TEGAL, DN-II Manajemen RSUD Kardinah Kota Tegal angkat bicara guna menepis isu miring terkait kegagalan bayar klaim BPJS Kesehatan yang mencapai puluhan miliar rupiah. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kondisi cash flow internal tetap sehat dan pelayanan medis tetap berjalan normal tanpa kendala finansial. (27/1/2026).
Klarifikasi Piutang Rp59 Miliar
Direktur RSUD Kardinah, dr. Leny Harlina, meluruskan kabar mengenai piutang sebesar Rp59 miliar yang beredar di masyarakat. Menurutnya, angka tersebut bukanlah tanda kebangkrutan, melainkan akumulasi proses administrasi klaim yang sedang berjalan secara reguler.
Mengingat sekitar 90% pasien RSUD Kardinah adalah peserta BPJS Kesehatan, proses verifikasi dokumen menjadi kunci utama cairnya anggaran.
“Sebagian besar klaim sebenarnya sudah disetujui. Memang ada sekitar 15% yang berstatus pending, namun itu murni kendala teknis kelengkapan data medis, bukan penolakan pembayaran. Begitu data dilengkapi, dana akan cair di periode berikutnya,” jelas dr. Leny. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Ia juga secara tegas membantah rumor yang menyebut rumah sakit harus meminjam dana ke perbankan untuk membiayai operasional harian. “Kabar itu tidak benar atau hoaks. Manajemen keuangan kami mandiri dan sangat aman untuk mendukung seluruh layanan,” tambahnya.
Pusat Rujukan Pantura Barat
Sebagai rumah sakit tipe B, RSUD Kardinah terus memperluas jangkauan layanannya. Saat ini, RSUD Kardinah bukan hanya melayani warga Kota Tegal, melainkan telah menjadi pusat rujukan utama bagi pasien dari Kabupaten Tegal, Brebes, hingga Pemalang.
Beberapa layanan unggulan yang kini menjadi tulang punggung RSUD Kardinah meliputi:
Pusat Jantung (Cath Lab): Layanan intervensi jantung terkini.
Bedah Digestif & Urologi: Penanganan bedah saluran cerna dan kemih.
Rencana Layanan Onkologi: Pengembangan fasilitas khusus penanganan kanker di masa depan.
Komitmen Life Saving
Senada dengan Direktur, Kabid Penunjang RSUD Kardinah, Eko Setiawan, menekankan bahwa urusan birokrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi pasien yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Prinsip kami adalah life saving nomor satu. Keselamatan nyawa pasien didahulukan, urusan administrasi seperti KTP atau kartu asuransi bisa menyusul kemudian. Jangan sampai warga takut berobat hanya karena masalah dokumen,” pungkas Eko.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Kabar miring mengenai dugaan suap yang melibatkan tiga pamong desa di Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, resmi ditepis. Isu yang menyebutkan adanya “uang pelicin” dalam proses pengangkatan perangkat desa tersebut dinyatakan sebagai berita bohong atau hoaks.
Kepastian ini disampaikan oleh Surono, salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Desa Kertaharja. Dalam klarifikasinya kepada awak media pada Minggu (25/1/2026), ia menegaskan bahwa informasi tersebut sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab untuk menyudutkan Kepala Desa (Kades) petahana.
Penegasan Prosedur Sesuai Regulasi
Surono menjelaskan bahwa Kepala Desa Kertaharja, Darisman Ariwibowo, telah menjalankan seluruh tahapan pengangkatan perangkat desa sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Saya sudah mengklarifikasi langsung kepada Kepala Desa. Beliau menyatakan dengan tegas bahwa berita itu tidak benar. Proses seleksi dilakukan secara transparan oleh Panitia Seleksi tanpa ada praktik suap-menyuap sedikit pun,” tegas Surono.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Aroma Politik dan “Black Campaign”
Lebih lanjut, Surono menengarai munculnya isu ini berkaitan erat dengan momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) mendatang. Mengingat Darisman Ariwibowo merupakan petahana yang akan kembali mencalonkan diri, serangan informasi tersebut diduga kuat merupakan bagian dari kampanye hitam (black campaign).
