Beranda » Ekonomi » Halaman 52

Ekonomi

BREBES, DN-II Bulan Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum besar untuk transformasi diri, baik dalam interaksi sosial maupun perilaku di ruang siber. Di tengah kekhusyukan ibadah, masyarakat diajak untuk tetap mengedepankan ketertiban umum dan kesantunan digital.

Dalam diskusi di Singosari FM, Sabtu (21/02/2026), Muhammad Naryoko, S.Fil.I., M.S.I., Anggota DPRD Jawa Tengah sekaligus Ketua Fraksi PPP, menyoroti pentingnya menjaga harmoni di tengah masyarakat selama bulan suci.

Berikut adalah tiga poin utama yang ditekankan dalam refleksi tersebut:

1. Memaknai Tradisi dengan Ketertiban

Kegiatan komunal seperti Sahur on the Road (SOTR) memang menjadi warna tersendiri dalam tradisi lokal. Namun, Naryoko mengingatkan bahwa esensi berbagi jangan sampai terdistorsi oleh kegaduhan yang mengganggu ketenangan publik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Pembatasan kegiatan tertentu oleh aparat bukan bermaksud membatasi ruang ibadah, melainkan upaya preventif terhadap potensi gesekan sosial, seperti tawuran atau balapan liar,” ujarnya. Masyarakat diimbau merayakan semangat Ramadan dengan cara yang lebih santun tanpa mengusik hak istirahat warga lainnya.

2. Ramadan sebagai Madrasah Sosial

Bulan suci ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengasah kepekaan sosial melalui dua pilar utama:

Toleransi Aktif: Menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang majemuk untuk menjaga persatuan.

Solidaritas Ekonomi: Ramadan menjadi momentum emas menghidupkan ekonomi kerakyatan. Dengan mengutamakan belanja di UMKM dan pedagang takjil lokal, masyarakat turut memastikan roda ekonomi berputar di akar rumput.

3. Melawan “Polusi” Informasi di Ruang Digital

Gangguan ketertiban saat ini tidak lagi hanya terjadi di jalanan, tetapi juga di layar ponsel. Hoaks dan disinformasi sering kali menjadi “racun” yang merusak kekhusyukan ibadah.

Muhammad Naryoko secara khusus memberikan tips menjaga Etika Digital:

Literasi Sebelum Aksi: Pastikan sumber informasi berasal dari media yang kredibel.

Verifikasi Berlapis: Gunakan prinsip cek dan ricek sebelum menekan tombol share.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Waspada Berita “Daur Ulang”: Berhati-hatilah terhadap konten lama (video bencana atau kerusuhan masa lalu) yang diunggah kembali demi memicu kepanikan.

Kendali Jari: Hindari ambisi menjadi yang tercepat dalam menyebar berita tanpa validitas yang jelas.

Penutup

Dunia digital adalah cermin dari adab kita di dunia nyata. Dengan menjaga lisan di dunia nyata dan menjaga “jempol” di dunia maya, kita dapat meraih esensi Ramadan yang utuh: kedamaian bagi diri sendiri dan manfaat bagi sesama.

Reporter: Teguh

SAROLANGUN, DN-II Praktik penarikan uang terhadap siswa baru di SMA Negeri 2 Sarolangun, Provinsi Jambi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Sekolah tersebut diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan total mencapai ratusan juta rupiah terhadap ratusan peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026.

Modus Operandi Pungutan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak sekolah melalui komite diduga memungut biaya sebesar Rp 1.449.000 per siswa. Dengan jumlah siswa baru sebanyak 319 orang, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai lebih dari Rp 462 juta. Pungutan ini berdalih untuk biaya asesmen diagnosis, pengadaan mebel (mobiler), hingga pembangunan lapangan sekolah.

Pembelaan Kepala Sekolah

Kepala SMAN 2 Sarolangun, saat dikonfirmasi pada 6 Agustus 2025, tidak menampik adanya penarikan dana tersebut. Namun, ia berdalih bahwa prosedur yang dilakukan telah sesuai aturan melalui rapat komite.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Iya benar, ada pungutan setiap tahun ajaran baru dan uang perpisahan. Tapi itu sudah sesuai aturan komite sekolah. Sebelum diputuskan, kami memanggil orang tua siswa untuk rapat. Saya hanya membuka rapat, setelah itu saya keluar agar orang tua berdiskusi dengan komite,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa biaya tersebut dibedakan menjadi kewajiban untuk keperluan pribadi siswa dan sumbangan sukarela untuk sarana prasarana sekolah.

