Nasional, DN-II Di tengah pesatnya transformasi digital, banyak pelaku usaha terjebak dalam pola pikir keliru bahwa membangun situs web (website) adalah proyek “sekali jadi”. Padahal, tanpa pemeliharaan rutin dan pembaruan sistem, sebuah website dapat dengan cepat berubah menjadi aset yang lumpuh, bahkan menjadi pintu masuk utama bagi serangan siber yang membahayakan data perusahaan.
Keterlambatan dalam memperbarui sistem dan lisensi plugin bukan sekadar masalah teknis kecil. Hal ini ibarat membiarkan pintu rumah terbuka lebar bagi peretas (hacker) dan infeksi malware.
Analogi Kendaraan: Perawatan Adalah Investasi
Mengelola website sejatinya serupa dengan memiliki kendaraan bermotor. Tanggung jawab pemilik tidak berhenti setelah transaksi pembelian usai. Diperlukan servis berkala agar mesin tetap prima, serta perpanjangan dokumen agar kendaraan tetap legal dan aman digunakan.
Tanpa pemeliharaan sistem dan pembaruan lisensi yang rutin, performa website dipastikan akan menurun. Risiko “mogok” di tengah jalanโseperti error mendadak atau situs tidak bisa diaksesโmenjadi ancaman nyata yang dapat merusak kredibilitas bisnis dalam sekejap.
Plugin: Fungsionalitas Sekaligus Celah Keamanan
Plugin adalah jantung dari fitur website modern. Namun, di balik kemudahannya, plugin yang kedaluwarsa sering kali menjadi titik lemah yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber. Setidaknya ada tiga alasan mengapa pembaruan plugin bersifat wajib:
Keamanan (Security): Pembaruan membawa patch (tambalan) untuk menutup celah keamanan yang ditemukan pengembang.
Kompatibilitas: Memastikan fitur tambahan tetap sinkron dengan versi CMS (seperti WordPress) terbaru guna menghindari bentrokan sistem (system crash).
Optimasi Performa: Pembaruan rutin mencakup perbaikan kode agar website tetap ringan, cepat, dan responsif bagi pengguna.
Konsekuensi Fatal Pengabaian Sistem
Mengabaikan kesehatan aset digital dapat berakibat fatal. Website yang terbengkalai sangat rentan terhadap serangan malware, peretasan data pelanggan, hingga penurunan drastis pada peringkat mesin pencari (SEO). Dalam jangka panjang, hal ini tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga menghancurkan reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun.
“Website adalah perangkat lunak yang dinamis dan sensitif. Ia harus diperlakukan sebagai aset yang bertumbuh, bukan barang instan yang dibiarkan tanpa pengawasan,” tulis laporan tersebut.
Langkah Preventif Menjaga Kesehatan Website
Agar ekosistem digital tetap aman, berikut adalah panduan singkat bagi pemilik website:
Pencadangan (Backup) Rutin: Selalu miliki cadangan data terbaru sebelum melakukan pembaruan apa pun.
Audit Plugin Berkala: Hapus plugin yang tidak digunakan untuk mengurangi beban sistem dan meminimalisir celah masuknya peretas.
Monitoring Keamanan Aktif: Gunakan alat pemindai keamanan (security scanner) untuk mendeteksi kerentanan secara dini.
Dengan melakukan pemeliharaan rutin, pemilik aset digital tidak hanya melindungi data mereka, tetapi juga memastikan investasi digital mereka terus memberikan nilai maksimal bagi bisnis.
Red
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