“Rumor ini sengaja dihembuskan oleh oknum untuk merusak citra Kades di mata masyarakat. Tujuannya jelas, ingin mencoreng nama baik beliau menjelang kontestasi Pilkades,” tambahnya.
Surono juga membeberkan fakta lapangan mengenai dedikasi sang Kades. Menurut pengamatannya, Darisman dikenal sebagai pemimpin yang totalitas, bahkan seringkali bermalam di balai desa demi memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan.
Masyarakat Diminta Waspada
Menutup keterangannya, Surono mengimbau warga Desa Kertaharja agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia berharap masyarakat lebih selektif dan kritis dalam menyaring berita, terutama di tengah suhu politik desa yang mulai menghangat.
“Jangan sampai persaudaraan di desa rusak hanya karena fitnah yang tidak berdasar. Mari kita jaga kondusivitas desa kita,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Kabupaten Tegal, DN-II Wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Tegal. Dalam situasi bencana, Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga berada di garis depan membantu masyarakat.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bumijawa pada Jumat malam, 23 Januari 2026, mengakibatkan Sungai Gung meluap dan menimbulkan dampak di sejumlah titik kawasan wisata Guci, di antaranya Pancuran 13, Pancuran 5, Pemandian Barokah, hingga area Guciku. Luapan tersebut membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menutup akses serta merusak sejumlah fasilitas wisata.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolsek Bumijawa IPTU Sugiharto, S.H., Tim Siaga Bhayangkara Polres Tegal melaksanakan kerja bakti di kawasan Objek Wisata (OW) Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Kegiatan difokuskan pada pembersihan sisa-sisa material akibat luapan Sungai Gung guna mempercepat pemulihan kawasan.
Sebanyak 60 personel Tim Siaga Bhayangkara Polres Tegal dikerahkan, didukung oleh sepertiga kekuatan personel Polsek Bumijawa. Para personel bahu-membahu membersihkan akses jalan, saluran air, serta area publik yang tertutup lumpur agar aktivitas masyarakat dan wisatawan dapat kembali normal.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam penanganan pascabencana merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk masyarakat. Tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam setiap situasi darurat dan kemanusiaan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan lingkungan serta memberikan rasa aman dan semangat kepada warga,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Kapolsek Bumijawa IPTU Sugiharto, S.H. menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan langkah awal untuk mengembalikan fungsi kawasan wisata agar dapat kembali beroperasi secara normal.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Namun demikian, Polri bersama Forkopimcam dan relawan terus melakukan monitoring serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Kerja bakti tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan para pelaku wisata. Kehadiran Polri di lapangan memberikan semangat serta rasa aman bagi warga yang terdampak.
Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan komitmennya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, yang selalu hadir tidak hanya dalam situasi kamtibmas, tetapi juga dalam setiap kondisi bencana dan kemanusiaan. ( Bim )
GUCI, TEGAL, DN-II PT Dedy Jaya Perkasa resmi menggelar forum silaturahmi sekaligus memaparkan rencana strategis pengembangan komunitas di Aula Wisma Guci, kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu (24/1/2026), malam.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan media massa lintas platform, baik lokal maupun nasional, serta sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan visi antara korporasi dan penggerak sosial dalam membangun daerah.
Peran Vital Aktivis dan Independensi Jurnalis
Dalam sambutannya, tokoh aktivis yang dekat dengan jurnalis , Azmi Asmuni Majid, menekankan pentingnya kepekaan sosial bagi para penggerak perubahan. Menurutnya, aktivis harus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan advokasi dan pemberdayaan, khususnya bagi kelompok rentan.
“Aktivis mati sekali, aktor mati berkali-kali,” tegas Azmi, mengutip pepatah ikonik untuk menggambarkan totalitas perjuangan seorang aktivis dalam menyuarakan kebenaran.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tak hanya menyoroti peran aktivis, Azmi juga memberikan pesan mendalam bagi insan pers. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan fungsinya, jurnalis tidak boleh sekadar netral, melainkan harus menjaga independensi.
