Jakarta, DN-II Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan dua fokus utama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mendukung tindak lanjut Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yakni memperkuat proses verifikasi dan validasi serta komunikasi publik.
Hal tersebut disampaikannya saat mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Rapat Koordinasi Terbatas KDKMP terkait Infrastruktur Pemerintah dan Offtaker Komoditas Desa di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Bima menjelaskan, Kemendagri akan memastikan proses verifikasi dan validasi terhadap hasil pembangunan KDKMP dilakukan secara berjenjang dan menyeluruh. Proses tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara perencanaan, kondisi fisik di lapangan, dan kelengkapan administrasi sehingga hasil pembangunan dapatn dipertanggungjawabkan. Hasil verifikasi dan validasi selanjutnya menjadi dasar penyusunan Berita Acara Serah Terima (BAST) sebelum bangunan KDKMP diserahkan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Jadi kami akan mendorong ini agar memastikan ada kesesuaian antara perencanaan dan fisik dan administrasi, Pak. Itu yang pertama, jadi verifikasi [dan] validasi ini sangat penting,” ujar Bima.

Lebih lanjut, Bima menjelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) berperan sebagai koordinator pelaksanaan verifikasi dan validasi di daerah. Setelah proses tersebut selesai, hasilnya dilaporkan kepada bupati/wali kota dengan tembusan kepada gubernur dan Mendagri sebagai bagian dari mekanisme pengendalian dan pengawasan pelaksanaan program. Peran tersebut sejalan dengan Surat Mendagri Nomor 500.3/10071/SJ tanggal 29 Desember 2025 tentang Pembentukan Tim Verifikasi dan Validasi Daerah.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Selain memastikan kualitas pelaksanaan program, Bima menegaskan Kemendagri juga akan memperkuat komunikasi publik sebagai tindak lanjut arahan Mendagri pada rapat terbatas sebelumnya. Menurutnya, KDKMP yang telah melalui proses verifikasi dan menunjukkan pelaksanaan yang baik perlu diidentifikasi untuk dipublikasikan secara luas. Ini penting agar menjadi contoh sekaligus mendorong daerah lain meningkatkan kualitas implementasi program.
“Praktik-praktik yang baik ini penting untuk membangun narasi positif terkait [Program] KDKMP,” jelas Bima.
Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Program KDKMP sebagai infrastruktur pemerintah dan offtaker komoditas desa.
Sebagai informasi, rapat ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Red
Jakarta, DN-II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Sidang Kabinet Paripurna tahun 2026 tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus mengukur capaian menjelang memasuki tahun kedua masa pemerintahan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sidang Kabinet Paripurna dilaksanakan untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan pemerintah selama hampir dua tahun terakhir. Presiden juga menekankan pentingnya menjaga semangat kerja, disiplin, dan fokus dalam menjalankan amanat rakyat di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.
Presiden Prabowo mengingatkan seluruh unsur pimpinan agar tidak takut menghadapi berbagai tantangan serta terus menghadirkan solusi bagi masyarakat. “Kita sebagai anak bangsa, kita sebagai unsur pimpinan, dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan. Kita di sini pemimpin politik, pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat, dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” tegas Presiden.
Kehadiran Panglima TNI dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut mencerminkan komitmen TNI untuk terus mendukung kebijakan strategis pemerintah serta memperkuat sinergi dengan seluruh kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas nasional, memperkokoh ketahanan negara, dan menyukseskan program-program prioritas nasional demi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Red/BPMI Setpres
#tniprima #tniprofesional #indonesiaemas2045
www.detik-nasional.com // Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa “hidup hanyalah sesaat.” Kalimat sederhana ini bukan sekadar retorika, melainkan alarm eksistensial tentang betapa singkatnya waktu yang kita miliki. Selasa, (20/7/2026).
Namun, ironisnya, banyak di antara kita terjebak dalam pola pikir bahwa berbagi adalah “proyek masa depan” yang baru bisa dimulai setelah mapan secara finansial. Padahal, rezeki dan keberkahan sejatinya justru mengalir deras ketika kita mulai membuka tangan untuk sesama dan lingkungan sekitar.
Mengubah Paradigma: Keberadaan yang Tak Abadi
Kesadaran bahwa hidup tidaklah abadi adalah katalisator perubahan perilaku. Jika kita memahami bahwa waktu adalah komoditas yang tidak bisa diperbarui, maka menunda kebaikan adalah kerugian yang nyata.
