Beranda » Keamanan » Halaman 110

Keamanan

BREBES, DN-II Keceriaan libur Lebaran 1447 H terpancar jelas di sepanjang pesisir Pantai Randusanga Indah (PARIN). Hingga hari keempat lebaran, Selasa (24/3/2026), ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati destinasi wisata unggulan di Kabupaten Brebes ini untuk menikmati berbagai atraksi seni dan hiburan keluarga.

Magnet utama pada hari Selasa tersebut adalah pementasan kesenian tradisional Sintren. Alunan musik khas dan tarian mistis nan anggun berhasil memukau mata pengunjung yang datang. Meski pada hari Rabu (25/3/2026) jadwal hiburan panggung ditiadakan sementara, antusiasme masyarakat tidak surut untuk tetap menikmati keindahan alam pantai.

Fasilitas Lengkap dan Hiburan Bervariasi

Selain panggung hiburan, pengunjung dimanjakan dengan beragam aktivitas, mulai dari berenang di tepi laut, berkeliling pantai menggunakan perahu sewaan, hingga mencicipi kuliner khas pesisir yang dijajakan pedagang lokal. Area bermain pasir yang luas juga menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk menghabiskan waktu libur mereka.

Karyadi, Ketua Panitia Event Pekan Libur Lebaran PARIN, mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya kunjungan tahun ini. Tercatat, lebih dari 2.000 orang memadati area wisata tersebut dalam satu hari.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Antusiasme pengunjung sangat luar biasa. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau serta akses jalan yang mudah dari berbagai arah, PARIN tetap menjadi pilihan utama keluarga untuk berlibur tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam,” ujar Karyadi.

Agenda Hiburan Pekan Lebaran

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, panitia telah menyiapkan rangkaian hiburan menarik hingga awal April mendatang. Berdasarkan jadwal resmi, beberapa atraksi yang akan segera hadir antara lain:

26 Maret: Penampilan Band Lokal

27 Maret: Kesenian Kuda Lumping

28 Maret: Atraksi Debus & Sulap

29-30 Maret: Organ Tunggal & Kesenian Kewan Lumping

01 April: Pentas Tari Sanggar

Tarif Retribusi Terjangkau

Sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2023, tarif masuk ke objek wisata PARIN tetap stabil dan merakyat. Harga Tiket Masuk (HTM) dipatok sebesar Rp10.000. Sementara untuk parkir kendaraan, sepeda motor dikenakan Rp3.000, mobil Rp5.000, serta kendaraan roda tiga atau odong-odong sebesar Rp10.000.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Dengan perpaduan tradisi, hiburan modern, dan harga yang bersahabat, Pantai Randusanga Indah membuktikan diri sebagai primadona wisata bahari di Jawa Tengah pada musim Lebaran tahun ini.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Kabar bahagia datang bagi keluarga Bapak Wahidin. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes secara resmi telah menyetujui (ACC) permohonan bantuan alat bantu kesehatan berupa satu unit kursi roda untuk putranya, Bintang Arista. Bantuan ini diharapkan mampu menunjang mobilitas dan semangat Bintang dalam beraktivitas sehari-hari.

​Sudah Disetujui Ketua BAZNAS

​Kepastian ini dikonfirmasi oleh staf operasional BAZNAS Brebes, Fikri, saat ditemui di ruang kerjanya. Fikri menjelaskan bahwa Ketua BAZNAS Kabupaten Brebes, H. Mahali, telah memberikan disposisi persetujuan sebelum memasuki masa libur panjang.

​”Sudah di-ACC oleh Pak Ketua, Pak Mahali. Secara administrasi sudah beres, tinggal menunggu proses tindak lanjut di lapangan,” ujar Fikri pada Rabu (25/03/2026).

​Terkendala Cuti Bersama dan Libur Nasional

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Meski administrasi telah rampung, penyerahan fisik kursi roda tersebut belum bisa dilakukan secara instan. Fikri memaparkan bahwa mepetnya waktu persetujuan dengan jadwal cuti bersama Idul Fitri menjadi alasan utama tertundanya penyerahan barang.