“Jurnalis harus independen, menyajikan kebenaran berdasarkan fakta dan data secara jujur serta transparan. Kita harus bebas mengekspresikan problematika yang ada di masyarakat agar tercipta solusi yang nyata,” tambahnya.
Usulan Biografi Inspiratif: Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi
Di sela-sela forum, muncul sebuah usulan menarik untuk mendokumentasikan jejak langkah tokoh inspiratif asal Brebes, Dr. (HC) H. Muhadi Setiabudi. Sosok beliau dinilai memiliki kontribusi luar biasa yang tidak hanya terbatas pada sektor bisnis, tetapi juga pada aksi sosial dan kemanusiaan.
Penyusunan biografi ini diharapkan dapat menjadi literatur motivasi bagi generasi muda mengenai cara menyelaraskan kesuksesan ekonomi dengan pengabdian sosial.
Red/Casroni
Kabupaten Tegal, DN-II Guratan lelah terpancar jelas di wajah Abdul Kholis (45). Pria yang sehari-harinya menggantungkan hidup di balik kemudi Sopir Mobil Bak Tuel-Guci .Ini harus menelan pil pahit setelah banjir kembali menerjang wilayah guci dan sekitarnya sampai ke Pancuran 13, yang merupakan ladang dan tujuan wisatawan lokal , yang turut meramaikan wilayah operasionalnya di Sopir Mobil Bak Tuel-Guci sabtu (24/1/2026).
Jika biasanya pada pukul 14.00 WIB kantongnya sudah terisi sisa uang setoran, kali ini realitanya berbanding terbalik. Hingga matahari mulai condong ke barat, Sopir Mobil Bak Tuel-Guci
“Ya begini kondisinya, dari pagi belum bisa narik. Jam segini baru mau mulai cari penglaris,” ujar Sopir Mobil Bak Tuel-Guci
Target Setoran yang Kian Berat
Bagi Abdul, banjir bukan sekadar genangan air, melainkan penghambat urusan dapur. Dalam kondisi normal, ia mampu mengantongi pendapatan kotor hingga Rp300.000 per hari. Setelah dipotong setoran wajib sebesar Rp50.000 dan biaya bahan bakar (BBM), ia biasanya masih bisa membawa pulang upah yang layak untuk menghidupi keluarga.
Namun, siklus banjir susulan yang merendam sejumlah ruas jalan sejak semalam merusak ritme pencariannya. Ironisnya, musibah ini terjadi di akhir pekan—momen yang seharusnya menjadi “tambang emas” bagi para penyedia jasa transportasi umum.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Biasanya kalau tidak ada musibah (banjir), penumpang ramai. Apalagi Sabtu dan Minggu, itu waktu kita buat nutup setoran dan cari lebih,” tambahnya dengan nada getir.
Kini, Abdul hanya bisa berharap genangan segera surut sepenuhnya. Ia dan rekan sejawatnya sesama pengemudi bus sangat bergantung pada keringnya aspal agar roda ekonomi para “pejuang jalanan” ini bisa kembali berputar normal.
Laporan: Teguh
TEGAL, DN-II PT Dedy Jaya Perkasa resmi menggelar forum silaturahmi sekaligus memaparkan rencana program pengembangan komunitas strategis di kawasan Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Acara yang berlangsung di Aula Wisma Guci ini dihadiri oleh lebih dari 30 perwakilan media massa, baik lokal maupun nasional, serta sejumlah pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). (24/1/2026).
Sinergi Membangun Daerah: Mendengar Aspirasi, Menjemput Solusi
Direktur Operasional PT Dedy Jaya Perkasa, Sutrisno, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata perusahaan untuk menjalin komunikasi dua arah yang transparan dengan pemangku kepentingan di wilayah Guci.
“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan media dan Ormas, kami ingin memastikan program yang akan diluncurkan tepat sasaran dan mampu menjadi katalisator pembangunan lokal,” ujar
Empat Pilar Program Unggulan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam paparannya, PT Dedy Jaya Perkasa mengusulkan empat inisiatif utama yang dirancang untuk menyentuh sektor infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi:
Akselerasi Infrastruktur: Pembangunan dan perbaikan jalan desa di wilayah terpencil kawasan Guci.
