Beranda » Tegal » Halaman 7

Tegal

Tegal, DN-II Di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, jajaran Polres Tegal Kota melaksanakan penyembelihan hewan qurban di Masjid Darul Faizin, kompleks Aspol Jalan KS Tubun, Kota Tegal, Rabu (27/5/2026).

Penyerahan hewan qurban dilakukan usai pelaksanaan Sholat Idul Adha oleh Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya kepada pengurus masjid dan panitia qurban.

Hewan qurban yang disalurkan terdiri dari dua ekor sapi dan 11 ekor kambing yang kemudian disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta warga yang berhak menerima.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menegaskan bahwa Idul Adha merupakan momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Idul Adha menjadi momentum semangat kebersamaan, kasih sayang dan solidaritas. Kita diingatkan tentang pentingnya keikhlasan dan pengorbanan sebagai hamba Allah SWT,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ia menekankan nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai pelajaran tentang keimanan dan ketaatan kepada perintah Tuhan.

“Peristiwa Nabi Ibrahim menunjukkan kebesaran hati dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ini menginspirasi kita menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya dalam ritual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Kapolres juga menyebut makna qurban tidak sebatas penyembelihan hewan, melainkan wujud kepedulian sosial yang lebih luas.

“Pengorbanan bukan hanya soal hewan qurban, tetapi juga waktu, tenaga, dan harta untuk kebersamaan. Membantu yang membutuhkan, memberi perhatian kepada yang terpinggirkan, dan mendukung yang lemah,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar. ( S. Bimantoro )

Kota Tegal, DN-II Suasana malam takbiran Idul Adha di Kota Tegal berlangsung semarak dan kondusif, Selasa (26/5/2026) malam.

Untuk menjaga keamanan selama rangkaian perayaan berlangsung, Polres Tegal Kota menerjunkan sedikitnya 350 personel yang disiagakan di sejumlah titik pengamanan dan pusat aktivitas masyarakat.

Pengamanan diawali apel kesiapan personel sebelum petugas disebar ke sejumlah simpang jalan, pusat keramaian, hingga kawasan permukiman warga. Selain mengantisipasi kepadatan aktivitas masyarakat dan takbir keliling, patroli juga difokuskan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif sepanjang malam Idul Adha.

Sementara jajaran Satbinmas bersama para Bhabinkamtibmas bergerak langsung ke wilayah kelurahan untuk memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat.

Kepala Bagian Operasi Polres Tegal Kota Kompol Nur Cholis mengatakan pengamanan dilakukan menyeluruh, mulai malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga monitoring penyembelihan dan distribusi hewan kurban.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan rangkaian Idul Adha dengan aman dan nyaman. Jadi bukan hanya malam takbiran, besok pelaksanaan Salat Id sampai kegiatan kurban juga menjadi perhatian pengamanan,” kata Nur Cholis.

Ia menegaskan, pola pengamanan tahun ini lebih mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis di lapangan. Kehadiran polisi, kata dia, diharapkan mampu memberi rasa aman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban masyarakat.

“Yang kami jaga bukan hanya situasi keamanan, tapi juga kenyamanan masyarakat saat beribadah dan merayakan Idul Adha bersama keluarga,” ujarnya.

Selain masjid dan jalur keramaian, pengamanan juga difokuskan di sejumlah lokasi pelaksanaan Salat Id di Kota Tegal. Salah satu titik utama berada di Masjid Agung Kota Tegal yang dijadwalkan dihadiri Wali Kota bersama unsur Forkopimda.

Hingga malam takbiran berlangsung, situasi di sejumlah wilayah Kota Tegal terpantau aman, lancar, dan kondusif. ( S. Bimantoro )

BREBES, DN-II Menjelang tahun ajaran baru, persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dimatangkan oleh sejumlah satuan pendidikan. MAN 2 Kabupaten Tegal menjadi salah satu sekolah yang tengah bersiap menampung ratusan lulusan tingkat pertama melalui jalur zonasi, dengan kombinasi sistem pendaftaran daring (online) dan luring (offline), Selasa (26/5/2026).

Pada PPDB tahun ini, pihak sekolah menargetkan dapat menjaring sebanyak 272 siswa baru. Kuota tersebut nantinya akan dibagi ke dalam 8 rombongan belajar (rombel), dengan kapasitas maksimal 34 siswa per kelas.

Humas MAN 2 Kabupaten Tegal, Muhammad Ali, membenarkan kalkulasi kuota tersebut. Menurutnya, daya tampung tahun ini diproyeksikan seimbang dengan jumlah siswa kelas XII yang baru saja dinyatakan lulus.

