Beranda » Tegal » Halaman 26

Tegal

Tegal, DN-II Pengamat politik dan hukum, Surono, Jumat 9 Januari 2026 menyampaikan kritik tajam terhadap kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus dugaan suap yang menyeret nama Shanty Alda. Sorono menilai KPK terkesan mengulur waktu meski sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung (MA).

Dalam keterangannya, Sorono mendesak agar kasus yang melibatkan mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK), ini segera dibuka kembali secara transparan. Ia juga menyoroti adanya dugaan keterkaitan Shanty Alda dengan praktik tambang ilegal yang saat ini tengah dibidik oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kita sudah jenuh melihat KPK yang mengulur-ulur terus. Mengapa kasus Shanty Alda tidak dibuka kembali? Padahal sudah jelas ada keputusan Mahkamah Agung. Jika KPK tidak menindak, kami siap melakukan aksi demo besar-besaran,” ujar Sorono dalam sesi wawancara, Jumat (9/1/2026).

Sorono membandingkan penegakan hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Ia merujuk pada kasus seorang kakek di Situbondo yang divonis berat hanya karena mencari makan, sementara kasus korupsi besar cenderung jalan di tempat.

“Saya meminta kepada pimpinan KPK dan Presiden Prabowo untuk bersikap tegas. Pak Presiden sudah bekerja bagus, tapi akan lebih baik lagi jika kasus Shanty Alda dituntaskan dan yang bersangkutan segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berita Opini Analisis (Features)

Sorono: ” Jangan Ada Tebang Pilih dalam Kasus Shanty Alda, Hukum Harus Adil! ”

Prahara hukum seputar dugaan suap tambang ilegal kembali mencuat. Pengamat hukum, Surono, secara terbuka menyentil ketidakadilan hukum yang terjadi di Indonesia. Fokus utamanya adalah dugaan keterlibatan Shanty Alda dalam kasus suap mantan Gubernur Abdul Gani Kasuba.

Surono mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang baru-baru ini melakukan penggeledahan di Kementerian Kehutanan dan ESDM terkait tambang ilegal. Namun, ia mempertanyakan mengapa Shanty Alda seolah tak tersentuh oleh KPK.

“Hukum jangan tebang pilih. Rakyat kecil yang salah sedikit langsung ditangkap, tapi kenapa yang besar seperti ini tidak diselesaikan? Keputusan MA sudah ada, cari Shanty Alda, buka kembali kasusnya,” kata Surono.

Ia juga menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar memberikan perhatian khusus pada kasus ini guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di era pemerintahan yang baru.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Dalam rangka meningkatkan pemahaman jajaran terhadap pembaruan hukum pidana nasional, Polres Tegal mengikuti kegiatan zoom meeting terkait KUHP dan KUHAP terbaru yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si., Selasa (6/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.35 hingga 13.20 WIB tersebut dilaksanakan di ruang rapat Satresnarkoba Polres Tegal dan diikuti oleh Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Luis Beltram, S.T.K., S.I.I., M.H., Kasat Narkoba AKP Indra Irnawan Liarafa, S.H., M.H., serta perwakilan personel Satreskrim dan Satresnarkoba Polres Tegal.

Dalam arahannya, Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si. menekankan pentingnya peran aktif seluruh jajaran kepolisian dalam memberikan masukan terhadap implementasi KUHP dan KUHAP terbaru, sekaligus menjadikan format-format terbaru tersebut sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas penyelidikan dan penyidikan.

“Kami berharap jajaran reserse dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi, memberikan masukan, serta siap mempertanggungjawabkan setiap penanganan perkara secara profesional dan transparan,” ungkap Kabareskrim Polri.

Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin dalam paparannya menjelaskan bahwa pembaruan KUHP merupakan bagian dari perjalanan panjang reformasi hukum pidana Indonesia, yang ditandai dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pembaruan ini tidak sekadar mengganti hukum warisan kolonial, namun menjadi langkah strategis untuk mewujudkan sistem hukum yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan keadilan sosial.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia juga memaparkan tiga pilar pendekatan pemidanaan modern yang diusung dalam KUHP baru, yakni korektif, rehabilitatif, dan restoratif, yang menitikberatkan pada perbaikan perilaku pelaku, pemulihan korban, serta keadilan yang berimbang bagi semua pihak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Polres Tegal semakin siap dan adaptif dalam menyikapi perubahan regulasi hukum pidana, sehingga pelaksanaan tugas penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, berkeadilan, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. ( S. Bimantoro ,)

TEGAL, DN-II Transparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 di Desa Kedungsukun, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, tengah menjadi sorotan tajam. (8/1/2026).