Pemberdayaan SDM: Program pelatihan keterampilan kerja khusus bagi pemuda dan kaum perempuan lokal.
Akses Kesehatan: Pengadaan layanan pos kesehatan keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah pegunungan.
Ekowisata Berkelanjutan: Pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas yang ramah lingkungan di sekitar kawasan Guci.
Dukungan Penuh dari Elemen Masyarakat
Langkah proaktif perusahaan ini mendapat respons positif. Ketua Ormas Persatuan Warga Guci, Supriyatno, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan pihak PT Dedy Jaya Perkasa.
“Inisiatif ini sangat kami nantikan. Keterlibatan warga sejak tahap perencanaan adalah kunci agar program yang dijalankan benar-benar menjadi solusi atas kebutuhan nyata di lapangan,” kata Supriyatno.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan media yang hadir juga menekankan pentingnya transparansi informasi agar setiap tahapan program dapat dipantau bersama oleh publik.
Proyeksi Pelaksanaan
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, PT Dedy Jaya Perkasa akan melakukan kajian mendalam berdasarkan masukan yang telah dihimpun dalam forum ini. Jika tidak ada hambatan, rangkaian program tersebut diproyeksikan mulai bergulir pada Kuartal II (Q2) tahun 2026.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Menjadi Anak Buah Kapal (ABK) spesialis pancing cumi ternyata memiliki dinamika ekonomi yang unik. Di balik risiko tinggi melaut selama berbulan-bulan, terselip skema pendapatan yang menjanjikan, meski sekilas terlihat jauh di bawah standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMR). (24/1/2026).
Mas Sus, seorang pelaut asal Desa Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, berbagi pengalamannya mengenai realita ekonomi di atas kapal. Pria yang kerap berangkat dari Pelabuhan Muara Reja Kita Tegal ini, menjelaskan bahwa sistem pengupahan ABK kapal cumi tidak bisa hanya dilihat dari gaji harian saja.
Melawan Stigma Gaji di Bawah UMR
Secara administratif, upah harian seorang ABK kapal cumi memang tergolong kecil, yakni sekitar 30.000 per hari. Jika dikalkulasi secara bulanan, angka ini memang berada di bawah UMR Kabupaten Tegal yang menyentuh angka 2,4 juta rupiah . Namun, industri perikanan memiliki mekanisme “uang di depan” atau kasbon.
“Sebelum kapal berangkat, kami biasanya diberikan uang kasbon sebesar Rp4 juta. Uang ini berfungsi sebagai pegangan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah selama kami melaut,” ujar Mas Sus saat diwawancarai.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Bonus Produksi: Kunci Kesejahteraan Pelaut
Pendapatan sesungguhnya baru akan terlihat saat kapal bersandar kembali ke dermaga setelah beroperasi. Menurut Mas Sus, faktor penentu utama kesejahteraan mereka adalah hasil tangkapan, bukan sekadar upah harian.
Pada pelayaran terakhirnya selama empat bulan, Mas Sus berhasil membawa pulang uang bersih sebesar 20 juta rupiah . Angka tersebut didapat setelah seluruh hasil penjualan tangkapan dikurangi potongan hutang kasbon di awal keberangkatan.
“Total bersih Rp 20 juta itu sudah murni milik saya. Selama di laut, biaya makan dan kebutuhan pokok lainnya sepenuhnya ditanggung oleh pemilik kapal, jadi tidak ada pengeluaran lagi,” tambahnya.
Produktivitas di Tengah Laut
Kesuksesan membawa pulang puluhan juta rupiah tersebut berbanding lurus dengan kerja keras di lapangan. Mas Sus mencatat, dalam satu trip perjalanan, ia mampu memancing sekitar 2 ton cumi secara mandiri. Di dalam kapal tersebut, ia bekerja bersama tim yang terdiri dari 10 orang, termasuk Tekong (nakhoda).
Ringkasan Operasional ABK Kapal Cumi:
Home Base: Muara Angke, Jakarta.