Analisis Hukum: Antara Sumbangan dan Pungutan

Ketua LSM KCBI Muratara, Supriadi, dengan tegas membantah klaim sekolah. Menurutnya, tindakan menentukan nominal dan batas waktu pembayaran secara otomatis mengubah status “sumbangan” menjadi “pungutan” yang dilarang oleh undang-undang.

Berikut adalah landasan hukum yang diduga dilanggar:

Dasar Hukum Substansi Larangan

Permendikbud No. 75 Tahun 2016 (Pasal 10 & 12) Komite Sekolah dilarang melakukan pungutan kepada murid/wali murid. Komite hanya boleh menggalang dana berupa sumbangan yang bersifat sukarela, tidak mengikat, dan tidak ditentukan jumlah serta jangka waktunya.

Permendikbud No. 44 Tahun 2012 Pendidik dan tenaga kependidikan dilarang memungut biaya satuan pendidikan yang bersifat wajib atau ditentukan nominalnya.

Putusan MK No. 3/PUU-XXII/2024 Mempertegas bahwa pendidikan adalah tanggung jawab negara. Sekolah negeri yang menerima dana BOS tidak boleh membebani siswa dengan biaya tambahan yang bersifat wajib.

Desakan kepada Aparat Penegak Hukum

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Supriadi menyayangkan alasan pihak sekolah yang memungut biaya untuk perbaikan lapangan dan mebel, padahal sekolah telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

“Dana BOS SMAN 2 Sarolangun tahun 2023-2024 itu sangat besar, hampir Rp 3 Miliar. Lantas dikemanakan anggaran tersebut jika untuk mobiler dan lapangan saja masih harus memeras orang tua siswa?” tegas Supriadi.

LSM KCBI menyatakan akan segera melaporkan temuan ini kepada Kejaksaan Negeri (Kajari) Sarolangun agar dilakukan pengusutan tuntas. Mereka meminta aparat menindak tegas oknum yang menjadikan sektor pendidikan sebagai ajang pungli di Jambi.

Red/Rambonews

Sumber: Tim LBS & LSM KCBI

BREBES, DN-II Genap satu tahun menakhodai Kabupaten Brebes, pemerintahan Bupati Paramitha Widya Kusuma menunjukkan progres signifikan. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Pemerintah Kabupaten Brebes merilis capaian pembangunan yang mencakup transformasi infrastruktur, penguatan jaring sosial, hingga digitalisasi daerah.

Kepala Diskominfotik Brebes, Warsito Eko Putro, menegaskan bahwa fokus utama setahun terakhir adalah menghadirkan dampak nyata yang melampaui sekadar statistik di atas kertas.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan, bukan sekadar laporan angka. Ini adalah fondasi menuju Brebes yang lebih maju,” ujar Warsito dalam siaran persnya, Jumat (20/2/2026).

1. Akselerasi Infrastruktur dan Konektivitas

Dalam 12 bulan terakhir, wajah infrastruktur Brebes mengalami perbaikan besar-besaran guna mendukung mobilitas ekonomi warga:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Perbaikan Jalan & Jembatan: Rehabilitasi 287 ruas jalan kabupaten sepanjang 117,77 km dan 65 jembatan.

Pengendalian Banjir: Normalisasi 721,49 km saluran pembuang dan perbaikan 99,8 km drainase perkotaan.

Sanitasi & Air Bersih: Pembangunan 1.742 sambungan air bersih baru serta program jambanisasi di 1.581 rumah tangga.

2. Fokus pada SDM: Pendidikan dan Kesehatan

Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi pilar utama dalam mencetak generasi unggul Brebes:

Beasiswa & Literasi: Melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, 480 mahasiswa mendapatkan beasiswa. Selain itu, Program Gas Rolas berhasil mengembalikan 628 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.

Kesehatan Door to Door: Layanan kesehatan jemput bola telah menjangkau lebih dari 204.000 warga.

Tekan Stunting: Pemantauan intensif dilakukan terhadap 113.759 balita untuk memastikan penurunan angka stunting secara konsisten.

3. Perlindungan Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan dan pegiat sosial:

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kemandirian Ekonomi: Sebanyak 2.000 keluarga dinyatakan lulus (graduasi) dari Program Keluarga Harapan (PKH), menandakan peningkatan taraf hidup.

