Jakarta, DN-II Tentara Nasional Indonesia (TNI) sampai dengan Senin (31/8/2026) telah mengerahkan 1.482 personel penyuluh untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah terdampak di Sumatera dan Kalimantan.
Pengerahan Tim Penyuluh menjadi bagian dari langkah TNI dalam mendukung penanganan Karhutla secara terpadu. Para personel bertugas membantu memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah masing-masing.
Melalui kehadiran personel di lapangan, TNI mendorong penguatan upaya pencegahan dengan memberikan informasi yang akurat dan mudah dipahami masyarakat. Penyuluhan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.
Para penyuluh tersebut diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, menuju Lampung, Palembang, Riau, Pontianak dan Palangkaraya sebagai komitmen TNI untuk terus mendukung upaya penanggulangan Karhutla secara menyeluruh. Selain mengerahkan kekuatan operasional, TNI memperkuat pendekatan edukasi agar upaya pencegahan dapat dilakukan bersama masyarakat di wilayah terdampak. Red
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
BREBES, DN-II Kepolisian Sektor (Polsek) Losari Polres Brebes mengevakuasi seorang laki-laki yang menjadi korban kecelakaan setelah tertemper Kereta Api Kertajaya 254B di lintasan rel KM 185+6 jalur hulu petak jalan Tanjung–Losari, wilayah Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Minggu (30/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.19 WIB. KA Kertajaya 254B relasi Pasar Senen–Surabaya Gubeng, dengan lokomotif CC 206 13 07, melaporkan telah tertemper orang tidak dikenal (OTK) di KM 185+6 jalur hulu petak jalan Tanjung–Losari.
Setelah menerima laporan, petugas Polsuska bersama petugas keamanan melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Petugas kemudian mendapati seorang laki-laki tergeletak di antara jalur hulu dan hilir pada KM 185+9/8 dalam kondisi meninggal dunia.
Korban saat ditemukan belum diketahui identitasnya. Ciri-ciri korban yakni laki-laki berusia sekitar 20–30 tahun, berambut pendek hitam dan memiliki jenggot. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek warna cokelat krem, kaos merah, dan sweater hitam.
Petugas selanjutnya mengevakuasi jenazah ke RSUD Brebes untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya bagian belakang kepala pecah, luka lecet pada pinggang kanan, kaki kiri dan paha kanan, serta luka sobek pada kedua tumit.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tim Inafis Polres Brebes kemudian melakukan identifikasi menggunakan perangkat handheld. Dari hasil identifikasi tersebut, korban diketahui bernama Anzis Ismail, laki-laki berusia 22 tahun, kelahiran Brebes, 2 Oktober 2003. Korban tercatat sebagai warga Desa Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, dan bekerja sebagai wiraswasta.
Kapolsek Losari AKP Sodikin, pada Senin (31/8/2026), mengatakan bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman.

“Setelah identitas korban berhasil diketahui dan proses penanganan selesai, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan,” ujar Kapolsek Losari.
Ditambahkan Kapolsek, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perlintasan maupun jalur kereta api. Masyarakat diminta tidak berjalan, bermain, duduk, maupun melakukan aktivitas lainnya di atas atau di sekitar jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan.
Warga yang hendak melintasi perlintasan kereta api juga diimbau untuk mematuhi rambu dan tanda keselamatan, memperhatikan kondisi sekitar, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum menyeberang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak melakukan aktivitas di jalur rel, serta selalu waspada ketika berada di sekitar perlintasan kereta api. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. Red/Casroni
JAKARTA, DN-II Komisi III DPR RI resmi merilis daftar 13 jenis tindak pidana yang masuk ke dalam cakupan perampasan aset melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana. Ruang lingkup ini dirancang untuk menjerat kekayaan yang diduga berasal dari kejahatan luar biasa dan kejahatan ekonomi terorganisir.
Penyusunan daftar tersebut didasarkan pada hasil riset mendalam, aspirasi para pakar hukum, serta studi komparasi dengan regulasi perampasan aset (civil forfeiture) yang diterapkan di berbagai yurisdiksi internasional.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan bahwa penentuan 13 klaster tindak pidana ini ditujukan untuk menutup celah hukum bagi pelaku kejahatan dalam menyembunyikan hasil perbuatan melanggar hukum.
