BREBES, DN-II Kabupaten Brebes ternyata menyimpan kekayaan pariwisata yang luar biasa. Dengan 35 objek wisata yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, Pemerintah Kabupaten Brebes kini mulai tancap gas. Fokusnya jelas: menjadikan potensi lokal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan bagi pelajar. (20/2/2026).
Keberagaman Destinasi: Dari Pesisir hingga Situs Purbakala
Dari total puluhan destinasi yang ada, pengelolaan pariwisata di Brebes terbagi dalam dua skema. Tiga objek wisata dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah, yakni Pantai Randusanga Indah (Par-In), Pemandian Air Panas (PAP) Tirta Husada di Pakujati, dan Cipanas Buaran di Bantarkawung.
Sementara itu, 32 objek wisata lainnya dikelola secara kolaboratif bersama masyarakat dan pihak terkait. Beberapa destinasi unggulan yang menjadi primadona antara lain:
Wisata Air: Waduk Malahayu, Waduk Penjalin, dan Teluk Rasira.
Ekosistem Pesisir: Mangrove Pandansari, Pulau Cemara, dan Mangrove Kali Anyar.
Wisata Pegunungan: Perkebunan Teh Kaligua, Curug Cantel, hingga destinasi baru DTW Jonggrang Forest.
“Alhamdulillah, setiap tahun angka kunjungan wisata di Brebes terus menunjukkan tren peningkatan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., dalam diskusi tersebut.
Menepis Budaya Karyawisata “Luar Kota”
Pemerintah Kabupaten Brebes juga tengah berupaya mengubah paradigma study tour atau karyawisata sekolah. Selama ini, banyak siswa di Brebes yang justru lebih mengenal Yogyakarta, Jakarta, atau Bali dibandingkan daerahnya sendiri.
Menanggapi fenomena ini, Pemkab berkomitmen menawarkan Paket Wisata Pelajar yang kompetitif dan selaras dengan kurikulum sekolah. Strateginya adalah melalui Wisata Tematik, yang membagi wilayah Brebes berdasarkan fokus edukasinya:
Wilayah Selatan (Sejarah & Purbakala): Melalui Museum Purbakala Bumiayu, siswa diajak mengenal jejak purbakala di tanah Jawa.
Wilayah Tengah (Budaya Adat): Mengenal masyarakat hukum adat Jalawastu, satu-satunya komunitas adat unik yang masih lestari di Jawa Tengah.
Wilayah Pesisir (Ekosistem): Fokus pada pengenalan ekosistem pantai dan capacity building di kawasan Mangrove Sari.
Agrowisata: Edukasi sektor pertanian melalui sentra kebun kelengkeng dan pisang di wilayah Negla.
Menguatkan Identitas Melalui Muatan Lokal
Strategi ini dirancang agar sektor pariwisata tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga media penguatan karakter. Unsur muatan lokal dan koneksi langsung dengan mata pelajaran sejarah menjadi poin utama.
“Kami ingin siswa memiliki koneksi emosional dengan identitas daerahnya. Harapannya, generasi muda mengenal kekayaan daerah sendiri tanpa harus merasa perlu pergi jauh-jauh ke luar kota,” pungkas Fajar.
Dengan integrasi paket edukasi ini, Kabupaten Brebes optimistis pariwisata akan menjadi pilar utama dalam membangun kebanggaan dan kecintaan pelajar terhadap potensi lokal mereka sendiri.
Reporter: Teguh
Editor: Casroni
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