Insentif Keagamaan: Penyaluran insentif bagi 21.000 pegiat keagamaan, termasuk guru ngaji dan pengasuh pesantren.

Rumah Layak Huni: Bedah rumah dilakukan pada 1.375 unit rumah tidak layak huni (RTLH).

4. Transformasi Digital: “Brebes Merdeka Internet”

Menjawab tantangan zaman, program Brebes Merdeka Internet kini hadir di ruang-ruang publik. Akses internet gratis telah aktif di Alun-alun Brebes, Monumen Perjuangan, hingga sentra kuliner untuk mendukung UMKM dan kreativitas pemuda.

Prestasi dan Stabilitas Daerah

Kerja keras ini membuahkan sederet penghargaan bergengsi sepanjang 2025-2026, di antaranya:

Kabupaten Layak Anak tingkat Nindya.

Innovative Government Award (IGA) 2025.

Penghargaan Pelayanan Publik dari KemenPAN-RB untuk RSUD Brebes.

Warsito menutup dengan optimisme bahwa stabilitas politik dan keamanan di Brebes yang terjaga selama setahun ini menjadi modal kuat untuk menarik investasi di masa depan. “Evaluasi tetap berjalan. Masukan masyarakat adalah kompas kami untuk program-program selanjutnya,” pungkasnya.

Red/Casroni

WASHINGTON D.C. DN-II Indonesia dan Amerika Serikat resmi memulai era baru kerja sama ekonomi melalui penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik bertajuk “Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance”. Kesepakatan bersejarah ini ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington D.C., Kamis (19/2/2026).

Council of Trade and Investment: Garda Depan Dialog Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah pembentukan Council of Trade and Investment. Forum ini akan menjadi wadah diskusi strategis bagi kedua negara untuk mengawal dinamika ekonomi secara proaktif.

“Forum ini berfungsi sebagai wadah diskusi awal guna mengantisipasi lonjakan perdagangan atau investasi yang berpotensi mengganggu stabilitas neraca ekonomi kedua negara,” ujar Airlangga.

Ribuan Produk Indonesia Kini Bebas Tarif

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dalam dokumen perjanjian tersebut, Indonesia berhasil mengamankan akses pasar yang signifikan. Tercatat sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia kini mendapatkan tarif 0% di pasar Amerika Serikat. Komoditas unggulan yang masuk dalam daftar ini antara lain:

Komoditas Alam: Minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet.

Teknologi & Manufaktur: Komponen elektronik, semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.

Tekstil & Aparel: Produk ini juga mendapatkan tarif 0% melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).

Komitmen Timbal Balik dan Ekonomi Digital

Sebagai bentuk resiprokal, Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas tarif 0% bagi produk utama AS, terutama komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Langkah ini diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di dalam negeri agar masyarakat tidak terbebani biaya tambahan pada produk berbahan baku impor tersebut.

Di sektor digital, kedua negara menyepakati poin-poin penting dalam forum World Trade Organization (WTO), yakni:

Bebas Bea Masuk Transaksi Elektronik: Kesepakatan untuk tidak mengenakan bea masuk atas transaksi digital.

Transfer Data Lintas Batas: Indonesia mendorong pengaturan yang terbatas sesuai regulasi nasional guna memastikan perlindungan data konsumen tetap terjaga.

Harapan Menuju “Golden Age”

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan mempererat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi tinggi dan energi hijau.

Red

Sumber: BPMI Setpres

Tag: #KemensetnegRI
#RilisPresiden
#PrabowoSubianto
#IndonesiaAS
#EkonomiGlobal

BREBES, DN-II Kabupaten Brebes ternyata menyimpan kekayaan pariwisata yang luar biasa. Dengan 35 objek wisata yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, Pemerintah Kabupaten Brebes kini mulai tancap gas. Fokusnya jelas: menjadikan potensi lokal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan bagi pelajar. (20/2/2026).

Keberagaman Destinasi: Dari Pesisir hingga Situs Purbakala

Dari total puluhan destinasi yang ada, pengelolaan pariwisata di Brebes terbagi dalam dua skema. Tiga objek wisata dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah, yakni Pantai Randusanga Indah (Par-In), Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada di Pakujati, dan Cipanas Buaran di Bantarkawung.

Sementara itu, 32 objek wisata lainnya dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait. Beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain:

Wisata Air: Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, dan Teluk Rasira.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Ekosistem Pesisir: Mangrove Pandansari, Pulau Cemara, dan Mangrove Kali Anyar.

