maret!

Reporter: Teguh

SLAWI, DN-II Upaya pemulihan jaringan pipa distribusi air bersih pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, terus dikebut. Hingga Sabtu malam (13/02/2026), tim gabungan masih bekerja ekstra keras melakukan perbaikan di titik Clirit, Kalibakung, guna mengatasi kerusakan akibat pergerakan tanah yang masif.

Humas PDAM Tirta Ayu Kabupaten Tegal, Ujang Tatang, menegaskan bahwa sinergi antara PT Tirta Utama Jawa Tengah (TUJT/PDAB) dan PDAM Kabupaten Tegal menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan demi mempercepat normalisasi distribusi air ke rumah-rumah pelanggan.

Update Teknis: Pengelasan Memasuki Tahap Akhir

Dikatakan Humas PDAM Tirta Ayu Kabupaten Tegal, Ujang Tatang ,
” Bahwa berdasarkan pantauan di lapangan per 13 Februari 2026, pengerjaan teknis menunjukkan progres yang signifikan meskipun medan yang dihadapi cukup berat “.

Penyambungan Pipa: Pengelasan pipa HDPE telah mencapai angka 75%. Saat ini, 9 joint telah berhasil tersambung dengan total panjang pipa terkoneksi mencapai 78 meter (13 batang).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mobilisasi Material: Tim berhasil melangsir 8 batang pipa DN 500 ke lokasi BPT 1 untuk memperkuat struktur jaringan.

Persiapan Jalur Baru: Penggalian untuk jaringan pipa HDPE DN 400 (jalur BPT 5 ke BPT 6) sedang berlangsung. Sebanyak 8 batang pipa tambahan juga telah digeser ke lokasi titik las berikutnya.

“Kami melakukan perbaikan secara bertahap dan sangat hati-hati. Aspek keselamatan pekerja dan kualitas sambungan menjadi kunci utama agar pipa tetap kokoh, mengingat kondisi tanah di lokasi masih menunjukkan tanda-tanda pergerakan,” ujar Ujang Tatang.

Respons Cepat: Bantuan Air Bersih Gratis

Guna meringankan beban masyarakat selama masa perbaikan, PDAM Tirta Ayu secara masif mendistribusikan air bersih melalui armada tangki. Salah satu wilayah yang mendapat pengiriman hari ini adalah warga di Jl. Gajah Mada, Gang Belut, Kalisapu.

Manajemen menegaskan bahwa layanan bantuan air bersih melalui mobil tangki ini diberikan secara gratis bagi seluruh pelanggan di daerah terdampak.

Komitmen Pelayanan

Manajemen PDAM Tirta Ayu menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat faktor alam ini.

Dengan sisa pengerjaan pengelasan yang tinggal sedikit, pihak PDAM optimis layanan akan segera pulih normal dalam waktu dekat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih darurat, dapat segera menghubungi layanan pengaduan resmi PDAM Tirta Ayu.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

TEGAL, DN-II Ratusan warga di Desa Debong Wetan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) selama tiga hari terakhir. Kondisi ini memaksa warga mencari sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan sanitasi dasar. (14/2/2026).

Krisis Air di Tengah Pemukiman Padat

Salah satu warga yang terdampak, Surono (RT 03/RW 01), Desa debong Wetan , Kecamatan Dukuhturi , Kabupaten Tegal mengungkapkan bahwa aliran air ke rumahnya mati total tanpa ada informasi awal. Hal ini sangat disayangkan mengingat biaya langganan yang dibayarkan warga tergolong cukup tinggi.

“Sudah tiga hari ini mati. Padahal bayar bulanan itu tergantung pemakaian, kadang Rp136.000, bahkan kemarin sampai menembus Rp300.000. Tapi saat dibutuhkan, air justru tidak mengalir,” ujar Surono saat ditemui di kediamannya.

Untuk mencukupi kebutuhan mandi dan mencuci, Surono terpaksa menumpang di rumah kerabat yang memiliki sumur gali. Ia mengaku beruntung karena masih memiliki akses jarak dekat, namun ia mengkhawatirkan warga lain yang tidak memiliki alternatif serupa.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Minimnya Sosialisasi dan Informasi

Surono menyebutkan bahwa di lingkungannya saja terdapat sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami nasib serupa. Meskipun warga memahami jika gangguan disebabkan oleh bencana alam, mereka menyayangkan sikap PDAM yang dianggap kurang komunikatif.

Dampak Luas: Sekitar 100 rumah di RT 03 Debong Wetan terdampak mati total.

Keluhan Utama: Tidak adanya surat edaran atau pemberitahuan resmi mengenai durasi gangguan.

Harapan Warga: Pemerintah dan pihak PDAM lebih peka dalam memberikan informasi agar warga bisa melakukan persiapan (menampung air).

“Saya pribadi memberikan toleransi kalau memang ada bencana. Cuma masalahnya tidak ada pemberitahuan. Harusnya pemerintah peka, beri informasi berapa hari akan mati, jadi kami bisa siap-siap,” tambah Surono.