Durasi Melaut: ± 4 Bulan.
Sistem Pendapatan: Gaji Harian + Kasbon + Bagi Hasil Tangkapan.
Rata-rata Tangkapan: 2 Ton per orang.
Estimasi Pendapatan Bersih: Rp5.000.000 per bulan (diterima akumulatif setelah potong kasbon).
Kisah Mas Sus memberikan gambaran bahwa profesi ABK bukan hanya soal otot, tapi juga soal ketahanan mental menghadapi isolasi di laut demi stabilitas ekonomi keluarga. Meski harus jauh dari rumah, hasil yang dibawa pulang mampu menutupi kebutuhan hidup jauh di atas pendapatan rata-rata buruh darat pada umumnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
PEMALANG, DN-II Intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Slamet dalam beberapa hari terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik, mulai dari kawasan wisata Guci hingga pemukiman warga. Merespons kondisi darurat tersebut, tokoh masyarakat Pak Surono bergerak cepat menginisiasi gerakan sosial bagi warga terdampak di Desa Sima, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Bekerja sama dengan rekan sejawat dari Cikarang, Pak Surono dijadwalkan menyalurkan bantuan logistik secara langsung pada Minggu (25/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk empati terhadap warga yang kondisinya kian terhimpit akibat cuaca ekstrem.
Sinergi Lintas Profesi: Dari Pengusaha hingga Manajer
Aksi kemanusiaan ini lahir dari kolaborasi lintas profesi. Pak Surono berhasil merangkul sejumlah kolega yang memiliki visi sosial serupa, di antaranya:
Haji Didi (Owner Percetakan Pilar, Cikarang)
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Muhammad Degi (Manajer PT Wahyu Abadi)
Pak Dadeh
“Kami mengajak teman-teman untuk kembali peduli. Hidup ini sementara, selagi ada rezeki, sudah kewajiban kita membantu saudara yang tertimpa musibah. Jangan hanya memikirkan diri sendiri,” ujar Pak Surono saat menjelaskan motivasi gerakannya, Sabtu (24/1).
Distribusi 200 Paket Sembako
Sebanyak 200 paket sembako yang berisi bahan pokok seperti beras dan mi instan telah disiapkan untuk meringankan beban dapur warga. Meski dilakukan secara swadaya, Pak Surono menekankan bahwa esensi bantuan ini terletak pada keikhlasan dan semangat gotong royong.
“Target kami sekitar 200 paket. Insyaallah, jika tidak ada aral melintang, hari Minggu akan langsung didistribusikan. Fokus utama kami adalah rida dan niat tulus membantu sesama,” imbuhnya.
Dorong Mitigasi Bencana dari Pemerintah Daerah
Tak sekadar memberi bantuan materil, Pak Surono juga menyuarakan kegelisahan warga terkait mitigasi bencana jangka panjang. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang di bawah kepemimpinan Bupati Mansur Hidayat dapat mengambil langkah strategis di titik-titik rawan longsor.
“Kendalanya memang faktor alam dan cuaca ekstrem, namun dampaknya langsung memukul ekonomi warga. Kami berharap pemerintah daerah bertindak lebih jauh dalam pencegahan (preventif), agar musibah seperti ini tidak menjadi rutinitas tahunan,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
KABUPATEN TEGAL, DN-II Integritas tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Tegal kembali dipertanyakan. Aroma tak sedap mengenai praktik “uang pelicin” dalam proses perekrutan perangkat desa di Desa Kertaharja, Kecamatan Kramat, mulai menyeruak ke publik untuk periode seleksi 2024-2025.
Isu ini mencuat setelah tokoh masyarakat setempat, Surono, mengaku menerima laporan terkait adanya oknum yang menjanjikan kelolosan jabatan dengan imbalan uang dalam jumlah fantastis.
Dugaan Keterlibatan Oknum dan Transaksi di Bawah Tangan
Berdasarkan penelusuran informasi yang dihimpun dari informan berinisial MS, Surono mengungkapkan adanya dua nama yakni EK dan GN RZ yang diduga terlibat dalam pusaran transaksi untuk memuluskan langkah mereka menjadi pamong desa.