Wisata Pegunungan: Perkebunan Teh Kaligua, Curug Cantel, hingga destinasi baru DTW Jonggrang Forest.

“Alhamdulillah, setiap tahun angka kunjungan wisata di Brebes terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., dalam diskusi tersebut.

Menepis Budaya Karyawisata “Luar Kota”

Pemerintah Kabupaten Brebes juga tengah berupaya mengubah paradigma study tour atau karyawisata sekolah. Selama ini, banyak siswa di Brebes yang justru lebih mengenal Yogyakarta, Jakarta, atau Bali dibandingkan daerahnya sendiri.

Menanggapi fenomena ini, Pemkab berkomitmen menawarkan Paket Wisata Pelajar yang kompetitif dan selaras dengan kurikulum sekolah. Strateginya adalah melalui Wisata Tematik, yang membagi wilayah Brebes berdasarkan fokus edukasinya:

Wilayah Selatan (Sejarah & Purbakala): Melalui Museum Purbakala Bumiayu, siswa diajak mengenal jejak purbakala di tanah Jawa.

Wilayah Tengah (Budaya Adat): Mengenal masyarakat hukum adat Jalawastu, satu-satunya komunitas adat unik yang masih lestari di Jawa Tengah.

Wilayah Pesisir (Ekosistem): Fokus pada pengenalan ekosistem pantai dan capacity building di kawasan Mangrove Sari.

Agrowisata: Edukasi sektor pertanian melalui sentra kebun kelengkeng dan pisang di wilayah Negla.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Menguatkan Identitas Melalui Muatan Lokal

Strategi ini dirancang agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan karakter. Unsur muatan lokal dan koneksi langsung dengan mata pelajaran sejarah menjadi poin utama.

“Kami ingin siswa memiliki koneksi emosional dengan identitas daerahnya. Harapannya, generasi muda mengenal kekayaan daerah sendiri tanpa harus merasa perlu pergi jauh-jauh ke luar kota,” pungkas Fajar.

Dengan integrasi paket edukasi ini, Kabupaten Brebes optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama dalam membangun kebanggaan dan kecintaan pelajar terhadap potensi lokal mereka sendiri.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Dinas Sosial Kabupaten Brebes menunjukkan respons cepat dalam menangani dua bencana alam yang terjadi secara simultan: banjir luapan di Kecamatan Losari dan fenomena tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Meski jajaran pimpinan sedang menjalankan agenda kedinasan di luar kota, dipastikan penyaluran bantuan di lapangan tetap berjalan tanpa hambatan.  (20/2/2026).

Darurat Tanah Bergerak: 176 KK Dievakuasi ke Lokasi Aman

Situasi paling kritis terpantau di Dukuh Bojong Sari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog. Fenomena tanah bergerak dilaporkan terjadi dengan intensitas tinggi—hampir setiap menit—sehingga mengancam keselamatan warga. Medan yang sulit dan status wilayah yang sempat terisolasi menjadi tantangan utama tim evakuasi.

Demi keselamatan jiwa, sebanyak 176 Kepala Keluarga (KK) telah direlokasi. Titik pengungsian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Munawir, Dukuh Limbangan.

“Kami memilih titik ini karena struktur tanahnya terbukti stabil dan kapasitasnya memadai untuk menampung warga dalam jumlah banyak,” ujar Tarsono, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Brebes.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Banjir Perbatasan: Logistik Darurat untuk Losari

Di wilayah pesisir, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Losari, termasuk Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul. Begitu menerima laporan dari BPBD dan Camat setempat, Dinas Sosial segera menerjunkan tim Bidang Dayasos.

Sebagai langkah awal, bantuan logistik darurat berupa nasi bungkus langsung didistribusikan kepada warga terdampak. Mengingat posisi Losari yang berada di perbatasan provinsi, Dinsos kini berkoordinasi dengan pihak PSDA wilayah Cirebon dan Brebes untuk penanganan teknis luapan air.

Fasilitas Pengungsian dan Stok Logistik

Untuk menjamin kesejahteraan para pengungsi di Sirampog, Dinas Sosial telah menyiagakan fasilitas pendukung di lokasi pengungsian, antara lain:

Dapur Umum: Beroperasi penuh di Dukuh Limbangan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi.

Hunian Darurat: Pendirian 2 unit tenda umum dan 3 unit tenda keluarga.

