SLAWI, DN-II Tiga pemerintah daerah di wilayah Tegal Raya, yakni Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, resmi menjajaki kerja sama lintas daerah untuk membangun sistem Pengolahan Sampah Terpadu. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi permanen guna mengatasi krisis lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian kritis di ketiga wilayah tersebut.
Saat ini, komitmen kerja sama tengah dimatangkan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU). Sebagai tolok ukur, ketiga daerah tersebut menjadikan Kota Pekalongan sebagai referensi sukses pengelolaan sampah di Jawa Tengah yang telah lebih dulu menjalin kemitraan serupa.
Kabupaten Tegal Jadi Pusat Operasional
Dalam rencana kolaborasi ini, Kabupaten Tegal diproyeksikan menjadi pusat kegiatan (hub) pengolahan sampah terpadu karena ketersediaan lahan yang luas dan posisi geografis yang strategis. Proyek ambisius ini telah menarik minat serius dari investor asal China yang berbasis di Malaysia.
Pemerintah daerah memastikan bahwa skema pendanaan dan regulasi proyek akan dikoordinasikan ketat dengan Pemerintah Pusat guna menjamin keberlanjutan investasi dan aspek legalitasnya.
”Kami sedang melakukan kajian mendalam bersama Sekda untuk memastikan aspek kemanfaatan. Fokus utama kami adalah proyek ini harus menguntungkan daerah dan tidak menimbulkan beban anggaran di masa depan,” ujar perwakilan pimpinan daerah dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Adopsi Teknologi Geotextile dan Truk Listrik
Berbeda dengan sistem open dumping (pembuangan terbuka) yang berisiko mencemari lingkungan, proyek ini akan menerapkan teknologi modern sanitary landfill. Salah satu keunggulannya adalah penggunaan lapisan geotextile untuk menjaga higienitas tanah dan mencegah kebocoran lindi (air sampah) ke sumber air warga.
Inovasi lain yang direncanakan adalah penggunaan armada truk listrik khusus asal China untuk operasional pengangkutan. Langkah ini diambil untuk menekan emisi karbon, dengan estimasi biaya operasional sewa armada mencapai Rp1,6 juta per unit per rit.
Transformasi Sampah Menjadi Energi Terbarukan
Target utama dari kolaborasi ini adalah mengubah residu sampah menjadi sumber energi terbarukan atau bahan bakar alternatif. Dengan transformasi ini, Tegal Raya diharapkan tidak lagi bergantung pada sistem TPA konvensional yang pasif.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, bersama Sekretaris Daerah Kota Tegal, Drg. Agus Dwi Sulistiyantono, M.M., menegaskan bahwa keberhasilan implementasi di Kota Pekalongan akan menjadi penentu. Jika model di Pekalongan terbukti efektif, maka Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Brebes akan segera menandatangani MoU serupa untuk memulai pembangunan fisik.
Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sistem ini diproyeksikan mampu menurunkan biaya perawatan kendaraan pengangkut dan menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Aktivis kemasyarakatan asal Debong Wetan, Surono, kembali menyuarakan kritik tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum. Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan status tersangka kepada Shanti Alda Natalia terkait dugaan aliran dana kepada mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK).
Dalam keterangannya pada Jumat (26/12/2025), Surono menegaskan bahwa fakta persidangan dan pertimbangan hukum telah secara eksplisit menyebutkan adanya aliran dana sebesar Rp250 juta dari Shanti Alda kepada AGK. Namun, hingga penghujung tahun 2025, ia menilai belum ada tindakan konkret dari lembaga antirasuah tersebut.
Ancaman Aksi Massa di Jakarta
Surono menyatakan bahwa jika tidak ada perkembangan signifikan hingga akhir tahun ini, ia siap menggalang massa untuk melakukan aksi protes besar-besaran di Jakarta pada Januari 2026 mendatang.
“Jika KPK tetap bergeming, Januari nanti kami akan menggelar aksi di Gedung KPK, Kejaksaan Agung, hingga DPP PDI Perjuangan. Kami menuntut keadilan hukum yang tidak pandang bulu,” tegas Surono.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Soroti Ketimpangan Hukum
Lebih lanjut, Surono menyoroti adanya kontras tajam dalam penegakan hukum di Indonesia. Ia membandingkan penanganan kasus dugaan korupsi besar dengan nasib rakyat kecil yang kerap terjerat hukum karena masalah sepele.