Pasalnya, sejumlah warga mulai mempertanyakan kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) yang mengalihkan porsi besar dana desa untuk proyek “Koperasi Merah Putih” di tengah kondisi infrastruktur desa yang memprihatinkan.

Berdasarkan keterangan dari Kaur Perencanaan Desa Kedungsukun, Bambang, sejumlah proyek vital seperti pembangunan jalan dan perbaikan fasilitas umum yang semula menjadi prioritas kini justru “jalan di tempat”. Fokus pendanaan secara masif dialihkan untuk pembangunan kantor Koperasi Merah Putih dengan nilai yang fantastis.

Alokasi Anggaran Dinilai Tidak Lazim

Keresahan warga dipicu oleh besarnya nilai proyek tersebut yang mencapai kisaran Rp600 juta. Salah satu staf desa yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya gejolak di masyarakat terkait rincian anggaran yang dianggap tidak proporsional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Warga heran melihat rincian anggaran tersebut. Sebenarnya pos pemberdayaan dianggarkan sekitar Rp700 juta, namun hampir seluruhnya terserap untuk agenda Merah Putih ini,” ungkap sumber tersebut.

Dampak dari pengalihan anggaran ini sangat terasa. Hampir seluruh kegiatan rutin dan pembangunan fisik lainnya di desa terhenti total demi mendanai satu proyek gedung koperasi tersebut.

Urgensi Proyek Masih Menjadi Misteri

Hingga berita ini diturunkan, fungsi utama dan urgensi dari pembangunan “Koperasi Merah Putih” yang disebut-sebut dilaksanakan secara serentak tersebut masih belum jelas. Ketidakterbukaan informasi mengenai rincian operasional dan dasar hukum pengalihan dana ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.

Masyarakat menyayangkan kebijakan ini karena dianggap mengabaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang telah disepakati sebelumnya melalui musyawarah desa (Musdes).

Pihak Pemerintah Desa Kedungsukun maupun otoritas terkait di tingkat kecamatan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai payung hukum dan alasan logis di balik pengalihan anggaran besar-besaran ini.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

 

TEGAL, DN-II Sektor pendidikan di Kota Tegal menunjukkan performa gemilang di awal tahun 2026. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2025, angka Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di “Kota Bahari” ini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah, bahkan melampaui target visi pembangunan yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dewi Umaroh, dalam keterangannya pada Selasa (6/1/2026), mengungkapkan bahwa kualitas capaian pendidikan di wilayahnya mengalami lonjakan signifikan. Hal ini tercermin dari angka indikator pendidikan yang kini menyentuh angka 13 poin lebih untuk RLS.

“Capaian kita sangat positif, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi se-Jawa Tengah. Angka ini sudah melampaui target visi yang kita canangkan,” ujar Dewi saat memaparkan hasil evaluasi data BPS tersebut.

Pergeseran Kualitas Lulusan ke Jenjang Pendidikan Tinggi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Peningkatan indikator ini menjadi sinyal kuat adanya pergeseran tingkat pendidikan di masyarakat. Jika sebelumnya rata-rata pendidikan masyarakat didominasi lulusan tingkat dasar, kini tren tersebut bergeser ke arah pendidikan tinggi.

“Melihat angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) saat ini, masyarakat kita secara rata-rata telah menempuh pendidikan setara Diploma 3 (D3) atau setidaknya semester tiga perguruan tinggi. Ini adalah lompatan luar biasa bagi sumber daya manusia di Kota Tegal,” tambahnya.

Mitigasi Kendala Sarana dan Tantangan Cuaca

Meski mencatatkan angka yang impresif, Pemerintah Kota Tegal tetap memberikan perhatian pada tantangan klasik, terutama terkait pemeliharaan fisik bangunan sekolah. Saat ini, Kota Tegal mengelola 139 SD (negeri dan swasta) serta 34 SMP, dengan 19 di antaranya merupakan SMP Negeri.

Selain aspek infrastruktur, tantangan alam seperti banjir juga menjadi perhatian serius. Namun, Dewi menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat dalam melakukan mitigasi agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu.

