Beranda » Ekonomi » Halaman 39

Ekonomi

TEGAL, DN-II Perselisihan internal di lingkungan Pemerintah Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, mencuat ke publik. Seorang perangkat desa setempat, Wahyudin (52), nyaris kehilangan jabatannya setelah menerima dua surat peringatan (SP) beruntun dari Kepala Desa Brekat, Sabar.

Konflik ini bermula ketika Wahyudin, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), mempertanyakan transparansi prosedur lelang tanah kas desa (bengkok). Ia menilai proses yang dijalankan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Seharusnya lelang didasarkan pada Peraturan Desa (Perdes), melalui pembentukan panitia, hingga melibatkan BPD dan masyarakat. Namun, mekanisme tersebut tidak pernah disosialisasikan kepada kami,” ujar Wahyudin saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Akibat kritis terhadap kebijakan tersebut, Wahyudin menerima SP1 pada Desember 2025. Tak berselang lama, pada 10 Januari 2026, ia kembali menerima SP2 dengan alasan kedisiplinan kerja. Wahyudin menyayangkan pemberian sanksi tersebut yang ia nilai tidak melalui mekanisme pemeriksaan yang jelas.

“Semestinya ada berita acara pemeriksaan dan bukti pelanggaran sebagai dasar penerbitan SP. Saya belum pernah diklarifikasi mengenai apa kesalahan saya sebenarnya,” tambahnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Penegasan BPD

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Brekat, Edi Mulyono, membenarkan bahwa prosedur lelang memang seharusnya melalui tahapan musyawarah. Menurutnya, hingga saat ini, Perdes yang menjadi landasan hukum lelang tersebut belum pernah diterbitkan.

“Urutannya harus Perdes dulu, baru pembentukan tim pelaksana, lalu lelang terbuka. Idealnya, lelang diutamakan bagi warga sekitar agar ekonomi masyarakat lokal meningkat,” tegas Edi.

Dimediasi Pihak Kecamatan

Persoalan ini akhirnya berujung pada mediasi di Kantor Kecamatan Tarub. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tarub, Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Brekat, serta staf kecamatan terkait.

Camat Tarub, Abdul Syukur, menyatakan bahwa permasalahan antara Kades dan perangkat desanya tersebut kini telah dinyatakan selesai. Pihaknya telah memfasilitasi proses tabayun agar roda pemerintahan desa tetap berjalan normal.

“Persoalan SP1 dan SP2 dianggap sudah selesai. Pak Wahyudin tetap menjalankan tugasnya sebagai perangkat desa. Kedua belah pihak telah berkomitmen untuk menjalin hubungan lebih baik demi menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketenteraman Desa Brekat,” pungkas Abdul Syukur.

Reporter: Teguh

JAKARTA, DN-II Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi transformasi Danantara yang kini sejajar dengan lembaga pengelola investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF) kelas dunia.

Presiden Prabowo mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Danantara yang kini diproyeksikan menjadi salah satu dari tujuh SWF terbesar di dunia.

“Kita bersyukur, kita sekarang sudah memiliki badan yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita patut berbangga, Indonesia kini memiliki salah satu dari enam atau tujuh SWF terbesar di dunia,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Capaian Kinerja Signifikan

Kepala BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mendampingi Presiden dalam acara tersebut. Presiden memberikan apresiasi khusus atas kinerja operasional Danantara di tahun pertamanya. Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat pengembalian aset (return on asset) pada tahun 2025 melonjak lebih dari 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Presiden menekankan besarnya ekspektasi negara terhadap efisiensi pengelolaan aset oleh Danantara. Sebagai ilustrasi, Presiden menyebutkan bahwa dengan asumsi pengembalian aset sebesar 5 persen, Danantara ditargetkan mampu memberikan kontribusi kepada negara hingga 50 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp800 triliun per tahun.

Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan posisi strategis Danantara sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak krisis global. Melalui tata kelola yang profesional dan berintegritas, Danantara diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga kemandirian ekonomi serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.