Desakan untuk Penanganan Cepat

Warga berharap pihak PDAM Kabupaten Tegal segera melakukan perbaikan teknis agar distribusi air kembali normal. Mengingat air bersih adalah kebutuhan vital, warga meminta transparansi terkait tagihan agar tetap adil meskipun terjadi gangguan distribusi.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait untuk mengaktifkan kembali aliran air di wilayah Dukuhturi dan sekitarnya.

Ujang Tatang Humas PDAM Tirta Ayu Kabupaten Tegal 14 /2/2026 mengatakan bahwasanya di Desa Clirit , sedang ada perbaikan pipa PDAM yang terbuat dari besi, Kalau nanti malam masih ada terjadi kerusakan akan diganti dengan pipa HDPE ujarnya

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Reporter: Teguh

Tegal, DN-II Industri furnitur kayu solid terus membuktikan kelasnya sebagai primadona dekorasi hunian mewah. Di pusat produksi debong Wetan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Surono pemilik usaha mempunyai deretan koleksi terbaru mulai menampakkan wujudnya, menonjolkan perpaduan antara material masif dan desain internasional yang elegan.

​Meja Trembesi: Raksasa 4 Meter yang Solid

​Salah satu yang mencuri perhatian dalam pengerjaan kali ini adalah penggunaan material kayu trembesi dengan dimensi yang luar biasa. Bukan sekadar meja biasa, furnitur ini dirancang untuk mengisi ruang-ruang luas yang membutuhkan titik fokus (focal point) yang kuat.

​Spesifikasi teknis meja ini mempertegas kesan kokohnya:

​Panjang: 4 meter (ideal untuk meja perjamuan atau ruang rapat besar).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Lebar: Dinamis, berkisar antara 50 cm hingga 1 meter pada bagian utamanya.

​Ketebalan: Menggunakan bilah kayu solid setebal 10 cm, menjamin ketahanan jangka panjang, dengan harga jual sampai Rp 60 juta

​Sentuhan Eropa dalam Formasi Jati

​Tak hanya trembesi, material kayu jati tetap menjadi standar emas. Berdasarkan pantauan di lokasi, para perajin tengah menyelesaikan set kursi dengan formasi lengkap 3-2-1 (tiga dudukan, dua dudukan, dan satu dudukan).

​Yang menarik, koleksi jati ini mengusung tajuk “Model estetik dan terbaru “. Meski desainnya tampak modern, penggunaan jati asli memberikan sentuhan klasik yang tetap relevan. Gaya Model estetik dan terbaru, ini diprediksi akan menjadi tren baru bagi konsumen yang menginginkan furnitur kayu jati namun tetap tampil dengan siluet yang lebih segar dan internasional.

​Suasana Produksi yang Intensif

​Nuansa di lokasi produksi terasa sangat hidup. Di sela-sela percakapan mengenai spesifikasi bahan, terdengar riuh suara benturan kayu dan dentum alat kerja yang ritmis. Suasana ini menggambarkan proses pengerjaan yang intens dan teliti demi memastikan setiap sambungan kayu presisi dan kualitas finishing tetap terjaga.

​Kombinasi antara ukuran yang masif dan desain yang up-to-date mempertegas posisi furnitur kayu solid sebagai investasi estetika yang tak lekang oleh waktu bagi pecinta hunian kokoh dan berkelas, suruh Membuka harga dari harga 5 juta rupiah, dan bisa pesan di nomor HP 0823-2734-0692

Reporter Teguh

Tegal, DN-II Personel Pamapta 3 Polres Tegal menunjukkan respons cepat dalam menangani peristiwa ambruknya salah satu kamar rumah milik Ibu Turjiyah di Jl. Melati No. 40 RT 01 RW 03 Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (11/2/2026) malam.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Slawi dan daerah hulu, sehingga arus Sungai Pakembaran di samping rumah korban menjadi deras dan menggerus struktur bangunan. Akibatnya, satu kamar rumah roboh dan satu kamar lainnya mengalami kerusakan berat. Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Laporan kejadian diterima aparat kepolisian sekitar pukul 21.30 WIB dari Ketua RT setempat yang sebelumnya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pakembaran. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pamapta 3 Polres Tegal yang dipimpin IPDA Taufik Kusuma Wardhana, S.H. segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 22.00 WIB untuk melakukan langkah cepat kepolisian.

Di lokasi, personel Pamapta langsung melaksanakan serangkaian tindakan, meliputi pengecekan kondisi bangunan, pengamanan area, pendataan kerusakan, dokumentasi kejadian, serta koordinasi dengan perangkat kelurahan, ketua RT/RW, dan BPBD guna langkah penanganan lanjutan. Selain itu, petugas bersama warga juga melakukan pemantauan di pintu air Sungai Pakembaran sebagai langkah antisipasi apabila debit air kembali meningkat.

Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp15.000.000. Hingga saat ini situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem. Ia menegaskan kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan cepat kepada masyarakat sekaligus upaya memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak kerusakan lanjutan akibat faktor alam.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian darurat, gangguan kamtibmas, maupun bencana melalui call center 110 yang aktif 24 jam, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. ( Bim )

TEGAL, DN-II Di tengah himpitan ekonomi yang kian terasa, secercah harapan muncul dari sudut RT 03/RW 01, Desa Debong Wetan Pada Kamis (12 /2/2026), suasana hangat menyelimuti desa tersebut saat Bapak Surono kembali melaksanakan aksi rutinnya berbagi sedekah kepada anak-anak setempat.

Berawal dari keprihatinan mendalam terhadap kasus kemiskinan ekstrem yang menimpa anak-anak di NTT, seorang pelaku usaha lokal menyerukan pentingnya kepekaan sosial di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa kejadian memilukan di mana seorang anak kesulitan membeli buku LKS (Lembar Kerja Siswa) tidak boleh terjadi di lingkungannya sendiri.

Kritik Terhadap Ketergantungan LKS di Sekolah

Narasumber menyoroti pergeseran metode belajar mengajar saat ini yang dinilai terlalu bergantung pada buku paket atau LKS. Menurutnya, esensi belajar melalui menulis tangan mulai luntur.

“Dulu waktu saya sekolah, kami mempelajari apa yang diajarkan guru melalui tulisan tangan. Bukan memperbanyak LKS. LKS itu seharusnya hanya untuk pelajaran tambahan sebagai pendukung saja,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga menyayangkan kurangnya empati di lingkungan pendidikan. Menurutnya, guru seharusnya bisa lebih peka jika ada murid yang tidak mampu membeli buku, dengan memberikan bantuan terlebih dahulu agar proses belajar anak tidak terhambat hanya karena kendala biaya.

Sentilan untuk Aparat Desa: “Lurah Harus Turun ke Bawah”

Terkait kesejahteraan warga, narasumber menyinggung fenomena kontras di masyarakat—seperti kisah anak yang terpaksa berjualan tisu demi sesuap nasi di tengah lingkungan yang seharusnya mampu membantu. Ia menegaskan bahwa kendali kesejahteraan ada di tangan perangkat desa.

Peran Vital RT/RW dan Lurah: Jika Bupati atau Camat memiliki keterbatasan waktu, maka Lurah, RT, dan RW wajib menjadi garda terdepan yang mengetahui kondisi nyata warga.

Pendataan yang Tepat Sasaran: “Prinsipnya, yang kaya membantu yang lemah. Yang mampu didata sebagai pemberi bantuan, sedangkan yang miskin itulah yang wajib mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Membangun Ekosistem Gotong Royong

Kepedulian ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah desa untuk tidak hanya bekerja di balik meja. Pemimpin desa diharapkan lebih rajin melakukan “blusukan” untuk memetakan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah atau terlantar karena kemiskinan.

“Jangan sampai kejadian miris di tempat lain terjadi di desa kita. Kita harus fokus menjaga lingkungan sendiri agar rakyat kecil tetap terperhatikan,” pungkasnya.

Miris Kondisi Kesejahteraan Anak, Pelaku Usaha Desak Perangkat Desa Lebih Peka dan Turun ke Lapangan

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kota Tegal, DN-II Sungai Ketiwon meluap pada Selasa malam (10/2) hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu di Kabupaten Tegal. Peningkatan debit air secara drastis berdampak pada aliran sungai di wilayah hilir Kota Tegal.

Akibatnya, air meluap ke pemukiman warga di RW 9, Kelurahan Panggung, Kota Tegal, hingga membanjiri rumah dan jalan di lingkungan sekitar.

Tim BPBD, Kepolisian, Pemkot bersama lurah dan warga segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Garis polisi dipasang di tanggul yang rawan jebol akibat terkikis arus, sebagai langkah antisipasi awal.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Heru Antariksa Cahya, meninjau langsung lokasi banjir untuk memastikan penanganan berjalan efektif. Ia menyampaikan bahwa jajaran Polres telah menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara

“Kami telah memberdayakan dan menyiagakan Pleton Siaga Bhayangkara untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar AKBP Heru Antariksa, Rabu (11/2/2026)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain itu, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mempercepat penanganan banjir.

“Kami melakukan koordinasi dengan BPBD, PMI, Dinas Sosial, serta PSDA Pemali Comal untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat,” jelasnya

Personel Polres juga ditempatkan di titik-titik rawan untuk memantau kondisi tanggul dan membantu distribusi bantuan kepada warga terdampak, termasuk makanan siap saji, air mineral, dan roti.

“Untuk kebutuhan air bersih, kami berkoordinasi dengan PDAM setempat agar suplai tetap tersedia,” tambah Kapolres

Kapolres juga turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta menjauhi area bantaran sungai yang berpotensi rawan longsor dan membahayakan keselamatan.

Hingga saat ini, situasi terpantau aman dan terkendali. Personel gabungan masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air susulan. ( Bim )

You cannot copy content of this page