Dalam perspektif Islam, Allah SWT telah menegaskan dalam QS. Al-Munafiqun ayat 10 agar manusia segera berinfak sebelum datang kematian. Menunda kebaikan berarti mengabaikan kesempatan yang belum tentu terulang. Senada dengan itu, kearifan Jawa dalam Primbon menekankan konsep “Sapa nandur bakal ngunduh” (siapa yang menanam akan menuai). Berbagi bukan tentang menunggu surplus harta, melainkan menanam benih kebaikan agar panen keberkahan bisa segera dirasakan.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Meninjau Ulang Makna Berbagi
Ada beberapa poin mendasar yang perlu kita renungkan kembali:
Waktu adalah Aset yang Terbatas: Keterbatasan usia harus memacu kita untuk lebih selektif dalam menebar manfaat, bukan justru menumpuk harta yang tak dibawa mati.
Ketidakpastian sebagai Motivator: Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa setiap jiwa tidak tahu di bumi mana ia akan wafat (QS. Luqman: 34).
Ketidaktahuan ini seharusnya membuat kita selalu “siap siaga” dalam kebajikan, bukan menunda-nunda.
Berbagi sebagai Esensi Hidup: Harta yang berkah dalam Islam bukanlah yang tersimpan rapat, melainkan yang disalurkan. Dalam tradisi primbon, dikenal prinsip “Tepo Seliro” dan berbagi sebagai bentuk “Sedekah Bumi” atau penghormatan kepada sesama makhluk hidup yang menjaga keseimbangan semesta.
Seni Menghargai Momen: Hidup yang singkat adalah perjalanan. Dengan berbuat baik, kita memberikan makna pada setiap suka dan duka.
Berbagi: Sebuah Panggilan, Bukan Beban
Pandangan bahwa “menunggu kaya untuk berbagi” adalah sebuah jebakan pikiran. Ketika kita menetapkan syarat “kekayaan” di depan kata “berbagi”, kita sebenarnya sedang menunda peluang untuk merasakan kebahagiaan sejati. Berbagi di saat sulit sebagaimana dicontohkan dalam sejarah kemanusiaan justru menunjukkan kedalaman karakter dan keteguhan iman seseorang.

Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, hidup yang sesaat ini adalah panggung untuk meninggalkan jejak. Jangan tunggu sampai menjadi kaya raya untuk bermanfaat. Sebab, pada garis finis kehidupan nanti, yang akan diingat bukanlah seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan seberapa banyak kebaikan yang telah disebarkan saat kesempatan masih terbuka lebar.
Mari kita jalani hidup dengan bijaksana: tidak menunda kebaikan, menghargai setiap detiknya, dan menjadikan hidup yang singkat ini sebagai perjalanan yang penuh keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Penulis: Casroni
Magelang, DN-II Batalyon Armed 11 Kostrad menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di depan Markas Batalyon Armed 11 Kostrad, Kelurahan Gelangan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. (20/7/2026).
Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri prajurit, keluarga besar satuan, serta masyarakat Kota Magelang yang tampak antusias memadati lokasi acara.
Kegiatan nobar ini diselenggarakan sebagai sarana mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara prajurit Yonarmed 11 Kostrad dengan masyarakat sekitar. Selain menjadi hiburan bersama dalam menyaksikan pertandingan sepak bola bergengsi dunia, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui interaksi yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Suasana penuh semangat terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai. Sorak sorai para penonton mewarnai jalannya laga final yang mempertemukan dua tim kuat dunia, Argentina dan Spanyol. Pertandingan berlangsung sengit hingga peluit akhir dibunyikan, sebelum akhirnya Spanyol berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1–0. Antusiasme masyarakat yang hadir semakin menambah semarak suasana sekaligus mencerminkan kedekatan hubungan antara Yonarmed 11 Kostrad dengan warga Kota Magelang.