“Faktor cuaca seperti banjir tentu berpengaruh, namun penanganannya selalu menjadi prioritas. Seperti kejadian baru-baru ini yang bertepatan dengan masa libur, tim langsung bergerak melakukan pemompaan. Saat ini kondisi sekolah sudah kembali kering dan siap digunakan untuk menyambut siswa,” jelasnya.

Pesan Integritas untuk Tenaga Pendidik

Menutup keterangannya, Dewi Umaroh berpesan kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP di Kota Tegal untuk menjaga semangat juang dan integritas dalam mendidik. Inklusivitas pendidikan menjadi poin utama yang ia tekankan.

“Saya berharap para kepala sekolah tetap semangat memajukan pendidikan dalam kondisi apa pun, baik menghadapi tantangan sarana prasarana maupun keberagaman latar belakang siswa. Tidak boleh ada diskriminasi dalam bentuk apa pun. Tujuan utama kita tetap satu: mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Reporter: Teguh

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

TEGAL, DN-II Singkong kering atau yang populer disebut gaplek tetap menjadi primadona dalam sektor pakan ternak nasional. Di sebuah sudut kota Tegal, gudang distribusi yang dikelola oleh Pak Ilo memegang peran strategis sebagai jembatan logistik yang menghubungkan hasil bumi Gunung Kidul dengan kebutuhan industri peternakan di Cikampek.

Dari Gunung Kidul Menuju Kandang Cikampek

Bahan baku gaplek ini didatangkan langsung dari lahan-lahan subur di Gunung Kidul, Yogyakarta. Meski terlihat tradisional, proses pengolahannya menuntut ketelatenan tinggi untuk menjaga kualitas nutrisi.

“Prosesnya dimulai dari pengupasan atau istilahnya dikocek, kemudian singkong dijemur di bawah sinar matahari hingga mengering sempurna menjadi gaplek sebelum akhirnya dikirim ke sini,” ujar Pak Ilo, Kepala Gudang, saat ditemui di lokasi operasional pada Selasa (6/1/2026).

Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tidak hanya sekadar tempat transit, operasional gudang ini juga menjadi penggerak ekonomi warga sekitar. Saat ini, Pak Ilo mempekerjakan 12 orang tenaga kerja yang terdiri dari 7 pekerja wanita dan 5 pekerja laki-laki.

Mengenai volume operasional, Pak Ilo menjelaskan bahwa kapasitas pengemasan harian bersifat fluktuatif mengikuti dinamika permintaan pasar. Namun, pada masa puncak permintaan, produktivitas gudang ini meningkat tajam.

“Kapasitas tidak menentu, tergantung permintaan. Tapi kalau sedang ramai, kami bisa mengemas hingga 5 ton per hari,” tambah Pak Ilo.

Bahan Baku Utama Penggemukan Sapi

Gaplek yang telah dikemas kemudian diberangkatkan menuju wilayah Cikampek untuk diproses lebih lanjut. Di sana, gaplek akan diserut dan diolah menjadi komponen utama pakan ternak. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada singkong kering menjadikannya pilihan favorit peternak untuk mempercepat proses penggemukan sapi.

Meski enggan merinci harga pasar karena sifat komoditas yang fluktuatif, Pak Ilo memastikan bahwa rantai pasok dari Jawa Tengah ke Jawa Barat ini tetap stabil guna mendukung ketahanan pangan di sektor peternakan.

Ringkasan Operasional Gudang.

Aspek Keterangan
Pengelola Pak Ilo (Kepala Gudang)
Asal Bahan Baku Gunung Kidul, Yogyakarta
Tujuan Distribusi Cikampek, Jawa Barat
Kapasitas Maksimal ± 5 Ton per Hari (Musim Ramai)
Tenaga Kerja 12 Orang (7 Wanita, 5 Pria)
Kegunaan Produk Bahan baku utama pakan penggemukan sapi.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Aktivitas perbaikan dan pemeliharaan kapal di galangan Tegal Shipyard Utama (TSU) mulai menunjukkan peningkatan signifikan memasuki awal tahun 2025. Galangan yang berlokasi di pesisir Tegal ini melaporkan bahwa kuota antrean untuk proses docking (naik dok) telah terisi penuh hingga bulan Februari mendatang. (6/1/2026).

Staf Administrasi TSU, Mudi, menjelaskan bahwa galangan seluas 4.000 meter persegi tersebut saat ini difokuskan untuk melayani kapal-kapal dengan kapasitas hingga 20 Gross Tonnage (GT). Dengan kapasitas lahan yang ada, TSU mampu menampung dua kapal secara bersamaan dalam satu periode pengerjaan.