”Terkait dengan pertanyaan tentang ruang lingkup jenis tindak pidana dalam RUU ini, Komisi III DPR RI melakukan riset dan pendalaman terhadap jenis-jenis tindak pidana yang diatur dalam RUU ini,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Berikut adalah rincian 13 jenis tindak pidana yang masuk dalam draf RUU Perampasan Aset:
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Tindak Pidana Korupsi: Penyelidikan terhadap aset hasil penyuapan, gratifikasi, penggelapan dalam jabatan, dan kerugian keuangan negara.
Tindak Pidana Narkotika dan Psikotropika: Perampasan harta kekayaan yang bersumber dari jaringan peredaran gelap narkoba nasional maupun internasional.
Tindak Pidana Terorisme: Penyitaan aset yang digunakan untuk mendanai kegiatan terorisme maupun radikalisme.
Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Penelusuran aset dari sindikat eksploitasi manusia lintas negara atau domestik.
Pencucian Uang (Money Laundering): Harta kekayaan yang disembunyikan atau disamarkan asal-usulnya dari hasil kejahatan.
Perbankan dan Keuangan: Pelanggaran berat di sektor perbankan yang merugikan nasabah dan perekonomian negara.
Perpajakan dan Kepabeanan: Tindak pidana penggelapan pajak, kepabeanan, serta cukai skala besar.
Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Perampasan keuntungan ilegal dari aktivitas pembalakan liar (illegal logging), pertambangan tanpa izin (illegal mining), dan perusakan ekosistem.
Teknologi Informasi dan Komunikasi: Kejahatan siber terorganisir yang mendatangkan keuntungan finansial masif.
Ketenagakerjaan: Pelanggaran hukum ketenagakerjaan yang bersifat eksploitatif dan terstruktur.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kesehatan dan Farmasi: Peredaran obat ilegal, kosmetik berbahaya, dan tindak pidana di bidang kesehatan masyarakat.
Kekayaan Intelektual: Pemalsuan dan pelanggaran hak cipta skala industri yang merugikan negara dan pemegang hak sah.
Kejahatan Korporasi Lainnya: Tindak pidana korporasi yang menimbulkan kerugian luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Kehadiran RUU Perampasan Aset ini diharapkan dapat menjadi instrumen hukum yang efektif untuk memiskinkan pelaku kejahatan sekaligus memulihkan kerugian negara secara optimal tanpa harus menunggu putusan pidana badan terhadap pelaku yang melarikan diri atau meninggal dunia. Tim Red
#ruuperampasanaset
Jabar, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan prajurit TNI yang mengikuti Complex Warfare Course di Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI meninjau langsung pelaksanaan kegiatan dan kesiapan prajurit dalam mengikuti materi latihan yang dirancang untuk menghadapi dinamika serta tantangan operasi di lingkungan strategis yang semakin kompleks.
Complex Warfare Course menjadi bagian dari upaya TNI untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kompleksitas peperangan modern.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memastikan prajurit memiliki kemampuan yang adaptif, profesional, serta mampu melaksanakan tugas secara terintegrasi dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Red/Casroni
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
KOTA TEGAL, DN-II Berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan barang bukti ratusan gram sabu, tembakau gorila hingga obat-obatan terlarang, 11 personel Polres Tegal Kota menerima penghargaan dari Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kapolres dalam apel di halaman Mapolres Tegal Kota, Senin (31/8/2026), yang diikuti seluruh personel.
Para penerima penghargaan tersebut, di antaranya personel Satnarkoba yang berhasil mengungkap sejumlah kasus narkotika dan obat-obatan terlarang.
Penghargaan juga diberikan kepada Kasat Narkoba Polres Tegal Kota AKP Ade Priyatna serta seorang personel Polisi Wanita (Polwan) yang memiliki kemampuan dan talenta dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Dalam arahannya, AKBP Heru mengatakan pemberian penghargaan merupakan bagian dari pembinaan institusi sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian anggota dalam menjalankan tugas.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan harus menjadi motivasi bagi personel untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi maupun masyarakat.