“Informasi yang saya terima menyebutkan ada dugaan pemberian sejumlah uang dalam jumlah besar agar bisa lolos. Namun, tentu kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum bukti-bukti terkumpul kuat,” ujar Surono saat memberikan keterangan pers, Jumat (23/1/2026).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Guna memastikan validitas kabar tersebut, Surono berencana melakukan investigasi lebih mendalam. “Saya akan melakukan cross-check langsung kepada pihak keluarga, baik orang tua maupun calon yang bersangkutan. Kami butuh konfirmasi langsung agar isu ini tidak sekadar menjadi bola liar,” tambahnya.
Panitia Seleksi Klaim Adanya Upaya Penyogokan
Menanggapi isu yang beredar, Ketua Panitia Seleksi Perangkat Desa Kertaharja secara tegas membantah adanya praktik jual beli jabatan di internalnya. Ia menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan murni dan sesuai regulasi yang berlaku.
Namun, fakta mengejutkan terungkap. Pihak panitia mengakui bahwa sempat ada upaya dari pihak luar yang mencoba mengintervensi hasil seleksi dengan iming-iming materi. 
“Ada pengakuan bahwa rumah Ketua Panitia sempat didatangi pihak tertentu yang membawa sertifikat dan menawarkan sejumlah uang. Namun, pihak panitia mengklaim tawaran tersebut telah ditolak mentah-mentah,” ungkap Surono membeberkan hasil klarifikasi awalnya.
Desakan Agar Aparat Penegak Hukum Bertindak
Surono menegaskan tidak akan tinggal diam jika hasil investigasi mandirinya menemukan bukti otentik. Ia berencana membawa temuan tersebut ke ranah hukum dan meminta Kejaksaan untuk bersikap proaktif.
“Nominalnya tidak main-main, kabarnya mencapai ratusan juta rupiah per kursi. Jika benar, ini sangat mencederai rasa keadilan. Kami ingin seleksi yang jujur agar perangkat desa yang terpilih benar-benar memiliki kapabilitas, bukan karena kekuatan uang,” tegas Surono.
Ia mengibaratkan fenomena ini seperti ‘asap dan api’. Menurutnya, keresahan masyarakat yang masif biasanya berakar dari realitas yang terjadi di lapangan.
“Kami hanya ingin meluruskan yang salah. Jangan sampai praktik transaksional seperti ini menjadi budaya buruk bagi kepala desa atau lurah di masa depan. Integritas desa adalah taruhannya,” pungkasnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
Tegal, DN-II Personel Pamapta Polres Tegal bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah kios Pasar Loak di Areal Sub Terminal Bus Adiwerna, Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada Jumat (23/1/2026) pagi.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Piket Pamapta 1 Polres Tegal yang dipimpin oleh IPDA Joko Kiky Wantono, S.H., M.H. segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center Polri 110. Setibanya di lokasi, personel Pamapta langsung melakukan pengamanan area, membantu proses evakuasi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Api diketahui pertama kali muncul dari salah satu kios di sisi utara areal terminal, ditandai dengan kepulan asap yang kemudian disusul kobaran api dan suara ledakan. Api dengan cepat merambat ke kios-kios lain yang mayoritas merupakan bangunan semi permanen.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Tegal dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Tegal dikerahkan ke lokasi. Setelah proses pemadaman selama kurang lebih 60 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun kebakaran mengakibatkan sekitar 17 kios terbakar dengan total kerugian materiil yang ditaksir mencapai ± Rp100 juta.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Personel Pamapta bersama Polsek Adiwerna telah melakukan pengamanan TKP, pemasangan police line, serta pendataan saksi dan korban. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ujar Kapolres.
Kapolres Tegal juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pedagang, agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik dan tidak menggunakan sambungan listrik yang tidak sesuai standar, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.
Polres Tegal menegaskan komitmennya untuk terus hadir secara cepat dan responsif melalui fungsi Pamapta dalam setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. ( Bim )