Komandan Batalyon Armed 11 Kostrad, Letkol Arm Ananto Kristowo, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan nonton bareng ini merupakan bentuk kepedulian satuan dalam membangun ruang kebersamaan dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan nonton bareng ini kami ingin menghadirkan suasana yang penuh keakraban antara prajurit dan masyarakat. Yonarmed 11 Kostrad akan terus berupaya menjadi satuan yang dekat dengan rakyat serta menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat,” ujar Danyon.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan harmonis antara Yonarmed 11 Kostrad dan masyarakat Kota Magelang semakin erat, sehingga semangat kebersamaan, persatuan, dan sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah dapat terus terpelihara. Red
DELI SERDANG, DN-II Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang atas keberhasilan mengungkap berbagai kasus peredaran narkotika, khususnya kasus besar yang melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku. (20/7/2026).
Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, S.H., menyatakan bahwa peredaran narkotika oleh jaringan kecil hingga jaringan internasional merupakan “alarm keras” bagi seluruh elemen bangsa. “Penyebaran narkotika oleh sindikat jaringan internasional adalah alarm keras bagi kita sebagai bangsa.
Ini menunjukkan betapa masif dan kuatnya upaya mereka merusak generasi muda dan masa depan negeri ini. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu memutus mata rantai kejahatan narkotika,” tegasnya.
LPA Deli Serdang menilai pengungkapan kasus besar di Pintu Tol Lubuk Pakam sebagai prestasi luar biasa. Dalam operasi tersebut, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang berhasil mengamankan barang bukti berupa 53,2 kilogram sabu, 9.112 butir ekstasi, 3.249 unit liquid vape narkotika, dan 350 sachet Happy Water. Nilai ekonomis barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp57.222.900.000 dan diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 250.772 jiwa, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Selain kasus di gerbang tol, Satresnarkoba juga berhasil menangkap seorang bandar sabu di area sekolah di Kecamatan Pagar Merbau. Penangkapan ini semakin menegaskan komitmen aparat dalam melindungi lingkungan pendidikan dari ancaman narkoba.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Junaidi Malik menyoroti semakin nekatnya para pelaku kejahatan narkoba yang kini memanfaatkan anak-anak sebagai kurir, bahkan berpotensi menjadikan mereka sebagai bandar. “Kejahatan narkoba merupakan extraordinary crime yang tidak boleh ditoleransi. Kita harus memutus mata rantai kejahatan ini hingga ke akar-akarnya untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba,” jelasnya.
Atas berbagai prestasi tersebut, LPA Deli Serdang menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Satresnarkoba Polresta Deli Serdang. “Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak. Ratusan ribu anak terselamatkan berkat kerja keras rekan-rekan Polri. Bravo Polri! Melindungi anak-anak sama artinya dengan membela masa depan bangsa,” ungkap Junaidi Malik.
Kasatresnarkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan apresiasi yang diberikan. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang wajib kita jaga bersama. Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Apabila narkoba mengancam masa depan generasi bangsa, Satresnarkoba akan selalu berada di garda terdepan, tanpa kompromi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum sekaligus memperkuat pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, demi mewujudkan Deli Serdang yang bersih dari narkoba. Tim
Brebes, DN-II Pembangunan kawasan peternakan sapi perah terpadu PT Global Dairi Bersama resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Senin (20/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 2.000 undangan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat dari jajaran Polres Brebes bersama unsur TNI dan instansi terkait, sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Acara dihadiri langsung Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, jajaran Forkopimda, anggota DPR RI, pejabat Kementerian Pertanian, unsur TNI-Polri, para kepala desa, serta tamu undangan lainnya.
Sebelum kegiatan dimulai, jajaran Polres Brebes melaksanakan apel kesiapan pengamanan pada pukul 06.30 WIB yang dipimpin Kabag Ops Polres Brebes Kompol Suraedi. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh mulai dari jalur kedatangan tamu VVIP, lokasi kegiatan, area parkir, hingga pengamanan helipad guna memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana.