Ia mencontohkan kasus seorang kakek berusia 74 tahun yang harus mendekam di penjara selama 2 tahun hanya karena menangkap burung Cendet untuk menyambung hidup.
“Sangat ironis. Rakyat kecil yang berjuang untuk makan divonis berat, sementara dalam kasus yang melibatkan angka ratusan juta dan sudah muncul dalam fakta persidangan, seolah didiamkan. Padahal, fakta keterlibatan itu sudah terang benderang di persidangan,” lanjutnya.
Dukungan untuk Visi Presiden Prabowo
Meski melontarkan kritik keras kepada instansi penegak hukum, Surono mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Ia berharap semangat Presiden tersebut diikuti oleh keberanian lembaga penegak hukum di bawahnya.
“Niat Pak Presiden Prabowo sudah sangat baik untuk membersihkan negara ini dari koruptor. Namun, instansi di bawahnya harus berani mengeksekusi komitmen tersebut. Jika KPK berani menetapkan tersangka dalam kasus ini, itu menjadi bukti bahwa hukum memang tegak lurus,” ujarnya.
Harapan bagi Kepastian Hukum
Di akhir pernyataannya, Surono meminta Ketua KPK untuk memberikan perhatian khusus pada kasus ini demi menjamin rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, Indonesia tidak akan pernah mencapai kemakmuran jika kebocoran anggaran dan praktik tambang ilegal terus dibiarkan tanpa tindakan hukum.
“Saya meminta kepada Ketua KPK untuk segera membuka kembali berkas perkara ini. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” pungkas Surono.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan pengecekan langsung sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan titik pengamanan strategis di wilayah hukum Polres Tegal, Kamis (25/12/2025).
Pengecekan dilakukan di antaranya pada Pos Pam jalur Tol Pejagan–Pemalang wilayah Kabupaten Tegal serta area pusat aktivitas masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta pola pengamanan agar pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 berjalan optimal dan humanis.
Kapolres Tegal meninjau langsung kesiapan anggota gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait. Selain itu, dilakukan pula pengecekan kelengkapan administrasi, peralatan pendukung, serta kesiapsiagaan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan dan pemudik.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal juga menyempatkan berdialog dengan anggota yang bertugas, memberikan arahan serta motivasi agar selalu mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional dalam melayani masyarakat.
“Kehadiran personel di lapangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Utamakan pelayanan yang ramah, cepat, dan humanis, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegas Kapolres.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Melalui Operasi Lilin Candi 2025, Polres Tegal berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif, serta memastikan seluruh rangkaian pengamanan Nataru berjalan lancar. Diharapkan dengan kesiapan maksimal dan sinergi lintas sektor, perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kabupaten Tegal dapat berlangsung aman, damai, dan penuh kenyamanan bagi seluruh masyarakat. ( S. Bimantoro )
TEGAL, DN-II Menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), hiruk-pikuk arus penumpang di jalur Pantura Kota Tegal mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Salah satu titik yang menjadi saksi bisu geliat ekonomi transportasi ini adalah Agen Bus PO 168 yang terletak di Jalan Kolonel Sugiono.
Lukman (47), pria asli Tegal Barat yang telah lama malang melintang di dunia transportasi, tampak sibuk melayani calon penumpang yang hendak bertolak ke Ibu Kota. Sebagai garda depan PO 168—operator bus pendatang baru yang mulai mencuri perhatian—Lukman berbagi kisah mengenai dinamika arus penumpang di penghujung tahun.
Fasilitas Premium, Harga Kompetitif
PO 168 berupaya merebut hati masyarakat Tegal dengan menawarkan standar kenyamanan ekstra di kelasnya. Untuk rute Tegal-Jakarta, penumpang cukup merogoh kocek sebesar Rp140.000 pada hari normal.
“Harga tersebut sudah mencakup fasilitas AC, konfigurasi kursi 2-2 yang lapang, dan yang menjadi nilai plus adalah sudah gratis makan satu kali,” ujar Lukman saat ditemui di sela kesibukannya, Kamis (25/12/2025).
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dalam perjalanannya, para penumpang akan diajak beristirahat sejenak untuk menikmati layanan makan di Rumah Makan Taman Selera, Cikamurang, Subang, salah satu titik singgah favorit di jalur tengah Jawa Barat.