“Untuk tahun ini targetnya 8 rombel, dengan kapasitas maksimal 34 siswa per kelas. Jadi totalnya sekitar 272 orang. Jumlah ini berbanding lurus dengan angka kelulusan tahun ini yang mencapai kisaran 250-an siswa,” ujar Muhammad Ali saat memberikan keterangan.

Mekanisme Pendaftaran dan Syarat Dokumen

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Untuk memperjelas teknis pelaksanaan di lapangan, perwakilan pihak sekolah, Linda Handaru, memaparkan bahwa pihaknya menerapkan sistem zonasi guna memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili di sekitar lingkungan madrasah.

Beberapa sekolah yang menjadi sasaran utama serapan lulusan di antaranya berasal dari SMPN 2 Songgom (Brebes) serta sejumlah Madrasah Tsanawiyah (MTs) terdekat yang berbatasan langsung dengan wilayah Tegal.

“Untuk sistemnya kami pakai zonasi, sementara mekanismenya bisa diakses melalui jalur online maupun datang langsung secara offline ke sekolah,” jelas Linda Handaru saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, Linda merinci sejumlah persyaratan administrasi kelengkapan berkas yang harus disiapkan oleh para calon pendaftar, antara lain:

Surat Keterangan Lulus (SKL) asli.

Fotokopi Ijazah (jika sudah diterbitkan).

Fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Pasfoto terbaru ukuran 3×4.

Bebas Uang Gedung dan Harapan Pihak Sekolah

Ketika dikonfirmasi mengenai komponen biaya, Linda menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk meringankan beban orang tua wali murid. Pihak madrasah memastikan tidak menarik pungutan untuk uang gedung maupun biaya bulanan (SPP).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Uang gedung tidak ada, per bulan (SPP) juga tidak ada. Yang ada hanya untuk keperluan baju seragam,” tegasnya.

Melalui persiapan PPDB yang matang ini, pihak sekolah berharap proses transisi pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.

“Harapannya mudah-mudahan khususnya untuk siswa di wilayah sekitar sini, seperti dari SMPN 2 Songgom dan sekitarnya, banyak yang masuk dan mendaftar ke sini,” pungkas Linda.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

Tegal , DN-II Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dari ancaman abrasi terus digalakkan. Salah satunya melalui aksi Penanaman Mangrove Serentak Tahun 2026 yang digelar di kawasan Pantai Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Senin (25/05/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari program nasional yang diprakarsai oleh TNI. Aksi nyata ini menjadi bentuk bakti untuk negeri sekaligus langkah konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Indonesia.

Aksi lingkungan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tegal, Ishack Maulana Rohman, S.H., Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han., serta Danlanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman. Turut hadir jajaran Forkopimda, Forkopimcam Warureja, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0712/Tegal, dan warga setempat.

Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove bersama di sepanjang bibir pantai. Setelah itu, seluruh undangan mengikuti video conference penanaman mangrove serentak tingkat nasional untuk memantau pergerakan aksi di wilayah lain.

Kehadiran jajaran Polres Tegal dalam agenda ini mempertegas dukungan penuh Polri terhadap kelestarian alam, sekaligus merekatkan sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Wakapolres Tegal, Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., menegaskan bahwa penanaman mangrove ini adalah tanggung jawab moral bersama demi menyelamatkan kawasan pesisir.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir agar tetap terjaga hingga generasi mendatang,” ujar Kompol M. Iskandarsyah.

Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi pantai, hutan mangrove yang lestari juga diharapkan mampu memulihkan habitat biota laut, yang pada akhirnya akan membawa dampak ekonomi positif bagi nelayan dan masyarakat sekitar. (S. Bimantoro)

TEGAL, DN-II Program Car Free Night (CFN) yang selama ini berlangsung di kompleks Alun-alun dan Jalan Pancasila Kota Tegal resmi dihentikan. Keputusan besar ini diambil menyusul kunjungan kerja Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang menyoroti dampak ekonomi warga serta gangguan akses ibadah akibat kebijakan tersebut.

Evaluasi total ini digodok dalam rapat dengar pendapat terkait Kebijakan CFN, Penataan Kawasan Alun-alun, serta Gangguan Akses Tempat Ibadah yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (25/5/2026) pagi.

Berdampak pada Pendapatan UMKM dan Akses Ibadah

Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan, menegaskan bahwa kehadiran mereka di Kota Tegal merupakan manifestasi fungsi parlemen dalam menjamin hak sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat.