​”Karena waktunya sangat berdekatan dengan masa cuti Lebaran, unit barangnya belum sempat kami serahkan ke pihak keluarga. Saat ini kami sedang mengupayakan proses pengadaan agar barang siap tepat waktu,” tambahnya.

​Pihak BAZNAS memastikan bahwa begitu aktivitas perkantoran kembali normal pasca-Lebaran, unit tersebut akan segera dikirimkan ke kediaman Bapak Wahidin.

​Komitmen BAZNAS untuk Masyarakat

​Pemberian bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Brebes dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bagi keluarga Bintang Arista, bantuan ini bukan sekadar alat bantu fisik, melainkan harapan baru untuk kualitas hidup yang lebih baik.

​Fikri menegaskan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi intensif dengan keluarga penerima manfaat agar proses serah terima berjalan lancar.

​”Begitu barang tersedia, kami akan langsung berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk jadwal penyerahan,” pungkasnya.

​Reporter: Teguh
Editor: Casroni

KOTA TEGAL, DN-II Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tegal untuk segera menyesuaikan diri, kembali fokus dan bekerja dengan penuh semangat.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dan integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ajak Dedy Yon dalam amanatnya saat Apel Bersama dan Halalbihalal Hari Pertama masuk kerja setelah Libur Idulfitri 1447 Hijriah di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu, Komplek Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2026) pagi.

Apel bersama turut dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulityantono dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal, Gadis Sephi Febriana beserta jajaran Staf Ahli, Asisten Sekda, Kepala OPD serta ASN di lingkungan Balai Kota Tegal.

Dalam amanatnya Wali Kota Tegal menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia berharap momentum Idulfitri ini dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, kebersamaan serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu Wali Kota juga mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja maksimal, professional dan penuh dedikasi.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Ingatlah bahwa keberhasilan pembangunan Kota Tegal sangat bergantung pada komitmen dan kerja keras kita bersama,” tegas Dedy Yon.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-446 Kota Tegal, Dedy Yon juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tegal untuk ngayuhbagyo, menyemarakan dan berpartisipasi aktif dalam menyongsong HUT ke-446 Kota Tegal yang akan jatuh pada tanggal 12 April 2026.

“Dengan mengusung tema “Tegal Tangguh Pantang Ngangluh”, mari kita wujudkan semangat kebersamaan, kerja keras dan optimisme dalam setiap langkah pengabdian kita,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono secara terpisah menambahkan bahwa di hari pertama masuk kerja ini tidak ada ASN yang alpa atau tidak hadir tanpa keterangan.

“Alhamdulillah hari ini tidak ada yang tanpa keterangan. Tadi sudah dilaporkan dari 5.398 ASN ada yang tidak masuk hari ini tapi ada alasan tersendiri karena dinas luar, cuti tahunan dan cuti besar,” tambahnya.

Usai Apel Bersama kegiatan dilanjutkan dengan Halalbihalal bersama seluruh ASN Pemkot Tegal yang berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota Tegal.(* Bim )

KOTA TEGAL, DN-II Memasuki arus balik pasca Lebaran, para perantau mulai memadati titik-titik keberangkatan untuk kembali mengadu nasib ke ibu kota dan sekitarnya. Namun, lonjakan harga tiket dan terbatasnya armada pada jam-jam tertentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejuang nafkah.

Pada Rabu (25/3/2026), suasana di Terminal Tegal menunjukkan dinamika harga yang cukup signifikan. Harga tiket menuju Karawang, Jawa Barat, yang pada hari biasa dibanderol Rp125.000, kini meroket hingga Rp250.000 per kursi.