Lonjakan Signifikan di Musim Liburan
Lukman mengakui adanya kontras tajam antara okupansi hari biasa dengan musim libur panjang. Jika pada hari normal ia rata-rata memberangkatkan 10 penumpang dari agennya, di momentum Nataru seperti sekarang, ketersediaan kursi menjadi barang langka.
“Kalau musim ramai begini, kursi cepat sekali habis. Calon penumpang harus bergerak cepat melakukan pemesanan karena peminatnya sangat tinggi,” tambahnya.
Dedikasi Lukman bukan tanpa alasan. Dari setiap tiket yang terjual, ia mendapatkan komisi sebesar 10 persen dari kantor pusat. Pendapatan ini menjadi pelecut semangatnya untuk terus memperkenalkan layanan PO 168 sebagai alternatif transportasi yang andal bagi warga Tegal.
Lokasi Strategis di Jantung Kota
Bagi warga Tegal yang ingin mencoba layanan ini, Agen PO 168 menempati lokasi yang sangat strategis dan mudah diakses. Terletak di Jalan Kolonel Sugiono No. 24, titik koordinatnya berada di area yang akrab bagi warga lokal:
Tepat di depan Kantor Pajak Pratama Tegal.
Disebelah barat Pacific Mall.
Satu deretan dengan Apotek Podomoro.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menutup perbincangan, Lukman menyampaikan harapan sederhana namun penuh optimisme menyongsong tahun baru. Ia berharap geliat industri transportasi darat terus tumbuh positif.
“Harapannya tentu ingin ramai terus. Kalau bus ramai, ekonomi kecil seperti kami di agen juga ikut berputar,” pungkasnya optimis.
Reporter: Teguh
TEGAL, DN-II Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal melakukan langkah taktis guna mengatasi persoalan genangan air yang kerap melanda kawasan strategis mulai dari depan Pacific Mall hingga Masjid Agung. Fokus utama pengerjaan adalah pembersihan sedimen tebal yang menyumbat saluran drainase di jantung kota tersebut.
Penyebab Genangan: Sedimen Mengeras
Haryono, salah satu petugas di lapangan, mengungkapkan bahwa tumpukan sedimen yang telah mengeras menjadi kendala utama. Hal ini menyebabkan air dari arah utara (lampu merah) tidak dapat mengalir ke saluran pemukiman warga, melainkan meluap ke badan jalan.
“Sedimen di dalam gorong-gorong sudah sangat padat. Aliran air terhambat total, sehingga memicu genangan setiap kali hujan turun,” terang Haryono di sela-sela pengerjaan, Kamis (25/12/2025).
Bertaruh Nyawa di Ruang Sempit
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Proses normalisasi ini menuntut perjuangan ekstra. Dengan dimensi gorong-gorong yang hanya berukuran sekitar 50 cm, sebanyak 10 pekerja terpaksa merangkak masuk ke ruang bawah tanah yang sempit dan minim oksigen untuk mengangkat material secara manual.
Meski bertepatan dengan hari libur nasional, tim DPUPR tetap disiagakan di lapangan demi memastikan sistem drainase kembali berfungsi optimal sebelum intensitas hujan meningkat.
Aspirasi Pekerja: Harapkan Penyesuaian Upah
Di tengah dedikasi tinggi tersebut, terselip harapan mengenai kesejahteraan para pekerja lapangan. Saat ini, mereka mengaku menerima upah di kisaran Rp 1,8 juta per bulan. Angka ini dinilai masih berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Tegal.
Mengingat risiko kerja yang besar—seperti bekerja di ruang bawah tanah yang pengap dan kotor—para pekerja berharap Pemerintah Kota Tegal dapat meninjau kembali standar penghasilan mereka.
“Kami berharap ada perhatian lebih terkait kesejahteraan, terutama penyesuaian upah agar setara dengan beban dan risiko yang kami hadapi di lapangan,” pungkas salah satu pekerja.
Reporter: Teguh
Kota Tegal, DN-II Menjelang pelaksanaan Misa Malam Natal, Polres Tegal Kota melakukan sterilisasi di sejumlah gereja dan tempat ibadah di wilayah Kota Tegal, Rabu (24/12/2025). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah Natal.