Dalam sambutannya, CEO Savoria Group, Ihsan Mulya, menyampaikan bahwa pembangunan PT Global Dairi Bersama merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan susu berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Kawasan peternakan modern tersebut akan dikembangkan di atas lahan seluas 710 hektare dengan kapasitas hingga 30 ribu ekor sapi perah serta target produksi susu segar mencapai 180 ribu ton per tahun. Proyek ini diharapkan menjadi peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia, sekaligus membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mendorong kemajuan industri persusuan nasional.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi masuknya investasi di Kabupaten Brebes yang dinilai mampu memperkuat sektor pertanian dan peternakan di Jawa Tengah. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan capaian produksi gabah sekitar 15,6 juta ton pada tahun 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, terus memberikan dukungan melalui berbagai program, termasuk penyediaan pompa air dan penguatan industri peternakan modern agar produktivitas peternak meningkat serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan kawasan peternakan modern merupakan langkah strategis dalam memperkuat program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut kebutuhan susu nasional hingga saat ini masih didominasi impor sekitar 82 persen, sehingga keberadaan PT Global Dairi Bersama diharapkan mampu meningkatkan produksi susu dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Selain itu, Mentan juga mengungkapkan sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian sebesar 5,74 persen serta prediksi peningkatan produksi beras nasional pada tahun 2026. Seluruh kebijakan pemerintah, menurutnya, akan terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menekankan pentingnya keterlibatan peternak rakyat dalam pengembangan industri susu nasional. Ia berharap PT Global Dairi Bersama membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan peternak lokal dan koperasi, sekaligus menjadi pusat transfer teknologi, peningkatan keterampilan, serta pembinaan generasi muda di bidang peternakan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan melalui pemanfaatan biogas, pupuk organik, dan pengelolaan air yang baik agar investasi tersebut tetap ramah lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kabag Ops Polres Brebes Kompol Suraedi menjelaskan, Menteri Pertanian bersama Ketua Komisi IV DPR RI tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, doa, sambutan para pejabat, minum susu bersama, foto bersama, hingga prosesi peletakan batu pertama.
“Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 10.02 WIB, dilanjutkan keberangkatan rombongan Menteri Pertanian menuju helipad di Lapangan Sepak Bola Desa Karangbale untuk kembali ke Jakarta. Berkat sinergi seluruh personel pengamanan dan instansi terkait, seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan,” terang Kompol Suraedi.
Keberhasilan pengamanan kegiatan berskala nasional tersebut menjadi wujud kesiapsiagaan Polres Brebes bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjamin keamanan setiap agenda kenegaraan maupun kegiatan strategis nasional yang berlangsung di wilayah Kabupaten Brebes. Red/Hms
Jakarta, DN-II Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol bersama warga di kawasan Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta, Senin (20/7/2026) dini hari.
Di kawasan padat penduduk tersebut, Mendagri hadir bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Menurut Mendagri, kegiatan nobar menjadi sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar nobar digelar secara luas dengan dukungan stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah (Pemda).
Ia menambahkan, pelaksanaan nobar di berbagai daerah telah memberikan dampak nyata. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari para kepala daerah, masyarakat tampak antusias menyaksikan perhelatan sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali tersebut.
“Di daerah-daerah, saya juga dapat laporan dari kepala-kepala daerah, nobarnya ramai. Untuk menunjukkan kebersamaan, hiburan, kekompakan, sekaligus mendorong ekonomi,” katanya.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Terkait jalannya pertandingan kedua tim, Mendagri menilai Spanyol cukup mendominasi laga. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pertandingan bukanlah hal utama dibandingkan dengan semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan nobar tersebut.
“Harus diakui bahwa pertandingan ini didominasi oleh Spanyol, dan memang wajar kalau Spanyol yang menang, sportif. Tapi yang lebih penting bagi saya, acara ini dilaksanakan di Menteng Tenggulun, bersama-sama masyarakat. Kemudian oleh Pak Ara Sirait tadi, [Kepala] BPS, itu menunjukkan kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui momentum Piala Dunia dapat terus terjaga. Selain itu, ia berharap aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik meski ajang tersebut telah berakhir.
“Piala Dunia berakhir, kita harapkan ekonomi kita tetap berjalan dengan bagus,” pungkasnya. Red
JAKARTA, DN-II Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Dwi Christianto, melayangkan kecaman keras terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea. Sikap Hotman yang dinilai merendahkan wartawan saat konferensi pers terkait kasus Jampidsus Febrie Adriansyah, Jumat (17/7/2026), dianggap sebagai ancaman terhadap kebebasan pers.
Dalam insiden tersebut, Hotman terekam melontarkan kalimat “lu punya otak enggak?” kepada seorang jurnalis. Ia juga melontarkan narasi perumpamaan yang dinilai merendahkan profesi wartawan di hadapan publik.