Siasat Menghadapi Lonjakan Harga

Salah satu pemudik, Pak Raswadi (60), pedagang nasi goreng asal Dukuhturi, Kabupaten Tegal, membagikan pengalamannya. Ia mengaku harus memutar otak agar tetap bisa berangkat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Di terminal tadi ditawarkan Rp250.000, dua kali lipat dari harga biasa. Akhirnya saya geser cari di pangkalan (agen) luar terminal. Alhamdulillah dapat di Kaligangsa Kulon seharga Rp170.000,” ujar Pak Raswadi saat ditemui di sela keberangkatannya.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain faktor harga, ia juga mengeluhkan ketersediaan armada pagi yang minim di terminal. Banyak bus yang baru tersedia untuk keberangkatan sore hari, sementara dirinya mengejar waktu agar bisa segera beraktivitas kembali di perantauan.

Berjuang Demi Pendidikan Anak dan Yatim

Di balik kegigihannya menawar harga tiket, pria berusia kepala enam ini menyimpan misi mulia. Pak Raswadi bekerja keras di Karawang untuk menghidupi empat orang anak yang masih menempuh pendidikan di bangku SMP dan SMA.

Menariknya, dari keempat anak tersebut, salah satunya adalah anak yatim piatu yang ia asuh dan anggap sebagai darah daging sendiri.

“Anak kandung ada tiga, ditambah satu anak yatim piatu jadi empat. Semuanya masih sekolah, ada yang SMP dan yang paling besar sudah SMA. Saya harus semangat supaya pendidikan mereka lancar,” ungkapnya dengan nada bangga.

Rutin Pulang Demi Keluarga

Meski usia tak lagi muda, Pak Raswadi dikenal sebagai sosok yang tangguh. Ia rutin pulang ke kampung halaman sebulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarga sebelum kembali berjibaku dengan bisingnya kota Karawang demi piring-piring nasi goreng yang ia sajikan.

Kisah Pak Raswadi menjadi potret nyata perjuangan para perantau lokal. Di tengah melambungnya biaya transportasi saat musim Lebaran, semangat untuk menghidupi keluarga dan berbagi kasih kepada sesama tetap menjadi bahan bakar utama bagi mereka untuk terus melangkah.

Reporter: Teguh

BREBES, DN-II Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen (FKGD) Putera-Puteri Brebes menggelar acara Halal Bi Halal bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Rabu (25/03/2026).

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Membangun Brebes dengan Cinta”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konektivitas dan kolaborasi akademisi dalam membangun tanah kelahiran.

​Ketua Panitia sekaligus Presiden Shafa Community Brebes, Muhammad Abdul Fery, menyampaikan bahwa forum yang bernaung di bawah Yayasan Rumah Cinta Brebes ini telah eksis selama delapan tahun sejak September 2018.

​”Kami ingin memperkuat connectivity, synergy, and collaboration. Profesor dan dosen bukan sekadar insan akademik, tapi penggerak perubahan sosial yang membawa integritas dan pengabdian bagi kemajuan Brebes,” ujar Fery.

​Kolaborasi Strategis Pemda dan Akademisi

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

​Bupati Brebes periode 2025-2030, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M., dalam sambutannya yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan visi “Brebes Beres”.

​”Brebes akan lebih hebat jika kita menanamkan rasa saling menolong. Kolaborasi nyata dapat menghidupkan ekonomi di sekeliling kita. Ke depan, para profesor kelahiran Brebes harus terus dilibatkan dalam agenda brainstorming untuk memberikan sumbangsih pemikiran strategis bagi kemajuan daerah,” tutur Dr. Tahroni.

​Kritik Membangun: Benahi Hulu Hingga Hilir

​Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Prof. Anton Satria Prabuwono (King Abdul Aziz University & UTP Malaysia), Prof. Dr. H. Jamali (Rektor UIN Siber Syekh Nurjati), Prof. Dr. Mukhamad Murdiono (UNY), Prof. Dr. Rustono (Unnes), Prof. Dr. Masduki (Rektor UIA), dan Prof. Dr. Mashari (Untag Semarang).

​Salah satu sorotan tajam datang dari Pembina FKGD sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah di Brebes harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir.