Berdasarkan temuan di lapangan, pelaksanaan CFN dinilai kurang tepat sasaran karena justru memicu penurunan omzet para pelaku usaha di kawasan Alun-alun Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Semestinya persoalan ini bisa selesai di tingkat DPRD. Tapi tidak apa-apa, kami (BAM DPR RI) hadir untuk membantu mengurai masalah dan memastikan ada jalan keluar yang berkeadilan,” ujar Ahmad Heryawan.

Selain penghentian CFN, BAM DPR RI juga menyoroti kemacetan akibat pasar tiban di Jalan Slamet Riyadi setiap Minggu pagi yang menutup akses jemaat menuju Vihara (Meditation Center) dan Gereja Pantekosta. Ahmad Heryawan menilai aspirasi dari pengelola tempat ibadah tersebut sangat rasional.

“Mereka tidak meminta yang berlebihan, hanya meminta hak akses jalan yang bersih dan tidak terganggu saat beribadah,” tegasnya di hadapan forum yang juga dihadiri anggota DPR RI lain seperti Adian Napitupulu dan Harris Turino.

Respons Pemerintah Kota Tegal

Merespons keputusan tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengakui bahwa pasca-penataan, kawasan Alun-alun dan Jalan Pancasila memang mengalami lonjakan aktivitas yang luar biasa dari masyarakat.

“Aktivitas masyarakat saat ini tidak hanya ramai pada akhir pekan saja, tetapi sudah menjadi pusat keramaian hampir setiap hari,” jelas Dedy Yon yang hadir didampingi Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah dan Sekda Agus Dwi Sulistyantono.

Untuk mengantisipasi dampak kemacetan pasca-perubahan kebijakan ini, Pemkot Tegal mengeklaim telah menyiapkan sejumlah kantong parkir strategis. Beberapa titik yang disiapkan antara lain kawasan eks CMJT (JTAB), kawasan Water Leiding, hingga optimalisasi lahan milik PT KAI di Jalan Semeru.

Dengan dihentikannya program CFN ini, diharapkan roda perekonomian para pedagang di sekitar Alun-alun kembali pulih, sekaligus mengembalikan kenyamanan umat beragama dalam menjalankan ibadah tanpa hambatan akses.

Reporter: S Bimontoro

KOTA TEGAL, DN-II Untuk kali kedua, Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan kemasyarakatan (Banmas) berupa sapi kurban untuk masyarakat Kota Tegal. (25/5/2026).

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, yang momentumnya direalisasikan bertepatan dengan Hari Raya Iduladha.

Pada tahun ini, bantuan kemasyarakatan dari Presiden tersebut rencananya akan diserahkan ke Masjid Besar Al Tsumairi yang berlokasi di Jl. Mataram, Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana. Masjid megah yang berada di utara Terminal Tegal ini memang dikenal rutin menggelar pemotongan hewan kurban yang dihimpun dari warga sekitar setiap tahunnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal sekaligus Ketua Takmir Masjid Besar Al Tsumairi, Drg. H. Agus Dwi Sulistyantono, M.M., membenarkan kabar baik tersebut.

“Benar, rencananya tahun ini Masjid Tsumairi akan menerima Banmas hewan kurban dari Bapak Presiden. Bantuan ini berupa sapi kurban yang akan disembelih saat Iduladha nanti,” ujar Agus Dwi saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Agus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian dari orang nomor satu di Indonesia tersebut kepada warga Kota Tegal.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden. Dalam dua tahun terakhir, masyarakat Kota Tegal bisa ikut menikmati sapi kurban dari beliau,” lanjutnya.

Ia juga berharap program Banmas seperti ini dapat terus berlanjut ke depan dengan lokasi penyaluran yang bergantian, agar asas pemerataan manfaat dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Tegal.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Takmir Masjid Besar Al Tsumairi, H. Firman Hadi, menjelaskan bahwa regulasi mengenai penyaluran Banmas hewan kurban dari Presiden memang mewajibkan adanya sistem giliran lokasi. Hal ini bertujuan agar penerima manfaat tidak terfokus pada satu wilayah saja.

“Ketentuannya memang harus bergantian. Tidak boleh diserahkan ke masjid atau kelompok masyarakat yang sudah pernah menerima sebelumnya. Tahun kemarin Banmas Presiden diserahkan ke Masjid Agung, dan tahun ini ke Masjid Tsumairi. Tahun depan tentu akan dialokasikan ke tempat lain lagi,” jelas Firman, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tegal.

Mengenai spesifikasi hewan kurban, Firman membeberkan bahwa bobot sapi bantuan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu.

“Bobot sapi Banmas masih sama dengan tahun kemarin, yakni di kisaran 1,1 ton. Setelah dipastikan kondisi kesehatannya oleh DKP3 (Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan) Kota Tegal, barulah sapi tersebut secara resmi diserahkan kepada Takmir,” imbuhnya.

