Pimpin Rapat Terbatas di Istana, Presiden Prabowo Dorong Akselerasi Biofuel dan EBT
JAKARTA, DN-II Pemerintah berkomitmen memperkuat kemandirian energi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri dan pengurangan ketergantungan terhadap impor. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan urgensi ketahanan energi tersebut dalam Rapat Terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu malam (16/9/2026).
Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Kepala Negara ini dihadiri oleh sejumlah menteri anggota Kabinet Merah Putih guna membahas strategi komprehensif akselerasi sektor energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pemerintah telah merumuskan sejumlah langkah strategis untuk mencapai target kedaulatan energi. Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut:
Akselerasi Energi Terbarukan: Mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) serta memaksimalkan pemanfaatan energi berbasis potensi sumber daya domestik.
Reduksi Impor BBM: Menekan ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap melalui perluasan program biofuel, mencakup pengembangan biodiesel dan bioetanol.
Akselerasi Produksi E20: Mendorong realisasi produksi bahan bakar E20 dalam kurun waktu dua tahun ke depan dengan menjadikan tebu sebagai sumber utama bahan baku etanol.
Ekspansi Lahan dan Hilirisasi: Menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan perkebunan tebu di berbagai wilayah strategis, yang dikoordinasikan bersama pembangunan industri pengolahan etanol oleh Danantara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen penuh untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Target Jangka Panjang: Mengembangkan produksi E20 secara bertahap dari dalam negeri, dengan proyeksi jangka panjang menuju tingkat pencampuran etanol yang lebih tinggi hingga E50.
Seluruh langkah strategis ini dinilai krusial tidak hanya untuk memperkuat kedaulatan energi nasional, tetapi juga guna menghemat devisa negara serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi komoditas dan sumber daya lokal. Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