Acara tasyakuran ini menjadi momentum refleksi bagi Danantara untuk terus meningkatkan perannya dalam mengelola aset negara secara produktif guna memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

— TIW —

#CatatanSeskab
#Danantara
#EkonomiIndonesia
#PrabowoSubianto

Perkuat Iman di Bulan Suci, SDN 13 Rambang Kuang Gelar Pesantren Kilat

​RAMBANG KUANG ” www.detiknasional.com // Mengisi momentum penuh berkah di bulan Ramadhan, SDN 13 Rambang Kuang resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) pada Rabu (11/03/2026). Kegiatan yang kental dengan nuansa religius ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari hari Rabu ini hingga puncaknya pada hari Jumat mendatang.

​Suasana khidmat menyelimuti lingkungan sekolah sejak pagi hari, di mana seluruh guru SDN 13 Rambang Kuang hadir lengkap untuk mendampingi para peserta didik. Tidak hanya siswa kelas tinggi, kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh murid dari kelas 1 hingga kelas 6, yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara dengan mengenakan pakaian muslim.

​Suharsah, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN 13 Rambang Kuang, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman agama serta membentuk karakter siswa yang berakhlakul karimah. “Kami ingin memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk menanamkan nilai-nilai spiritualitas yang lebih dalam kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Lebih lanjut, Suharsah menekankan bahwa Pesantren Kilat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wadah transformasi diri bagi siswa. Beliau berharap melalui bimbingan intensif dari para guru, siswa dapat memperbaiki kualitas ibadah mereka, mulai dari tata cara salat yang benar hingga pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin di rumah.

​Selama tiga hari ke depan, para siswa akan disuguhi berbagai materi menarik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti kisah teladan Nabi, materi fikih puasa, hingga latihan ceramah singkat. Keterlibatan seluruh dewan guru secara langsung diharapkan mampu memberikan motivasi ekstra bagi siswa agar tetap semangat menjalankan ibadah puasa sambil menuntut ilmu.

​Sebagai penutup, kegiatan yang berakhir pada hari Jumat nanti diharapkan mampu meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi seluruh warga sekolah. Dengan terlaksananya Pesantren Kilat ini, SDN 13 Rambang Kuang berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kokoh dan jiwa sosial yang tinggi.

REPORT : JULIYAN

BREBES, DN-II Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) mengambil langkah strategis dalam mengawal pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Brebes dengan jajaran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Kabupaten Brebes, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan yang digelar secara daring tersebut menjadi titik awal sinergi dalam memantapkan rantai pasok pangan yang akan disalurkan kepada sasaran program di wilayah Brebes.

Mengoptimalkan Peran Koperasi dalam Rantai Pasok

Agenda utama dalam koordinasi ini adalah memetakan teknis kerja sama antara Koperasi Merah Putih dengan BGN. Koperasi desa didorong untuk tidak sekadar menjalankan fungsi simpan pinjam, melainkan bertransformasi menjadi pilar utama dalam rantai pasok (supply chain) penyediaan bahan pangan bergizi.

Langkah ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, serta diperkuat dengan Surat Edaran Bupati Brebes Nomor 500.3/3/II/2026 mengenai pemberdayaan ekonomi lokal dalam menyukseskan program gizi nasional.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

undangan 11 maret.file pdf

Dua Fokus Utama Sinergi

Dalam rapat tersebut, Kepala Bidang Koperasi Dinkopumdag Brebes, Sapto Aji Pamungkas, bersama perwakilan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ir. Masrukhi Bahro, menggarisbawahi dua fokus utama:

Sinergi Operasional: Memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menyuplai kebutuhan pangan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi BGN.

Transparansi dan Akuntabilitas: Sosialisasi mengenai Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 sebagai bentuk kesiapan administrasi koperasi sebelum terjun dalam proyek strategis pemerintah.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui kerja sama dengan BGN, kita memastikan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari hasil petani dan peternak lokal yang dikoordinasikan secara kolektif oleh koperasi,” tegas Sapto Aji Pamungkas.

