UPTD Puskesmas Dayeuhluhur 1 Lakukan Jemput Bola, Langkah Cepat Putus Rantai Penularan TBC
Cilacap — Detik Nasional || UPTD Puskesmas Dayeuhluhur 1 menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) Program Tuberkulosis (TBC) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Balai Desa Bolang, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (4/11/2026). Program jemput bola ini bertujuan mendeteksi dini kasus TBC di tengah masyarakat agar penanganan serta pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin guna memutus rantai penularan.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dan sambutan hangat dari warga setempat. Sebanyak 115 peserta yang berasal dari dua desa di wilayah kerja puskesmas, yakni Desa Bolang dan Desa Kutaagung, hadir untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan medis. Selain pemeriksaan khusus TBC, warga juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatan umum secara cuma-cuma melalui program CKG.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Bolang, Bhabinkamtibmas,, tim medis Puskesmas Dayeuhluhur 1, Programmer TBC Puskesmas Dayeuhluhur, kader TB Paru, serta petugas radiografer dari RSUD Majenang.

Kepala UPTD Puskesmas Dayeuhluhur 1, Hj. Kartiyah, S.K.M., menjelaskan bahwa sinergi layanan kesehatan ini merupakan langkah nyata dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan dan menjaga derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Dayeuhluhur, khususnya warga Desa Bolang dan Kutaagung.
“Penemuan kasus TBC secara aktif (active case finding) sangat krusial karena banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar atau menjadi pembawa penularan. Dengan mendatangi langsung warga di desa, kita dapat menemukan kasus lebih awal dan segera memberikan pengobatan yang tepat sebelum kondisinya memburuk atau menularkan ke anggota keluarga lainnya,” jelas beliau.
“Berdasarkan data yang dihimpun selama kegiatan, seluruh 115 peserta mengikuti pemeriksaan radiografi toraks (rontgen dada). Hasil pemeriksaan mencatat sebanyak 22 orang terdiagnosis sebagai suspek TBC sekaligus dinyatakan positif TBC, dan jumlah yang sama (22 orang) menjalani pemeriksaan lanjutan berupa cek dahak sebagai terduga TBC,” papar nya.
Sementara itu, melalui layanan CKG, tercatat sejumlah warga mendapati keluhan penyakit tidak menular (PTM) dengan rincian 37 orang menderita hipertensi (HT) dan 9 orang menderita diabetes melitus (DM). Sebanyak 11 orang juga mendapatkan Terapi Pencegahan TBC (TPT) guna mencegah perkembangan bakteri di dalam tubuh. Adapun temuan medis terkait kardiomegali dan efusi pleura dinyatakan nihil.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
“Bagi warga yang terdiagnosis positif maupun suspek, tim medis kami bersama kader TB Paru akan mendampingi proses pengobatan secara intensif hingga tuntas. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tidak ragu memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk berulang,” pungkas Kepala UPTD Puskesmas Dayeuhluhur 1.
Reporter: Dani
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.