Dwi Christianto menegaskan bahwa perilaku menunjuk-nunjuk dan meremehkan jurnalis yang sedang bertugas adalah tindakan tidak etis, apalagi dilakukan oleh seorang praktisi hukum.
”Kami meminta Hotman Paris Hutapea menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Profesi wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pertanyaan yang diajukan jurnalis adalah hak publik untuk mendapatkan informasi yang transparan,” ujar Dwi melalui keterangan tertulis yang diterima DetikNasional.com, Minggu (19/7/2026).
Mengingatkan Perlindungan UU Pers
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Dwi memaparkan bahwa posisi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik memiliki landasan hukum yang kuat melalui UU Pers:
Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3): Menjamin kemerdekaan pers sebagai hak asasi warga negara, melarang penyensoran, serta menjamin hak pers untuk mencari dan menyebarluaskan informasi.
Pasal 8: Menegaskan bahwa dalam melaksanakan profesinya, wartawan mendapat perlindungan hukum dari segala bentuk intimidasi atau perlakuan yang merendahkan.

Pasal 3: Menegaskan fungsi pers sebagai media kontrol sosial, di mana pertanyaan wartawan adalah bagian dari pemenuhan hak publik atas informasi.
Menurut Dwi, intimidasi terhadap jurnalis bukan sekadar melukai individu, melainkan upaya melemahkan pilar demokrasi.
”Tidak ada alasan bagi seorang kuasa hukum untuk merendahkan wartawan. Ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi para praktisi hukum. Wartawan dan pengacara sama-sama memiliki peran penting dalam sistem peradilan yang berkeadilan,” tegasnya.
Menjaga Etika dan Profesionalisme
IWO menegaskan akan memantau serius setiap bentuk intimidasi terhadap wartawan. Organisasi ini juga mengimbau kepada seluruh anggota dan komunitas pers untuk tetap mengedepankan profesionalisme dan etika jurnalistik saat meliput, serta tidak gentar dalam mengawal kasus-kasus hukum demi kepentingan publik.
”Kami akan terus mengawal kasus-kasus hukum penting demi transparansi dan supremasi hukum di Indonesia,” pungkas Dwi.
Penulis: S. Bimantoro
Editor: Redaksi DetikNasional.com
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Awali Tahun Ajaran 2026/2027, SDN 04 Rambang Kuang Gelar MPLS Edukatif dan Menyenangkan
AMBANG KUANG, www.detik-nasional.com // Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 04 Rambang Kuang resmi dimulai pada hari Senin (13/07/2026). Acara pembukaan yang menandai dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027 ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan berjalan sangat lancar sejak pagi hari di halaman utama sekolah.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh seluruh dewan guru beserta jajaran staf kependidikan. Kehadiran Kepala Sekolah SDN 04 Rambang Kuang, Ibu Dimawati, S.Ag., S.Pd., di tengah-tengah upacara turut memberikan suntikan semangat dan rasa hangat tersendiri bagi para siswa baru yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Dalam sambutannya, Ibu Dimawati menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh siswa-siswi baru yang kini telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SDN 04 Rambang Kuang. Beliau menekankan bahwa masa MPLS merupakan jembatan penting bagi anak-anak untuk beradaptasi dari lingkungan taman kanak-kanak menuju jenjang sekolah dasar yang lebih mandiri.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, pihak sekolah memaparkan bahwa rangkaian kegiatan MPLS tahun ini dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Melalui program ini, para siswa baru tidak hanya dikenalkan pada fasilitas fisik sekolah, melainkan juga diperkenalkan dengan nilai-nilai keagamaan, tata tertib, serta pembiasaan karakter baik sejak dini.
Suasana ceria dan penuh kehangatan menyelimuti lapangan sekolah saat dilakukan simbolisasi penerimaan siswa baru. Para orang tua murid yang turut hadir mendampingi di area sekitar sekolah juga terlihat sangat mendukung dan mengapresiasi kesiapan pihak sekolah dalam menyambut anak-anak mereka.
Dengan dimulainya MPLS ini, SDN 04 Rambang Kuang berharap dapat meletakkan fondasi karakter yang kuat dan positif kepada para peserta didik baru. Pihak sekolah optimis bahwa sinergi yang baik antara guru, siswa, dan orang tua akan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta siap berprestasi.