Mendorong Ekonomi Lokal

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Brebes berharap perputaran ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis tetap berada di wilayah lokal. Hal ini tidak hanya menjamin kualitas nutrisi bagi masyarakat, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi melalui kemitraan yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Ketua Lembaga Pemantau Peduli Pendidikan (LMPP) Kabupaten Brebes, Wahidin, secara resmi mengajukan permohonan bantuan kursi roda kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes pada Selasa (10/3/2026).

Permohonan tersebut diajukan untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan penunjang medis bagi anaknya yang saat ini sedang memerlukan alat bantu khusus. Sebagai sosok yang aktif dalam mengawal isu-isu sosial dan pendidikan di wilayah Brebes, Wahidin menyampaikan harapannya agar proses pengajuan ini dapat berjalan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di BAZNAS.

Sinergi Lembaga dalam Layanan Sosial

Langkah yang diambil Wahidin ini menyoroti peran strategis BAZNAS dalam menghimpun serta menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu warga yang membutuhkan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan.

Wahidin mengapresiasi respons BAZNAS yang dinilai sigap dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ia berharap kursi roda tersebut dapat segera terealisasi guna menunjang aktivitas keseharian putranya agar lebih mandiri.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Kami berharap proses ini berjalan lancar sehingga bantuan tersebut bisa segera bermanfaat bagi putra saya untuk mendukung mobilitasnya,” ujar Wahidin.

Respons BAZNAS Kabupaten Brebes

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, Mahali, melalui anggotanya, Asep Aunilah, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima berkas pengajuan tersebut.

Asep menegaskan bahwa BAZNAS akan menindaklanjuti permohonan tersebut sesuai dengan alur birokrasi internal. “Pengajuan ini akan kami bahas terlebih dahulu dalam rapat internal, dan keputusan akhirnya nanti akan ditetapkan melalui rapat pleno,” jelas Asep.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa akses terhadap alat bantu kesehatan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas maupun warga yang sedang dalam masa pemulihan medis. Diharapkan, kolaborasi antara elemen masyarakat dan lembaga zakat seperti BAZNAS dapat terus terjaga demi memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi warga Kabupaten Brebes.

Reporter: Teguh

JAKARTA, DN-II Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menghadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal dengan PP Tunas.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, ini berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, pada Rabu (11/3/2026). Rapat tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat komitmen memberikan perlindungan komprehensif bagi anak-anak di ekosistem digital.

Mengingat Indonesia memiliki populasi anak yang mencapai sekitar 70 juta jiwa, pemerintah menegaskan pentingnya sistem perlindungan yang solid untuk menjaga generasi penerus bangsa.

Dalam arahannya, Seskab Teddy menekankan empat poin utama terkait kebijakan ini:

Esensi PP Tunas: Kebijakan ini bertujuan memastikan anak-anak menggunakan media sosial sesuai dengan tingkat kesiapan dan usianya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Bukan Larangan Teknologi: PP Tunas bukanlah upaya untuk membatasi akses anak terhadap teknologi, melainkan memastikan penggunaan akun media sosial dilakukan secara bijak dan sesuai dengan perkembangan anak.

Komunikasi Publik: Informasi teknis dan detail terkait implementasi regulasi ini akan disampaikan secara berkala melalui juru bicara resmi yang telah ditunjuk.

Kolaborasi Lintas Sektor: Seskab mengajak seluruh lapisan masyarakat—khususnya orang tua, anak-anak, hingga media pers—untuk mendukung keberhasilan PP Tunas demi membangun generasi muda Indonesia yang lebih baik dan terlindungi.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi.

Red

KOTA TEGAL DN-II Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota Tegal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah mal, Rabu (11/3).

Kegiatan tersebut untuk memastikan tidak ada makanan dan minuman yang tak layak masih beredar di Kota Tegal serta memastikan harga bahan pokok terjangkau bagi masyarakat.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memimpin langsung sidak tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M. Zaenal Abidin mendatangi toserba Yogya dan Rita Mall Tegal.

Dedy Yon Supriyono mengatakan pihaknya memeriksa harga kebutuhan pokok, masa kadaluarsa, bahan makanan apakah mengandung formalin atau tidak. Hasilnya tidak ada makanan dan minuman yang mengandung formalin, masa kadaluarsanya juga aman.