“Dalam satu bulan, rata-rata kami bisa menyelesaikan pengerjaan dua kapal. Saat ini, untuk bulan Februari saja bloknya sudah penuh dipesan oleh para pemilik kapal,” ujar Mudi saat ditemui di lokasi galangan.

Persiapan Menjelang Musim Melaut

Tercatat hingga awal Januari 2025, sudah ada sembilan kapal yang masuk dalam daftar tunggu. Mudi menambahkan bahwa tren peningkatan pendaftaran ini biasanya dipicu oleh persiapan para pemilik kapal menjelang masa operasional tertentu.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Rata-rata ini kapal persiapan untuk musim setelah puasa. Langganan tetap kami seperti armada milik Pak Toni, Pak Anto, hingga Haji Tambari sudah mendaftarkan kapal-kapal mereka untuk segera naik dok,” lanjutnya.

Sistem Operasional dan Layanan

Mengenai sistem biaya, TSU menerapkan tarif harian per kapal selama proses sandar di dok. Namun, untuk pengerjaan teknis seperti pengelasan dan pengecatan, galangan ini menggunakan sistem kolaborasi dengan tenaga ahli spesialis.

“Tugas kami di sini adalah mengelola pendaftaran serta proses naik-turunnya kapal. Untuk pengerjaan teknis seperti las, pengecatan, hingga perbaikan mesin, ada tim khusus sendiri yang standari di area dok,” jelas Mudi.

Estafet Kepemimpinan

Tegal Shipyard Utama merupakan galangan kapal yang memiliki sejarah panjang di Tegal, yang didirikan oleh almarhum Warjo, yang dikenal luas sebagai tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota dewan setempat. Saat ini, tongkat estafet kepemimpinan TSU diteruskan oleh putranya, Holid, guna memastikan keberlangsungan layanan bagi para nelayan dan pengusaha kapal di wilayah Tegal dan sekitarnya.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) menggunakan Meski menghadapi tantangan cuaca dan persaingan ketat, sektor pariwisata di Kota Bahari menunjukkan tren positif dengan kenaikan pendapatan yang stabil. (6/1/2026).

Realisasi dan Target Pendapatan

Ikrar Yuswan Effendi kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal mengatakan Hingga akhir periode 2025, Disporapar mencatat realisasi pendapatan mencapai 86% dari total target sebesar Rp7,8 miliar. Angka ini bersumber dari sejumlah aset strategis yang dikelola sesuai Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Aset-aset tersebut meliputi:
Pantai Alam Indah (PAI)
Hutan Kota Selangkah
Waroeng Digdjie
Kawasan Yos Sudarso
Bumi Perkemahan

“Untuk tahun 2026, kami menetapkan target yang sama, yakni di angka Rp7,8 miliar. Kami optimis bisa mencapainya dengan evaluasi dari capaian tahun sebelumnya,” ujar perwakilan Disporapar dalam keterangannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tren Positif PAI di Kancah Jawa Tengah

Salah satu primadona wisata Kota Tegal, Pantai Alam Indah (PAI), menunjukkan prestasi gemilang dengan menduduki peringkat ke-7 sebagai objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Tengah.

Dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau sebesar Rp10.000—dibandingkan destinasi lain seperti Guci yang mencapai Rp20.000—PAI berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan. Pada tahun 2024, total pendapatan PAI mencapai Rp6,7 miliar, naik sekitar Rp200 juta dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka Rp6,5 miliar.

Tantangan Alam dan Kompetisi

Meski tren pendapatan naik, Disporapar mengakui adanya sejumlah kendala lapangan. Faktor cuaca, terutama hujan dan mendung saat momentum Nataru (Natal dan Tahun Baru), menjadi penghambat utama pencapaian target 100%.

Selain itu, masalah banjir rob masih menjadi pekerjaan rumah. “Saat rob datang, jalur jogging track di PAI sering tergenang, hal ini tentu memengaruhi kenyamanan pengunjung,” tambahnya.

Dari sisi kompetisi, dibukanya kembali objek wisata Purwahamba Indah (Pur-In) setelah renovasi juga memberikan pengaruh pada pembagian jumlah pengunjung. Namun, pihak Disporapar melihat hal ini secara positif sebagai penguat ekosistem wisata regional.

Strategi “Banjir Event”

Guna menyiasati tantangan tersebut, Disporapar menerapkan strategi peningkatan volume pengunjung melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas.

