BREBES, DN-II Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun 2026 resmi bergulir di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Program lintas sektoral ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di kawasan pelosok.
Mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes, Letkol Inf. Ambariyanto SHub Inf, Kapten Arm Sukirno menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang.
“Esensi dari TMMD adalah gotong . Kita ingin membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkokoh ketahanan nasional yang dimulai dari level paling dasar,” ujar Kapten Arhanud Sugiyono.
Fokus Sasaran: Fisik dan Non-Fisik
Kegiatan yang melibatkan personel Satgas dari Batalyon 406/Candra Kusuma ini menyasar dua aspek krusial guna meningkatkan kualitas hidup warga Desa Cikuya:
1. Transformasi Infrastruktur (Sasaran Fisik)
Aksesibilitas: Pembukaan dan pengerasan jalan baru untuk memperlancar arus ekonomi.
Stabilitas Lahan: Pembangunan talud dan jembatan guna memperkuat struktur tanah dan konektivitas antar wilayah.
Hunian Layak: Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.
2. Penguatan Sumber Daya Manusia (Sasaran Non-Fisik)
Pemberian wawasan kebangsaan dan bela negara.
Sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta penyuluhan kesehatan.
Edukasi strategis terkait sektor pertanian dan program percepatan pencegahan stunting.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 ini. Mewakili jajaran pemda, Ibu Teti Yuliana menyampaikan bahwa program ini sangat selaras dengan visi misi kabupaten dalam memeratakan pembangunan.
“TMMD memiliki peran strategis dalam kerangka perencanaan daerah. Program ini menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat yang mungkin sulit dijangkau melalui skema pembangunan reguler,” ungkap Teti.
Membangun Semangat Gotong Royong
Kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai pudar. Dengan bahu-membahu antara Satgas TMMD dan warga, diharapkan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, sementara dampak non-fisiknya dapat tertanam kuat dalam karakter masyarakat Desa Cikuya.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