Kapolres juga memberikan pesan khusus kepada para penerima penghargaan agar prestasi yang telah diraih tetap dijaga dengan sikap disiplin dan integritas.
“Jangan sampai penghargaan yang sudah diberikan hari ini, ke depan justru dicederai dengan pelanggaran disiplin maupun tindak pidana. Prestasi harus dipertahankan dengan terus menjaga nama baik pribadi dan institusi,” tegas AKBP Heru.
Ia menekankan, setiap anggota tetap harus menjunjung tinggi profesionalisme, integritas dan kedisiplinan dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum maupun menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga cambuk bagi seluruh personel untuk terus berkarya dan memberikan pengabdian terbaik hingga akhir masa dinas.
Dalam apel yang sama, Kapolres juga memberikan kenaikan pangkat pengabdian kepada KBO Satreskrim Polres Tegal Kota Iptu Subiyanto menjadi AKP. Kenaikan pangkat tersebut diberikan menjelang dirinya memasuki masa purna tugas.
AKBP Heru berharap seluruh personel mampu menjaga amanah, mempertahankan prestasi, serta terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, institusi Polri dan negara. ( S. Bimantoro )
Tegal, DN-II Polsek Dukuhturi hadir memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat dalam pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2026 yang berlangsung di SMP Negeri 1 Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Minggu (30/8/2026).
Kapolsek Dukuhturi IPTU Ahmad Joni, S.H., M.H. bersama personel Polsek Dukuhturi terjun langsung melakukan pengamanan dan monitoring untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut berjalan tertib, aman, dan lancar.
Pengamanan dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman pada kegiatan yang melibatkan peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Tegal.
“Polri hadir untuk memastikan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta komunikasi dengan panitia dan masyarakat agar situasi tetap kondusif,” ujar IPTU Ahmad Joni.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Dukuhturi melakukan pemantauan situasi di sekitar lokasi kegiatan, berkoordinasi dengan panitia serta unsur terkait, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tegal Noer Endro Susilo, Camat Dukuhturi Darmawan, S.IP., M.H., Danramil 10/Dukuhturi yang diwakili Serma M. Rony, Ketua DPC FKDT Kabupaten Tegal H. Muslikhudin, Ketua Panitia PORSADIN Moh. Ubaidillah, S.Pd.I., perwakilan peserta dari 18 kecamatan, serta tamu undangan lainnya.
PORSADIN VII menjadi ajang bagi para santri diniyah untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga maupun seni sekaligus mempererat silaturahmi. Polri melalui jajaran kewilayahan berkomitmen mendukung kegiatan positif masyarakat dengan memastikan aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
“Kami mengajak seluruh peserta, panitia, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, kegiatan positif seperti PORSADIN dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah IPTU Ahmad Joni. ( S. Bimantoro )
BREBES, DN-II Menghadapi kondisi cuaca yang hingga saat ini masih mengalami musim kemarau berkepanjangan, Kodim 0713/Brebes bersama Yonif TP 434/SAS melaksanakan Shalat Istisqa atau shalat memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Makodim 0713/Brebes, Senin (31/08/2026).
Shalat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, sehingga kondisi kekeringan yang terjadi dapat segera berakhir dan kebutuhan air bagi masyarakat maupun lingkungan dapat kembali terpenuhi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., dan diikuti oleh jajaran prajurit serta aparatur sipil negara (PNS) dari Kodim 0713/Brebes, Yonif TP 434/SAS, serta Subdenpom IV/1-4 Brebes.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0713/Brebes Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag., Dansubdenpom IV/1-4 Brebes Lettu CPM Sulaeman, S.H., M.H., para Perwira Staf (Pasi), para Danramil jajaran Kodim 0713/Brebes, serta seluruh anggota yang mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan.
