BREBES, DN-II Menyongsong bulan suci Ramadan 1447 H, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKS, Sururi Fuad, menyoroti sejumlah agenda strategis yang mendesak untuk dibenahi. Mulai dari revitalisasi ruang publik hingga stabilitas ekonomi kerakyatan, Sururi menekankan bahwa momentum Ramadan tahun ini harus menjadi titik balik perbaikan estetika kota dan kesejahteraan warga Kabupaten Brebes.
Menghidupkan Kembali Panggung Kreativitas Musisi Lokal
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah mandeknya sektor ekonomi kreatif. Sururi menyayangkan terhentinya wadah kreativitas bagi musisi pemula yang sebelumnya sempat diinisiasi oleh Dinas Pariwisata.
“Kami melihat potensi besar dari anak muda Brebes di bidang musik. Sayangnya, ruang tampil mereka sempat vakum tanpa alasan yang jelas,” ujar Sururi dalam dialog yang berlangsung Sabtu (21/02/2026).
Sebagai langkah konkret, pihak legislatif berkomitmen mendorong pengaktifan kembali panggung-panggung kreativitas pasca-Lebaran mendatang. Tujuannya jelas: menghidupkan kembali ekosistem seni yang sempat meredup di Brebes.
Evaluasi Alun-Alun: Belajar dari Keberhasilan Daerah Tetangga
Penataan Alun-Alun Brebes tak luput dari evaluasi tajam. Sebagai “wajah” kabupaten, kondisi pusat kota saat ini dinilai memerlukan sentuhan perubahan signifikan, terutama terkait penataan pedagang kuliner.
Sururi mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes untuk melakukan studi komparatif dengan Kota Tegal yang dianggap sukses menata ruang publik menjadi lebih rapi dan estetis. Penataan yang maksimal diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi warga lokal, tetapi juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang melintas di jalur Pantura.
Lima Pesan Kunci Jelang Ramadan
Menutup dialog tersebut, Sururi Fuad menyampaikan lima pesan utama bagi masyarakat Brebes dalam menyambut bulan puasa:
Peningkatan Kualitas Diri: Menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat hubungan spiritual dan kapasitas diri.
Belanja Bijak (Anti-Panic Buying): Masyarakat diimbau tidak menimbun stok barang agar distribusi pasar tetap stabil dan merata.
Prioritaskan Produk Lokal: Menghidupkan ekonomi rakyat dengan membeli takjil maupun kebutuhan Lebaran dari pelaku UMKM Brebes.
Ketertiban Umum & Bijak Medsos: Menjaga toleransi, keamanan lingkungan, serta lebih selektif dalam menyebarkan informasi di media sosial.
Empati Sosial: Meningkatkan kepedulian melalui aksi sosial dan sedekah kepada warga yang membutuhkan.
“Ramadan adalah saatnya kita mempertebal empati. Dengan berbelanja di tetangga atau UMKM lokal, kita secara langsung menjaga nadi ekonomi di akar rumput tetap berdenyut,” pungkasnya.
Reporter: Teguh
Eksplorasi konten lain dari Detik Nasional
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