“Strategi kami adalah memperbanyak event. Kami memberikan keringanan sewa lahan bagi komunitas, mulai dari konser musik, lomba burung, hingga komunitas Vespa. Fokus kami adalah volume pengunjung yang masuk, sehingga retribusi tiket tetap terjaga,” jelasnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan strategi ini, pemerintah kota berharap sektor pariwisata tidak hanya menjadi penyumbang PAD, tetapi juga menjadi pusat ekonomi kreatif yang menghidupkan pelaku usaha di sekitar aset wisata.

Reporter: Teguh

KOTA TEGAL, DN-II Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq, mengunjungi SMP Al Irsyad Kota Tegal pada hari pertama masuk sekolah, Senin (5/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan pembelajaran perdana sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendikdasmen didampingi oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Sekretaris Daerah Kota Tegal Agus Dwi Sulistyantono, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Dewi Umaroh.

Fajar Riza Ul Haq bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan upacara bendera yang digelar di halaman SMP Al Irsyad. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa hari pertama masuk sekolah merupakan momen penting dan penuh kegembiraan bagi peserta didik setelah melewati masa libur.

“Hari pertama masuk sekolah adalah hari yang menggembirakan setelah sekian lama libur. Ini menjadi awal yang baik untuk kembali belajar dengan semangat baru,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa memegang teguh nasihat orang tua dan guru dalam menempuh pendidikan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Anak-anak semua, pedomanilah pesan dari orang tua dan guru. Dari situlah karakter dan masa depan kalian dibentuk,” pesan Fajar.

Lebih lanjut, Wamendikdasmen menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan menyenangkan, serta menolak segala bentuk perundungan.

“Kami tidak mentolerir bullying dalam bentuk apa pun, baik verbal maupun fisik. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menggembirakan,” tegasnya.

Menurutnya, sekolah harus menjadi rumah kedua bagi peserta didik.

“Sekolah adalah rumah kedua yang harus nyaman, aman, dan membahagiakan sesuai peran masing-masing. Dari sinilah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa,” lanjutnya.

Selain itu, Fajar Riza Ul Haq memberikan motivasi kepada para siswa agar mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.

“Adik-adik inilah yang kelak akan menggantikan kami. Bersiaplah menjadi pemimpin, di mana pun kalian berada,” tuturnya.

Usai upacara, Wamendikdasmen meninjau langsung proses pembelajaran di kelas yang telah menggunakan Interactive Flat Panel (IFP). Ia menyaksikan metode pembelajaran interaktif serta berdialog dengan para siswa mengenai pengalaman mereka belajar menggunakan teknologi tersebut.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling ke beberapa kelas untuk berinteraksi langsung dengan siswa-siswi SMP Al Irsyad Kota Tegal, sekaligus memastikan kegiatan belajar mengajar di hari pertama berjalan dengan baik dan kondusif.(* S. Bimantoro )

TEGAL, DN-II Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tegal memperketat pengamanan objek vital pelabuhan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional di wilayah perairan Tegal hingga Brebes.

Koordinator Wilayah Keselamatan Berlayar dan Penjagaan Patroli KSOP Tegal, Dwi Yudha M., menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan khusus ini berlangsung mulai 18 Desember hingga 5 Januari. Fokus utama kegiatan meliputi patroli bersama dan pengawasan intensif terhadap kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Timur Pelindo.

Antisipasi Kebakaran Jadi Prioritas

Belajar dari insiden tahun sebelumnya, pihak KSOP tahun ini memberikan perhatian khusus pada pencegahan kebakaran kapal. Salah satu aturan ketat yang diberlakukan adalah larangan aktivitas pengelasan di atas kapal saat sedang bersandar di pelabuhan.

“Pengelasan hanya diperbolehkan di area docking atau galangan. Jika kapal sedang sandar di pelabuhan, aktivitas tersebut sangat dilarang untuk menghindari risiko kebakaran,” ujar Dwi Yudha saat memberikan keterangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain pengawasan teknis, KSOP juga telah mengeluarkan surat edaran kepada para pemilik kapal. Mereka diminta untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) dengan memastikan adanya penjaga malam di setiap kapal guna memantau kondisi keamanan secara terus-menerus.

Kapasitas Pelabuhan dan Dominasi Kapal Ikan

Meskipun Pelabuhan Timur Pelindo secara operasional difokuskan untuk kapal niaga, saat ini area tersebut justru didominasi oleh kapal-kapal ikan. Hal ini terjadi karena kapasitas di Pelabuhan Jongor milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah melebihi daya tampung.