Bertindak sebagai imam sekaligus memberikan tausiyah dalam pelaksanaan Shalat Istisqa, Ustadz Wardjanto. Dalam penyampaiannya, jamaah diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, memohon ampun atas segala dosa dan kekhilafan, serta senantiasa memperbanyak amal kebaikan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam ketika menghadapi kondisi kekeringan dan membutuhkan turunnya hujan. Melalui pelaksanaan shalat tersebut, seluruh peserta memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan rahmat berupa turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan tampak selama pelaksanaan kegiatan. Para prajurit dan PNS yang hadir mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib, mulai dari pelaksanaan shalat hingga doa bersama.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo mengatakan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Menurutnya, selain melakukan berbagai upaya secara nyata untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan, jajaran TNI juga senantiasa mengedepankan pendekatan spiritual dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
“Ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama. Di samping melakukan berbagai upaya nyata dalam membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dan kekeringan, kita juga memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan,” ujar Dandim.
Dandim menambahkan, kondisi kemarau berkepanjangan dapat memberikan dampak terhadap ketersediaan air, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian maupun kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kondisi tersebut.
“Semoga dengan doa dan ikhtiar yang kita lakukan bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan yang cukup, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan kondisi lingkungan kembali normal,” harapnya.
Selain sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT, kegiatan Shalat Istisqa juga menjadi momentum bagi seluruh personel untuk melakukan introspeksi diri serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Jajaran Kodim 0713/Brebes selama ini juga terus mendorong kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau. Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem maupun kekeringan.
Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut juga menunjukkan bahwa tugas pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga melalui upaya membangun kepedulian moral dan spiritual di tengah kehidupan bermasyarakat.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan dilaksanakannya Shalat Istisqa secara bersama-sama, seluruh peserta berharap hujan segera turun di wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Hujan yang diharapkan bukan hanya sekadar mengakhiri musim kemarau, tetapi juga menjadi rahmat yang mampu mengembalikan ketersediaan sumber air, menyuburkan lahan pertanian, serta memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat secara luas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta menundukkan kepala dan memanjatkan permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang bermanfaat, tidak menimbulkan bencana, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Brebes dan seluruh wilayah sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0713/Brebes bersama Yonif TP 434/SAS menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, baik melalui pengabdian secara langsung maupun dengan membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan yang terjadi di wilayah.
Shalat Istisqa di Makodim 0713/Brebes diharapkan menjadi ikhtiar bersama sekaligus pengingat bahwa dalam menghadapi kondisi alam yang tidak menentu, manusia perlu terus berusaha, menjaga lingkungan, memperkuat kepedulian sosial, serta senantiasa memohon pertolongan dan rahmat dari Allah SWT. Red/Casroni
BREBES, DN-II Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Korem 071/Wijayakusuma, Kodim 0713/Brebes melaksanakan kegiatan ziarah rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Brebes, Senin (31/08/2026).
Kegiatan ziarah rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., dan diikuti oleh keluarga besar TNI dari sejumlah satuan yang berada di wilayah Kabupaten Brebes.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyonif TP 434/SAS Mayor Inf Cahyo Dati Widodo, S.Tr.Han., M.H., Kasdim 0713/Brebes Mayor Arm Aris Khaerudin, S.Ag., Dansubdenpom IV/1-4 Brebes Lettu CPM Sulaiman, S.H., M.H., serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Yeni Ambariyantomo.
Peserta ziarah terdiri atas anggota Kodim 0713/Brebes, personel Yonif TP 434/SAS, anggota Subdenpom IV/1-4 Brebes, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana.
Kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Selanjutnya, pimpinan ziarah melaksanakan peletakan karangan bunga sebagai simbol penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh khidmat, kemudian melaksanakan tabur bunga di makam para pahlawan.
Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo menyampaikan bahwa ziarah rombongan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme dalam diri setiap prajurit.
Menurut Dandim, perjuangan para pahlawan tidak boleh dilupakan. Pengorbanan yang telah diberikan dengan jiwa dan raga merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa yang harus terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Ziarah ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Nilai-nilai perjuangan, semangat pengabdian, keberanian dan rela berkorban harus terus kita jadikan teladan dalam melaksanakan tugas,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Lebih lanjut disampaikan, sebagai generasi penerus, prajurit TNI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian sesuai bidang tugas masing-masing. Pengabdian tersebut diwujudkan dengan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, penuh tanggung jawab dan senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Peringatan HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan kebersamaan seluruh jajaran TNI, khususnya di wilayah Korem 071/Wijayakusuma. Sinergitas antarsatuan serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah.