​”Problem di daerah sering kali berakar pada kebijakan politik yang kurang tepat, termasuk dalam penanganan bencana. Dibutuhkan keseriusan bupati dan jajaran untuk menghadirkan stakeholder terkait. Kami, para profesor putera daerah, siap memberikan kajian mendalam untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Brebes,” tegas Prof. Ma’mun.

​Dihadiri Ratusan Intelektual

​Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 60 Profesor dan 339 Dosen kelahiran Brebes yang berkarier di berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Selain para akademisi, hadir pula 21 Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Brebes guna mendengarkan langsung aspirasi serta ide-ide segar bagi pembangunan daerah.

Red/Casroni

Semarang, DN-II Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka rekayasa lalu lintas one way nasional guna mengurai kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil seiring tingginya volume kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta melalui jalur tol, tercatat mencapai sekitar 2.380.401 kendaraan hingga 24 Maret 2026.

Peresmian One Way Nasional yang ditandai dengan flag off tersebut dilaksanakan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026) pukul 14.25 WIB.

Dalam sesi conference Press Kapolri menyampaikan bahwa Rekayasa lalu lintas one way nasional diberlakukan dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek.

“Sebelumnya telah diberlakukan one way secara bertahap, dan sore ini kita terapkan one way nasional untuk mengurai kepadatan di puncak arus balik,” ujar Kapolri kepada awak media.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menko PMK, Menhub, Menkes, Kepala BUJT, Dirut PT Jasa Marga, serta Dirut PT. Turut hadir Gubernur Jawa Tengah serta Kapolda Jawa Tengah.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sebelum pelepasan dimulai, Kapolri menyempatkan diri menyapa para pemudik yang tengah mengantre di gerbang tol, dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga membagikan ratusan paket bingkisan berupa makanan ringan, perlengkapan kesehatan, serta mainan untuk anak-anak guna membantu mengurangi kejenuhan selama perjalanan.

Kapolri menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan arus balik. Ia mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan.

” Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan balik agar tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan fasilitas yang telah disediakan, baik rest area, Pos Pengamanan, maupun Pos Terpadu. Jika lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegas Kapolri.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan moda transportasi lain, seperti kereta api, guna mengurangi kepadatan di jalur darat.
Polri memastikan seluruh personel di sepanjang jalur tol maupun arteri tetap bersiaga penuh untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan tagline mudik tahun ini, yaitu “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

Red

BREBES, DN-II Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran. Ribuan kendaraan pemudik yang hendak kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya terpantau memadati ruas Tol Trans Jawa pada Senin (23/03/2026).

Guna mengantisipasi kepadatan yang terus meningkat, pihak kepolisian resmi menerapkan rekayasa lalu lintas One Way Nasional (sepenggal).

Skema satu arah ini dimulai dari KM 263 Gerbang Tol Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama)

Kebijakan ini mulai diaktifkan pada Senin sore pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di titik awal one way tepatnya di bawah Simpang Susun Tol Brebes Barat, petugas kepolisian sigap mengarahkan kendaraan dari arah timur untuk masuk ke Jalur A (sisi kanan).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“Penerapan rekayasa ini bersifat situasional untuk menjamin kelancaran arus balik menuju Jakarta,” ujar petugas di lokasi.

Sementara itu, bagi kendaraan dari arah Barat (Jakarta) yang hendak menuju arah Timur (Jateng/Jatim), petugas melakukan pengalihan arus
dengan dengan mengarahkan pengendara keluar melalui gerbang Tol Pejagan untuk melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri Pantura.

Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Casroni/Hms).

BREBES, WWW.DETIK-NASIONAL.COM – Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi saksi bisu getaran emosional keluarga besar Bani Wasan. Mengusung semangat merawat adab dan nilai luhur, pertemuan ini bukan sekadar seremoni saling memaafkan, melainkan upaya konkret memperkokoh ukhuwah islamiyah di tengah derasnya arus zaman.

Kebersamaan ini sejalan dengan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 1.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Bagi Bani Wasan, keluarga dan doa adalah pelabuhan terakhir sejauh apa pun kaki melangkah.