“Kapasitas labuh di sini sebenarnya sekitar 100 hingga 150 kapal. Karena di Jongor sudah tidak muat, banyak kapal ikan yang akhirnya menyewa tempat di sini,” jelasnya. Senin, (5/1/2026).

Meskipun saat ini tidak ada aktivitas bongkar muat untuk kapal niaga, kehadiran kapal-kapal ikan yang menyewa lahan sandar tersebut tetap memberikan kontribusi bagi pendapatan melalui skema sewa lahan yang berlaku.

Pihak KSOP Tegal memastikan akan terus melakukan kontrol dan koordinasi dengan instansi terkait agar situasi di objek vital pelabuhan tetap kondusif hingga berakhirnya masa libur awal tahun.

Reporter: Teguh

TEGAL, DN-II Pengelolaan fasilitas tambat kapal bagi nelayan di wilayah kerja PT Pelindo (Persero) Regional Tegal menyimpan tantangan tersendiri. Meski melayani ribuan kapal setiap tahunnya, pendapatan yang dihasilkan dari sektor ini ternyata belum mampu menutupi biaya operasional, bahkan cenderung mengalami kerugian. (5/1/2025).

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan Pelindo Tegal, Tri Sugiyatno, saat memberikan penjelasan mengenai prosedur dan mekanisme tambat labuh di wilayah Pelindo baru-baru ini.

Mekanisme Sewa Berdasarkan Tonase

Tri menjelaskan bahwa sebagai penyedia fasilitas, Pelindo menerapkan tarif sewa lahan atau tambatan yang disesuaikan dengan ukuran kapal atau Gross Tonnage (GT) serta durasi sandar.

“Syaratnya cukup melapor. Karena Pelindo adalah penyedia fasilitas, maka dikenakan biaya sewa. Besaran tarifnya sesuai GT dan lama sandar kapal,” ujar Tri. Sebagai gambaran, ia menyebutkan bahwa untuk kapal berukuran 30 GT, biaya paket yang dikenakan sekitar Rp500.000 untuk durasi 7 hari.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Keamanan Kapal: Tanggung Jawab Siapa?

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait risiko kebakaran kapal yang sempat terjadi, Tri menekankan pentingnya kehadiran Anak Buah Kapal (ABK) yang berjaga selama kapal bersandar. Ia menyayangkan kebiasaan beberapa pemilik kapal nelayan yang meninggalkan kapal dalam kondisi kosong tanpa pengawasan.

“Idealnya, di mana pun kapal berada harus ada orang yang berjaga. Seringkali kunci ditinggal begitu saja. Kalau terjadi apa-apa, orang yang tidak paham pelabuhan cenderung menyalahkan pengelola, padahal standar keamanannya harus ada ABK yang stand by,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kewenangan Pelindo terbatas pada penyediaan jasa fasilitas. Adapun urusan kelaikan laut dan administrasi surat-menyurat merupakan otoritas dari pihak KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).

Operasional yang Merugi

Meski mencatat sekitar 1.000 kunjungan kapal per tahun, dengan rata-rata 100-an kapal nelayan yang sandar secara rutin, pendapatan dari sektor ini di Tegal diklaim belum menguntungkan.

Tri mengungkapkan bahwa sumber pendapatan utama Pelindo sebenarnya berasal dari aktivitas bongkar muat barang, yang sayangnya sudah vakum selama tujuh tahun terakhir di Pelabuhan Tegal.

“Sebenarnya kalau di Tegal ini hitungannya rugi karena kapalnya kecil-kecil. Pendapatan terbesar itu harusnya dari bongkar muat, tapi di sini sudah tidak ada kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Lahan dan Kontribusi Daerah

Selain masalah operasional pelabuhan, Tri juga menyinggung status lahan Pelindo yang saat ini banyak digunakan untuk kepentingan publik dan disewa oleh pemerintah daerah, salah satunya kawasan Pantai Alam Indah (PAI).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Berdasarkan perjanjian, lahan PAI disewa oleh Pemerintah Kota Tegal hingga tahun 2028. Tri menekankan bahwa selama lahan tersebut digunakan untuk kepentingan pemerintah dan tidak bersifat komersial, maka tidak ada beban biaya. Namun, jika lahan tersebut dikomersialkan, maka wajib memberikan kontribusi kepada negara.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page