Sapi kepresidenan ini dijadwalkan tiba di lokasi pada Selasa (26/5) dan akan disembelih usai pelaksanaan salat Iduladha pada Rabu (27/5) mendatang. Proses pemotongan hewan kurban akan dipusatkan di halaman Masjid Besar Al Tsumairi.

Selain sapi Banmas dari Presiden, pihak panitia juga akan menyembelih satu ekor sapi kurban dari DPK Korpri Kota Tegal serta beberapa ekor kambing yang dihimpun dari masyarakat setempat.

Editor: Casroni / Kontributor: S. Bimantoro)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dukuhturi, DN-II Suasana duka menyelimuti warga Desa Sidakaton RT 001 RW 012, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam sumur rumahnya pada Minggu (24/05/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Korban diketahui bernama Efendi (47), seorang buruh harian lepas yang selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap saat warga sekitar mencium bau menyengat yang berasal dari arah rumah korban. Merasa curiga, warga bersama tetangga setempat berupaya mencari sumber bau tersebut. Pencarian mereka berujung pada temuan jasad korban yang sudah berada di dalam sumur.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Dukuhturi jajaran Polres Tegal bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tegal segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

Proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis dan dilakukan secara hati-hati oleh petugas gabungan dari PMI, BPBD, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kupu, mengingat medan lokasi yang cukup sulit.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kapolres Tegal melalui Kapolsek Dukuhturi, IPTU Ahmad Joni, S.H., mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga untuk mengamankan TKP dan membantu proses evakuasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis di RSI Singkil Adiwerna, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” jelas IPTU Ahmad Joni.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan selama hidup sendirian.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi yang diperkuat dengan penandatanganan surat pernyataan resmi.

Kehadiran personel kepolisian di lokasi tidak hanya untuk melakukan penanganan hukum, tetapi juga memberikan rasa aman serta mendampingi pihak keluarga mulai dari proses evakuasi hingga pemakaman korban.

( S. Bimantoro )

TEGAL , DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono berharap kegiatan Majlis Dzikir Maulidurrosul dan Haul Akbar Tegal Raya dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas serta terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Harapan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Majlis Dzikir Maulidurrosul dan Haul Akbar Tegal Raya 1447 Hijriah/2026 M di Jalan Pancasila Kota Tegal, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Wali Kota Tegal, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Kepala Kementerian Agama Kota Tegal, Kapolres Kota Tegal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari wilayah Tegal Raya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tegal menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Haul Akbar dan Majlis Dzikir yang dinilai menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat akan perjuangan para ulama dan sesepuh yang telah menanamkan nilai iman, akhlak, serta kecintaan terhadap agama di Kota Tegal.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dalam Majlis Dzikir Haul Akbar Tegal Raya ini kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan semoga acara malam hari ini menjadi agenda rutin tahunan,” ujar Dedy Yon Supriyono.

Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum dzikir dan haul sebagai sarana memperkuat kebersamaan, persatuan, dan doa demi keberkahan Kota Tegal.

“Melalui dzikir yang kita lantunkan malam ini, kita memohon kepada Allah SWT agar Kota Tegal dijauhkan dari marabahaya, diberikan kedamaian, dan masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan yang penuh keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pusat Al Hikmah, Huripan, menyampaikan apresiasi kepada Ma’ruf Amin dan Wali Kota Tegal yang dinilai mampu menghadirkan seluruh elemen masyarakat dalam suasana penuh persaudaraan dan kebersamaan.

Ia mengatakan bahwa Al Hikmah hadir sebagai jembatan persatuan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

“Semoga syiar Al Hikmah menjadi berkah serta mampu mencetak generasi yang cinta agama dan negara,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan majlis dzikir sebagai sarana memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Marilah kita jadikan majlis dzikir ini untuk senantiasa memohon kepada Allah agar kita memperoleh hidayah dan pertolongan-Nya, serta mendapatkan perlindungan dari berbagai upaya yang dapat memalingkan kita dari ajaran agama,” tuturnya.(* S. Bimantoro )

Kota Tegal, DN-II Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Tegal menggelar acara perpisahan siswa yang berlangsung meriah dengan balutan pentas seni pada Sabtu (23/5/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi pihak sekolah, siswa, maupun orang tua murid.

Kepala MTsN Kota Tegal, Hajah Siti Fasikha, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di madrasah tersebut. Ia berpesan agar orang tua tidak lelah memberikan motivasi kepada anak-anak mereka dalam meraih impian.