Kegiatan sterilisasi dipimpin langsung Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Ia menegaskan, sterilisasi merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya saat perayaan hari besar keagamaan.
“Kami ingin memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan Misa Malam Natal dengan aman dan khusyuk. Sterilisasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan,” tegas AKBP Putu Krisna.
Selain sterilisasi, Polres Tegal Kota juga menyiapkan pengamanan berlapis dengan menempatkan personel di setiap gereja selama rangkaian ibadah Natal berlangsung.
“Pengamanan ini kami lakukan secara maksimal agar perayaan Natal di Kota Tegal berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sterilisasi melibatkan personel Samapta dan Unit K9. Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik di dalam maupun di sekitar area gereja, mulai dari ruang ibadah, altar, hingga halaman dan area parkir.
Penyisiran menggunakan anjing pelacak dilakukan untuk memastikan tidak adanya benda berbahaya yang dapat mengganggu jalannya ibadah Natal.
Adapun gereja yang menjadi sasaran sterilisasi meliputi Gereja Hati Kudus, Gereja Mahanaim di Jalan Kapten Ismail, Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Ayalon di Jalan Dr. Sutomo, serta Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan MT Haryono, Kota Tegal. ( S. Bimantoro )
Kota Tegal, DN-II Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota Ny. Uwit Putu Krisna bersama jajaran pengurus Bhayangkari melaksanakan kunjungan ke sejumlah pos pelayanan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kota Tegal, Selasa (23/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moril kepada personel kepolisian dan petugas gabungan yang tengah melaksanakan tugas dalam rangka Operasi Lilin Candi 2025.
Adapun pos pelayanan yang menjadi sasaran kunjungan di antaranya Posyan Taman Pancasila, Posyan Terpadu Jalan Dr. Sutomo, Posyan Maya, serta Posyan Terminal Kota Tegal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota bersama rombongan turut menyerahkan tali asih berupa bingkisan kepada para personel yang bertugas di masing-masing pos pelayanan. Pemberian bingkisan tersebut diharapkan dapat menambah semangat para petugas dalam menjalankan tugas pengamanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Ny. Uwit Putu Krisna menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Bhayangkari terhadap anggota Polri yang tetap siaga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Operasi Lilin Candi 2025 berlangsung. 
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar para personel tetap semangat serta dapat menjalankan tugas dengan optimal,” ujarnya.
Ia juga berharap, seluruh petugas pengamanan dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kota Tegal dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K. mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Bhayangkari Cabang Tegal Kota kepada para personel yang bertugas di lapangan.
Dengan adanya sinergi dan dukungan tersebut, diharapkan pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru. ( S. Bimantoro )
BREBES, DN-II Meningkatnya kesadaran masyarakat akan konsumsi es yang higienis menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha di wilayah Tegal, Slawi, dan Brebes. Peluang ini ditangkap dengan jeli oleh Muhammad Saifuddin Kurniawan, penanggung jawab pabrik es kristal milik pengusaha muda asal Brebes, (24/12/2025).
Meski baru beroperasi kurang lebih satu tahun, bisnis ice tube (es kristal) ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Dengan dukungan teknologi mesin mutakhir asal Tiongkok, pabrik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar skala besar.
”Kapasitas mesin kami sebenarnya mampu mencapai 20 ton. Namun, untuk saat ini realisasi produksi harian kami optimalkan di angka 14 hingga 15 ton per hari,” ungkap Saifuddin saat ditemui di lokasi usaha.
Kualitas Unggul: Teknologi RO dan Mata Air Pegunungan
Dalam bisnis konsumsi, kualitas air adalah penentu utama kepercayaan pelanggan. Saifuddin menegaskan bahwa produknya melalui proses filtrasi yang ketat. Pabrik ini menggunakan sistem pengolahan air Reverse Osmosis (RO) atau penyulingan untuk menjamin hasil es yang jernih, bersih, dan aman dikonsumsi.
”Kami sangat menjaga kualitas. Selain sistem RO, kami juga menggunakan sumber air pegunungan untuk memastikan kristal es yang dihasilkan benar-benar berkualitas tinggi dan sesuai standar kesehatan,” tambahnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pemberdayaan Lokal dan Operasional 24 Jam
Tingginya permintaan pasar menuntut pabrik untuk terus berdenyut tanpa henti. Guna menjaga ketersediaan stok, Saifuddin menerapkan sistem operasional 24 jam yang terbagi dalam tiga shift kerja. Menariknya, seluruh tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal sekitar.