Menelusuri Jejak Dakwah Mbah Nurrohman

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu agenda krusial dalam pertemuan ini adalah membedah silsilah (nasab). Dalam Islam, menjaga garis keturunan adalah bagian dari Maqashid Syariah (tujuan syariat). Berdasarkan catatan sejarah, Bani Wasan merupakan bagian dari garis keturunan besar Mbah Nurrohman, tokoh ulama yang diyakini sebagai pelopor penyebar Islam di wilayah Brebes Barat.

Alur sejarah mencatat garis ini bermula dari Mbah Nurrohman yang menurunkan Anak Keduanya Wilem (Asiyah). Beliau kemudian bersuamikan Ki Mas Brandal Cilik, (Mbah Kulub). yang menjadi titik awal jalur Bani Wasan. Melalui tokoh kunci seperti Mbah Daimen dan Mbah Gentong, lahirlah sosok Caswad (Wafat 1946) yang kini menjadi pilar utama pemersatu silsilah ini.

Menyatukan Dua Sungai Keturunan Buyut Caswad

Sosok Buyut Caswad meninggalkan warisan keturunan yang luas dari dua istri beliau, yakni Nyai Buyut Muri dan Nyai Buyut Wami.

Garis Nyai Buyut Muri (Istri Pertama): Melahirkan tujuh bersaudara; Karmali, Wastam, Wasan (cikal bakal Bani Wasan), Ruinah, Muryah, Cari, dan Kasriyah.

Garis Nyai Buyut Wami (Istri Kedua): Melahirkan tujuh bersaudara; Sukardi, Sartimah, Carmadi, Catra, Surtimah, Casriah, dan Sutarjo (Ki Kored).

Hingga saat ini, keturunan Mbah Nurrohman telah mencapai generasi cicit hingga piut yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Meski raga terpisah jarak, Desa Sengon di Kabupaten Brebes tetap tegak berdiri sebagai “Rumah Besar” dan simpul utama pengikat batin antaranggota keluarga.

Visi Besar: Reuni Akbar Seluruh Keturunan

Harapan besar membuncah dalam pertemuan tersebut. Keluarga besar mencita-citakan di masa depan, seluruh keturunan Buyut Caswad—baik dari garis Nyai Buyut Muri maupun Nyai Buyut Wami—dapat bersatu dalam satu forum Halalbihalal yang lebih luas.

“Harapan kami, seluruh anak cucu keturunan Buyut Caswad bin Mbah Daimen dapat menggelar pertemuan serupa untuk mengencangkan ikatan persaudaraan dan mengenal kembali sosok leluhur kita,” ujar salah satu perwakilan keluarga pada Selasa (24/3/2026).

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Langkah ini adalah bentuk pengamalan hadis Rasulullah SAW bahwa “Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan generasi muda tidak kehilangan jati diri (loss contact) terhadap akar sejarahnya. Mereka diharapkan tetap memegang teguh nilai keislaman dan etika kekeluargaan yang telah diwariskan sejak zaman Mbah Nurrohman hingga Buyut Caswad.

Red/Casroni

BREBES, DN-II Mengantisipasi lonjakan pengunjung pada masa libur Lebaran 1447 Hijriah, Polres Brebes menyiagakan personel di berbagai objek wisata unggulan. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat yang tengah menikmati masa liburan bersama keluarga.

Kapolres Brebes melalui Kasatgas Humas Iptu Indra Prasetyo menyatakan bahwa fokus pengamanan selain jalur mudik juga fokus ke titik-titik keramaian, terutama kawasan wisata pantai di wilayah utara dan wisata alam di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Brebes.

Pada libur lebaran, kepadatan mulai terlihat pada H+1. Beberapa lokasi seperti Pantai Randusanga Indah dan kawasan wisata alam di Kecamatan Paguyangan dan Banjarharjo.

Menanggapi hal tersebut, personel kepolisian tidak hanya berjaga di pos pengamanan, tetapi juga melakukan patroli jalan kaki di area wisata.