Bantuan Sandang: Penyaluran pakaian layak pakai untuk dewasa dan anak-anak.

Ketahanan Pangan: Stok logistik mencakup 1.200 paket makanan siap saji, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya.

Koordinasi Real-Time di Tengah Agenda Luar Kota

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Aksi cepat ini tetap berjalan efektif meski jajaran pimpinan Dinas Sosial tengah menghadiri rapat koordinasi mengenai MOU Kube (Kelompok Usaha Bersama) APBD 1 di Semarang. Kabid Pemberdayaan Sosial menegaskan bahwa sistem komando di lapangan sudah berjalan otomatis.

“Bencana tidak bisa menunggu. Meski kami sedang ada agenda di Semarang, instruksi penanganan langsung tersampaikan secara real-time. Tim di lapangan bergerak sigap untuk memastikan warga tidak kekurangan bantuan,” pungkas Tarsono.

Reporter: Teguh
Editor: Casroni

BREBES, DN-II Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus digencarkan dalam rangkaian kegiatan non-fisik TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes. Pada Jumat (20/02/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi penanggulangan bencana alam yang menyasar ibu-ibu PKK Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula pertemuan desa ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang tangguh dan tanggap terhadap situasi darurat lingkungan.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Sumitro Hadiprayogo, S.T., selaku Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Brebes. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemahaman mengenai deteksi dini bencana sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis tertentu.

“Ibu-ibu memiliki peran sentral dalam keluarga. Dengan memahami langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan awal, kita dapat meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materil saat bencana terjadi,” ujar Sumitro Hadiprayogo.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, serta Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman. Kehadiran aparat kewilayahan ini menunjukkan soliditas dalam menyukseskan program TMMD Reguler ke-127.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Desa Cikuya, Bapak Sekod, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kodim 0713/Brebes dan BPBD atas edukasi yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat terbantu. Pengetahuan ini membuat warga kami, khususnya ibu-ibu PKK, lebih siap dan tidak panik jika sewaktu-waktu terjadi fenomena alam yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menambahkan bahwa sasaran non-fisik TMMD kali ini memang difokuskan pada pemberdayaan SDM.

“Pembangunan fisik seperti jalan memang penting, namun membangun mentalitas warga yang ‘Sadar Bencana’ adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan seluruh warga Desa Cikuya,” tutup Serka Sagiman.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Senyum sumringah terpancar dari wajah Pak Tarap (48), warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat berbincang hangat dengan Sertu Sodikin, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, pada Jumat (20/02/2026).

Pria yang sehari-harinya menggantungkan hidup sebagai petani dan peternak sapi ini mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas transformasi yang terjadi di desanya. Baginya, program TMMD tahun ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban atas kesulitan yang ia hadapi selama bertahun-tahun.

Salah satu poin utama yang disyukuri Pak Tarap adalah pengerjaan pengecoran jalan yang sedang berlangsung. Jalan tersebut merupakan akses utama yang ia lalui setiap hari untuk mencari rumput bagi ternak sapinya.

“Dulu jalannya susah, apalagi kalau hujan. Sekarang saya melihat jalan ini sedang dicor, rasanya senang sekali. Nanti kalau mau cari rumput atau angkut hasil tani jadi jauh lebih lancar dan tidak takut terpeleset lagi,” ujar Pak Tarap saat bercerita kepada Sertu Sodikin.

Tak hanya soal jalan, manfaat ganda dirasakan Pak Tarap melalui program TNI Manunggal Air. Sebagai peternak, kebutuhan air bersih sangatlah krusial untuk minum dan sanitasi sapi-sapinya. Berkat program ini, ketersediaan air di wilayahnya kini lebih terjamin.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, untuk urusan ternak sapi juga sekarang terbantu sekali dengan program TNI Manunggal Air. Airnya mengalir, sapi-sapi saya tidak susah lagi dapat air bersih. Terima kasih banyak Bapak-bapak TNI,” tambahnya.

Sertu Sodikin, yang setia mendengarkan keluh kesah dan cerita warga, menyampaikan bahwa tujuan utama TMMD adalah untuk menyejahterakan masyarakat desa.

“Mendengar langsung dampak positif dari warga seperti Pak Tarap adalah penyemangat bagi kami para prajurit di lapangan. Kami bekerja di sini memang untuk rakyat, memastikan akses jalan bagus dan air tersedia adalah prioritas kami,” tegas Sertu Sodikin.