REPORT : JULIYAN
www.detik-nasional.com // Di tengah akselerasi zaman yang menuntut kita untuk selalu “terhubung”, banyak orang justru merasakan pergeseran drastis dalam ritme hidup mereka. lingkaran pertemanan menyempit, keramaian menjadi beban, dan waktu sendiri justru menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Fenomena yang sering disalahpahami sebagai kesepian ini, dalam kacamata spiritualitas, sebenarnya adalah sinyal kebangkitan jiwa. (19/7/2026).
Kesunyian sebagai Ruang Suci: Khalwat dan Tapa
Dalam tradisi Islam, kesunyian yang disengaja untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dikenal sebagai Khalwat. Rasulullah SAW telah mencontohkan pentingnya menarik diri dari kebisingan duniawi di Gua Hira untuk memurnikan tauhid. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil ayat 8:
”Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.”
Ayat ini menegaskan bahwa untuk mencapai derajat tabattul pengabdian yang sepenuh hati manusia membutuhkan ruang jeda dari hiruk-pikuk keduniawian. Senada dengan itu, kearifan lokal Jawa mengenal konsep Tapa. Bukan berarti mengasingkan diri dari tanggung jawab sosial, melainkan upaya eling lan waspada, ingat kepada Sang Pencipta dan waspada dalam melangkah. Kesunyian adalah jeda suci bagi jiwa untuk kembali ke fitrahnya yang murni.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Urip Iku Mung Mampir Ngombe dan Praktik Kezuhudan
Filosofi Jawa Urip iku mung mampir ngombe (hidup hanyalah singgah sejenak untuk minum) memiliki resonansi kuat dengan konsep Zuhud dalam Islam. Keduanya sepakat bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan sementara.

Ketika seseorang mulai mengurangi keterlibatan dalam keramaian yang tidak esensial, ia sebenarnya sedang mempraktikkan manajemen hati. Ia tidak lagi mengejar validasi manusia yang fana, melainkan berupaya mengejar keridaan Ilahi yang abadi. Fase ini adalah proses pendewasaan batin di mana seseorang mulai memilah energi, mana yang membawa manfaat bagi pertumbuhan jiwa dan mana yang sekadar menjadi kebisingan yang menguras mental.
Transformasi: Menuju Kejernihan Batin
Jika saat ini lingkungan sosial Anda menyusut, janganlah memandangnya sebagai sebuah kemunduran atau kesepian yang tragis. Dalam perspektif spiritual, ini adalah seleksi alamiah agar jiwa tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang menghambat perjalanan menuju Tuhan.
Kedewasaan menuntut keberanian untuk berjalan sendiri. Mengapa? Karena jalan menuju kebenaran adalah perjalanan yang menuntut kemandirian batin. Ketika dunia diam, suara hati yang seringkali merupakan petunjuk Tuhan akan terdengar jauh lebih jernih.
Penyucian Jiwa: Kesunyian adalah waktu terbaik untuk memproses luka batin dan meresapi istighfar.
Kejernihan Tujuan: Menjauh dari riuh rendah dunia memungkinkan kita melihat esensi hidup dengan lebih terang.
Refleksi Akhir
Kesunyian bukanlah sebuah kehilangan; ia adalah sebuah transformasi. Ini adalah proses menjadi versi diri yang paling jujur di hadapan Tuhan dan sesama. Saat seseorang memilih jalan yang sunyi, ia sebenarnya sedang bergerak menuju esensi dirinya yang paling dalam.
Suara Anda Penting bagi Kami
Di DETIK Nasional, akurasi adalah prioritas utama. Jika Anda merasa terdapat informasi yang kurang tepat atau merasa dirugikan oleh pemberitaan kami, jangan ragu untuk mengajukan Berita Sanggahan atau Hak Jawab.
Kami berkomitmen untuk mendengarkan dan mengoreksi demi informasi yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Di tengah dunia yang terus menuntut kita untuk bersuara, mungkin inilah saatnya untuk berani diam. Apakah fase kesunyian yang Anda alami saat ini merupakan bagian dari proses untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, ataukah sebuah panggilan untuk menemukan kembali kedamaian batin yang selama ini terabaikan oleh hiruk-pikuk kehidupan?.
Oleh: Casroni
You cannot copy content of this page