Selain itu, Wali Kota Tegal juga mengecek beberapa bahan pokok yang terkait dengan harga pasar seperti beras, gula, minyak, sayur, makanan kemasan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dari hasil sidak tersebut, untuk wilayah Kota Tegal harga kebutuhan pokok relatif aman. Seperti untuk harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp12.000 per kilogram, kemudian minyak sayur jenis minyak kita seharga Rp15.700 per liter dan untuk gula pasir seharga Rp17.500 per kilogram.

“Harga-harga yang berlaku ini masih standar dan sesuai aturan, sehingga untuk wilayah Kota Tegal relatif aman,” ujar Dedy Yon.

Untuk makanan kemasan kaleng, dari hasil sidak tidak ada yang kadaluarsa dan aman. Termasuk pengecekan sejumlah bahan makanan melalui laboratorium seperti ikan asin, kolang kaling dan lainnya, aman dari kandungan zat kimia berbahaya.

Pemerintah Kota Tegal juga membantu masyarakat dengan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan sembako dengan harga yang terjangkau. Seperti gula pasir sesuai harga Bulog dijual Rp17.000 per kilogram.

Kemudian untuk harga minyak sayur seharga Rp15.500/ liter. Harapannya upaya ini bisa untuk menekan kenaikan harga dan kenaikan inflasi di Kota Tegal.(* Bim )

Kabupaten Tegal, DN-II Dalam rangka memastikan keselamatan transportasi serta kesiapan armada menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat, jajaran Polres Tegal melaksanakan kegiatan ramp check terhadap armada bus di Pool Bus Pariwisata Dedy Jaya, Kabupaten Tegal, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan pemeriksaan tersebut dipimpin oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Tegal Ipda Bares Wiji W, S.H. bersama personel Satlantas dan petugas dari instansi terkait dengan melakukan pengecekan terhadap kondisi teknis kendaraan guna memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas secara langsung melakukan pemeriksaan terhadap beberapa komponen penting kendaraan seperti sistem pengereman, kondisi ban, lampu kendaraan, wiper, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta perlengkapan keselamatan seperti palu pemecah kaca dan alat pemadam api ringan (APAR). Petugas juga melakukan pengecekan langsung kepada pengemudi terkait kesiapan kendaraan sebelum beroperasi.

Seperti terlihat di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan langsung pada bagian depan bus serta berkoordinasi dengan pengemudi guna memastikan seluruh aspek keselamatan kendaraan terpenuhi sebelum digunakan untuk mengangkut penumpang.

Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kegiatan ramp check ini merupakan langkah preventif Polri untuk memastikan keselamatan masyarakat yang menggunakan transportasi umum, khususnya bus pariwisata.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ramp check ini kami lakukan untuk memastikan seluruh armada bus yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar AKBP Bayu Prasatyo.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Tegal Ipda Bares Wiji menambahkan bahwa selain melakukan pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengemudi dan pengelola bus agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ramp check ini, diharapkan seluruh armada bus yang beroperasi dari wilayah Kabupaten Tegal dapat memenuhi standar keselamatan, sehingga potensi kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir dan masyarakat merasa aman saat menggunakan transportasi bus. ( Bim )

BREBES, DN-II Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan jajaran terkait untuk segera melakukan percepatan penanganan pascabencana tanah longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Peninjauan langsung dilakukan Gubernur di lokasi terdampak, Rabu (11/3/2026).

Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemulihan akses jalan yang ambrol serta keamanan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama agar aktivitas warga dan proses belajar mengajar siswa tidak terganggu.

“Jalan ini akses vital bagi mobilitas warga, jadi harus segera dipulihkan. Terkait teknisnya, nanti akan didiskusikan antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Kabupaten menyiapkan langkah alternatif, dan provinsi siap melakukan intervensi,” ujar Ahmad Luthfi saat memimpin rapat koordinasi singkat di lokasi bencana.

Turut mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin.