“Semangat para pahlawan harus menjadi sumber motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pengabdian. Mari kita jaga soliditas, kekompakan dan kebersamaan serta terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ziarah rombongan berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Kehadiran para prajurit, PNS dan Persit menjadi wujud penghormatan bersama terhadap jasa para pahlawan sekaligus sebagai bentuk refleksi atas nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar Kodim 0713/Brebes berkomitmen untuk terus menjaga dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Ziarah rombongan dalam rangka HUT ke-65 Korem 071/Wijayakusuma berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Kegiatan tersebut diharapkan semakin menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat nasionalisme serta kesadaran untuk terus memberikan pengabdian terbaik demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Red/Casroni
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
JAKARTA, 31 Agustus 2026 – Hidup ini seringkali menyimpan kejutan yang melampaui batas bayangan manusia. Siapa sangka, seseorang yang dahulu tumbuh dalam keterbatasan di tengah hutan belantara kini memiliki visi besar untuk melangkah ke dalam sistem lingkaran strategis pemerintahan berkat bimbingan serta arahan dari tokoh Merah Putih, Bobi Irawan. Inilah kisah nyata perjalanan hidup Kusmiadi, C.BJ., C.EJ., C.In., yang akrab disapa Jhon. Lahir pada tahun 1980, masa kecilnya jauh dari kata mewah. Ia besar di sebuah dangau Ditalang Karet sebuah kawasan terpencil di tengah hutan lebat yang kini telah bertransformasi menjadi Desa Tanjung Kupang Baru di bawah naungan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.
Pada era 1980-an, tempat tinggalnya benar-benar terisolasi. Tanpa aliran listrik, penerangan jalan malam hari, maupun akses telekomunikasi, hari-hari masa kecilnya ditemani oleh bentangan alam hutan lebat. Sebagai anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan sederhana Mar’i bin Sapi’i dan Jamila binti Zaini, ujian hidup telah dihadapinya sejak usia dini. Ketika orang tuanya harus menetap di dalam hutan untuk bertani demi menyambung hidup, ia dititipkan dan dirawat oleh paman, bibi, serta neneknya hingga menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama.
Di bawah asuhan sang paman, Muslimin, yang kini mengabdikan diri sebagai ustaz desa, ia mendapatkan fondasi ilmu pengetahuan dan pendidikan agama yang kokoh. Bekas didikan inilah yang kemudian menjadi kompas moral dalam setiap langkah perjalanan hidupnya di kemudian hari.
Ujian berat kembali mendera ketika sang ayah wafat saat ia masih duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, ia dituntut untuk menempa mental kemandirian di usia yang sangat belia. Selepas menamatkan pendidikan di SMP Negeri 1 Kikim, ia merantau ke Desa Lubuk Tanjung di wilayah Lubuk Linggau Utara, Musi Rawas. Di sana, ia melanjutkan studi sambil bekerja di bengkel sebagai mekanik paruh waktu guna menyambung hidup sekaligus mengasah keterampilan vokasionalnya.
Tahun 1999 menjadi titik balik ketika ia mengambil keputusan besar untuk merantau ke tanah Jawa dan mengadu nasib di ibu kota. Demi bertahan hidup di kerasnya Jakarta, ia melakoni berbagai profesi jalanan mulai dari sopir truk, sopir taksi, hingga pengemudi angkutan umum. Di tengah terik matahari dan kerasnya persaingan metropolitan, ia membuktikan bahwa tidak ada pencapaian instan tanpa cucuran keringat dan kerja keras setengah mati.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Perjalanan membangun bahtera rumah tangga turut diwarnai liku-liku perjuangan. Pada awal pernikahan, berbagai kesusahan datang silih berganti. Namun, berkat ketahanan mental, rasa syukur, serta kepatuhan pada nasihat orang tua dan guru, ia mampu bertahan. Di sisinya berdiri sosok istri tercinta, Khayati. Perempuan asal Kebumen yang dinikahinya pada tahun 2002 tersebut senantiasa menjadi penyemangat di saat-saat paling kritis. Setelah bertahun-tahun bekerja sebagai mekanik hingga 2017, ia akhirnya berani mengambil langkah mandiri berkat dorongan dan doa sang istri.