”Kami mempekerjakan enam orang di bagian produksi, di mana setiap shift diisi oleh dua personel. Selain itu, kami juga didukung oleh tim distribusi yang terdiri dari dua sopir khusus agar pengiriman ke pelanggan tetap tepat waktu,” jelas Saifuddin.
Jangkauan Distribusi yang Luas
Saat ini, distribusi es kristal milik mereka telah merambah luas ke wilayah Tegal, Slawi, hingga pelosok Brebes. Dengan armada distribusi mandiri, Saifuddin menjamin rantai pasokan ke warung, kafe, hingga restoran tetap terjaga.
”Sejauh ini kendala teknis hampir minim dan distribusi berjalan sangat lancar. Kami optimis usaha ini akan terus berkembang, dan ke depannya kami berharap bisa menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh,” pungkasnya.
Red
Tegal, DN-II Kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat kembali dirasakan secara nyata dalam rangka Operasi Lilin Candi 2025. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Ibu Sri Wahyuni, warga asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung, yang mengalami kendala saat melakukan perjalanan menuju Kota Yogyakarta untuk menghadiri wisuda putrinya, Senin 22 Desember 2025.
Dalam perjalanannya melintasi Tol Brebes–Yogyakarta, kendaraan yang ditumpangi Ibu Sri Wahyuni mengalami gangguan berupa overheat radiator hingga menyebabkan kondisi mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan. Di tengah situasi tersebut, Ibu Sri Wahyuni tetap berupaya melanjutkan perjalanan dengan menitipkan anaknya kepada seorang teman agar dapat tetap menghadiri momen penting keluarga.
Kendala kembali muncul ketika sebagian barang bawaan tidak dapat dibawa karena kelebihan muatan. Dalam kondisi tersebut, petugas Polri yang bertugas dalam Operasi Lilin Candi 2025 di Pos Rest Area KM 275A Tegal dengan sigap dan humanis memberikan bantuan dengan memfasilitasi penitipan barang milik Ibu Sri Wahyuni.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Polri. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya. Saya benar-benar merasakan kehadiran Polri yang membantu masyarakat di saat membutuhkan,” ungkap Ibu Sri Wahyuni.
Ia juga menyampaikan apresiasi serta doa agar Polri terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Semoga ke depannya Polri selalu terdepan di mata rakyat,” tuturnya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kisah ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam Operasi Lilin Candi 2025 untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi para pengguna jalan selama masa pengamanan Natal dan Tahun Baru, guna menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif. ( S. Bimantoro )
Tegal, DN-II Anggota komisi XI DPR RI Dr.Ir. Harris Turino Kurniawan.,M.Si., M.M mengingatkan kalangan remaja seperti GenZ dan Milenial untuk membangun pertemanan yang sehat di era digital serta tidak mudah terpengaruh hal negatif yang dapat merusak karakter maupun kehidupan berbangsa.
Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di SMK Ma’arif NU Talang , Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025) siang. Harris Turino mengatakan pemahaman dari semua nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika itu sebuah fondasi penting bagi remaja dalam menghadapi dinamika pergaulan seperti konten atau berita di media sosial.
“penting dan dapat kita pahami bahwa kebhinekaan Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, nilai toleransi dan saling menghargai harus dikembangkan.Karena nilai inilah yang membantu anak remaja atau kalangan GenZ dan milenial guna membangun circle jejaring pertemanan yang kuat dan positif,” kata HT sapaan akrab anggota komisi XI DPR RI.
Harris, cepatnya perkembangan kemajuan dunia digitalisasi jangan sampai membuat kalangan remaja meninggalkan nilai Pancasila. Oleh karena itu, Legislator PDIP Dapil IX Jawa Tengah, pembelajaran digitalisasi dan etika berkomunikasi dengan memilih pertemanan yang baik menjadi salah satu cara membangun karakter keharmonisan sosial.
Harapanya, kalian sebagai generasi emas Indonesia harus benar memanfaatkan ruang digitalisasi, menjaga integritas dalam sebuah pergaulan. “dan menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai panutan kehidupan bernegara serta selalu menjaga kerukunan antar umat,suku dan agama,” pungkasnya. ( S. Bimantoro )
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