“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan akses masuk wisata serta area yang memiliki risiko kecelakaan air serta memantau sekitar lokasi,” jelas Iptu Indra Prasetyo pada Senin (23/03/2026)

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Selain aspek keamanan dari tindak kriminalitas, petugas juga aktif mengatur arus lalu lintas di pintu masuk objek wisata guna mencegah terjadinya antrean kendaraan dan juga memberikan edukasi keselamatan.

Pihak kepolisian juga memberikan beberapa imbauan bagi masyarakat yang sedang berwisata. Diantaranya dalam hal pengawasan anak, orang tua diminta ekstra waspada mengawasi buah hati, terutama di area keramaian dan wisata air. Selain itu, mengingat beberapa jalur menuju wisata alam di Brebes Selatan memiliki tanjakan, wisatawan diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

“Wisatawan juga bisa memantau kepadatan lokasi wisata melalui aplikasi Sipolan agar dapat mencari alternatif destinasi jika salah satu lokasi sudah melebihi kapasitas,” jelasnya.

Mengingat saat ini sudah mulai nampak pergerakan arus balik yang berbarengan dengan arus wisata lokal, kepolisian menerapkan skema rekayasa lalu lintas situasional.

“Kami berupaya agar mobilitas warga yang hendak balik ke perantauan tidak terhambat oleh antrean warga yang ingin berwisata. Semua personel di lapangan telah diinstruksikan untuk bertindak persuasif dan Humanis namun tegas dalam mengatur alur kendaraan,” tambah Iptu Indra

Dengan kesiapsiagaan personel Polres Brebes selama 24 jam di titik-titik pengamanan, diharapkan masyarakat dapat menikmati momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan perasaan aman dan pulang dengan selamat. (Red/Hms)

BREBES, DN-II Menyatukan berbagai elemen kekuatan masyarakat menjadi kunci utama kemajuan daerah. Semangat itulah yang melandasi pertemuan strategis sekaligus diskusi kolektif para tokoh berpengaruh, aktivis, hingga praktisi hukum Kabupaten Brebes yang digelar dalam suasana hangat di Brebes, Minggu (22/3/2026).

Acara yang diinisiasi oleh Azmi Asmuni Majid, Ketua Sepakat Brebes Bermartabat SBB, ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi gagasan, mulai dari isu lingkungan melalui gerakan Jaga Kali, penguatan literasi digital, hingga pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Kita butuh kesamaan visi dari seluruh elemen masyarakat. Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang hari ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Brebes tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tegas Azmi dalam sambutannya sebagai tuan rumah.

Ekonomi Rakyat: Fokus pada Koperasi dan Pertanian

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan sektor ekonomi hilir. Haji Masrukhi Bachro, Ketua Dekopin sekaligus Ketua HKTI Brebes yang akan segera dilantik, memaparkan strategi masa depan ekonomi rakyat. Beliau menekankan bahwa sinergi antara ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan revitalisasi peran koperasi adalah fondasi stabilitas daerah yang tidak bisa ditawar.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Stabilitas Wilayah, Hukum, dan Infrastruktur

Dari sisi stabilitas sosial, hadir Haji AKBP Purn Mujiarto, Ketua SKI Brebes. Selain menekankan pentingnya kondusivitas wilayah, ia memberikan apresiasi atas kinerja kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur.

“Kita harus akui ada progres nyata, terutama dalam perbaikan jalan-jalan di wilayah Brebes yang kini kondisinya jauh lebih baik dan mantap,” ujar Mujiarto.

Di sisi lain, penguatan aspek legalitas juga menjadi sorotan. Slamet Sutanto, praktisi hukum sekaligus Direktur Hukum SBB, menyoroti fenomena sosial terkait pernikahan siri yang masih marak. Ia menegaskan pentingnya pendampingan hukum agar hak-hak masyarakat, terutama perempuan dan anak, tetap terlindungi secara konstitusional.