Ketekunan tersebut berbuah manis tatkala ia mendirikan PT Sapta Karya Jaya Mandiri pada tahun 2020. Menghadapi dinamika dunia usaha, ia kemudian mendirikan PT Japa Satria Nusantara serta PT Cyber Nasional Group, di mana ia diamanahkan sebagai Direktur. Saat ini, perusahaan digital yang dipimpinnya telah memiliki jaringan mitra strategis di berbagai penjuru nusantara.
Dalam dinamika profesionalnya, ia kini bersiap mengambil peran strategis untuk berkontribusi langsung pada sistem pemerintahan berkat bimbingan Bobi Irawan, seorang tokoh nasional sekaligus tokoh Merah Putih yang dikenal luas memiliki kedekatan dengan lingkaran istana.
Di dalam struktur PT Cyber Nasional Group sendiri, Bobi Irawan mengemban amanah sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Didi Heriansyah di jajaran Dewan Komisaris. Keduanya merupakan rekan sesama putra daerah asal bumi Sriwijaya yang turut memperkuat visi besar perusahaan.
Meski kini berada di ambang lingkaran pengaruh tingkat tinggi, ia tetap memegang teguh akar kesederhanaan. Ia senantiasa merawat rasa syukur dan mendengarkan petuah dari orang tua, guru, serta istrinya. Di sela kesibukannya, ia mendedikasikan diri sebagai penasihat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang berlokasi di Desa Kebanaran, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap.
Mengenang masa lalunya, ia kerap meluapkan rasa syukur mendalam kepada Sang Pencipta serta orang-orang yang membersamainya di masa sulit: doa sang ibu yang masih sehat mendampinginya, kesetiaan istri tercinta, dukungan anak-anaknya, bimbingan dari Bobi Irawan, hingga didikan moral dari guru mulianya, Kiai Masykur, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Iman.
“Semua pencapaian ini bukan karena hebatnya saya sendiri. Ini semua berkat kesabaran, rasa syukur, doa restu seorang ibu, kesetiaan istri yang selalu menguatkan saat susah, dukungan anak-anak, bimbingan serta dukungan luar biasa dari rekan sekaligus pembimbing hebat sekaligus sosok tokoh Merah Putih seperti Bobi Irawan yang membimbing saya berencana masuk ke dalam sistem lingkaran pemerintah, serta didikan dari guru mulia kami, Kiai Masykur,” ujar Kusmiadi, C.BJ., C.EJ., C.In. dengan mata berkaca-kaca penuh haru.
Dengan niat tulus untuk membahagiakan keluarga serta membalas budi orang-orang yang pernah menolongnya di masa lampau, ia terus melangkah dengan kerendahan hati. Kisah hidupnya menjel menjelma menjadi sebuah teladan autentik bahwa ketekunan, kesabaran, keberanian merantau, dan bakti kepada orang tua serta pasangan mampu mengubah takdir kehidupan seseorang dari keterbatasan dusun terpencil menuju panggung pengabdian nasional.
Publisher – Red
Jakarta DN-II Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,2 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin pagi (31/8/2026). Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas seismik ini tercatat terjadi pada pukul 07:42:39 WIB.
Parameter Resmi Gempa BMKG
Magnitudo: 4,2
Waktu Kejadian: Senin, 31 Agustus 2026 pukul 07:42:39 WIB
Lokasi Episenter: Laut, berjarak sekitar 50 km arah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Titik Koordinat: 8,35 LS dan 120,47 BT
Kedalaman Hiposenter: 11 km
Skala Intensitas dan Dampak

Berdasarkan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan pada skala II MMI di wilayah Kabupaten Manggarai. Skala tersebut menunjukkan bahwa getaran dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga laporan resmi ini diterbitkan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta memastikan informasi resmi kebencanaan hanya bersumber dari kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. Red
You cannot copy content of this page

