Penerapan Pertanian Modern PM-AAS dan Penangkaran Benih Unggul Siap Dongkrak Produksi Padi di Desa Pelabuhan Dalam
Penerapan Pertanian Modern PM-AAS dan Penangkaran Benih Unggul Siap Dongkrak Produksi Padi di Desa Pelabuhan Dalam
OGAN ILIR – www.detik-nasional.com // 6 November 2026 – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui jajaran penyuluh lapangan memperkuat akselerasi swasembada pangan nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengawalan intensif terhadap penerapan teknologi pertanian modern instruksi Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Aksi nyata tersebut ditunjukkan dalam kunjungan lapangan yang dipimpin Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Ogan Ilir, Sumarno, S.P., bersama Tim CWS Stakeholder saat turun langsung menemui para petani binaan di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan.
Pengawalan teknis ini diperkuat oleh sinergi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa, yang dihadiri oleh Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa Pelabuhan Dalam, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pemulutan.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah penerapan pola Tanam Indeks Pertanaman (IP) 200 berbasis Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah metode inovatif yang dirancang untuk mentransformasi sistem budidaya tradisional menjadi presisi.
Melalui skema PM-AAS, produktivitas padi di kawasan ini ditargetkan menembus 10 ton per hektar, melonjak signifikan dari rata-rata panen konvensional petani yang sebelumnya berada di kisaran 5 hingga 5,5 ton per hektar.
Gerakan pemodernan ini menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, guna mengamankan target strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan keberlanjutan swasembada dan kemandirian pangan nasional.
Kepastian suplai air pada kawasan pertanaman ini didukung penuh oleh terealisasinya Program Irigasi Perpompaan (Irpom) yang dialokasikan bagi Kelompok Tani Subur Karya.

Kehadiran unit Irpom tersebut memungkinkan petani memanfaatkan secara optimal potensi air dari anak sungai terdekat, sehingga pasokan air lahan sawah tetap terjaga sepanjang fase pertumbuhan tanaman.
Ketua beserta anggota Kelompok Tani Subur Karya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI dan jajaran dinas terkait atas bantuan infrastruktur yang dinilai sangat vital bagi kelangsungan usaha tani mereka.
Di samping memantau penerapan PM-AAS, tim gabungan melanjutkan agenda monitoring pada lahan penangkaran benih padi unggul varietas Inpari 42.
Program penangkaran ini dijalankan melalui pendampingan dan sertifikasi ketat oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sumatera Selatan guna menjamin standar mutu benih yang dihasilkan.
Inisiatif mandiri ini selaras dengan program strategis Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Perbenihan Kementerian Pertanian RI melalui koordinasi BRMP Sumatera Selatan di Kelompok Tani Sumber Karya.
Melalui ketersediaan benih Inpari 42 bersertifikat secara lokal, petani di Kecamatan Pemulutan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih bermutu tinggi secara mandiri tanpa memicu ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Sinergi terintegrasi antara pemerintah pusat, dinas daerah, aparat pembina desa, dan kelompok tani di Desa Pelabuhan Dalam ini menegaskan komitmen bersama menuju era pertanian Indonesia yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Report : JULIYAN
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.