Pengecoran jalan di Desa Cikuya merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang diharapkan dapat mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian dan peternakan di wilayah tersebut.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Aksi simpatik ditunjukkan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes di tengah kesibukan pengerjaan fisik pengecoran jalan. Pada Jumat (20/02/2026), Sertu Sodikin spontan membantu Nunung (37), seorang warga setempat, mengangkat karung hasil panen gabah ke atas sepeda motornya.

Momen tersebut terjadi di sela-sela aktivitas alat berat dan para pekerja yang sedang mengejar target pembangunan jalan beton. Melihat Ibu Nunung yang kesulitan mengangkat karung gabah yang cukup berat sendirian, Sertu Sodikin langsung menghampiri dan memberikan bantuan.

Bagi Sertu Sodikin, membantu warga adalah bagian dari panggilan jiwa sebagai prajurit, terlebih di lokasi TMMD di mana kedekatan dengan masyarakat adalah kunci utama.

“Tugas kami di sini memang membangun jalan, tapi tujuan utamanya adalah membantu kesulitan rakyat. Melihat Ibu Nunung berjuang sendirian mengangkat hasil panennya, sudah kewajiban saya untuk turun tangan,” ujar Sertu Sodikin.

Ibu Nunung mengaku sangat terbantu dengan kehadiran anggota TNI di desanya. Menurutnya, keberadaan Satgas TMMD tidak hanya memberikan perubahan pada infrastruktur desa, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman karena sikap para prajurit yang sangat ringan tangan.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Tadi sempat bingung mau angkat gabah ke motor sendirian. Alhamdulillah, ada Pak Tentara yang langsung bantu. Mereka orangnya baik-baik dan rajin bekerja,” ungkap Ibu Nunung dengan wajah sumringah.

Pengerjaan fisik pengecoran jalan dalam program TMMD Reguler ke-127 ini memang terus dikebut. Namun, Kodim 0713/Brebes selalu menekankan kepada seluruh personel bahwa interaksi sosial dan bantuan langsung kepada warga seperti yang dilakukan Sertu Sodikin adalah prioritas yang tidak boleh ditinggalkan.

Jalan yang sedang dicor ini nantinya diharapkan akan mempermudah mobilitas petani seperti Ibu Nunung dalam mengangkut hasil bumi, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan kesejahteraan ekonomi warga meningkat.(Rio/Pradista)

BREBES, DN-II Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes menunjukkan optimisme tinggi dalam mengoptimalkan pengelolaan dana umat. Memasuki tahun 2026, BAZNAS menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp14 miliar.

Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan capaian tahun 2025 yang berada di kisaran Rp9,5 miliar. Kenaikan target ini dipandang sebagai langkah berani untuk memperluas jangkauan program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi di wilayah Brebes.

Strategi Perluas Jangkauan: Dari ASN hingga Sektor Swasta

Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, Nursidik, menyatakan bahwa untuk mengejar lompatan target tersebut, pihaknya telah memetakan strategi pengumpulan yang lebih inklusif dan progresif. Fokus utama BAZNAS kini tidak lagi hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan menyasar tiga elemen kunci:

Aparatur Sipil Negara (ASN): Melakukan optimalisasi zakat dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh lingkungan Pemkab Brebes melalui sistem yang lebih terintegrasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Tokoh Pengusaha Lokal: Membangun sinergi dengan para pengusaha lokal berskala besar untuk mempercayakan penyaluran zakatnya melalui lembaga resmi guna memastikan dampak yang lebih merata.

Sektor Industri dan Korporasi: Mendorong perusahaan-perusahaan (PT) yang beroperasi di wilayah Brebes untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) atau zakat perusahaan mereka melalui BAZNAS.

Transparansi dan Dampak Sosial

Nursidik menekankan bahwa peningkatan target ini juga dibarengi dengan komitmen transparansi pengelolaan keuangan. Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk berbagai program strategis, mulai dari pengentasan kemiskinan ekstrem, bantuan pendidikan, hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Brebes.

“Kami optimis dengan dukungan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, target Rp14 miliar ini bukan sekadar angka, melainkan ikhtiar kita bersama untuk menyejahterakan umat di Brebes,” ujar Nursidik, Rabu (18/2/2026).

Dengan strategi yang lebih agresif di sektor swasta dan industri, BAZNAS Brebes berharap dapat menutup celah potensi zakat yang selama ini belum tergarap maksimal, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam pembangunan daerah.

Reporter: Teguh

You cannot copy content of this page