“Bapak dan Ibu harus selalu memberikan semangat kepada anak-anak agar terus berjuang mencapai cita-citanya. Sebab, semua perjuangan ini akan indah pada waktunya,” ujar Siti Fasikha.

Harapan Komite Sekolah: Lanjutkan Pendidikan, Jangan Dinikahkan Dini

Senada dengan Kepala Madrasah, Ketua Komite MTsN Kota Tegal, Drs. H. Muhammad Suharso, M.Pd., dalam sambutannya turut mendoakan agar ilmu yang diperoleh para siswa selama menempuh pendidikan dapat bermanfaat bagi masa depan mereka.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Suharso juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada kepala sekolah serta jajaran guru yang telah sabar membimbing siswa sejak kelas 7 hingga kelas 9. Namun, ia mengingatkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan akademik.

“Lulus dari Tsanawiyah ini baru menyelesaikan wajib belajar 9 tahun. Jadi, perjalanan masih panjang. Siswa harus meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA maupun SMK. Syukur-syukur bisa masuk ke Madrasah Aliyah (MA) Kota Tegal yang merupakan tetangga dekat sekolah kita ini,” tutur Suharso.

Secara khusus, Suharso memberikan imbauan tegas kepada para orang tua wali murid agar mengutamakan pendidikan anak di atas hal lainnya.

“Saya berharap kepada orang tua wali murid, anak-anak yang sudah lulus dari madrasah mulia ini jangan dikawinkan (dinikahkan) dahulu. Biarkan mereka menempuh sekolah yang lebih tinggi, syukur-syukur bisa terus berlanjut sampai menjadi sarjana,” tegasnya.

Transformasi MTsN Kota Tegal

Di akhir acara, pihak sekolah juga merefleksikan perkembangan pesat yang dialami madrasah. Jika dahulu MTsN sempat memiliki plesetan atau julukan “Madrasah Tengah Sawah”, kini citra tersebut telah berubah total.

Dari tahun ke tahun, MTsN Kota Tegal terus mengalami peningkatan kepercayaan dari masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya jumlah peminat dan banyaknya siswa aktif yang menempuh pendidikan di kelas 7, 8, hingga kelas 9.

Reporter: teguh

KOTA TEGAL, DN-II Penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah secara tegas sudah tidak diwajibkan lagi sejak tiga tahun terakhir. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 7 Kota Tegal, Amin Al Fauzi, saat ditemui pada Sabtu (23/5/2026).

Menurut Amin, keberadaan LKS saat ini hanya berfungsi sebagai materi pelengkap pembelajaran dan sama sekali tidak bersifat mengikat. Sementara itu, untuk buku paket utama bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 statusnya adalah wajib dan pengadaannya telah diakomodasi sepenuhnya melalui anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat.

“Sekolah sudah menganggarkan pembelian buku pelajaran utama dari dana BOS. Masak sekolah sudah mengadakan, lalu siswa harus beli lagi?” ujar Amin memberikan analogi.

Ia menjelaskan, sebagai gambaran untuk memenuhi kebutuhan buku paket utama dalam sembilan mata pelajaran bagi seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9, sekolah menggelontorkan anggaran berkisar di angka Rp50 juta setiap tahunnya.

Larangan Keras Komersialisasi Sekolah

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan regulasi pemerintah yang melarang keras guru, komite sekolah, satuan pendidikan, maupun dinas pendidikan untuk menjual buku pelajaran, LKS, hingga seragam kepada siswa. Aturan hukum yang tegas sengaja diterbitkan guna mencegah praktik komersialisasi di lingkungan institusi pendidikan, sekaligus menjamin keadilan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Untuk diketahui, besaran dana BOS Reguler dari pemerintah pusat untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat ini berada di angka minimal Rp1.100.000 per siswa per tahun.

Beruntung bagi Kota Tegal, pihak sekolah juga terbantu oleh adanya Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSda / BOS Pendamping) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota setempat. Nilai BOSda Tegal berada di kisaran Rp100.000 per siswa per tahun. Meski sifatnya hanya dana pendamping dan bukan operasional utama, kehadiran anggaran ini sangat dirasakan manfaatnya.

Amin menambahkan, keberadaan dana pendamping seperti BOSda ini sangat krusial bagi keberlangsungan fasilitas penunjang sekolah. Ia membandingkan dengan kondisi di beberapa wilayah lain yang tidak memiliki kebijakan serupa.

“Di kabupaten atau kota lain yang tidak memiliki dana BOS Daerah, sekolah-sekolah otomatis mengalami kesulitan, terutama untuk membiayai kebutuhan operasional operasional bulanan seperti membayar listrik hingga pengembangan mushola dan fasilitas lainnya,” pungkas Amin.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page