Penanganan Infrastruktur dan Sekolah

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Bencana longsor ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang mengguyur sejak awal Maret 2026, menyebabkan debit Sungai Longkrang meningkat dan menggerus tebing. Peristiwa pertama terjadi pada 1 Maret, dan kondisi diperparah oleh hujan susulan pada 8 Maret 2026 yang menyebabkan badan jalan penghubung antardesa serta bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan terdampak. Meski tidak ada korban jiwa, fasilitas umum tersebut mengalami kerusakan cukup berat.

Terkait upaya perbaikan jalan, Kepala DPUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memaparkan dua opsi teknis. Opsi pertama adalah merelokasi jalan dengan memanfaatkan lahan di sekitar lokasi, atau opsi kedua dengan mempertahankan jalur eksisting melalui pembangunan talud pengaman.

“Untuk opsi kedua, ada konsekuensi pembongkaran gedung sekolah bagian depan agar akses jalan bisa dibuka kembali. Ini masih terus kita kaji mana yang paling efektif,” jelas Henggar.

Di sisi lain, Gubernur juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendidikan bagi 108 siswa SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Saat ini, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke gedung Madrasah Diniyah Muhammadiyah yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi.

“Anak-anak tidak boleh berhenti sekolah. Kepala sekolah segera berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai kebutuhan yang mendesak. Meskipun pengelolaan SMP merupakan kewenangan kabupaten, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan turut membantu,” tegas Luthfi.

Relokasi Sekolah

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, memastikan bahwa meski berpindah lokasi, proses pembelajaran tetap berjalan kondusif. Pihak sekolah bersama Amal Usaha Muhammadiyah bahkan telah menyiapkan lahan alternatif untuk relokasi gedung permanen.

“Kami sudah mengusulkan rencana relokasi kepada dinas terkait untuk meninjau lahan alternatif tersebut. Hal ini penting demi menjamin keamanan siswa dan kenyamanan proses belajar dari risiko longsor susulan,” pungkas Najib.

Reporter: Rio

BREBES, DN-II Sebagai salah satu satuan pendidikan dengan basis massa siswa yang besar, SMPN 3 Tanjung terus memperkokoh komitmennya dalam menjaga mutu lulusan. Saat ini, fokus utama sekolah diarahkan pada penyelenggaraan Penilaian Proyek Kurikulum (PPK) bagi ratusan siswa kelas 9 sebagai tahapan krusial menuju kelulusan. (11/3/2026).

Berdasarkan data terbaru dari bagian Tata Usaha (TU), SMPN 3 Tanjung saat ini mendidik sebanyak 1.016 siswa. Jumlah tersebut terdistribusi ke dalam tiga tingkatan: 323 siswa di kelas 7, 349 siswa di kelas 8, serta 344 siswa di kelas 9.

Kepala SMPN 3 Tanjung, Basuki, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa mengelola ribuan siswa membutuhkan sinergi yang kuat di seluruh lini organisasi sekolah.

“Dengan total 1.016 siswa, fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek, baik pelayanan administrasi maupun proses akademik, dapat berjalan beriringan tanpa kendala. Manajemen yang solid menjadi kunci agar layanan pendidikan tetap optimal bagi seluruh siswa,” ujar staf TU mewakili pihak sekolah.

Fokus pada Kualitas Lulusan Melalui PPK

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kegiatan PPK yang tengah berlangsung bagi 344 siswa kelas 9 menjadi sorotan utama. Penilaian ini merupakan evaluasi komprehensif untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang telah ditempuh selama tiga tahun.

Mata pelajaran inti seperti Matematika dan Bahasa Indonesia menjadi fokus utama dalam ujian kali ini. Pelaksanaan PPK diawasi secara ketat di bawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Koli Korliana. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas, standarisasi penilaian, sekaligus menanamkan kedisiplinan kepada para siswa.

Pihak sekolah berharap melalui rangkaian penilaian ini, siswa kelas 9 tidak hanya mencapai standar nilai akademik yang memuaskan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan karakter yang matang sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

You cannot copy content of this page