Literasi Digital di Tengah Arus Informasi

Menghadapi era disrupsi, Dedy Agustyan Ketua Serikat Media Siber Indonesia/SMSI Brebes bersama jurnalis senior Kang Dede Wijaya Ketua INSPI dan Mas Gusti, menyoroti pentingnya literasi siber. Mereka bersepakat bahwa arus informasi di Brebes harus dikawal secara profesional agar publik tidak terjebak dalam pusaran disinformasi atau berita bohong hoax.

Aktivisme dan Kepedulian Sosial

Diskusi semakin hidup dengan hadirnya para pegiat lapangan yang membawa isu-isu sektoral.

Gus Hada Abdul Aris Assaad. Memberikan dukungan moral bagi penguatan pergerakan masyarakat berbasis nilai.

Deden Sulaeman: Aktivis kesehatan yang menyoroti aksesibilitas dan mutu pelayanan publik.

Hak Jawab - DETIK Nasional

Suara Anda Penting bagi Kami

Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.

Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Mahfudin Masjaka: Secara konsisten menyuarakan urgensi gerakan lingkungan melalui aksi Jaga Kali.

Hendri Yetus: Budayawan/seniman yang mengingatkan pentingnya pembangunan karakter bangsa berbasis kearifan lokal.

Energi muda juga tampak dari keterlibatan tokoh pemuda seperti Rio Raga Pangestu Ketua PAC Pemuda Pancasila Larangan dan Mas Andriyanto Badan Buruh Pekerja Pemuda Pancasila, yang membuktikan regenerasi pergerakan di Brebes tetap dinamis. Tak ketinggalan, tokoh wilayah selatan, Haji Masduki Tonjong, turut memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Makan Bergizi Gratis MBG agar dikelola secara profesional dan tepat sasaran.

Momentum Lebaran tahun ini di Kabupaten Brebes terasa istimewa. Agenda silaturahmi yang diinisiasi oleh tokoh pergerakan, Azmi Asmuni Majid, dinilai sukses menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis hingga insan pers dalam satu wadah kebersamaan.

​Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Abdul Aris Assa’ad. Tokoh yang akrab disapa Hada ini menyebut pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol persatuan.

​”Gus Azmi memiliki kapasitas luar biasa dalam membangun jejaring dan memberikan pengaruh positif bagi daerah. Pertemuan Lebaran kali ini terasa sangat istimewa karena sosoknya yang konsisten memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Brebes,” ujar Aris.

​Menurut Aris, Gus Azmi selama ini dikenal vokal dan aktif memberikan masukan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Brebes, mulai dari jajaran Bupati, Kepala OPD, hingga Forkopimda.

​Tokoh Brebes yang Menembus Batas

​Dalam kesempatan tersebut, Aris juga merefleksikan pentingnya sosok inspiratif bagi putra daerah. Ia menyebutkan tiga tokoh besar asal Brebes yang dinilai telah menembus batas dalam berkontribusi bagi bangsa:

​Prof. Yahya Muhaimin: Mantan Menteri Pendidikan Nasional sekaligus pendiri Universitas Peradaban yang meletakkan fondasi intelektual di Brebes.

​Sudirman Said: Mantan Menteri ESDM dan tokoh nasional yang dikenal tegas serta berintegritas. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) yang memiliki kampus di Tegal dan Slatri, Larangan.

​H. Muhadi Setiabudi: Pengusaha sukses yang bersahaja dan pendiri Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), yang berperan besar dalam sektor ekonomi dan pendidikan lokal.

​Aris berharap, melalui semangat silaturahmi yang dibangun oleh tokoh-tokoh seperti Gus Azmi, sinergi antar-elemen di Brebes dapat terus terjaga demi percepatan pembangunan daerah ke depan.

Dan Seharusnya Ketiga tokoh ini patut diberikan penghargaan semacam award oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Brebes.Tambahnya

Komitmen Kolektif untuk Brebes

Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjalin komunikasi lintas lembaga non-pemerintah secara berkelanjutan. Sinergi antara sektor hukum, media, ekonomi, hingga kepemudaan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan kolektif yang lebih besar demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang lebih maju, adil, dan bermartabat.

(Red)

You cannot copy content of this page